Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Kecewa


__ADS_3

seorang dokter keluar dari ruangan IGD dan mendekati Irsyad


"Maaf pak"Irsyad terkejut


"Bagaimana dengan Istri dan calon anak saya dokter"


"Calon anak anda tidak apa apa pak, hanya istri bapak saja yang memang kondisi sangat lemah, bagaimana hal ini bisa terjadi pak?"


"Istri saya terjatuh dok"jawab Irsyad yang membuat dokter tersenyum


"Tapi ada tanda merah di leher nya"Irsyad terdiam"Istri anda sedang mengandung anak anda pak, jadi saya harap bapak jangan pernah melakukan hal yang bisa membuat anak bapak lahir belum waktu nya"


"Maafkan saya dokter"


"Minta maaflah pada istri Anda"kata dokter dengan meninggalkan Irsyad, tidak lama kemudian Kinar keluar dari ruangan IGD dengan di dorong menggunakan brankas. Wajah nya begitu pucat, ada dua selang infus terpasang di kedua tangan nya, Irsyad begitu lega meski khawatir, karena perut kinar masih kelihatan besar itu arti nya calon bayi nya masih ada di rahim istrinya, Irsyad mengikuti Kinar menuju ruang rawat inap


Irsyad duduk di sofa kamar rawat inap dengan menatap Kinar dengan tatapan penuh iba, Kinar mengambil ponsel nya


"Nin"panggil Kinar pelan ketika ponsel nya sudah tersambung


"


"Kamu bisa datang kerumah sakit M"


"


"Aku hanya kelelahan"


"


"Hm"Kinar menutup ponsel nya dan memainkan nya


"Maafkan aku Kinar"kata Irsyad pelan, Kinar hanya menarik nafas begitu berat, ia tidak menjawab apa lagi menatap Irsyad


"Aku akan menelpon mami"kata Irsyad dengan memegang ponsel nya


"Jangan pernah menelpon mami kamu, atau mama ku"kata Kinar pelan


"Kenapa?"


"Kamu pasti sudah tau jawaban nya"Irsyad menatap kinar yang begitu tenang


"Pasti ada alasan nya, kenapa aku tidak di izin kan menelpon mami dan mama kamu?"


"Alasan nya karena aku ingin kita berpisah"


"Berpisah?"tanya Irsyad terkejut


"hm"


"Kamu ingin berpisah dari ku?"tanya Irsyad dengan mendekati Kinar


"Apa kamu tidak dengar?"


"jangan mengatakan kalau pendengaran ku kurang?"


"Aku tidak mengatakan nya"

__ADS_1


"Lalu apa nama nya itu?"


"Terserah kamu mengartikan nya mas"Kinar mengusap tangan nya yang teras pegal karena jarum infus


"Kamu benar benar ingin berpisah dari ku?"


"Ya"jawab Kinar dengan tegas


"Aku tidak akan menceraikan mu"


"Kenapa? Kenapa kamu ingin mempertahan kan pernikahan kita?"


"Bukan pernikahan kita tapi calon anak ku"


"Aku tetap ingin berpisah"kata Kinar kembali


"Kenapa kau begitu ngotot?"


"Aku tidak ngotot"


"Lalu apa?"


"Terserah kamu"


"Maksud kamu apa?


"eeehhhmmm"Kinar menarik nafas"Aku mohon mas, lepaskan aku dari pernikahan ini, sungguh aku sangat lelah mas, sangat lelah"Mohon Kinar dengan menangis"Bukan kah seharusnya kamu senang aku minta pisah dari mu"Irsyad menatap Kinar"Bukan kah sampai sekarang kamu belum bisa menerima kehadiran ku di hidup mu? Setidak nya setelah kita berpisah kamu bisa menikah kapan pun dengan Susan"Kinar menatap Irsyad"Dan bukan kah kamu selama ini sangat mencintai nya?"Irsyad terdiam"Pernikahan kita hanya membuat kita tersakiti"


"Aku tidak pernah mengatakan apapun dengan mu"


"Kamu tidak pernah mengatakan nya mas, tetapi sikap mu sudah menunjukan semua nya, tanpa kamu harus mengatakan atau menjelaskan pada ku"


"Rumah tangga kita tidak pernah bahagia jadi untuk apa kita pertahankan? Kalau pada akhir nya kita hanya saling tersakiti, maka lebih baik kita sudahi"


"Segampang itu kau mengatakan nya?


