
Irsyad menangkup kedua pipi istri nya lalu mencium nya
"Kau tidak perlu sakit hati dengan ucapan nya"
"Ucapan nya tidak saja menyakiti ku, mas. Tetapi ia mempermalukan mu di depan mama nya"
"Kenapa kau harus merasa sakit hati dengan ucapan nya? Sedikit pun aku tidak merasa malu meski dia telah mempermalukan ku"ucap Irsyad dengan tersenyum
"Dia telah lupa mas kalau aku terlebih dahulu merasakan yang nama nya sakit hati, terluka, dan di khianati mas"Irsyad terdiam dengan menatap mata istri nya dengan sendu"Kita pulang sekarang ya mas?"ucap Kinar dengan menatap wajah suami nya
"Maafkan semua kesalahan ku, aku yakin tidak semudah itu kau dapat menghapus luka yang telah aku toreh di hati mu"jawab Irsyad
"Aku sudah melupakan nya mas, maaf bukan niat ku untuk mengungkit semua itu mas"
"Aku tau, aku tidak akan marah atau sakit hati jika kau belum bisa melupakan semua nya"Kinar merasa bersalah, tidak seharusnya ia bicara seperti itu, karena bagaimana pun saat ini Irsyad telah berusaha menjadi suami yang baik untuk nya
"Aku sudah baikan mas, kita pulang sekarang ya? Aku akan istirahat di rumah saja ya mas, aku janji"Kinar berusaha mengalihkan pembicaraan, Irsyad hanya menganggukkan kepala nya
"Kau di sini dulu ya?"
"Kau mau kemana mas? Kau mau menemui Nina?"Irsyad tersenyum
"Untuk apa aku menemui wanita yang telah membuat istri ku mengeluarkan air mata, bagi ku dia itu tidak penting, cukup air mata mu keluar karena semua perbuatan ku"Jawab Irsyad terdengar tegas
"Lalu kau mau kemana?"Kinar merasa takut jika suami nya akan menemui Nina dan akan membuat onar di sana
"Aku mau kebagian resepsionis untuk membayar semua tagihan rumah sakit"Kinar tersenyum lega"Kau tunggu di sini ya, ingat jangan kemana mana?"
"Iya mas, iya"jawab Kinar dengan mengusap air mata nya, Irsyad berjalan menuju bagian resepsionis, setelah membayar nya Irsyad langsung kembali ke kamar dengan seorang suster untuk membuka jarum infus, kini mereka berdua merasa lega ketika sudah berada di dalam mobil
"Kau ingat apa kata dokter kan?"
"Iya mas, aku ingat"
"Tidak boleh kecapean apalagi stres"Kinar menatap suami nya yang menggenggam tangan yang bekas jarum infus yang kini di pasang hansaplas, Kinar berharap suami nya tidak akan pernah meninggalkan nya lagi demi wanita lain. Jujur ia masih merasa trauma.
Astrea menuntun ibu mertua nya untuk masuk ke rumah yang selama ini ibu mertua dan putri nya tinggal, tanpa mengetuk pintu Astrea dan nek Popon masuk ke dalam rumah, dan alangkah terkejut nya mereka berdua melihat Narsih sedang mengepel noda darah di lantai bahkan ember yang berisi air sudah berwarna merah.
"Apa yang terjadi Narsih? Kenapa begitu banyak darah?"tanya nek Popon dengan memegang dada nya yang bergetar hebat
__ADS_1
"Anu Bu"
"Anu apa!? Kalau bicara itu yang jelas, apakah ini noda darah Kinar?"Astrea memegang wajah nya
"Bukan Bu, bukan"jawab Narsih gugup
"Lalu ini darah siapa Narsih?"nek Popon menekan suara nya
"Mbak Nina, Bu"
"Kenapa dengan Nina?"
"Kata nya pendarahan Bu"
"Kata nya? Memang nya kamu kemana sampai tidak tau Narsih?"
"Saya tadi belanja bulanan Bu"
"Lalu kamu tau dari mana?"
"Mas Irsyad, Bu. Maksud saya mas Irsyad tadi menghubungi saya dan mengatakan kalau mbak Nina mengalami keguguran"Narsih berdiri menunduk dengan memegang gagang lain pel
"Ibu baik baik saja?"
"Hm"Astrea berdiri untuk mengambil kan segelas air putih.
"Minumlah Bu"nek Popon mengambil nya lalu meminum nya sampai habis
"Kau tau As?"tanya nek Popon menyandarkan kepala nya dengan mata terpejam"Ibu tidak dapat membayangkan jika sesuatu terjadi pada Kinar dan calon bayi nya"nafas nya terdengar terasa berat"Ibu berharap, Kinar tidak akan pernah terluka kembali"Astrea menitikkan air mata, selama ini ia telah gagal menjadi seorang ibu
"Aku telah gagal menjadi ibu yang baik, Bu"Nek Popon langsung membuka mata nya
"Apa yang kau katakan?"
