
Waktu berjalan begitu cepat, sudah satu bulan Nina menyandang nyonya tommy. Ia ingin memberi kabar bahagia kepada suami nya, namun ia harus bersabar karena suami nya masih berada di dalam kamar mandi. Ia melihat ponsel suami nya yang berdering, namun ia sangat terkejut nama yang tertera di ponsel milik suami nya
"Mami"nama panggilan masuk di ponsel milik suami nya, nina merasa heran dengan nama tersebut, bukan kah suami nya mengatakan sebelum acara pernikahan mereka kalau suami nya sudah tidak memiliki orang tua, lalu siapa mami yang berada di ponsel milik suami nya? Untuk menghilangkan rasa penasaran nya, Nina mengangkat ponsel milik suami nya
"Halo"deg jantung Nina bergetar ketika ia mendengar suara wanita di balik ponsel suami nya, namun ia tidak menjawab nya"Kamu kemana saja mas, kenapa satu bulan ini kamu tidak pernah pulang, anak anak selalu menanyakan mu"hancur sudah hati Nina"Kamu marah pada ku? Jika aku berbuat salah katakan mas, tapi tolong jangan pergi tanpa kabar, anak anak sangat membutuhkan mu"
Air mata Nina tidak dapat di bendung lagi, kebohongan suami nya begitu besar terhadap diri nya. Selama ini suami nya sudah memiliki seorang istri dan anak, tetapi kenapa Tommy mengaku masih perjaka kepada nya.
"Mas"Panggil nya kembali"Kenapa kamu diam mas? Katakan sesuatu mas, tolong jangan membuat ku takut"Nina menarik nafas nya
"Maaf mbak, ponsel pak Tommy ketinggalan di meja, beliau sedang ke toilet"bohong Nina
"Oh maaf mbak, saya kira suami saya. Tolong sampaikan kepada suami saya mbak, kalau saya menelpon nya"
"Iya mbak"ponsel langung di tutup, Nina menghapus air mata nya dengan kasar. Tommy keluar dari kamar sudah rapi dengan baju nya
"Kamu kenapa sayang?"tanya Tommy dengan menatap istri nya yang menangis
"Kenapa kau berbohong pada ku?"tanya Nina langsung berdiri
"Berbohong apa?"
"Kenapa kau berbohong!"emosi Nina tidak dapat terkontrol lagi
__ADS_1
"Maksud kamu apa sayang?"tanya Tommy dengan mendekati istri nya
"Jangan berpura pura tidak tau"
"Aku memang tidak tau"
"Sudah berapa anak mu?"deg jantung Tommy hampir lepas"katakan sudah berapa anak mu!!"Tommy kelihatan kebingungan"Kenapa kau membohongi ku!!"Jerit Nina sambil menarik kera baju suami nya"Jawab! Kenapa kau membohongi ku!!"jerit Nina dengan menangis
"Aku bisa menjelaskan nya"ucap Tommy dengan melihat ponsel milik nya yang berada di samping istri nya
"Kau sudah memiliki istri dan anak, tetapi kau mengatakan pada ku kalau kau masih perjaka? Apa yang kau ingin kan sehingga kau melakukan itu pada ku!!?"
"Aku,, aku tidak ada niat apapun. Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu"
"Cinta?" Nina tersenyum mengejek"Semudah itu kau mengatakan cinta setelah kau membohongi ku?"mata kedua nya saling bertemu"Sekarang aku justru ragu dengan cinta ku"ucap Nina dengan terduduk"Saat ini tidak aku saja yang tersakiti, aku sangat yakin istri pertama mu lebih tersakiti jika dia tau kalau kau telah mengkhianati nya"Nina memijit kening nya yang terasa berdenyut"Dosa apa yang telah aku lakukan sehingga aku menikah dengan pria yang sudah memiliki anak dan istri"
"Sudah pasti ini salah mu, pria brengsek!!"maki Nina dengan suara tertekan"Kau tidak saja mempermainkan hati ku, tapi kau juga mempermainkan hati ibu dari anak anak mu"ucap Nina lirih"Talak aku sekarang juga Tommy, talak!!"sebutan mas tidak lagi di pakai oleh Nina
"Aku tidak akan menalak mu"
"Berani sekali kau berkata begitu, kau tidak berpikir kalau saat ini kau begitu menjijikan"Tommy hanya diam"Kenapa kakak ku menikah kan ku dengan mu? Apakah dia juga tidak tau tentang status mu? Jika ayah dan ibu ku mengetahui nya, maka kau harus tau apa yang akan mereka lakukan terhadap mu"
Hati wanita mana yang tidak hancur setelah ia menikah baru tau siapa sebenar nya suami nya, mungkin jika suami nya seorang penjahat tidak akan sesakit ini. Bagaimana jika semua orang tau kalau ia menikah dengan suami orang? Pasti kata pelakor akan tertanam pada diri nya, sungguh menyakitkan. Apa yang akan kedua orang tua nya lakukan pada menantu nya ketika mereka tau kalau anak perempuan satu satu nya telah di bohongi? Rasa malu menyusup di hati nina, dia tidak dapat membayangkan jika ia jadi istri pertama suami nya. Apa alasan Tommy kepada istri pertama nya ketika ia tidak pulang ke rumah setelah satu bulan? Apakah ia tidak merindukan anak anak nya? Apakah hati nya telah berubah setelah Tommy menikah dengan nya? Apakah ia tidak berpikir bagaimana nasib anak anak nya?
