Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Marah Besar


__ADS_3

Tatit kelihatan sangat gelisah memikirkan keadaan kinar apalagi ponsel nya tidak dapat di hubungi


"apa kamu juga marah dengan mam Kinar?"tatit bicara pada diri nya sendiri"apa yang harus mam lakukan Kinar,kenapa kamu memblokir nomor mam?"tatit memijit pelipis nya yang terasa pusing"anak satu menikah saja aku sudah di buat nya susah bagaimana jika ketiga anak ku menikah"


"mi"panggil Irsyad,tatit memandang wajah Irsyad dengan penuh kemarahan


"plak,,plak"dua kali tamparan mendarat di wajah Irsyad membuat pipi nya memerah dengan pelan irsyad mengusap pipi nya yang terasa merah


"untuk apa kamu kemari!?tanya tatit dengan nada tinggi"ha,,untuk apa,pergi kamu dari sini aku sudah muak melihat tingkah mu!!"


"tapi mi"


"tidak ada tapi tapian,,,"tatit mengeluarkan air mata karena merasa sangat sakit akibat ulah anak sulung nya"mami sudah melarang Kinar untuk kembali bersama mu Irsyad tapi Kinar tetap maksa karena dia mencintai mu dia masih menganggap kamu suami nya lalu apa yang kamu lakukan Irsyad,,apa!!??"


"maafkan aku mi,,maafkan aku,,aku khilaf"


"khilaf?oh,,khilaf,,dengar baik baik Irsyad khilaf itu sekali tidak berkali kali,apa dengan meminta maaf semua nya akan menyelesaikan masalah ini begitu saja?"Irsyad hanya diam dengan memandang tatit"dan apa kamu tau kinar tidak dapat di hubungi karena nomor ponsel mami di blokir nya,kenapa kamu menyianyiakan kesempatan yang dia berikan pada mu?"tatit sudah tidak dapat berkata kata lagi"sekarang terserah apa yang ingin kamu lakukan Irsyad,


mami sudah tidak perduli,sekarang pergilah dan jangan pernah kembali"


"mami mengusir ku hanya karena Kinar?"


"kamu mengatakan hanya karena Kinar,,,oh Irsyad di mana letak hati nurani mu!!!"tatit menunjuk dada Irsyad"Kinar lebih berharga dari pada diri mu karena dia akan melahirkan cucu untuk mami Irsyad"tatit berlari kecil meninggalkan Irsyad


"mi tunggu mi,,,,"tapi tatit tidak menghiraukan nya dia langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintu nya.


"aahhhhgggggrrrrr!!!jerit irsyad


Nina membawa masuk Kinar ke dalam rumah kontrakan nya


"istirahatlah kamu kelihatan sangat lelah"Kinar masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh nya yang terasa begitu lelah"kamu ingin makan sesuatu?"


"aku tidak lapar"


"kamu harus makan"


"tapi aku tidak lapar nin"jawab Kinar pelan


"kamu tidak lapar tapi anak di dalam perut mu yang lapar"Nina menuju dapur


"nin"panggil Kinar ketika Nina akan keluar dari kamar


"ada apa Kin?"


"jika ada yang mencari ku katakan aku tidak ada"

__ADS_1


"sudah pasti,,apa lagi ayah robot dari anak mu"


Benar ketika Kinar ingin melangkahkan kakinya ke dapur dia mendengar suara mobil,Nina yakin kalau itu suara mobil Irsyad,dengan berlari Nina menuju kamar dimana Kinar sedang membaringkan tubuh nya yang terasa begitu lelah


"ada apa nin?"


"suami kamu datang"


"ha"


"buruan sembunyi"kata Nina dengan menarik tubuh kinar


"sembunyi dimana?"


"dimana ya,ya di bawa kolong ranjang"


"yang bener aja Nin aku harus sembunyi di bawa ranjang dengan perut seperti ini"kata Kinar dengan memegang perut nya


"atau kamu mau ketemu dengan suami robot mu?"Kinar menelentangkan tubuh nya dan pelan pelan masuk ke dalam kolong"tas kamu dan sendal kamu"Nina melemparkan nya kebawah kolong


"nin,,,Nina!!!!Irsyad menggedor pintu rumah Nina"nin,,buka pintu nya,atau saya dobrak pintu nya!!!!?"


