
Dengan langkah seribu Irsyad menarik pinggang dan tubuh Kinar dan membawa nya ke dalam pelukan nya, nasib baik Irsyad menolong nya tepat pada waktu nya kalau tidak. Wajah Kinar begitu pucat ia tidak dapat membayangkan jika ia jatuh, pasti calon anak nya tidak akan selamat. Meski rasa takut menghantui nya ia masih dapat tersenyum ketika Irsyad menolong nya.
"Apakah kau baik baik saja?"tanya Irsyad dengan mengusap wajah Kinar yang pucat dan berkeringat
"Hm"ia memegang perut nya sambil menarik nafas
"Aku sudah mengatakan jangan berlari Kinar"kata Irsyad dengan pelan dan lembut"Apakah aku sudah tidak memiliki hak atas diri mu dan calon anak ku ini Kinar?"tanya nya dengan memegang perut istri nya"Sehingga kau tidak mendengarkan ucapan ku?"pelan pelan Kinar melepaskan diri dari pelukan Irsyad, ia tidak mau Irsyad akan tau getaran dada nya begitu kencang, Kinar turun ke bawah masih di ikuti oleh Irsyad, bi Sumi mengambil sapu nya dan berlalu dari hadapan anak dari majikan nya"Tunggu Kinar, Kinar tunggu"Panggil nya dengan menarik tangan istrinya
"Ahw sakit"rintih nya dengan memegang pergelangan tangan nya
"Maaf, maaf"ucap Irsyad dengan melepaskan pegangan tangan nya"Tapi kamu mau kemana?"
"Aku mau kembali ke Jakarta"jawab nya dengan ketus
"Kembali Ke Jogja?"
"Ya"
"Please jangan pergi Kinar, aku yakin mami akan bangun jika kamu berada di sini"Ucap nya sambil menangis"Ya, aku begitu egois hanya memikirkan mami dan tidak pernah memikirkan mu dan calon anak kita"ia mengusap air mata nya
__ADS_1
"Aku juga punya pekerjaan yang tidak dapat aku tinggalkan mas"
"Aku tau, aku tau Kinar. Tolong kali ini saja Kinar sampai mami sadar"
"Sampai kapan?"Irsyad bingung dengan pertanyaan Kinar, ya sampai kapan Kinar akan menunggu mami nya sampai sadar"Kamu sendiri saja tidak tau"sebenar nya Kinar tidak tega melihat Tatit yang berbaring lemah yang
hanya di rawat oleh Irfan, tapi ia merasa tidak nyaman dengan sikap Irsyad.
"Aku pun juga tidak tau sampai kapan mami akan bangun"jawab Irsyad dengan mengacak rambut nya, sekarang baru ia merasakan yang nama nya putus asa
"Jika kamu sendiri saja tidak tau lalu kenapa kamu memaksa ku untuk menjaga mami mu sampai sadar? Aku bukan dokter"
"Mas"Panggil Kinar dengan mengejar suami nya dan memeluk nya dari belakang, kejadian nya sama seperti di mimpi nya"Jangan pergi mas, jangan pergi. Apakah kau tidak merindukan ku?"Irsyad melepaskan tangan istri nya membuat Kinar terkejut, dan ia langsung memeluk tubuh istri nya sambil menangis tersedu sedu
"Aku begitu merindukan mu bahkan aku sangat mengkhawatirkan kondisi mu, Kinar"Irsyad berkali kali mencium pucuk kepala istri nya"Aku tidak bisa membohongi perasaan ku pada mu, mungkin bagi mu aku suami yang telah mengkhianati pernikahan kita"Irsyad melepaskan pelukan nya dan menangkupkan kedua tangan di wajah tirus istri nya, dan mencium kening Kinar berkali kali"Selama ini aku berusaha menepis rasa ini tapi semakin aku tepis terasa begitu sakit Kinar"Ia menangis tersedu sedu, ternyata penantian nya tidak sia sia. Kini suami nya mengungkapkan isi hati nya"Setiap aku mengingat mu dada ku selalu bergetar, apakah ini yang di namakan cinta?"Kinar merasa terharu dengan ungkapan isi hati suami nya, Menikah tanpa cinta tetapi hamil, yang berjuang untuk mendapatkan balasan cinta juga Kinar sendiri dan sekarang ia telah menuai hasil dari penantian panjang nya
