Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Terkejut


__ADS_3

Dengan kasar Irsyad menarik tangan Kinar, sehingga membuat nya terjatuh, nasib baik Irsyad menahan nya sehingga Kinar jatuh di pelukan nya, Kinar sudah tidak berdaya, kepala nya terasa seperti kena pukul palu berkilo-kilo sehingga berpegangan pun dia tidak mampu lagi, darah yang mengalir dari kening dan pelipis nya memenuhi wajah cantik nya, begitu irsyad memeluk nya dia merasakan sesuatu yang terasa begitu keras menahan di perut nya, dengan pelan Irsyad menurun kan tangan nya, bahkan tangan nya terasa begitu gemetar, dengan susah payah dia berusaha mencapai perut kinar dan deg jantung nya berhenti dan seperti ingin lepas. Dengan pelan Irsyad menurun kan mata nya untuk melihat perut istri nya dan ia tidak bisa berkata kata lagi


"Kenapa kau berbohong pada ku Kinaarrrrr!!"jerit Irsyad dengan menangis, rasa bersalah menghampiri nya"Tidak Kinar,,,tidak"Irsyad mengusap wajah kinar dengan lembut"Maafkan aku Kinar"kini bukan rasa bersalah saja yang menghinggapi nya namun rasa takut lebih dia rasakan, ia memeluk tubuh istri nya dengan erat sambil menangis"Maafkan aku Kinar,,, maafkan aku"Irsyad membopong tubuh kinar yang tidak bergerak, dan di letakkan di ranjang, ia ingin memastikan kalau perut buncit istri nya ini bukan bantal atau hamil palsu di buka nya baju Kinar ternyata benar, Irsyad istri mu sudah sekarat, tapi kenapa kamu masih sempat sempat nya melihat perut istri mu, jika kau merasa tidak percaya pergilah dan tinggalkan istri mu, dia juga berhak untuk bahagia


"Ternyata calon bayi ku masih ada"di buka nya pintu dan di angkat nya tubuh tubuh istri nya yang mungil, dia memeluk nya dalam gendongan, hujan deras membasahi tubuh kinar membuat darah di wajah nya mengalir, dengan cepat Irsyad meletakkan tubuh kinar di kursi depan setelah itu ia masuk dan melajukan mobil nya, jalanan macet karena hujan begitu deras, Irsyad menggigit tangan nya dan sesekali melihat ke arah istri nya, di usap nya pipi istri nya dengan lembut


Jika suami melakukan kesalahan yang sama berkali-kali, tetapi sang istri tetap memaafkan nya, itu bukan takut kehilangan atau sangat mencintai mu. Tetapi, ia kuat bertahan karena untuk seseorang yang begitu berharga bagi nya, yaitu"Anak"


"Bertahan lah Kinar"kata Irsyad dengan memegang tangan kinar yang lemas"bodoh nya aku"ucap nya dengan memukul setir mobil"Kenapa aku melakukan nya tanpa melihat terlebih dahulu, jika kinar tiada, pasti calon bayi ku akan tiada, aku hampir saja melenyapkan dua orang yang tidak bersalah sekaligus"begitu sampai rumah sakit Irsyad membopong tubuh istri nya


"Dokter,,, dokter!!"jerit Irsyad"Cepat suster, cepat ambilkan brankar!!"dua orang suster membawa brankar, dengan cepat Irsyad meletakkan Kinar, ia mengikuti Kinar yang di dorong menuju ruang UGD, ia tidak melepas kan genggaman tangan nya


"Maaf pak, bapak harus menunggu di luar"Irsyad terdiam dengan menatap kinar yang terdiam tanpa bergerak sedikit pun, seorang dokter masuk kedalam ruangan UGD, ia menatap nya, Irsyad menunggu satu jam rasa nya bertahun tahun, bagaimana mungkin ia bisa tenang setelah apa yang dia lakukan pada istri dan calon anak nya, benarkah ia menganggap Kinar seorang istri setelah kejadian ini? Kenapa baru sekarang irsyad memberikan status itu pada istri nya? Bukan kah itu terlalu cepat bagi nya. Irsyad masih berjalan mondar mandir di depan pintu raung UGD


