
Dengan langkah semangat Kinar berjalan, ia ingin menikmati suasana pagi yang cerah. Selama ia hamil, ia tidak pernah berjalan menyusuri seluruh komplek. Sungguh sangat menyejukkan di banding kan kota jakarta, semakin jauh ia berjalan semakin sejuk mata nya melihat hamparan sawah yang begitu luas. Sejenak ia berhenti dengan merentangkan kedua tangan dan ia merasa paru paru dan jantung nya begitu longgar. Sekali ia menarik nafas dan mengeluarkan nya, ia melakukannya berulang ulang
"Kinar"sapa seseorang, Kinar membalikan badan dan melihat seorang wanita dengan bentuk tubuh tambun, ia mengingat betul siapa yang memanggil nya
"Desi, kau Desi kan?"
"Syukurlah kau masih mengingat ku"Kinar mengulurkan tangan nya, namun dengan sopan Desi menolak nya, karena tangan nya begitu kotor"Maaf Kinar, tangan ku kotor"ucap Desi dengan melihat ke arah perut Kinar
"Tidak masalah, apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku sedang bekerja. Kau sendiri sedang apa?"
"Bukankah bagus kalau wanita hamil jalan pagi"
"Betul sekali, sudah berapa bulan usia kehamilan mu"
"Delapan bulan"Kinar mengusap perut nya
"Sebentar lagi anak mu akan lahir, ini anak ke berapa?"
"Anak pertama"
"Dulu semasa sekolah begitu banyak pria mengagumi mu, Kinar. Bahkan semua siswi begitu iri melihat mu"
"Tapi jodoh mu lebih cepat di banding kan dengan ku, Desi"Desi tersenyum"Eh, ngomong ngomong sudah berapa anak mu?"
"Anak ku sudah lima"
"Ha!"Kinar terkejut dengan mengusap dada nya"Lima?"
"Iya lima, kau terkejut?"Kinar menganggukkan kepala"Kau bukan orang yang pertama terkejut ketika mendengar anak ku sudah lima"
"Ah, benar kah?"tanya Kinar"Kau hebat Desi"
"Hebat apaan"
"Anak mu banyak, kata nenek ku anak banyak itu banyak rezeki nya"
"Itu mah kata kata orang dulu Kinar, kalau sekarang beda"
"Beda apa nya?"
"Banyak anak banyak permintaan"Desi tertawa, ini lah sosok yang ia kenal. Desi yang ramah dan mudah tertawa
"Bisa saja kau, Desi"
__ADS_1
"Itu memang benar"
"Lalu dimana rumah mu?"
"Tu"tunjuk Desi, Kinar melihat rumah yang sudah usang dan papan nya pun sudah mulai lapuk"Itu lah rumah ku, Kinar"ucap Desi pelan"Kau pasti terkejut melihat kondisi rumah ku"
"Kau masih bersyukur, meski rumah mu seperti itu kau masih memiliki rumah sendiri. Aku malah iri pada mu Desi"
"Apa yang kau iri kan dari ku, Kinar?"
"Kau memiliki tempat tinggal sendiri, sedang kan aku masih numpang hidup dengan nenek ku"
"Aku yakin, kau punya alasan tertentu mengapa kau menumpang hidup dengan nenek mu?"Kinar hanya tersenyum"Kalau begitu main lah ke gubuk ku"
"Itu bukan gubuk Desi. Kau jangan terlalu merendahkan diri"
"Itu yang aku suka dari mu, Kinar. Kau itu teman yang baik, teman yang tidak pernah memandang rendah orang lain"
"Untuk apa aku merendahkan orang lain, kalau kenyataan nya kehidupan ku sendiri juga rendah"
"Tidak ada yang berubah pada diri mu, kau tetap Kinar yang aku kenal"ucap Desi"Main lah ke rumah ku"
"Maaf Desi, untuk hari aku tidak bisa mampir ke rumah mu, tapi lain kali pasti aku akan bermain ke rumah mu"jawab Kinar tersenyum"Sekali lagi maafkan aku"Kinar memegang pundak Desi
"Silahkan"Kinar melihat punggung sahabat nya, ia dapat melihat dari wajah Desi betapa sulit kehidupan nya, namun wajah nya tidak memperlihatkan kalau ia sedang kesulitan. Kinar berjalan menuju rumah nya
Narsih berdiri dengan menundukkan kepala, karena ia sedang di interogasi oleh suami dari cucu majikan nya
"Kenapa bi Narsih membiarkan istri saya pergi sendirian?"