__ADS_1
"Aku tidak bisa memaafkan kesalahan mu!! Sekarang pergi lah"
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku mencintai mu"
"Cinta, apakah kau tidak mencintai anak dan istri pertama mu? Jangan katakan kalau kau tidak lagi mencintai nya?"Nina tersenyum sambil mengusap air mata nya"Kalau kau tidak mencintai nya lalu kenapa kau memiliki anak hingga sampai tiga? Kau ingin mengatakan kalau kau terpaksa menghamili nya? Siapa nama istri pertama mu?"Tommy tidak menjawab, ia hanya menatap istri nya"Katakan siapa nama istri mu!!!!"tidak ada jawaban, Nina bukan pribadi yang keras apa lagi kasar"sekali lagi aku tanya siapa nama istri mu!?"
"Hanna"Jawab nya pelan
"Nama yang indah, pasti orang nya juga baik. Lalu berapa anak mu?"Tommy ragu untuk menjawab nya"Berapa anak mu!!?"Nina bertanya kembali
"Tiga"
"Ya Allah"Nina mengusap dada nya yang terasa sakit dan nyeri"Anak mu sudah tiga, lalu apa yang kau cari dari ku? Keperawanan ku!? Jika itu yang kau cari kau sudah mendapatkan nya"Tommy berusaha memegang tangan istri nya, namun Nina tepis
"Apakah semua pria sama? Jika mendapatkan yang baru ia akan mengatakan pada yang lain kalau ia tidak mencintai nya lagi?"tanya Nina dengan menatap penuh kebencian kepada suami nya"Jika kau ku tuntut dengan kasus penipuan maka kau akan masuk terali besi, dan aku tidak akan tega melihat ketiga anak mu yang masih membutuhkan mu"
"Pergilah dari sini, aku tidak ingin melihat mu"ucap nina pelan dengan menghapus air mata nya
"Aku tidak akan pergi"
"Itu arti nya kau ingin benar benar masuk jeruji besi? Kalau itu yang kau ingin kan baik lah, tetapi ingat jangan pernah memohon pada ku untuk mencabut semua yang telah aku lakukan pada mu"Nina masuk kedalam kamar dan mengunci pintu, lalu ia menyadarkan tubuh nya di balik pintu dan menangis sejadi jadi nya
"Bodoh nya aku"jerit nya dengan memukul kepala nya berkali kali"Mengapa aku menerima begitu saja ketika mas Pram menjodohkan ku dengan nya? Apa yang akan terjadi ketika mbak Hanna tau kalau suami nya telah menikah dengan diri ku?"Nina semakin menangis membayangkan ketiga anak suaminya"Pasti ketiga anak nya selalu bertanya pada ibu nya, kenapa ayah nya tidak pernah pulang"
__ADS_1
Entah sudah berapa lama Nina menangisi keadaan nya, ia tidak tau pada siapa akan berbagi kisah nya, pada Kinar? Tidak, ia tidak mungkin berbagi cerita pada sahabat nya setelah ia menyakiti sahabat nya dengan ucapan yang tidak seharusnya ia lontarkan pada Kinar. Tapi ia tidak memiliki sahabat seperti lagi, jika ia mengatakan pada kedua orang tua nya maka ia akan tau jawaban nya.
Dengan mata penuh air mata, ia keluar dari kamar dan ia tidak melihat suami nya, tujuan utama nya adalah Kinar, karena Nina tidak akan sanggup jika memendam nya sendiri, ia butuh tempat untuk berbagi cerita nya, ini masalah terberat yang pernah ia hadapi.