"Jika terjadi sesuatu pada kinar dan calon bayi ku, sungguh aku tidak bisa memaafkan diri ku sendiri, aku calon ayah yang kejam, aku calon ayah yang tidak baik, selama ini aku selalu mengatakan diri mu kejam Kinar, diri mu jahat bahkan aku mengumpat mu sebagai wanita jahanam lalu apa sebutan untuk diri ku? Ya Allah selamatkan lah istri dan calon anak ku"doa nya dengan menengadahkan wajah nya"Aku tidak pantas untuk di maafkan, dan aku tidak pantas menerima maaf dari nya"Irsyad memukulkan kepala nya di dinding"Jika ini mengurangi rasa bersalah ku, akan aku lakukan kinar"semua sudah tiada guna Irsyad


Dokter keluar dari ruangan UGD dengan cepat Irsyad mendekati dokter yang menangani istri nya


"Bagaimana dengan kondisi istri saya dokter?"tanya Irsyad dengan wajah penuh khawatir


"Tenang pak,, tenang"


"Bagaimana saya bisa tenang, jika saya belum mengetahui kondisi istri dan calon anak saya dokter"


"Semua nya baik baik saja pak, bersyukurlah pak istri dan calon anak bapak selamat, meski kondisi ibu nya lemah tetapi bayi nya masih bisa bertahan. Saya tidak bisa jamin apakah istri bapak bisa selamat jika hal ini terjadi kembali"


"Alhamdulillah ya Allah"Irsyad mengucapkan syukur pada hal dia tidak pernah mengucapkan hal itu, bahkan ketika dia mengetahui pertama kali Kinar hamil dia tidak perduli sama sekali. Lalu kenapa ia sekarang perduli?


"Saya jamin dok ini terkahir kali istri saya terluka"

__ADS_1


"Kalau begitu bapak bisa kebagian administrasi agar istri bapak bisa di pindah kan ke ruang rawat inap pak"


"Baik dokter, terima kasih banyak dok"Irsyad langsung berlari menuju resepsionis dia tidak sabar melihat kondisi Kinar dan calon bayi nya


"Sus siapkan ruangan VIP atas nama Kinar istri saya sus"


"Baik pak"Irsyad langsung memberikan kartu ATM nya, tidak membutuhkan waktu lama Irsyad mengikuti seorang suster yang masuk ke ruangan UGD dan membawa istri nya keruangan rawat inap yang sudah di pesan oleh nya, dengan wajah sendu Irsyad menatap wajah kinar yang penuh luka, rasa iba menusuk hati nya di genggam nya tangan kinar dengan lembut, begitu masuk ke dalam ruangan rawat inap irsyad duduk di sebelah Kinar. Di usap nya kepala Kinar dengan lembut, suatu hal yang tidak pernah ia lakukan sebelum nya sebagai seorang suami, bahkan setelah dia berbagi tubuh dengan kinar pun dia tidak pernah bersikap selembut ini, buru buru ia menghapus air mata nya


"Aku janji pada mu Kinar, aku akan mencintai mu sampai seumur hidup ku, dan aku juga berjanji akan selalu menjaga mu dan calon anak kita kinar"kata Irsyad dengan mencium setiap luka di wajah lembut istri nya, san berakhir di bibir seksi Kinar.


Narsih menjerit histeris ketika melihat darah berceceran dimana mana


"Ibu,,,,,!!"jerit nya membuat Rianti terkejut


"Ada apa Narsih?"tanya Rianti dengan melihat darah dimana mana"Darah? Apa yang terjadi Narsih? Kenapa banyak darah dimana mana?"


"Tadi,,, tadi mas Irsyad datang Bu dan menanyakan mbak kinar, lalu saya bilang di kamar"


"Halo nek"


"Dimana Kinar?"


"Di,,,di,,," Irsyad begitu gugup, dia tau kalau nenek nya begitu menyayangi Kinar


"Jawab!!!"nada suara Rianti meninggi, Irsyad menyebutkan nama sebuah klinik yang terdekat, Rianti berjalan keluar untuk menyetop taksi pada hal diluar masih hujan begitu deras, Narsih begitu setia memayungi majikan nya, begitu taksi berhenti Narsih masuk ke dalam rumah, ia menyebut kan nama sebuah klinik, tidak membutuhkan waktu lama


"Dimana ruangan Kinar"tanya Rianti dengan nada marah


"Kamar 12 VIP Bu"tanpa mengucapkan terima kasih Rianti pergi begitu saja, begitu melihat nomor kamar 12 VIP, ia langsung masuk dan betapa terkejut nya ia melihat kondisi Kinar

__ADS_1


"Plak,, plak"dua tamparan keras mendarat di pipi Irsyad dengan sempurna, dia hanya terdiam tanpa perlawanan


"Apa yang kau lakukan pada istri mu!!?"nada suara Rianti tidak bisa terkontrol lagi"Tidak cukup kah kau menyakiti batin nya sampai kau menyakiti pisik nya juga Irsyad!!?"tanya Rianti dengan berusaha menghapus air mata nya"Jika kamu tidak mampu membuat nya bahagia maka lepas kan dia Irsyad, lepaskan"mohon Rianti"Tidak kah kau memiliki belas kasih sedikit pun pada istri mu Irsyad?"


