Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih sangat khawatir


__ADS_3

Narsih turun dari ojek ketika sudah sampai di depan rumah majikan nya, sebelum pergi ia membayar ongkos dan setelah itu ia berjalan dengan menuju rumah majikan nya dengan kedua tangan meninting belanjaan yang begitu banyak, karena ini memang tugas nya sebagai asisten rumah tangga. Bagi nya membawa beban seperti ini suatu hal yang sangat biasa. Begitu sampai depan pintu ia meletakan bawaan nya dan mencari kunci untuk membuka pintu, namun ketika ia ingin memasukkan kunci nya, ia merasa heran karena pintu tidak terkunci dan sedikit terbuka. Dengan terburu buru Narsih masuk dengan membawa belanjaan nya dan alangkah terkejut nya ia ketika melihat begitu banyak darah segar berceceran di lantai


"Ya Allah!!!"jerit Narsih dengan menjatuhkan barang bawaan nya


"Mbak, mbak Kinar!"panggil nya"mbak!"Panggil nya lagi namun tidak ada jawaban, Narsih mulai di hantui rasa takut dan khawatir, ia mencoba berlari mencari keberadaan Kinar, lagi dan lagi ia tidak menemukan nya


"Mbak!!!"panggil Narsih ketika ia tidak menemukan sosok Kinar di taman belakang, dengan tangan gemetar ia mencoba menghubungi ponsel Kinar namun tidak di angkat"Mbak Kinar kemana?"tanya nya pada diri sendiri"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku hubungi saja ponsel mas Irsyad? Tapi,,,"Narsih merasa bingung, ia mencoba menghubungi ponsel Kinar kembali dan tersambung namun tidak di angkat"Angkat dong mbak"Narsih semakin takut terjadi sesuatu dengan cucu majikan nya, tidak ada jalan lain, ia terpaksa menghubungi ponsel Irsyad


"Halo bi"suara di seberang sana


"Mas Irsyad"


"Iya, ada apa bi?"


"Anu mas"Suara Narsih terdengar gugup


"Anu apa bi?"


"Darah mas"suara Narsih terdengar terbata bata


"Darah? Darah apa bi?"tanya irsyad terkejut


"Banyak darah di lantai mas"


"Banyak darah di lantai? Darah apa bi?"


"Itu lah yang saya tidak tau mas"


"Lalu apakah bi Narsih tau dimana istri saya, bi?"


"Sebelum saya keluar untuk belanja bulanan mbak Kinar sedang tidur di sofa depan tv mas, tetapi begitu saya pulang mbak Kinar sudah tidak ada mas, dan saya merasa heran ketika pintu utama tidak terkunci dan sedikit terbuka mas"Narsih berusaha menjelaskan kondisi rumah saat ini"dan ketika saya masuk ke dalam rumah, saya melihat banyak darah berceceran di lantai mas"Narsih menangis

__ADS_1


"Apakah bi Narsih menemukan istri saya"


"Tidak mas, mbak Kinar tidak ada di rumah"Irsyad mulai merasa takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon anak nya


"Apa bibi sudah mengelilingi seluruh rumah?"


"Sudah mas, tapi saya tidak menemukan mbak Kinar, mas"Irsyad berpikir dengan memegang kening nya


"Sekarang bi Narsih jangan khawatir ya, saya akan coba menghubungi nya"kata irsyad berusaha menenangkan asisten rumah tangga nenek nya


"Jika mas Irsyad tau kemana mbak Kinar berada, tolong kabari saya ya mas?"


"Iya, begitu saya tau tentang keberadaan Kinar, saya akan langsung mengabari bibi"Irsyad langsung menutup ponsel nya, hati Narsih sedikit tenang ketika ia memberitahu kalau di rumah banyak darah bercecer dan Irsyad sedikit pun tidak marah pada nya, namun Narsih masih takut terjadi sesuatu dengan Kinar dan calon anak nya.


Irsyad berusaha menghubungi ponsel istri nya, namun tidak di angkat. Meskipun ia mengatakan pada Narsih untuk tidak khawatir tentang istri nya, nyata nya ia sendiri yang begitu khawatir dan merasa takut


"Angkat Kinar"Irsyad menekan tombol hijau di ponsel berkali kali namun tetap tidak di angkat oleh Kinar"Kamu kemana sih sayang, aku begitu mengkhawatir kan mu"ia memasukan ponsel nya ke saku jas dan berjalan dengan terburu buru menuju mobil nya


"Ada urusan yang harus saya selesaikan"


"Jika pak imran datang dan menanyakan pak Irsyad apa yang harus saya katakan pada beliau pak?"


