Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Merawat


__ADS_3

Kinar masih duduk di sebelah ranjang rumah sakit dengan menatap nenek nya


"Lebih baik kamu pulang saja"


"Tidak nek,,, aku akan menjaga nenek di sini"


"Kamu harus istirahat"


"Aku sudah terlalu lama istirahat nek"


"Terserah kamu saja"Kinar menatap Nina


"Nin"panggil Kinar dengan mendekati Nina"Terima kasih untuk hari ini ya"kata Kinar memegang tangan Nina"Kamu pulanglah aku di sini akan menjaga nenek ku"


"Aku akan di sini bersama mu"


"Aku takut jika mama mu akan mencari mu"


"Aku sudah menelpon dan mengatakan kalau aku sedang bersama mu"Kinar hanya diam dengan menatap Nina, jika ada kata yang lebih tinggi dari kata terima kasih pasti kinar akan mengucapkannya untuk Nina"Kenapa kamu menatap ku begitu?"


"Aku tidak tau apa yang harus aku katakan untuk mu, kamu begitu baik Nina sangat baik"


"Kenapa kamu mengatakan begitu Kin, kamu tidak perlu mengatakan apa pun"Kinar langsung memeluk tubuh Nina yang sedikit tambun"He, apa kah ini permintaan calon keponakan ku? Sehingga ibu nya memeluk ku begitu erat"nek Popon hanya melihat semua ini dengan tersenyum sebab dia tau, persahabatan kedua nya di mulai dari mana?Dan sejak kapan? Nek Popon setidak nya tidak akan takut melihat kondisi nya seperti ini, karena nek Popon yakin Nina tidak akan membiarkan Kinar luka sedikit pun


"Biarkan aku memeluk mu Nin, karena aku takut jika suatu saat aku tidak akan dapat memeluk mu seperti ini"


"Maksud kamu apa Kin?"tanya Nina dengan melepaskan pelukan Kinar dan memegang kedua pundak Kinar"Apa kamu sedang berpikir jika aku tiada?"


"Bukan,, Bukan kamu Nin tapi aku"


"Kin,,, dengar kan aku baik baik ya, tidak akan terjadi apapun sama kamu"


"Kamu terlalu percaya diri Nin"

__ADS_1


"Aku sangat percaya diri Kin"Nina menarik nafas nya begitu dalam, dia sedang berpikir apa yang akan terjadi, sehingga Kinar mengatakan begitu apakah dia sudah merasakan jika diri nya akan tiada"Tidak Kinar,, tidak"kata Nina dengan memeluk tubuh mungil Kinar"jangan berpikir seperti itu berjanji lah kalau kamu akan selalu bersama ku?"


"Kamu pikir kamu suami ku, sehingga akan selalu bersama ku?"Kinar melepaskan pelukan nya


"Anggap saja saat ini aku seperti suami mu, setidak nya aku bisa melakukan apa pun untuk mu dan calon anak mu"


"Jangan yang tidak tidak kamu nin"nek Popon tersenyum


"Aku minta tolong agar besok kamu ke cafe"


"Kamu menerima ku sebagai karyawan mu?"


"Tadi nya tidak, tapi setelah aku menimbang, memperhatikan dan akhir nya aku memutuskan untuk menerima mu menjadi karyawan ku"


"Terima kasih Kin,,, akhir nya kita akan bersama lagi"


"Melihat ekspresi wajah mu, aku malah berpikir apakah kamu menganggap ku sebagai ke kekasih mu?"