"Maafkan saya, mas Irsyad. Mbak Kinar tadi mengatakan kalau mbak Kinar hanya ingin keliling komplek mas"
"Tapi nyata nya istri saya tidak ada bi"Irsyad memegang pinggang nya sambil mengacak rambut"Kalau terjadi apa apa bagaimana dengan nya, bi? Sekali lagi tolong jangan izinkan istri saya jalan sendirian bi"
"Baik mas"Irsyad berjalan keluar dengan melihat ke kanan dan ke kiri, pada hal ia sangat merindukan istri nya, tetapi begitu ia sampai rumah justru ia tidak mendapatkan Kinar di rumah. Ia masih berdiri menunggu di depan gerbang dengan berjalan mondar mandir.
"Mas Irsyad"panggil Kinar dengan memeluk tubuh suami nya
"Kemana saja kau? Aku begitu sangat mengkhawatirkan mu"Irsyad mencium kepala istri nya
"Aku ingin melahirkan secara normal mas"Irsyad membawa istri nya masuk ke dalam kamar"Jadi aku harus banyak jalan"
"Jika kau ingin melahirkan normal, kau bisa jalan keliling rumah nenek, kau tau kan kalau perut mu sering keram. Jika terjadi sesuatu pada mu bagaimana?"Kinar menatap suami nya dengan tersenyum.
"Ternyata pemandangan di sana sangat indah mas, dan apakah kau tau?"Irsyad menatap istri nya penuh cinta"Aku bertemu dengan Desi, dia teman ku sewaktu di bangku SMA dulu mas"Irsyad hanya tersenyum"Dia sudah memiliki empat orang anak mas"Kinar berbicara begitu semangat
__ADS_1
"Kau juga menginginkan empat orang anak?"goda Irsyad
"Satu ini saja juga belum lahir mas, malah aku merasakan kenapa bayi kita lahir nya lama sekali ya?"Irsyad memegang perut istri nya dan mencium nya dengan penuh kasih sayang
"Aku juga merasakan hal yang sama"
Entah siapa yang memulai nya pada akhir nya mereka berdua sudah tidak memakai baju. Mereka seperti pengantin baru, pada hal hari sudah siang tapi mereka masih bercumbu untuk melampiaskan rindu.
"Aku sangat mencintai mu"ucap irsyad dengan memeluk tubuh istri nya yang tengah berbaring berbantal kan lengan nya"Apakah aku melakukan nya dengan kasar? Apakah kau merasakan sakit pada perut mu"Tanya Irsyad dengan mengusap perut istri nya.
"Tidak"jawab nya manja dengan memainkan bibir Irsyad menggunakan tangan nya, sedangkan Irsyad memainkan tangan nya di atas perut istri nya di balik selimut
"Dia bergerak, seperti nya bayi ku tidak ingin aku menjenguk nya?"
"Dia bukan tidak ingin di jenguk oleh ayah nya, tapi ia merindukan belaian mu"
"Bayi ku atau ibu dari bayi ku yang merindukan belaian ku?"
"Sepertinya aku"jawab Kinar polos
"Kau ingin lagi?"
"Ingin apa?"tanya kinar begitu polos
"Kau adalah candu ku" tanpa menunggu jawaban dari istri nya, Irsyad mengulangi nya kembali. Setelah itu Kinar tertidur begitu pulas.
Irsyad menatap istri nya dengan lembut, ia masih tidak dapat mempercayai nya kalau saat ini ia benar benar mencintai istri nya, bahkan tiga hari tidak bertemu dengan istri nya ia begitu sangat merindukan nya. Benar kata pepatah jangan terlalu membenci seseorang karena dari kata benci kau akan jatuh cinta, bahkan sangat mencintai nya hingga kau akan takut kehilangan nya. Dan sekarang ia tidak dapat memungkiri nya. Sebelum ke kamar mandi, Irsyad mencium kening istri nya.
Keluar dari kamar mandi, ia melihat ke arah istri nya yang masih tidur dengan pulas dan ia tidak ingin menganggu nya sedikit pun. Irsyad keluar untuk mengambil sarapan untuk istri nya.
"Dimana mbak Kinar, mas?"
"Lagi tidur Bi"Narsih melihat rambut Irsyad yang masih basah dan Narsih tau kalau kedua cucu majikan nya habis memadu kasih"Tolong jangan di ganggu Bi"
"Iya mas"
"Mas Irsyad mau kemana?"tanya Narsih ketika ia melihat Irsyad menuju dapur
"Saya ingin membuatkan susu untuk istri saya, bi"
"Biar saya saja mas"
"Tidak Bi, saya ingin melayani istri saya, bi"Narsih tersenyum bahagia, pada akhir nya cucu kesayangan majikannya telah jatuh cinta setengah mati pada istri nya.
Saat ini Irsyad ingin melayani istri nya, ia ingin ketika anak nya lahir nanti akan ada kisah yang akan membuat anak nya bangga memiliki ayah seperti diri nya.
__ADS_1