"Kamu tidak akan pernah bahagia hidup bersama ku!?Kinar menjerit"Aku lelah mas, sungguh aku sangat lelah"


"Lalu kau sendiri bagaimana? Apakah kau akan bahagia berpisah dari ku?"tatapan Irsyad penuh selidik


"Jika perpisahan ini membuat mu bahagia kenapa tidak"


"Jika aku tidak bahagia apa yang akan kau lakukan?"Kinar terdiam mendengar pertanyaan Irsyad


"Hai"sapa Nina ketika masuk ke dalam ruangan kinar


"Apa kah kau tidak tau etika?"tanya Irsyad dengan nada tidak suka


"Jangan kamu hiraukan"kata Kinar ketika Nina mendekati sahabat nya


"Apa yang terjadi?"Nina menatap leher Kinar bekas tanda cekikan"Kamu bunuh diri?"Irsyad terkejut dengan pertanyaan nina


"Maksud kamu apa?"


"Leher kamu"kinar tersenyum


"Apa aku sudah segila itu, sehingga ingin mengakhiri hidup ku sendiri?

__ADS_1


"Barangkali saja Kin"Nina tertawa dengan membelai perut Kinar"Bagaimana dengan bayi robot mu apakah dia baik baik saja?"


"Ibu nya robot yang sedang tidak baik baik saja"Irsyad mendengarkan pembicaraan istri dan sahabat setia istri nya


"Apa kamu sudah makan?"Kinar menggelengkan kepala


"Kinar,, Kinar,,, aku sudah mengatakan berulang kali kalau bayi mu itu membutuhkan asupan gizi yang cukup, ya sudah kamu mau makan apa biar aku belikan?"


"Apa saja Nin, yang penting gizi nya cukup buat calon bayi ku"


"Baiklah"jawab Nina dengan berdiri


"Aku saja yang membeli nya"kata Irsyad membuat kedua nya terkejut, sehingga menatap Irsyad dengan tatapan tidak yakin


"Bapak sakit?"


"Aku tidak sakit, aku baik baik saja"jawab Irsyad dengan nada bicara datar, Kinar dan Nina tertawa setelah Irsyad keluar


"Sejak kapan ayah nya robot jadi baik?"


"Entahlah,, aku juga tidak tau Nin"kata Kinar pelan"Terima kasih waktu nya Nin"kata Kinar dengan memutar kan cincin kawin nya


"He,,, kita sahabat Kin, sahabat best forever"


"Aku selalu bergantung pada mu"


"Ada apa dengan mu?"


"Sampai kapan aku selalu menyusahkan mu Nin"


"Aku senang kalau kamu meminta tolong pada ku, kamu tau kenapa?"Kinar menggelengkan kepala nya"Berarti kamu itu tidak bisa hidup tanpa ku"


"Benarkah?"tanya Kinar dengan tersenyum


"Apakah kamu tidak ingin mengatakan pada ku apa yang sedang terjadi?"Kinar hanya tersenyum"Ayolah Kinar aku ini sahabat mu?"tanpa mereka berdua sadari Irsyad mendengar kan pembicaraan antara Kinar dan Nina


"Tidak"


"Ah Kinar kamu kenapa selalu menutupi masalah mu, aku ini sahabat kamu, dan apakah kamu tau setelah menikah kamu begitu tertutup, bahkan sedikit pun kamu tidak pernah menceritakan masalah mu pada ku"


"Ini makan lah"kata Irsyad membuat Kinar dan Nina terkejut,Irsyad membuka semua makanan yang dia beli di atas nakas


"Sebanyak ini kamu membeli nya?"tanya Kinar heran, karena banyak sekali tapi sayang satu pun makanan yang Irsyad beli tidak ada yang di sukai kinar


"Aku tidak tau apa makanan kesukaan kamu"


"Aduh pak Irsyad sudah berapa lama bapak menikah dengan sahabat ku? Sampai bapak tidak tau makanan kesukaan nya"


"Jangan lancang kamu!!!!"bentak nya


"Bapak jangan marah, karena satu pun makanan yang bapak bawa tidak ada yang di sukai oleh Kinar"


"Diam kamu Nina!!!lagi lagi irsyad membentak Nina


"Sudah Nin,,, sudah"kata Kinar pelan dengan memegang lengan Nina"Belikan aku bubur ayam dan jus alpukat ya"Nina menganggukkan kepala dan keluar, setelah Kinar memberi nya uang seratus ribu


"jangan di buang"kata Kinar ketika Irsyad memasukan kembali makanan yang di beli nya dengan kasar, wajah marah dan emosi nya tidak bisa di sembunyikan lagi

__ADS_1


"untuk apa kalau tidak di buang"wajah Irsyad begitu dingin ketika menatap kinar


__ADS_2