Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Gelisah


__ADS_3

"Kita sudah sampai Bu"lamunan Astri buyar ketika mendengar suara sopir menyadarkan nya, ia membuka mobil lalu melangkah kan kaki menuju rumah ibu dari suami nya, tapi pintu pagar di kunci


"Kenapa pintu pagar di kunci? Apa telah terjadi sesuatu"ia mengambil ponsel dengan tangan gemetar"Apa telah terjadi sesuatu dengan Kinar?"ia mencoba menelpon ponsel putri nya terhubung tapi tidak di angkat, di coba nya lagi masih tidak di angkat, hingga beberapa kali ia mencoba nya kembali


"Halo"


"Ibu kemana? Kenapa pagar nya terkunci Bu? Apa telah terjadi sesuatu kepada ibu?"pertanyaan bertubi tubi keluar dari mulut Astri dengan nada penuh khawatir


"Datang lah ke rumah sakit RSUD kota Yogyakarta"


"Siapa yang sakit Bu?"


"Datang lah, kamu akan tau siapa yang sakit"ponsel dimatikan, dada Astri semakin tidak karuan berdetak nya, dia ingin saat ini Tuhan mengambil nyawa nya, sungguh ia tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu dengan putri sulung nya, keringat mulai membasahi wajah nya, ia merasakan seluruh tubuh nya semakin gemetar


"Siapa yang sakit? Kalau ibu sakit tidak mungkin ibu bisa mengangkat ponsel? "Astri berbicara pada diri nya sendiri"Atau telah terjadi sesuatu pada Kinar? Tidak Kinar pasti baik baik saja"begitu mobil berhenti di depan rumah sakit, Astri langsung berlari, sedikit pun dia tidak perduli ketika menabrak seseorang, ia berusaha berdiri dengan mengatur nafas nya, jantung nya semakin tidak menentu Ketika ia melihat Narsih dan Tatit begitu juga dengan Nina sedang berdiri di depan pintu ruang UGD


"Narsih"panggil Astri, Tatit dan Narsih begitu juga Nina mencari suara itu dan


"Astri"panggil Tatit dengan gemetar


"Siapa yang sakit mbak?"namun Tatit tidak menjawab"Narsih siapa yang sakit!!!?"bentak Astri dengan mengguncang tubuh Narsih, namun Narsih hanya menatap Tatit"katakan Narsih kenapa kamu diam saja?"Astri menghapus keringat yang membasahi wajah nya, kini dia mendekati Nina yang berdiri dengan menatap Tatit, ia yakin pasti telah terjadi sesuatu dengan putri nya, karena Nina juga berada di depan pintu ruang UGD"Katakan Nin siapa yang sakit?"suara Astri mulai melemah"Kamu juga tidak ingin memberitahukan kepada Tante?"


"Kinar tan,, Kinar yang sakit"deg Astri merasa jantung nya berhenti dan dunia serasa berputar untuk sesaat, ternyata firasat nya benar telah terjadi sesuatu pada Kinar


"Katakan Nin sakit apa Kinar?"Nina hanya diam"Tolong jawab Nin, putri ku sakit apa?"Astri sudah tidak dapat menahan air mata nya, pegangan tangan nya mulai lemah di tangan Nina"Kenapa kamu diam?"Astri mengguncang tubuh nina


"Tenang lah Tan"Nina berusaha menenangkan Astri, Tatit mendekati Astri"semua akan baik baik saja Tante"


"Kamu mengatakan akan baik baik saja, sementara Tante belum tau apa yang telah terjadi pada putri ku"


"Maafkan aku As"suara tatit begitu pelan membuat Astri menatap nya"Sungguh aku tidak sengaja melakukan nya"Tatit memegang tangan Astri

__ADS_1


"Apa yang telah kamu lakukan pada putri ku mbak?"


"Aku tidak sengaja melakukan nya"


"Tidak sengaja, maksud kamu apa mbak?katakan dengan jelas supaya aku mengerti"


"Aku,,,aku,,,"


"Aku,, aku apa mbak!!!?"bentak Astri"Jangan membuat ku menjadi penasaran mbak?"


"Tenang tan"Nina memegang lengan Astri


"Bagaimana aku bisa tenang, ketika aku bertanya pada kalian apa yang terjadi pada Kinar kalian semua diam tidak menjawab nya lalu,, lalu mbak Tatit berbicara juga tidak jelas aku penasaran, aku takut"Astri menghapus air mata nya"Aku takut terjadi sesuatu pada Kinar"


"Ketika aku mendapat kabar kalau ibu sakit aku langsung kemari, tetapi begitu aku masuk keruangan ibu aku melihat Kinar, aku langsung begitu emosi dan aku,,,"Tatit melihat kedua tangan nya"Aku menampar nya dengan keras,,,"Tatit berusaha menjelaskan"Tapi aku tidak puas hanya dengan menampar nya, lalu aku mencekik nya sampai Kinar,,,,"Tatit melihat tangan nya yang gemetar


"Siapa yang memberi mu hak untuk melakukan semua itu!?"bentak Astri, Tatit hanya diam"Aku ibu nya, aku yang telah melahirkan dan membesarkan nya mbak, tapi aku tidak pernah melakukan semua itu"Astri begitu marah"Bukan berarti kamu berhak melakukan semua itu karena dia menantu mu, dia hanya menantu mu bukan anak mu!!!"jerit Astri, Tatit hanya diam"Selama ini aku telah salah menilai mu mbak, aku salah telah menjodohkan putri ku dengan putra mu"


"Aku tidak perduli!!!"