"Status ku saja seorang ibu tetapi aku tidak bisa membuat Kinar bahagia Bu"
Nek Popon hanya mampu menatap menantu nya dengan tatapan iba namun ia tidak bisa melakukan apapun
"Bahkan Kinar tidak dekat dengan ku, Bu. Pada hal aku adalah ibu kandung nya"Astrea menundukkan kepala nya"Ibu tau? Kalau aku cemburu dengan ibu"
__ADS_1
"Cemburu? Kenapa kau cemburu pada ibu mu ini nak?"
"Karena Kinar lebih dekat dengan ibu di bandingkan dengan ku, Bu"nek Popon tersenyum
"Kau tidak perlu cemburu dengan ibu, hanya karena Kinar lebih dekat dengan ibu"Astrea tersenyum terpaksa. Sesungguhnya wanita itu mampu menyembunyikan cinta nya selama 40 tahun, namun tidak mampu menyembunyikan cemburu meski sesaat. Mereka berdua terkejut ketika melihat Kinar di bopong dengan Irsyad
"Apa yang telah terjadi?"tanya Astrea dengan wajah penuh khawatir
"Hanya sedikit keram ma"jawab Kinar"Turun kan aku, mas"kata Kinar dengan melihat ke arah wajah suami nya, namun Irsyad tidak menurunkan istri nya justru membawa nya ke sofa di mana nek Popon sedang duduk, sedangkan Astrea mengikuti menantu nya dari belakang
"Apa kata dokter, kenapa bisa keram?"tanya Astrea ketika putri nya sudah duduk, Astrea melihat hansaplas yang di lapisi kapas di punggung tangan putri nya yang terlihat jelas urat urat tangan nya yang membiru"Kau habis di infus?"Kinar melihat wajah Astrea yang sangat mengkhawatirkan nya, dan itu hal yang sangat wajar karena bagaimana pun Astrea adalah wanita yang telah mengandung nya, wanita yang telah menyusui nya.
"Ma"panggil Kinar pelan dengan membawa tangan Astrea ke dalam genggaman nya"Aku baik baik saja ma, mama jangan khawatir ya, karena aku dan calon cucu mama ini sangat kuat"Irsyad hanya tersenyum
"Mama tau kalau kau itu sangat kuat, tapi jangan pernah melupakan kalau calon cucu mama ini juga butuh istirahat"ucap Astrea dengan mengusap perut putri nya
"Mama masih lama kan tinggal di sini?"nek Popon hanya tersenyum melihat cucu kesayangan nya
"Mama mu juga harus mengurus papa mu"
"Ah papa, kenapa papa juga tidak ikut sih ma, kalau papa ikut kan mama bisa lama disini"
"Papa juga harus kerja sayang"jawab Irsyad dengan memegang kedua pundak istri nya
"Aku ingin mama mengajari ku cara mengurus bayi mas"
"Kalau masalah itu, aku akan mencari kan orang yang bisa mengajari mu cara merawat bayi, bahkan aku juga akan ikut private cara merawat bayi"semua yang mendengar tertawa terbahak bahak
"Untuk apa kau ikut private mas?"
"Setidak nya ketika anak ku terbangun malam karena mengompol, aku bisa mengganti popok nya sehingga jam tidur malam mu tidak terganggu, jika ia nanti menangis karena haus aku bisa membuat kan susu lalu menggendong nya seperti ini"jawab Irsyad dengan memperagakan cara menggendong bayi, Astrea masih tidak mempercayai nya jika menantu nya kini telah berubah menjadi sosok yang baik" Kau tau pasti itu sangat menyenangkan, aku jadi tidak sabar menunggu nya lahir"Irsyad mengusap perut istri nya berkali kali dengan gemas
"Lalu apa kerja mama dan mami mu?"
"Mama dan mami cukup memantau ku saja, apakah yang aku lakukan sudah benar atau salah"
"Pasti mama tidak akan kebagian menggendong anak kalian, karena mami mu lah yang memiliki sepenuh nya atas anak kalian"
"Kenapa mama bicara seperti itu? Ini juga cucu mama, lalu kenapa mama tidak memiliki hak seperti mami ku?"
__ADS_1
"Karena ini adalah cucu perdana mami mu"Irsyad tertawa, karena ia dapat melihat wajah penuh cemburu di wajah mertua nya, ia tidak dapat membayangkan jika bayi nya lahir nanti akan menjadi rebutan antara papi dan mami nya di tambah dengan kedua mertua nya.