Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Berkunjung


__ADS_3

Begitu banyak barang yang di tenteng oleh Nina, mungkin dengan ini ia bisa meringankan beban madu nya. Sedangkan Kinar hanya mengikuti langkah sahabat nya. Dan langkah Nina terhenti di sebuah rumah yang di ikuti oleh Kinar, mata nya tertuju pada sebuah rumah yang seperti tidak ada penghuni nya.


"Ini rumah nya Nin?"tanya Kinar dengan melihat ke arah Nina


"Ini lah rumah madu ku, Kinar"


"Tapi seperti tidak berpenghuni"


"Hanna pasti sedang berada di dalam"Nina mengetuk pintu dan seorang wanita yang tidak ia kenal membuka pintu


"Eh, maaf mbak. Apakah Hanna nya ada?"


"Oh, silahkan masuk mbak"Nina masuk di ikuti oleh Kinar, mata Kinar tertegun ketika ia melihat seisi rumah yang kelihatan sudah usang, ia tidak dapat mempercayai nya dengan pemandangan yang begitu miris, karena ia melihat penampilan Tommy yang begitu gagah bahkan sedikit pun ia tidak melihat kekurangan pada diri Tommy.


"Mbak Nina"panggil hanna dengan memeluk tubuh Nina, tangan lembut Nina mengusap punggung Hanna. Sedangkan Kinar dan Miska hanya mampu melihat ke dua nya.


"Apakah kau baik baik saja?"Hanna menganggukkan kepala dengan melepaskan pelukan nya, mata Hanna tertuju pada perut Kinar yang besar.


"Kinar"kata Kinar memperkenalkan diri


"Hanna"semua nya duduk di sofa usang, sedang kan Miska pamit undur diri karena ada yang harus ia kerjakan. Mata Kinar menatap wajah tidak asing Hanna, seperti nya ia mengenal nya tetapi dimana?


"Aku turut bersuka cita atas meninggalnya Tommy"ucap Nina lirih"Ku harap kau kuat menghadapi semua nya, bukan untuk diri mu tapi untuk calon anak mu yang belum lahir"


"Seandainya skenario hidup bisa aku baca terlebih dahulu, sudah pasti akan ku hapus bagian cerita yang tidak ingin aku peran kan mbak"ucap nya dengan menarik nafas nya, mata nya begitu lelah"Tapi sayang semua itu sudah menjadi rahasia Tuhan"


"Aku percaya kau bisa menghadapi semua nya"ucap Nina menguatkan Hanna dengan memegang tangan nya yang begitu kurus


"Kenyataan itu memang pahit mbak, tapi kita tidak dapat mengelak nya"ucap Kinar dengan membelai perut nya


"Oh iya, dimana ketiga jagoan mu?"


"Mereka sudah aku serahkan pada nenek nya mbak"


"Ha, tapi kenapa?"


"Jangan kan untuk menghidupi mereka, untuk diri ku sendiri saja aku harus meminta belas kasih pada kakak, ku"Nina dan Kinar saling berpandangan


"Ini ada sesuatu untuk mu"


"Apa ini mbak?"


"Ambil lah"kata Nina dengan memegang tangan Hanna


"Aku malu mbak"


"Kenapa harus malu? Kau menganggap ku orang lain? Atau kau menganggap ku sebagai madu mu?"Hanna menatap Nina"Sekarang anggap lah aku sebagai adik perempuan mu bukan madu mu. Jika kau menganggap diri ku sebagai madu mu, aku seperti wanita murahan mbak"ada rasa bahagia menyeruak di hati Hanna, ia tidak percaya kalau mantan istri muda suami nya begitu sangat baik"Jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk memberitahu ku"Nina melihat ke arah Kinar yang mengusap usap perut nya


"Apakah perut mu terasa sakit?"


"Hanya sedikit tegang dan keram"


"Jangan nakal sayang, jika ibu mu kesakitan pasti aku lah yang akan kena marah oleh ayah robot mu"ucapan Nina membuat Hanna tersenyum"Aku hanya membawa ibu mu sebentar untuk berkunjung ke rumah teman ku"ucap Nina lagi dengan mengusap perut Kinar yang tersenyum"Aku sangat yakin kalau kau pasti sudah merindukan ayah mu"


"Tidak"jawab Kinar dengan memukul paha Nina


"Pasti kau kelelahan karena habis honey moon selama tiga hari? Jangan katakan tidak?"Kinar hanya tersenyum"Maaf mbak Hanna, suami sahabat ku ini terlalu posesif"


"Kalau aku boleh tau, anak yang mbak Kinar kandung anak ke berapa?"

__ADS_1


"Anak pertama mbak"Hanna melihat ke arah Kinar yang masih mengusap usap perut nya, ia dapat melihat wajah lembut Kinar yang menandakan kalau ia tidak sombong dan hidup serba kecukupan, ia begitu sempurna dan pasti suami nya sangat mencintai Kinar. Siapa yang tidak iri melihat wajah Kinar yang begitu cantik, Hanna yakin pasti banyak pria yang jatuh cinta melihat Kinar


"Nama nya anak pertama, wajar kalau suami nya mbak Kinar begitu perhatian"Kinar hanya tersenyum


"Jika mbak Hanna melihat wajah suami sahabat ku ini, pasti mbak Hanna tidak yakin"


"Kenapa memang nya mbak?"


"Wajah nya datar dan tidak memiliki senyum"


"Jangan memburukkan suami ku di hadapan ku"


"Maaf, bukan kah yang aku katakan benar ada nya?"Kinar hanya tersenyum


"Itu kalau sama orang lain"jawab Hanna


"Kalau kau bertemu dengan nya, kau baru yakin"Ponsel Kinar berdering menandakan ada panggilan masuk


"Pasti suami robot mu?"Kinar hanya menanggapi nya dengan tersenyum, lagi lagi Hanna di buat iri


"Halo mas"jawab Kinar lembut ketika ponsel nya sudah terhubung oleh suami nya


"Apakah kau sudah pulang?"


"Belum"


"Kenapa lama?"


"Sebentar lagi pulang mas"


"Langsung pulang dan jangan pergi kemana mana lagi"


"Apakah perut mu terasa sakit kembali? Aku sudah mengatakan pada mu jangan pergi kemana mana"


"Tidak mas"


"Jangan berusaha menyembunyikan dari ku, sayang"


"Anak mu terlalu aktif mas"suara Irsyad terlalu renyah


"Seperti ayah nya maksud mu?"


"Bukan maksud ku, mas. Tapi maksud mu, aku tidak mengatakan apapun"


"Tapi aku bisa membaca wajah mu"


"Benarkah?"


"Kau tidak percaya pada ku?"


"Bukan tidak percaya, tapi tidak yakin"


"Itu sama saja sayang"Hanna menatap Kinar begitu serius


"Tidak baik ketika bertamu di rumah orang dan sedang berbicara dengan tuan rumah tetapi mengangkat telpon"


"Tidak baik itu kalau kau menerima telpon dari pria lain"Kinar langsung tertawa"Kenapa kau tertawa? Kau mengejek ku?"


"Tidak, tidak,, bukan begitu maksud ku. Bagaimana mungkin aku selingkuh dengan kondisi perut seperti ini mas"ucap Kinar dengan mengusap perut nya"Masih banyak wanita di luar sana yang lebih seksi dan cantik dari ku, mas"

__ADS_1


"Tapi kau memang terlalu cantik, sehingga membuat ku takut jika kau keluar rumah"ucap Irsyad polos membuat Nina tersenyum dengan menatap ke arah Kinar


"Jangan terlalu berburuk sangka pada ku, mas?"


"Aku tidak berburuk sangka, aku mengatakan yang sebenarnya"


"Ucapan mu selalu membuat ku hanyut mas"Irsyad tersenyum sambil mengerlingkan mata nya


"Sudah ah, aku tidak akan leluasa kalau kau terus menelpon ku"ucap Kinar dengan mode manja


"Kau tidak menyukai nya?"


"Suka mas, tapi aku juga butuh privasi mas"


"Baik lah, aku tidak akan menghubungi mu"


"Mas"panggil Kinar, namun sayang sambungan ponsel nya sudah di matikan oleh Irsyad


"Apakah pak irsyad marah?"


"Tidak, dia hanya terlalu cemburu"


"Pasti suami mbak Kinar sangat mencintai mu mbak?"Kinar hanya tersenyum


"Kalau begitu kami permisi pulang mbak"


"Terima kasih sudah mau berkunjung ke rumah saya mbak"


"Kau tidak perlu sungkan pada ku"Hanna hanya tersenyum


"Ambil lah ini mbak Hanna"


"Tapi mbak Kinar,,"ucap Hanna ragu menerima sebuah amplop putih


"Ambil lah, aku yakin pasti saat ini kau sangat membutuhkan nya"


"Terima kasih banyak mbak. Aku baru mengenal mu mbak, tetapi kau sudah seperti saudara perempuan ku"ucap Hanna dengan mengusap perut Kinar


"Bukan kah kita sebagai manusia harus saling menolong?"


"Aku bersyukur mengenal mu mbak Nina"Nina hanya tersenyum sambil berdiri dengan membantu kinar"Aku harap di antara kita tidak ada permusuhan mbak"Hanna mengantar mereka berdua sampai depan mobil


"Untuk apa kita bermusuhan mbak, kalau nyata nya yang membuat kita menjadi musuh telah tiada"Nina memeluk tubuh Hanna begitu juga yang di lakukan Kinar, setelah itu Nina membuka kan pintu untuk sahabat nya


"Hati hati mbak"Nina hanya mengangguk kan kepala, lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Hanna sendirian


"Apakah suami bucin mu marah?"


"Sekarang mas Irsyad mudah cemburu dan sensitif dari di banding kan diri ku"


"Mudah tersinggung gitu?"Kinar melihat ke arah Nina yang masih mengemudi kan mobil


"Bisa jadi"


"Suami mu akan memarahi mu?"


"Tidak"ucap Kinar pelan dengan memejam kan mata nya.


Sebenar nya badan Kinar begitu lelah, tetapi ia tidak mungkin menolak ajakan Nina. Jika ia menolak pasti Nina akan marah pada nya. Bukan ia takut Nina marah pada nya, tetapi ia masih ingat kalau Nina adalah satu satu nya sahabat yang paling mengerti tentang diri nya.

__ADS_1


__ADS_2