Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Keadaan Telah Berubah


__ADS_3

Hari masih begitu pagi tapi Kinan sudah di buat repot karena Diwa, entah kenapa dari malam tadi Diwa rewel saja bahkan sudah di buai juga tidak membuat nya berhenti dari menangis nya.


"apa kamu merindukan papa mu Diwa?"pertanyaan yang tidak perlu diwa jawab karena jawaban nya pasti iya,anak mana yang tidak merindukan ayah nya karena sejahat apa pun seorang ayah dia tetap lah ayah gelar nya tidak bisa di gantikan oleh siapa pun.


"ada masa nya nanti kamu bertemu papa mu Diwa tapi maaf tidak sekarang nak"Kinan mencium pipi putra nya dengan lembut


Kinan menatap putra kecil nya dengan air mata berlinang, menikah dengan orang yang kita cintai saja bukan jaminan kita dapat hidup bahagia terkadang ada saja masalah yang timbul meski itu sangat kecil lalu bagaimana dengan Kinar bukan kah Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan umat nya?Kinan menatap putra sulung nya yang tidur begitu pulas, harus kah mereka menanggung keegoisan kedua orang tua nya?dewo dan Diwa adalah salah satu contoh anak yang korban keegoisan orang tua nya, lalu bagaimana dengan calon bayi Kinar yang belum lahir tapi sudah cukup menderita karena keegoisan ayah nya?setiap musibah dan ujian pasti ada hikmah nya?mungkin tapi apakah kinar dan Kinan mendapatkan hikmah nya?tidak,,,mereka berdua justru sangat menderita, seorang wanita ketika memutuskan untuk menikah karena mereka sangat mencintai pasangan nya dan ingin hidup bahagia sampai menua tapi apa yang Kinan tuai hanya rasa sakit yang diterima, lalu bagaimana dengan Kinar dia hanya ingin melihat kedua orang tua nya bahagia lalu apa yang mereka dapat jawaban nya bahkan kedua orang tua nya lebih menderita.


"Percayalah sayang ada waktu nya kita akan bahagia dan ada pula waktu nya kita menderita"bisik Kinan kepada putra sulung nya"papa kamu bukan jahat tapi papa kamu hanya lupa kalau selama ini dia cukup bahagia melihat kalian"Kinan menciumi kepala dewo dengan lembut"percaya sama mama nak suatu saat papa kamu pasti akan datang dan meminta maaf kepada kita"kata Kinan pelan


Kodrat wanita itu manja bahkan ingin di manja tapi bukan itu saja sesungguh nya wanita itu bahagia bukan karena materi tapi karena cinta dan perhatian dari pasangan nya. Irsyad dan dewa lupa akan hal itu semua karena sejati nya wanita itu tercipta dari tulang rusuk laki laki maka nya wanita itu sangat lemah dan butuh perlindungan dari seorang laki laki. Kinan berdiri dan mengangkat tubuh mungil Diwa ke dalam dekapan nya


"Seharus nya kamu adalah tempat pengobat lelah papa mu nak"bisik Kinan dengan mencium wajah Diwa"semoga kelak kamu adalah tempat mama untuk berlindung"sungguh Kinan tidak menyangka dia begitu mencintai dewa bahkan memutuskan menikah dengan nya ketika kinar kakak nya belum menikah karena Kinan dan dewa saling mencintai tapi cinta bukan menjadi tolak ukur yang membuat kita bahagia. Kinan tetap mendekap Diwa sampai akhir nya Diwa pun tertidur dengan lembut di baringkan tubuh Diwa dan Kinan pun ikut tertidur di samping putra nya.


"Kinan,,,,,Kinan!!!!jerit seseorang dari bawah sehingga membuat Kinan terbangun


"Ada apa den?"tanya Bu Siti


"Panggil Kinan turun bi katakan pada nya aku ingin bicara?"


"Non Kinan masih tidur den dari malam tadi dia tidak tidur karena Diwa rewel terus"


"Itu bukan urusan ku"


"Memang itu bukan urusan mu"sahut Kinar dari atas tangga"untuk apa kamu pagi pagi kemari dan apakah kau tidak tau bagaimana cara yang sopan ketika bertamu di rumah orang?"


