
Kinar berjalan dengan di temani suami nya menuju Nina yang sedang duduk di pelaminan yang begitu megah, karena selain orang tua Nina kaya, ia juga anak perempuan satu satu nya pasti kedua orang tua nya ingin memberikan yang terbaik untuk putri nya termasuk acara pernikahan nya. Semua karyawan Kinar hadir dengan pasangan nya masing masing, mereka kelihatan bahagia.
"Selamat ya Nin"ucap Kinar dengan memeluk sahabat nya"Kini kau sudah tidak sendiri lagi"Irsyad menatap Tommy yang menundukkan kepala, ternyata dugaan nya benar kalau Tommy yang menikah dengan sahabat istri nya sudah memiliki suami dan tiga orang anak, harus kah ia mengatakan kalau Tommy sudah memiliki istri dan tiga orang anak? Kinar melepaskan pelukan sahabat nya
"Kenapa aku sedih? Seharusnya aku bahagia?"ucap Kinar dengan menghapus air mata nya"Hari hari mu pasti akan terlewati dengan bahagia?"
"Amin,, mudah mudahan ya Kin, aku tidak salah memilih nya menjadi pendamping hidup ku"
"Insya Allah,,, insya Allah. Semoga pak Tommy bisa membuat mu bahagia sehingga tidak ada air mata di pernikahan kita"Nina tersenyum dengan menatap Irsyad"Setelah ini aku akan langsung pulang Nin"
"Terima kasih"Nina memeluk tubuh Kinar"Terima kasih meski keadaan mu tidak memungkin kan kau tetap hadir di hari bahagia ku, Kinar. Dan terima kasih pak irsyad"Irsyad hanya menganggukkan kepala dengan menatap ke arah Tommy
"Selamat bro"Ucap Irsyad dengan menyalami tangan Tommy"Ingat istri mu adalah sahabat yang paling berharga bagi istri ku, sekali saja kau menyakiti nya kau akan terima resiko nya, dan aku bukan tidak tau status mu yang sudah memiliki istri dan tiga orang anak. Biarlah istri mu tau sendiri tentang status suami nya ini"bisik Irsyad di telinga Tommy membuat Nina dan istri nya menatapnya begitu serius"Sekali lagi selamat bro"ucap Irsyad dengan menepuk pundak Tommy membuat wajah nya bersemu merah.
"Aku pamit Nin"
"Kau tidak ingin makan dulu?"
"Iya"jawab Kinar sambil turun dengan di tuntun suami nya.
"Kita duluan ya"pamit Kinar pada yang lain
"Iya mbak"
Setelah selesai makan, Kinar dan suaminya menuju kamar Nina untuk mengambil barang barang nya
"Sudah semua barang barang mu, sayang? Apakah ada yang tertinggal?"tanya irsyad dengan membawa tas milik istri nya
"Tidak mas, semua nya sudah masuk ke dalam tas ku"
__ADS_1
Selain menenteng tas milik istri nya, tangan nya selalu menggenggam tangan istri nya, ia ingin semua orang tau kalau ia adalah suami dan ayah dari calon anak yang di kandung Kinar.
Sebelum pulang Kinar melihat ke arah Nina yang sedang berpose untuk mengambil gambar, Nina kelihatan bahagia sekali meski Tommy kelihatan kaku dan senyum di wajah nya hanya simpul.
"Semoga dugaan mas Irsyad salah tentang suami mu, Nina. Banyak yang memiliki nama Tommy di dunia ini dan banyak juga wajah mirip seperti Tommy"batin Kinar, setelah itu ia masuk ke dalam mobil karena Irsyad sudah membuka pintu untuk nya
"Apa yang sedang kau pikirkan?"tanya Irsyad ketika mobil sudah meninggal kan kediaman rumah milik orang tua Nina.
"Bagaimana jika yang kau katakan benar?"
"Tentang?"Irsyad melihat ke arah istri nya
"Kalau Tommy sudah memiliki istri dan juga anak?"Kinar menarik nafas nya dengan melihat ke arah suami nya"Pasti hati Nina akan hancur jika ia mengetahui segalanya tentang Tommy, mas"
"Biar lah Nina mengetahui segala nya dengan sendiri nya, sayang. Karena kita tidak pernah terlibat dalam pernikahan mereka, bukan kah kau mengatakan kalau Tommy adalah pilihan kakak lelaki nya Nina?"
