Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Terharu dan Bahagia


__ADS_3

Tatit membaringkan tubuh nya di kasur, hari ini ia benar benar bahagia bahkan tidak dapat di ungkap kan dengan kata kata, ia sedang berpikir bagaimana cara nya untuk memperbaiki hubungan nya dengan Arifin sang adik


Kinar masuk ke dalam kamar mandi, ia ingin menyegarkan tubuh nya yang terasa gerah, sedangkan Irsyad masih asik ngobrol dengan papi nya, Irfan merasa saat ini begitu banyak perubahan pada putra nya. Saat ini ia yakin jika putra nya telah benar benar berubah.


"Apakah kau ingin tinggal bersama nenek mu?"


"Sebenar nya aku ingin tinggal di rumah kami sendiri pi"


"Kamu sudah beli rumah?"Irfan terkejut dan tidak percaya jika putra nya sudah mampu membeli rumah sendiri tanpa bantuan nya, meski Irsyad telah memiliki apartemen di Jakarta, itupun atas bantuan Irfan


"Tidak besar Pi, tapi cukup nyaman untuk kami tinggali"


"Lalu kenapa tidak kau tempati rumah itu?"


"Nenek meminta Kinar untuk tinggal di sini, dan bagaimana mungkin aku melarang nya Pi"Irfan tersenyum dengan menepuk nepuk pundak putra nya"Papi kan tau hubungan ku dan Kinar baru mulai membaik dan aku tidak bisa menolak permintaan Kinar, Pi"


"Dengan cara sederhana saja istri mu bisa bahagia irsyad, maka lakukanlah selagi itu mampu membuat istri mu bahagia"


"Tentu Pi, tentu"


"Lalu bagaimana dengan rumah yang kamu beli itu?"


"Untuk sementara biarkan lah Pi, dan sesekali aku akan kesana untuk melihat nya"

__ADS_1


"Lebih baik kamu cari seseorang yang bisa seseorang untuk bekerja di rumah mu itu agar ada yang merawat nya"Irsyad menatap papi nya"Istirahat lah, malam nanti kita akan bicara lagi, papi lelah dan ingin istirahat"


Irfan meninggalkan putra nya yang masih berdiam diri di kursi taman, apa yang di katakan Irfan benar, meski pun rumah yang ia beli tidak terlalu besar setidak nya ada yang merawat nya jadi ketika suatu saat ia dan istri nya pulang rumah itu tetap bersih dan Kinar tidak perlu kecapean untuk membersihkan nya. Irfan masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkan ponsel nya di atas kasur, Tatit penasaran saat melihat suami nya di bangku tunggu rumah sakit memandang ponsel nya begitu serius sambil tersenyum, yang pertama ia buka adalah aplikasi WhatsApp namun tidak ada yang mencurigakan, lalu ia membuka aplikasi galeri dan betapa terkejut nya, ia tidak menyangka. Ia melihat tanggal di Poto galeri hari ini


"Jadi papi melihat ponsel nya begitu serius sambil tersenyum ternyata melihat Poto USG milik Kinar, mami tidak menyangka kalau papi diam diam begitu menyayangi calon cucu nya"Tatit merasa terharu sambil mengusap ponsel suami nya"Nenek berharap kelahiran mu bisa mempersatukan hubungan ayah dan ibu mu, juga hubungan nenek dan kakek dari ibu mu nak"ucap Tatit sambil menghapus air mata nya, lalu meletakan ponsel milik suami nya. Ia membaringkan tubuhnya dan memejam kan mata nya yang memang terasa berat


Kini Irsyad masuk ke dalam kamar milik istri nya, ia melihat istri nya sudah tertidur pulas, dengan pelan pelan Irsyad mendekati istri nya dan menatap wajah Kinar yang begitu teduh. Ada rasa sakit dalam hati nya ketika ia menatap wajah istri nya, terlalu banyak dosa yang telah ia perbuat terhadap istri nya yang begitu baik dan polos, seandainya waktu bisa di putar kembali ia ingin tidak menyakiti istrinya sedikit pun, namun sayang berusaha sekuat apapun ia memutar nya Irsyad tidak akan mampu melakukan nya, sekarang yang harus ia lakukan adalah memperbaiki semua nya agar dosa yang ia lakukan kepada istri nya terampuni. Irsyad mendaratkan ciuman lembut di pipi istri nya


"Maafkan semua kesalahan ku, Kinar"ucap Irsyad pelan"Izinkan aku memperbaiki semua kesalahan ku dan membuat mu bahagia, sampai kau lupa bagaimana cara nya bersedih"kata kata itu terlalu indah jika Kinar mendengar kan nya"Sehat sehat ya agar kau bisa melahirkan anak kita, aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan mu"entah sudah berapa kali kata kata itu di ucapkan oleh nya, namun Irsyad tidak pernah bosan mengulang kata kata itu