"tidak perlu"jawab Nina dengan membuka pintu


"istri?coba bapak ulangi lagi?"


"kamu menyembunyikan istri ku?"


"untuk apa?"dengan langkah terburu buru Irsyad masuk ke dalam rumah Nina dan langsung menuju kamar tapi dia tidak menemukan nya,di buka kamar mandi sama irsyad juga tidak menemukan Kinar


"kamu sembunyikan dimana istri ku!!??"


"aku tidak menyembunyikan nya"


"kamu bohong!!!"


"untuk apa aku bohong pak,bukan kah bapak. sudah mencari nya?"


"katakan nin di mana Kinar?"


"meskipun aku tau aku tidak akan memberitahukan nya kepada bapak"


"katakan pada ku dimana Kinar!!!?"Irsyad mencekik leher Nina membuat Kinar khawatir dengan Nina


"aku sudah mengatakan kalau aku tidak tau"

__ADS_1


"kau bohong"


"aku tidak bohong,tadi aku sempat bersama nya tapi dia meminta pada ku untuk di turunkan di stasiun"


"stasiun mana?"


"Manggarai"


"kenapa kamu menurunkan di sana?"


"kenapa bapak mesti khawatir?"tanya Nina memegang leher nya ketika Irsyad sudah melepaskan nya"bukan kah bapak seharus nya senang karena sudah menyakiti Kinar?"Irsyad hanya diam


"aku tidak tau nin,sebenar nya aku mencintai nya atau tidak,tapi ketika dia tidak ada dan pergi aku merasa kehilangan dan sangat mengkhawatirkan nya"


"lalu ketika Kinar ada di dekat bapak kenapa pak Irsyad menyakiti nya,Kinar begitu mencintai bapak bahkan dia masih mau tinggal bersama bapak meskipun Kinar sudah berulang kali bapak sakiti tapi apa yang pak Irsyad lakukan?"


"aku akan mencari nya"kata irsyad pelan


"carilah sampai bapak menemukan nya"Nina tersenyum sinis,Nina menutup pintu nya ketika Irsyad sudah pergi,dengan langkah berlari Nina masuk ke kamar dan menolong Kinar dari bawah ranjang


"apa kamu baik baik saja?"tanya Nina ketika kinar sudah keluar dari bawah ranjang


"aku baik baik saja"jawab Kinar dengan mengusap kening nya yang berkeringat"apa kamu baik baik saja?"Kinar menatap leher Kinar yang merah


"aku tidak apa apa"Nina mengusap leher nya yang terasa sakit


"aku tidak bisa membahayakan keselamatan mu karena aku tinggal di sini nin"


"kamu jangan khawatir?"


"bagaimana aku tidak khawatir nin"


"percaya sama aku"


"besok aku akan kembali ke rumah orang tua ku dan resign"


"lalu kamu mau kerja di mana?"


"aku akan bekerja di kantor papa ku"


"kalau papa mu tidak mengizinkan nya?"


"berarti aku harus istirahat di rumah"Nina hanya diam memandang Kinar yang tersenyum ke arah nya,rasa nya Nina ingin membunuh Irsyad menggunakan racun serangga biar dia tau bagaimana rasa nya sakit itu,dan itu belum seberapa di bandingkan perlakuan nya terhadap kinar,tapi apa yang bisa Nina lakukan karena sahabat nya itu begitu mencintai suami nya bahkan Kinar sampai mengemis cinta suami nya tapi hati nya telah tertutup karena cinta meski Kinar mengetahui kalau suami nya tidak pernah mencintai nya dan lebih mencintai selingkuhan nya tapi Kinar tidak perduli.


Jangan pernah menyalahkan Kinar karena cinta tidak pernah memandang tempat kata pepatah love is bland,dan itu yang di rasakan Kinar terhadap Irsyad.

__ADS_1


__ADS_2