
Nina mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan melalui wa,setelah itu Nina membawa mobil nya memasuki sebuah cafe,Nina melirik ke arah kinar yang memandang ponsel nya yang selalu berdering
"kenapa tidak di angkat?"Kinar tidak menjawab nya,dia memblokir panggilan masuk nama Irsyad dan tatit
"kenapa kita kemari?"
"kamu akan tau,turun lah"ajak nina dan Kinar pun menurut untuk keluar dari mobil dan memasuki cafe,pelayan datang dengan membawa pesanan karena Nina memesan nya
"makan lah"
"kita mau ngapain?"
"kamu akan tau"Kinar mulai menyeruput jus jeruk dan mencocol kentang goreng dengan saus,tidak berapa lama Ica datang membuat Kinar heran
"ibu memanggil saya?"
"plak"tamparan keras mendarat di pipi mulus Ica membuat nya terhuyung dan mundur kebelakang,membuat para pengunjung terkejut dan melihat ke arah nina
"apa yang kamu lakukan nin?"jerit kinar
"di bayar berapa kamu dengan nya?"Kinar semakin bingung
"aku tidak paham nin?"tanya Nina semakin penasaran
"berapa kamu di bayar nya!!!!???"bentak Nina membuat Ica ketakutan
"maaf Bu saya terpaksa melakukan nya"
"terpaksa?oh,,,segampang itu kamu mengatakan nya,apa kah kamu tau apa yang sekarang terjadi karena ulah mu?"
"jelaskan pada ku nin apa sebenar nya yang sedang terjadi?"nina mengangkat tangan nya ke arah kinar
"apa kamu sudah puas melakukan nya?"Ica hanya diam"lihat Kinar semua ini rencana nya dan Susan"
"maksud kamu?"
"tidak ada pertemuan klien ini semua bohong,dia di bayar Susan untuk semua ini"
"benarkah begitu ca?"
"maafkan saya Bu"
"tega kamu ca,tega"kata Kinar dengan terduduk lemas"apa salah ku pada mu ca apa?"Kinar menangis kembali"aku tidak habis pikir hanya karena uang kamu melakukan nya"
__ADS_1
"maafkan saya Bu"
"pergilah aku tidak ingin melihat wajah mu lagi"
"tapi Bu"
"aku bilang pergi!!!bentak Kinar membuat pengunjung semakin penasaran apa sebenar nya terjadi,dengan langkah terburu buru Ica keluar dari cafe
"aku hancur nin,,aku telah hancur"Nina hanya mampu mengusap punggung kinar"semua nya hanya terlihat baik di luar tapi di dalam,,,"nina menyuruh pelayan membungkus pesanan di meja dan membawa nya di mobil terlebih dahulu nina membayar nya
"makan lah"
"bagaimana kamu menyuruh ku untuk makan sementara hati ku sedang hancur"
"anak dalam perut mu butuh makan kin kamu harus ingat itu"kata nina dengan memberikan bungkusan makanan yang hanya di makan sedikit oleh Kinar"apa kamu benar benar ingin membuat nya tiada?"kinar mengambil bungkusan dari tangan Nina di buka nya dan memakan nya,ponsel Kinar berdering panggilan masuk dari Astri
"halo ma"jawab Kinar dengan menangis
"kamu dimana sayang?"nada suara Astri terdengar sangat khawatir"kamu baik baik saja kan nak?"
"aku baik baik saja ma"Kinar menghapus air mata nya"mama tidak usah khawatir"
"bagaimana mungkin mama tidak khawatir nak,mama sudah mendengar semua nya dari Kinan,dan sekarang mami mertua mu ada di sini"
"kenapa sayang,mami mertua kamu sangat khawatir pada mu"Astri melirik kearah tatit
"aku baik baik saja ma"
"sekarang kamu dimana?"
"aku di suatu tempat yang bisa membuat ku tenang ma"Nina menatap kinar"maafkan aku ma,,,maafkan aku yang tidak mendengar kata kata mama"
"seharusnya mama yang minta maaf sama kamu nak,mama sudah salah memilih pendamping hidup untuk mu"Astri menangis,tatit mendekati nya
"jangan berkata seperti itu ma,karena aku tau orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak nya"
"tapi mama benar benar salah memilih nya nak"dada Kinar terasa begitu sakit
"jangan meminta maaf pada ku ma,,karena tidak pantas seorang ibu meminta maaf kepada anak nya semua juga sudah terjadi mungkin memang seperti ini takdir hidup ku ma"
"Kinar,,,,katakan pada mama nak kamu dimana?"
"dimana tempat yang bisa membuat ku tenang ma"
__ADS_1
"dengar mama nak,,,jangan melakukan apa pun,ingat ada mahluk yang sekarang tumbuh di rahim kamu nak"
"aku tau ma,,percaya pada ku ma aku tidak akan melakukan apapun"kata Kinar dengan mengusap perut nya"mama istirahat jaga kesehatan dan jangan terlalu stres"mendengar kata kinar Astri semakin khawatir jika Kinar melakukan sesuatu yang akan membuat nya menyesal seumur hidup
"kamu janji sama mama ya nak kalau kamu akan menjaga diri kamu dan calon cucu mama"
"tentu ma,,tentu"ponsel langsung di matikan Kinar karena dia tidak ingin Astri semakin tambah merasa bersalah
Astri menatap ponsel nya dengan menangis,Astri sungguh sangat menyesal telah menikah kan putri nya dengan keponakan nya
"maafkan mama Kinar,,,maafkan mama,,,kenapa dulu ketika mama menjodohkan kamu dengan irsyad kamu tidak menolak nya nak?"Astri bicara pada diri nya sendiri"coba saja kamu dulu menolak nya pasti tidak akan seperti ini"kata Astri dengan memukul kening nya
"jangan menyalahkan diri sendiri as"
"aku menyesal mbak"
"tidak ada yang harus disesali semua sudah terjadi"
"mama jangan khawatir"kata Kinan dengan memegang tangan Astri"aku yakin kak kinar pasti kuat ma,dan kak Nina pasti menjaga nya"
"mama takut nan"
"jangan mengkhawatirkan nya ma kak Kinar pasti pulang untuk sekarang biarkan kak Kinar menenangkan diri dan jangan mengganggu nya ma,semakin mama menelpon nya kak Kinar semakin merasa bersalah ma"kata Kinan dengan mengusap punggung nya
"Tante khawatir nan"
"Tante tidak usah khawatir semua nya baik baik saja,Tante pulang dan istirahat lah jika kak kinar pulang aku akan menghubungi Tante"
"tapi kenapa ponsel Kinar tidak bisa Tante hubungi?"
"mungkin kak kinar tidak ingin di ganggu Tan,percaya lah dengan kak Kinar"
"baiklah kalau begitu Tante pamit ya,Astri aku pulang dulu ya"Astri hanya menganggukkan kepala
Kinar menatap jalanan dengan tatapan kosong,tubuh nya terasa begitu lemas dengan kejadian hari ini
"kamu jangan stres Kin"
"aku tidak stres nin aku hanya seperti mimpi dengan kejadian hari ini"
"semua nya nyata Kin dan tidak mimpi"
"aku ingin menjadi anak kecil kembali nin dimana setiap kali aku bersedih dan menangis mama akan memeluk ku nin dengan mengusap kepala ku tapi sekarang aku akan menjadi beban nya nin"
__ADS_1
"jangan berkata seperti itu kinar dia tetap mama mu pasti dia menerima setiap keputusan mu"Kinar hanya diam mendengar kata kata nin Kinar tersenyum kecut