Mereka tertidur semua tanpa mereka sadari nek Popon sudah pulang dari Semarang, dan ia bahagia ketika melihat di kamar tamu ada putri dan menantu nya. Ini bukan hari besar apalagi hari lebaran namun putri nya datang berkunjung ke rumah nya, biasa nya putri dan suami nya jarang memiliki waktu untuk berkunjung ke rumah nya, namun semenjak Kinar dan Irsyad tinggal bersama nya mereka bisa mengunjungi nya, bukan, bukan mengunjungi nya namun mengunjungi menantu mereka, setidak nya ia cukup bahagia. Nek Popon tersenyum sambil menggelengkan kepala nya


"Terima kasih Kinar, kehadiran mu di sini membuat anak dan menantu ku bisa mengunjungi ku, meski tujuan mereka datang bukan untuk ku, tapi aku bisa melihat anak ku saat ini"ucap nek Popon dengan lirih


"Dalam Bu"


"Masak yang enak ya, aku ingin menikmati malam bahagia ini bersama anak, menantu serta cucu cucu ku"


"Baik Bu"setelah itu Narsih meninggalkan majikan nya yang duduk di ruang tv sambil tersenyum. Bagi nya ini momen berharga yang tidak bisa ia lupakan.


Tatit dan Irfan terbangun ketika mereka berdua mencium aroma masakan yang menusuk hidung mereka


"Aroma apa ini ya mi, wangi sekali"

__ADS_1


"Iya Pi, mami juga mencium nya. Apa Kinar yang memasak ya Pi?"


"Lebih baik kita keluar dan memastikan siapa yang memasak nya"Irfan mengajak istri nya keluar dan mereka terkejut melihat nek Popon sedang duduk di ruang TV.


"Ibu"panggil Tatit langsung mendekati ibu nya dan memeluk nya dengan erat"Maaf kan aku, Bu"nek Popon tersenyum sambil mengusap kepala istri nya


"Tidak ada yang perlu di maafkan nak"


"Ibu sehat?"Tatit mengusap wajah ibu nya dengan lembut sambil menangis


"Ibu mu ini sehat nak"Irfan mengusap air mata nya, ia heran semenjak melihat Poto USG milik Kinar, ia mudah menangis. Ia berharap di hari tua nya nanti ada yang menemani nya karena ia tau hidup sendiri akan membuat nya tersiksa, apalagi harus kehilangan istri nya, pasti Irfan tidak akan sanggup, ia ingin selalu bersama istri nya sampai ia tidak mampu bernafas lagi


Makan malam sudah tersedia di meja makan, hanya tinggal menunggu orang orang yang akan melahap nya, Irsyad memeluk punggung istri nya yang berjalan di belakang kedua orang tua nya, Nek Popon tersenyum sambil berdiri di ruang tamu


"Akhir nya kalian keluar juga"


"Ibu sudah lapar?"tanya tatit dengan mendekati nya"kalau ibu lapar kenapa tidak memanggil ku, aku akan menemani ibu makan. Ibu harus menjaga kesehatan ibu"suara Tatit begitu lembut, Kinar ingin kelak anak nya juga akan memperlakukan nya seperti itu, bicara pada nya selalu lembut tanpa ada bentakan dan tekanan suara dari anak nya, Tatit menuntun ibu nya dan membawa nya ke meja makan dan menyendok kan nasi untuk nek Popon, ia duduk di sebelah ibu nya


"Terima kasih mau berkunjung ke rumah ibu, meski ibu tau tujuan mu kemari bukan ibu tapi Kinar"


"Ibu jangan bicara seperti itu, maafkan aku Bu, maafkan aku"ucap Tatit lirih dengan memegang tangan ibu nya yang sudah keriput karena termakan usia"Aku akan sering kemari Bu, selain untuk melihat ibu tapi juga melihat Kinar"tatit melihat ke arah suami nya lalu irfan mengangguk kan kepala nya sembari tersenyum


"Sungguh kah itu? Lalu jika Kinar tidak lagi tinggal bersama ibu apakah kau akan mengunjungi ibu?"

__ADS_1


"Aku akan tinggal bersama nenek terus"nek Popon tersenyum bahagia, hanya Kinar yang tau tentang nya, hanya Kinar yang mengerti tentang perasaan nya ketika jauh dari anak anak nya, namun sekarang sudah terobati rasa itu, Irsyad menggenggam tangan istri nya sambil tersenyum bahagia. Semoga ini awal dari segala nya


__ADS_2