"Katakan saja pada nya kalau saya ada urusan mendadak yang harus saya selesaikan hari ini juga"


"Baik pak"Irsyad langsung masuk ke dalam mobil tanpa mengucapkan permisi dan menancap gas mobil nya.


"Apakah telah terjadi sesuatu pada mu? Bukan kah aku sudah mengatakan pada nya kalau terjadi sesuatu segera menghubungi ku, Kinar, Kinar. Kau masih tidak berubah"ucap Irsyad dengan memukul setir mobil"Begitu sulit kah kau untuk memberitahu ku, kalau telah terjadi sesuatu pada mu? Aku ini suami mu"batin nya


"Aku yakin pasti saat ini dia sedang berada rumah sakit"ucap nya"tetapi rumah sakit mana? Aku harus mencari nya, aku tidak perduli jika aku harus mencari nya ke seluruh rumah sakit di jogja"ia menghubungi ponsel Narsih


"Iya mas, apakah mbak Kinar sudah di temukan mas?"

__ADS_1


"Belum bi"Narsih menarik nafas nya"saya mau tanya apakah Kinar membawa mobil nya atau dia naik taksi bi?"


"Saya lihat dulu mobil nya ya mas" Narsih berlari menuju garasi dan tidak melihat mobil Kinar


"Mbak Kinar membawa mobil nya mas"


"Jika Kinar membawa mobil nya dalam keadaan darurat seperti ini, itu tidak mungkin bi"


"Itu arti nya mbak kinar telah di culik mas?"Narsih menangis"Jika tau begini lebih baik mbak Kinar tidak akan saya tinggal belanja mas"Narsih merasa bersalah dan semakin menangis


"Jangan menyalahkan diri bibi, kita belum tau apakah Kinar di culik atau pergi ke rumah sakit"


"Semenjak mbak Kinar hamil besar, ia tidak pernah menyetir mobil sendiri mas, apalagi ini dalam keadaan darurat mas"jawab Narsih"saya tau betul mas, dulu saja kalau pergi kemana pun mbak Nina yang selalu mengantar kan nya mas"Narsih menghapus air mata nya


"Berdoa lah Bi, semoga tidak terjadi sesuatu dengan istri dan calon anak ku, Bi"rasa takut mulai menghampiri nya, apa yang di katakan Narsih memang benar, tapi ia harus berpikir positif untuk menghilang kan rasa takut pada diri nya.


"Saya selalu berdoa untuk mbak Kinar, mas. Mbak Kinar terlalu baik"Narsih menangis kembali dan kali ini ia menangis sampai tersedu sedu, tanpa sadar irsyad juga mengeluarkan air mata nya


"Ini juga salah ku, bi"


"Kenapa mas?"


"Tadi saya menghubungi nya bi, kalau saya mau ke proyek dan mengatakan kalau di proyek akan susah jaringan"ucap irsyad dengan memukul kepala nya"Bodoh nya saya, Bi. Kenapa tadi saya harus berkata begitu bi?"irsyad memukul kepala nya berkali kali


"Kalau kita tau akan seperti ini, saya tidak akan meninggalkan mbak Kinar sendirian mas, begitu juga dengan mas irsyad"Irsyad hanya terdiam, sekarang yang harus ia lakukan adalah mencari keberadaan istri nya. Tanpa permisi irsyad langsung mematikan ponsel nya


Irsyad menekan pedal gas mobil nya, dengan cepat mobil nya menyusuri jalan Jogja, di kepala nya masih terngiang tentang perkataan Narsih yang tentang banyak darah di lantai


"Apakah telah terjadi sesuatu dengan calon anak ku? Lalu bagaimana dengan istri ku?"ia berusaha menghubungi ponsel istri nya, namun masih tidak di angkat, irsyad ingin menghubungi Tatit mami nya namun ia takut kalau mami nya justru khawatir dan akan terjadi sesuatu dengan mami nya.


"Papi, ya papi. Tidak,, tidak,, nanti yang ada papi akan mengatakan pada mami, aku tidak ingin membuat mami menjadi khawatir"ucap nya pelan"Ah.. kenapa aku jadi tidak bisa berpikir, lebih baik aku mencari nya di seluruh rumah sakit yang ada di Jogja, aku yakin pasti Kinar ada di salah satu rumah sakit di sini"Ia semakin melajukan mobil nya menyusuri Jogja, hal yang akan ia lakukan adalah berhenti di rumah sakit dekat rumah nenek nya.

__ADS_1


Jarak tempuh dengan proyek nya memakan waktu hampir dua jam, dan itu bukan waktu yang sebentar, demi sang istri pasti saat ini akan ia lakukan. Apalagi keadaan istri nya saat ini sedang tidak baik baik saja


__ADS_2