"Diam mulut mu?"

__ADS_1


"Maaf tapi aku bukan Kinar aku Kinan"Irsyad menatap nya dengan penuh amarah, penampilan nya yang begitu berantakan, kumis dan jenggot mulai tumbuh dengan kasar di wajah nya menambahkan penampilan nya tidak pernah lagi terjaga, Kinan berdiri di hadapan nya


"Kalau kau ingin mencari kakak ku salah tempat!!kata kinar dengan menunjuk dada nya


"Aku mohon nan katakan dimana Kinar?"tanya Irsyad pelan


"Tidak aku tidak akan pernah mengatakan pada siapa pun"


"Kinan,,,"panggil Irsyad dengan memegang tangan Kinan


"Untuk apa kau mencari nya?"tanya Kinan dengan menatap tajam"dia sudah bahagia"


"Apa yang kau maksud?"


"Tidak ada, pulang lah?"


"Jangan seperti anak kecil, selama ini kakak ku sudah cukup menderita atas perbutan mu jadi inilah balasan yang setimpal untuk mu bahkan aku rasa ini masih kurang"


"Kau ingin membalas dendam pada ku?"mendengar hal itu Kinar tersenyum sinis


"Untuk apa aku membalas dendam pada mu, biar Tuhan yang membalas semua nya dan apa sekarang kau merasakan hal itu?"Irsyad langsung terdiam"kau adalah suami yang tidak pernah bersyukur Irsyad, seharusnya kau sangat bersyukur memiliki istri seperti kakak ku Kinar tapi justru kau malah mensia-siakan nya jadi sekarang nikmati hukuman yang Tuhan berikan pada mu, aku ingin kau terlihat lebih menderita dari pada ini"kata Kinan begitu geram, di hati Kinan tertawa begitu bahagia meski terbesit rasa iba melihat penampilan nya tapi rasa iba itu Kinan tepis kan ketika mengingat kondisi kakak nya yang benar benar terpuruk


"pulanglah karena percuma kamu berada di sini"kata Kinan dengan meninggalkan Irsyad sendiri yang masih termenung kini dia baru menyadari ternyata apa yang di perbuat sungguh menyakiti istri nya


"Aku mohon Kinan, aku benar benar menyesal"


"apakah seorang Irsyad punya rasa menyesal?" Irsyad menatap Kinar dengan begitu dalam

__ADS_1


"jangan menatap ku seperti itu Irsyad karena sedikit pun aku tidak akan pernah iba melihat mu memohon sekali pun"tegas Kinar


"baiklah aku akan mencari nya sendiri"


"benarkah? Aku tidak yakin kau akan menemukan kakak ku tuan Irsyad yang terhormat"


"kesungguhan tidak akan pernah menghianati hasil"


"benar kah, sebegitu yakin nya diri mu?"


"jangan pernah meragukan ku"


"kesombongan mu sedikit pun tidak pernah berubah, aku bersyukur kak Kinar meninggalkan mu setidak nya kakak ku bisa bahagia di luar sana"


"aku masih suami nya"


"suami?" tanya Kinan dengan tersenyum mengejek"menurut mu masih pantaskah kau di sebut suami?" Irsyad mengusap wajah nya dengan kasar


"jangan memancing ku"


"kenapa? kau pikir aku takut? harus berapa kali ku katakan aku bukan kak Kinar Irsyad yang kau bentak langsung takut" Kinan mengusap punggung Irsyad"berusaha lah kau mencari kakak ku selagi kesempatan itu ada sebelum kau terlambat"


"apa maksud mu?!" bentak Irsyad dengan menepis tangan Kinan dari punggung nya


"kau lupa kalau istri mu itu tidak saja cantik tapi juga pintar, bahkan untuk mencari pria seperti mu itu sangat lah muda bagi nya"


Apa yang di katakan kinan benar selama ini Irsyad yang tidak pernah bersyukur

__ADS_1


__ADS_2