"Aku dan calon anak kamu juga merindukan mu mas"Kinar mempererat pelukan nya, rasa nya begitu nyaman dan ia tidak ingin melepaskan pelukan itu walau pun hanya setengah detik
"Terima kasih untuk semua nya Kinar, terima kasih karena kamu masih tetap mencintai ku, terima kasih karena kamu masih merindukan suami seperti ku"Kinar tidak menjawab nya, ia mencium dada bidang suami nya, ini juga pelukan pertama nya setelah Irsyad mengungkapkan isi hati nya
__ADS_1
"Berani sekali kau memeluk putri ku, ha!!?"Arifin menarik belakang kerah baju Irsyad dan mendaratkan bogem mentah tepat mengenai hidung nya dan mengeluarkan darah segar
"Pa!!"jerit Kinar dengan melihat ke arah suami nya yang tersungkur tepat di kaki nya
"Kau masih ingin hidup bersama pria yang sudah mengkhianati mu, pria yang telah menyakiti mu?"Arifin tersenyum"Apa yang kau harapkan dari pria seperti dia, Kinar? Seumur hidup nya akan selalu menyakiti mu"Kinar berusaha membantu suami nya, namun ia di tarik oleh Arifin"Untuk apa kau membantu nya, dia tidak pantas untuk mu, kau terlalu baik untuk nya"Arifin mencekal tangan Kinar sampai ia meringis kesakitan
"Tolong pa jangan sakiti Kinar, dia tidak bersalah"
"Tanpa kau memberitahu ku, aku juga tau kalau putri ku tidak bersalah, tapi ia salah karena mencintai pria seperti mu!!"tendangan kaki Arifin tepat mengenai wajah Irsyad membuat perut Kinar terasa nyeri"Pergi lah sebelum aku membuat mu tiada"Arifin menarik kerah baju Irsyad secara paksa dan membuat nya berdiri, sedikit pun ia tidak melakukan perlawanan sama seperti waktu di rumah sakit saat Kinar koma"Siapa yang telah membebaskan mu!? Jawab siapa?"Arifin meninju perut Irsyad"Aku akan menuntut orang yang telah membebaskan mu karena tanpa seizin ku"ia melemparkan tubuh Irsyad hingga jatuh kembali"Sekarang kamu pulang"
"Pa, izin kan Kinar tetap di sini pa, aku mohon"Irsyad bersimpuh di kedua kaki mertua nya"Aku yang akan pergi dari sini"sungguh sangat menyedihkan nasib Irsyad, ketika ia sudah jatuh cinta pada istri nya kini justru mertua nya yang tidak mengizinkan putri nya untuk hidup bersama nya. Ini lah balasan yang harus kamu terima Irsyad. Dengan langkah terhuyung Irsyad pergi dari kediaman Orang tua nya.
"Pa tolong lepaskan pa"tangan Kinar sebelah kiri berusaha melepaskan tangan Arifin yang berada di pergelangan tangan nya"Pa, tolong kali ini saja pa"
"Kau ingin kembali pada nya? Kau sudah lupa apa yang telah dia lakukan pada mu? Apakah kau tidak takut jika dia mengulangi hal yang sama lagi?"
"Pa"panggil Kinar dengan penuh permohonan dengan bersimpuh di kaki Arifin sambil menangis. Orang tua mana yang tega melihat putri nya bersimpuh sambil menangis, berlahan lahan ia melepaskan tangan putri nya. Kinar bangkit dan langsung berlari mengejar suami nya sembari memegang perut nya
"Mas!!"Irsyad menghentikan kaki nya ketika nama nya di panggil oleh istri nya. Sekarang ia harus belajar tentang ilmu ikhlas, ikhlas melepaskan istri yang ia cintai
__ADS_1