"Hati ku begitu sakit dan kecewa, karena Kinar telah mengatakan kalau dia telah membuat calon cucu ku tiada, tapi itu Salah,,,,"Tatit belum selesai bicara, tapi Astri langsung memotong nya


"Iya kamu salah karena kamu melampiaskan semua nya pada Kinar, seharusnya kamu melakukan pada putra kesayangan mu mbak, karena dia yang telah membuat kinar melakukan semua nya"Astri tidak dapat menahan amarah nya"Keputusan Kinar untuk berpisah dengan putra mu itu benar mbak"Nina berusaha mendekati Astri dengan mengusap lengan nya


"Sabar tan, kita tunggu sampai dokter nya keluar"


"Tidak,, aku tidak setuju"


"Untuk apa Kinan harus mempertahan kan hubungan pernikahan nya, kalau kenyataan nya di sini anak ku yang harus menderita"


"Lalu bagaimana dengan cucu ku yang belum lahir?"

__ADS_1


"Untuk apa kamu mempertanyakan itu kembali, kalau kenyataan nya cucu kamu telah tiada"


"Dia masih ada As,,, Kinar telah berbohong pada kita"perkataan Tatit membuat Astri terkejut"Kinar tidak pernah melenyapkan calon cucu ku As,,, calon cucu ku masih ada,, calon cucu kita masih ada"Tatit menangis"Tapi aku justru membuat kedua nya tiada"


"Jadi kamu,,,, kamu mbak tanpa melihat terlebih dahulu tapi kamu ingin melenyapkan kedua nya!!?"Astri yakin kalau putri nya tidak sejahat itu, apa lagi ketika Kinar sudah merasakan tendangan bayi yang berada di perut nya, jangan kan membuat nya tiada untuk menyakiti nya sedikit saja Kinar tidak akan mampu"Ternyata kamu sama saja dengan putra mu itu mbak"


"Ku mohon maafkan aku As,,, maafkan aku,, sedikit pun aku tidak ada niat untuk menyakiti mereka As, aku hanya merasa kecewa"Tatit memohon dengan Astri


"Jika terjadi sesuatu pada Kinar aku akan menuntut mu mbak, aku tidak perduli dengan calon cucu mu!!"


"Dia bukan calon cucu ku saja As, dia juga calon cucu kita"


"Aku justru ingin melihat calon cucu mu itu tiada!!!"


"Plak"tamparan keras mendarat di pipi Astri


"Tante!!!!"jerit Nina dengan menahan tubuh Astri yang oleng"Ini rumah sakit Tan,, tapi kalian kenapa justru membuat keributan"Nina menuntun tubuh Astri untuk duduk di kursi tunggu


"Bagaimana mungkin dia mengatakan ingin melihat calon cucu ku tiada"Tatit begitu marah"Kamu boleh mengutuk putra ku, kamu boleh mengutuk ku, tapi jangan pernah sekalipun kamu mengatakan yang tidak tidak terhadap calon cucu ku"


"Apa kamu lupa kalau calon cucu mu saat ini berada di rahim putri ku?"tanya Astri tanpa melihat Tatit"Lebih baik kamu urus putra mu dari pada kamu sibuk mengurus putri ku"


"Sampai saat ini Kinar masih menantu ku, sebelum Kinar dan Irsyad berpisah jadi aku masih punya hak untuk menyayangi nya"


"Menyayanginya? Tapi kamu ingin membuat nya tiada?"


"Aku sudah mengatakan pada mu, kalau aku tidak sengaja!!!"bentak Tatit"Aku sudah mengatakan aku tidak sengaja, harus berapa kali aku mengulangi nya!!!?"


"Sudah Tan,, ini rumah sakit, tidak baik ribut di sini, dan apa Tante berdua tidak malu di lihat banyak orang"kata Nina


"Dia mengatakan kalau sahabat kamu telah melenyapkan calon bayi nya yang belum lahir, tapi kenyataan nya,,,?"

__ADS_1


"Sudah Tante, kita di sini sedang menunggu Kinar, dan kita sedang menunggu kabar Kinar di dalam, tapi Tante malah sibuk berantem"Narsih hanya diam, Tatit dan Astri saling menatap dengan mata merah menahan amarah.


__ADS_2