"Iya benar, bagaimana mungkin kakak lelaki nya tidak mengetahui tentang hal itu? Entah lah mas, yang pasti kedua orang tua Nina juga pasti akan hancur jika semua nya itu benar"
"Apakah setelah ini kau akan ke kantor mas?" Tanya Kinar dengan melihat ke arah suami nya yang sedang mencium tangan nya
"Iya, kau istirahat lah dan jangan kemana mana, aku juga khawatir meninggalkan mu sendirian dalam keadaan seperti ini. Apakah nenek dan bi Narsih sudah kembali dari Semarang?"
"Aku juga tidak tau mas"
"Niat mu tinggal di rumah nenek untuk menemani nya, nyata nya kau yang selalu di tinggal sendirian. Jika seperti ini bagaimana aku bisa tenang bekerja"
"Kenapa kau tidak tenang kerja mas?"
"Kau sendirian di rumah, jika terjadi sesuatu pada mu bagaimana?"
__ADS_1
"Sekarang zaman semakin canggih mas, ada ponsel"
"Iya, aku tau hal itu. Jika keadaan mu darurat? Kadang aku suka berpikir untuk kembali ke rumah kita, karena dengan kita di sana ada yang menemani mu meski itu hanya ART"Kinar terdiam, ia pun menyadari keadaan nya yang saat ini yang mudah lelah dan tiba tiba suka keram di perut.
"Aku tidak enak dengan nenek, mas"Irsyad terdiam dengan mengusap mulut nya dengan menggunakan tangan nya"Kau tidak perlu khawatir pada ku, mas. Istri mu ini wanita hebat bahkan aku mampu melewati semua nya sendiri"Jawab Kinar dengan tersenyum sambil mengusap perut nya"Kau jangan pernah melupakan hal itu?"
"Aah, aku tidak pernah akan melupakan tentang semua hal itu sayang"jawab Irsyad dengan mencium tangan istri nya
Hari sudah malam, acara pesta pernikahan Nina sudah selesai, ia dan suami nya sudah masuk ke dalam kamar setelah satu harian di pelaminan. Begitu sampai di dalam kamar Nina masih kelihatan canggung di hadapan suami nya.
"Aku akan mandi dulu"ucap Nina pada suami nya yang sibuk dengan ponsel nya
"Jangan lama lama, aku juga mau mandi"jawab Tommy dengan melihat istri nya, Nina masuk kedalam kamar mandi
"Ini malam pertama bagi ku, apa yang harus aku lakukan?"tanya Nina pada diri nya sendiri. Ia dan Kinar sama sama masih polos namun Nina tidak sepolos Kinar"Apakah mas Tommy akan menuntut hak nya malam ini? Ah bodoh nya aku, sudah pasti lah ini kan juga malam pertama bagi nya"kata Nina dengan menepuk jidat nya
"Apa yang kau lakukan di kamar mandi sayang?"tanya Tommy dengan mengetuk pintu
"Iya sebentar"
"Kenapa lama sekali? Kau tidak perlu lama lama membersihkan diri, karena tanpa itu aku akan tetap melakukan nya. Bahkan aku sudah tidak tahan"mendengar ucapan suami nya wajah Nina langsung terasa panas
"Apakah laki laki semua seperti nya, apa dia tidak malu mengatakan hal itu?"ucap Kinar pelan"Iya aku sudah selesai"nina langsung keluar hanya membalut tubuh nya dengan handuk
"Kau sudah membuka semua nya? Ah tubuh mu begitu harum membuat ku tidak tahan"goda Tommy dengan mencium tubuh istri nya yang membuat syahwat nya langsung naik"Kau tunggu aku ya, dan tetap begini"kata Tommy dengan buru buru masuk ke dalam kamar mandi
"Apaan sih, apakah dulu Kinar seperti ini juga?"
Benar dugaan nya, setelah Tommy selesai dari kamar mandi langsung menyerbu nya tanpa ampun, seharusnya Tommy tau ini pertama kali nya bagi Nina namun ia tidak memperdulikan jeritan istri nya. Nina berusaha bangkit dari duduk nya namun ia merintih dengan menggigit bibir nya, ia merasakan sakit di antara kedua pangkal paha nya. Selama ini ia penasaran bagaimana rasa nya malam pertama? Nyata nya tidak seindah yang ia bayangkan. Ternyata Kinar bohong pada nya, justru bukan di antara kedua pangkal paha nya saja yang nyeri dan sakit tapi badan nya juga terasa remuk redam, belum lagi bibir nya yang terasa sakit dan seperti bengkak
__ADS_1
"Awas ya kau, Kinar. Jika aku bertemu dengan mu, aku pasti akan marah pada mu"bisik Nina dengan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket