
Flash Back
Arifin dan istri nya berkunjung ke rumah ibu nya Arifin di Jogja, ia ingin memberitahu kalau Kinar putri sulung nya akan melepas masa jomblo yang melekat begitu lama, namun Astrea merasa khawatir apakah ibu mertua nya akan menyetujui pernikahan ini? Apa tanggapan ibu mertua nya, jika ia mengetahui kalau cucu kesayangan nya menikah dengan sepupu nya sendiri?
"Aku khawatir pa?"kata Astrea dengan menatap Arifin sang suami yang memiliki ide untuk menjodohkan putri nya dengan keponakan nya sendiri
"Kenapa mama harus khawatir?"
"Mama yakin, pasti ibu tidak akan menyetujui rencana kita ini pa"
"Justru itu kita kesana untuk memberitahu ibu, Kinar putri kita jadi kita berhak untuk menikahkan nya ma"
"Tapi tidak dengan keponakan papa juga"
"Bukan kah mama sebelum nya setuju dengan perjodohan ini?"
"Tadi nya iya pa, tapi setelah kita ingin bertemu ibu, mama jadi takut pa"
"Apa yang mama takutkan?"
"Ibu kamu pa, papa kan tau kalau Kinar dari kecil ibu yang merawat nya, sudah pasti ibu juga ikut andil dalam memberi kan pendapat mengenai perjodohan ini pa"
"Kita lihat saja nanti, apa yang akan ibu katakan mengenai perjodohan ini"
Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka, Arifin memegang kening nya sambil berpikir, yang di katakan istri nya memang benar ada nya, namun ia terlanjur menyetujui rencana pernikahan putri nya dengan keponakan nya, dan hanya waktu tiga hari di berikan oleh Tatit selaku kakak nya yang sebentar lagi akan menjadi besan nya.
Begitu sampai di rumah ibu nya, Arifin turun bersama sang istri, Astrea masuk ke dalam rumah mertua nya sedikit ragu, meski ia sebagai menantu, Astrea begitu segan terhadap mertua nya, karena Nek Popon tidak pernah memarahi nya.
"Ibu"Panggil Astrea dengan memeluk tubuh Nek Popon"Ibu sehat?"tanya Astrea sambil mengusap punggung ibu mertua nya
"Alhamdulillah sehat"dengan melepaskan pelukan nya"Kamu sendiri"
"Seperti yang ibu lihat"jawab Astrea sambil merentangkan kedua tangan nya, menunjukan kalau ia juga baik baik saja
"Angin apa yang membawa kalian tiba tiba berkunjung ke rumah ibu?"Tanya Nek Popon dengan melihat ke arah putra nya yang masih diam berdiri"Duduk lah Arifin, kenapa kamu berdiri saja?"
__ADS_1
"Iya Bu"Arifin mendekati ibu nya
"Apakah ada hal penting yang membuat mu datang kemari?"
"Aku dan istri ku sudah lama tidak pernah berkunjung kerumah ibu"jawab Arifin dengan menatap istri nya
"ibu yakin, tujuan kamu berdua kesini bukan itu saja niat nya "
"Kenapa ibu bicara seperti itu?"
"Arifin,, aku ini ibu mu, sudah pasti ibu tau apa maksud dari kedatangan mu"
"Yang pertama karena kami sangat merindukan ibu"
"Bukan karena hal yang lain?"tanya nek Popon penuh selidik, ibu adalah sosok yang sangat penting dan krusial di mata anak anak nya, peran ibu seperti perawat, merawat mu ketika kau sakit, menjaga mu ketika kau tidak bisa tidur dan menangis, membesarkan mu dan menjaga mu, semua nya tidak bisa di gantikan oleh apapun di muka bumi ini dan tak kan bisa di bandingkan oleh apapun. Cinta seorang ibu kepada anak pun melebihi segala sesuatu yang ada di dunia ini. Agar kau tau perasaan ibu tidak akan bisa di bohongi.
"Aku percaya bahwa insting seorang ibu itu sangat tajam"ucap Arifin
"Apakah Kinar baik baik saja?"
"Syukurlah, betapa ibu sangat merindukan nya"Arifin dan Astrea saling memandang satu sama lain nya
"Sebenar nya ada yang ingin aku katakan kepada ibu"
"Katakan lah, karena ibu yakin kedatangan kalian berdua begitu mendadak dan tanpa memberitahukan dulu kepada ibu mu ini, pasti ada sesuatu yang sangat penting"
"Kinar akan menikah Bu"
"Sungguh?"jawab nek Popon dengan mata terbinar
"Iya Bu"
"Siapa pria yang beruntung telah mempersunting nya?"