"Maafkan aku nek,,, maafkan aku"Irsyad bersimpuh di kedua kaki nenek nya sembari menangis


"Semua sudah terjadi Irsyad, nenek mohon pergilah"


"Tidak nek,,, tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan nya walau sesaat pun nek, aku berjanji"


"Nenek tidak percaya setelah apa yang mami mu lakukan pada kinar"


"Maksud nenek apa?


"Apa kah kau tidak mengetahui nya atau kau pura pura tidak tau?"


"Maksud nenek? Jelaskan nek?"


"Baru satu Minggu yang lalu istri mu keluar dari rumah sakit karena perlakuan mami mu, dan sekarang kau pun melakukan hal yang sama"Irsyad terduduk di lantai dengan lemas


"Jadi mami sudah mengetahui kalau calon cucu nya masih ada di rahim kinar, nek? Lalu kenapa mami tidak memberitahu ku"Irsyad berbicara sendiri


"Pergilah, kehadiran mu hanya menciptakan luka bagi istri mu"


"Tidak nek,,, tidak, beri aku kesempatan satu kali lagi nek, jika aku tidak bisa membuat kinar bahagia, aku akan pergi jauh dari kehidupan kinar nek, aku berjanji nek, aku janji"ternyata mengemis milik hak kita itu sangat menyakitkan? Lalu bagaimana dengan Kinar yang selalu mengemis cinta pada diri nya? Bukan kah itu hak Kinar mendapatkan cinta dari suami nya? Lalu apa yang kinar dapat, balasan nya sungguh sangat menyakitkan


Rianti menatap irsyad begitu tajam, dia ingin mengetahui apakah perkataan Irsyad dapat dia percaya atau tidak, tetapi Rianti berpikir kembali, kalau kinar saat ini membutuhkan Irsyad di samping nya, ini lah hari hari begitu sulit yang Kinar hadapi mendekati kelahiran calon anak nya. Rianti tidak boleh egois, ini menyangkut dua nyawa sekaligus, meski diri nya tidak rela jika kinar harus hidup bersama dengan Irsyad , dengan kondisi cucu nya saat ini akibat perbuatan suami cucu nya, bagaimana mungkin nek Popon dapat mempercayai nya setelah apa yang di lakukan Irsyad kepada istri nya. Mungkin lah Kinar dapat memulai semua nya kembali bersama suami yang selalu menyakiti nya? Hati nya bertubi tubi selalu di sakiti Irsyad, bahkan sekarang bukan hati nya saja yang terluka, tetapi pisik nya jauh lebih terluka, pantas kah Irsyad di sebut manusia? Pantas kah Tatit di sebut ibu mertua? Kedua nya melakukan sesuatu yang di luar nalar manusia


"Untuk kali ini percayalah pada ku nek,,,aku akan menjaga kinar dan calon anak ku nek, aku akan membuat nya bahagia nek sehingga dia tidak akan pernah mengeluh karena kekurangan cinta dan perhatian ku"ucap Irsyad masih bersimpuh di kaki nenek nya"Jika aku tidak bisa membuat nya bahagia aku akan pergi meninggalkan nya nek, aku janji"

__ADS_1


"Harus kah nenek percaya dengan janji mu? Bukan janji saat ini yang harus kau ucapkan, tapi bukti yang harus kau tunjukan. Nenek tidak punya hak atas keputusan Kinar, apalagi kamu"Popon melihat Irsyad yang masih bersimpuh di kaki nya"Jika sedikit saja kinar terluka kembali karena perbuatan mu, nenek lah orang pertama akan membuat perhitungan pada mu, sehingga kau tidak akan pernah melupakan seumur hidup mu"Rianti menatap kinar dan setelah itu ia meninggalkan irsyad.


Irsyad mendekati kinar dan duduk di sebelah nya, dengan lembut Irsyad menarik tangan Kinar, karena ia takut akan menyakiti nya kembali, di ciumi nya tangan istri nya dengan penuh kasih sayang, yang selama ini tidak pernah ia lakukan sama sekali.


__ADS_2