"Woy!!"bentak Nina dengan menjitak kening Kinar, sehingga membuat Kinar menyeringai dengan memegang kening nya yang terasa sakit, meski tidak begitu sakit"Jangan menilai ku seperti itu, meski penampilan ku seperti ini dan sampai saat ini aku belum menikah bukan berarti aku tidak normal, aku masih normal Kin, Bahkan aku masih memiliki rasa jika melihat pria tampan. Apa kamu berpikiran kalau aku suka jeruk makan jeruk?"Nina meninggalkan Kinar dan mendekati nek Popon yang masih tersenyum melihat tingkah cucu dan sahabat nya itu"Baiklah aku akan pulang, besok pagi sebelum aku masuk kerja aku akan kesini?"Kinar hanya menganggukkan kepala


"Terima kasih sudah menjadi teman baik cucu saya, dan terima kasih sudah mau menemani cucu saya di masa sulit nya"


"Kenapa nenek bicara seperti itu? Kinar adalah sahabat ku sejak dari dulu nek, dan sudah menjadi kewajiban ku untuk selalu menemani nya di masa masa sulit seperti ini"


"Tapi jangan pernah melupakan diri mu sendiri nak, apa kamu harus menjaga nya untuk seumur hidup mu?"


"Kika itu di izinkan pasti aku akan melakukan nya nek"Kinar menitikkan air mata ketika mendengar ucapan Nina


"Jangan membuat nya selalu bergantung pada mu nak"


"Kenapa nek?"


"Saya takut, jika suatu saat kamu pergi dan tidak di samping nya akan membuat diri nya menyesali semua ini"

__ADS_1


"Maksud nenek apa?"


"Tidak,,, saya hanya mengatakan jangan membuat nya bergantung pada mu"


"Nenek tidak menyukai nya?"


"Tentu,, tentu saja saya menyukai nya, tapi saya hanya takut"mendengar ucapan nek Popon Nina menjadi bingung apa maksud dari kata kata nek Popon pada nya, apakah nek Popon tidak menyukai diri nya yang memberi perhatian lebih pada Kinar"Jangan beranggapan yang lain saya hanya takut jika kamu menikah dia akan stres"


"Itu tidak akan terjadi nek"sahut Kinar"Justru itu yang aku inginkan agar dia cepat menikah"nek popon menatap Kinar"Pulanglah"usir Kinar


"Kamu mengusir ku?".


"Jika kamu berpikir seperti itu bagus"


"Dasar, aku pulang nek semoga cepat sembuh, dan kamu"kata Nina dengan menunjuk Kinar"Jaga kesehatan jangan lupa makan lalu minum vitamin mu"


"Jangan bersikap seolah olah kamu itu seperti suami ku"Nina tersenyum setelah itu ia meninggalkan ruangan rawat nek Popon


"Dia anak yang baik"


"Dia memang sangat baik nek bahkan dia rela tidak menikah demi menjaga ku, itulah alasan nya kenapa aku tidak pernah memberi tau keberadaan ku. Tapi takdir selalu mempertemukan kami kembali"ucap Kinar"apa nenek mau makan?"


"Tidak, lebih baik kamu pulang saja biar Narsih yang menjaga nenek di sini"


"Tidak, aku akan menjaga nenek di sini"


"Tidak baik kamu tidur terlalu malam dengan kondisi kamu yang sedang hamil"


"Jangan mengkhawatirkan ku nek"Kinar memegang tangan nek Popon"Apa kaki nenek masih sangat sakit?"


"Bagaimana mungkin nenek tidak khawatir dengan kondisi kamu Kin"nek Popon mengusap pucuk rambut cucu nya"Tidak, bahkan kalau kamu pukul nenek tidak akan merasakan sakit"kata nek Popon dengan memukul kening Kinar


"Sakit nek"kata Kinar dengan mengusap kening nya yang memerah, karena kulit Kinar sangat putih sehingga kena senggol saja akan merah apa lagi kena pukul

__ADS_1


"Apa kamu pikir nenek mu ini robot sehingga tidak merasakan sakit?"Kinar menatap nek Popon tersenyum"Jangan tersenyum manis di depan nenek"semakin membuat Kinar tersenyum, perhatian yang di berikan nek Popon pada nya sejak dulu tidak menurun sedikit pun kadar nya, tapi seperti nya semakin naik.


Merasakan sakit tentu lah tidak enak. Kesembuhan menjadi hal yang paling beharga saat sedang sakit. Bahkan, tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak uang, agar bisa di angkat penyakit nya


__ADS_2