"Irsyad Bu"mendengar kata Irsyad, nek Popon menepuk dada nya beberapa kali, tiba tiba dada nya begitu sakit dan pendengaran nya terasa berkurang
__ADS_1
"Maksud kamu Irsyad Malik Ibrahim keponakan mu sendiri begitu Fin?"
"Iya Bu"Astrea mulai di Landa rasa ketakutan
"Bagaimana mungkin kau menikahkan putri mu dengan keponakan mu sendiri!?"Volume suara nek popon bertambah menjadi 1000 volt
"Mbak Tatit yang mula nya punya ide ini Bu"
"Dan kamu menyetujui nya begitu saja?"
"Aku pikir apa salah nya Bu"
"Tidak ada yang salah, tapi apa kau tau, hubungan pernikahan antara kedua keluarga yang memang memiliki ikatan sebelum nya itu akan sangat rumit nak?"Nek Popon merasa tidak suka dengan keputusan kedua anak nya"Apakah di Jakarta sana jenis kelamin laki laki sudah mulai punah, sehingga kau menikahkan putri mu dengan Irsyad?"Arifin diam dengan memainkan jari nya"Kau bisa menjodohkan putri mu dengan siapa pun, tapi tidak dengan Irsyad"ia merasa keberatan
"Tapi kami sudah menyepakati nya Bu"
"Tanpa memberitahu kan terlebih dahulu dengan ibu mu ini!?"tanya nek Popon dengan sedikit marah, Astrea tidak berani menatap mertua nya, ia hanya menundukkan kepala nya saja"Apakah Kinar setuju dengan keputusan kalian berdua?"
"Tadi nya Kinar tidak setuju Bu"
"Terus kalian memaksa nya tanpa memikirkan perasaan nya?"Arifin terdiam"Jangan terlalu egois menjadi orang tua Arifin, yang menjalani pernikahan ini adalah Kinar bukan kamu?"
"Tapi Kinar setuju Bu"
"Karena terpaksa begitu? Ibu sudah hapal betul dengan sifat putri mu itu, Arifin, ia tidak akan membantah apapun keputusan kalian. Jika pernikahan nya tidak sesuai apa yang kalian harapkan dan ia tidak bahagia, siapa yang akan bertanggung jawab?"nek popon tersenyum sinis, selama ini ia tidak pernah marah kepada kedua anak nya, tetapi ini menyangkut kebahagian cucu nya"Apakah kau sudah berpikir jika salah satu anak mu menjadi janda, karena ia tidak bahagia dengan pernikahan nya?"Astrea terkejut sehingga ia menatap ibu mertua dan suaminya secara bergantian
"Cinta itu bisa tumbuh seiring nya waktu berjalan bu"
"Itu orang dulu Fin, Kinar dan Irsyad berbeda, ia lahir di zaman generasi serba modern"nek Popon mulai emosi"Bagaimana cara ibu menjelaskan semua nya terhadap mu Fin?"
"Pernikahan Kinar dan Irsyad tiga hari lagi di laksanakan Bu"
"Ya Tuhan!"nek Popon semakin terkejut"Secepat itu kah? Meskipun Irsyad keponakan mu, kau belum mengenal nya terlalu jauh, dia biasa hidup di negara Eropa"Nek Popon memijit pelipisnya yang terasa sakit"Apa kah kau sudah benar benar mengenal Irsyad? Bahkan meskipun Kinar dan Irsyad sepupuan, ibu sangat yakin jika mereka belum mengenali sifat masing masing. Percuma ibu menjelaskan pada mu Arifin, sekarang lakukan lah apa yang ingin kalian lakukan, tapi ingat jika Kinar tidak bahagia dengan pernikahan nya, jangan pernah menyesali"Ucap nek Popon sambil berlalu meninggalkan putra dan menantu nya. Masih teringat jelas di ingatan nya, bagaimana waktu itu Arifin menitipkan Kinar pada nya, seharusnya nek Popon memiliki hak atas pernikahan Kinar, ia hanya tidak rela jika cucu kesayangan nya tidak akan bahagia dengan pernikahan nya.
Flash On
__ADS_1
Arifin masih mengingat dimana waktu itu ibu nya tidak mengizinkan tentang perjodohan Kinar dan Irsyad, namun Arifin ngotot dan kekeh, segala sesuatu yang di paksakan hasil nya tidak akan pernah baik.