Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Tidak Sengaja


__ADS_3

Tatit menghempaskan pantat nya di kursi taman begitu keras, marah, kecewa, dan tidak terima, rasa yang begitu banyak mendera di hati nya. Irfan yang masih berdiri menatap anak dan istri nya.


"Kau tau Irsyad, ini lah hasil dari apa yang telah kamu lakukan, bukan kau saja yang harus menanggung semua ini, tapi papi dan mami mu juga"Irsyad hanya diam dengan menundukkan kepala nya, sekali kali ia mengusap sudut bibir nya yang terluka"Sekarang lebih baik kita pulang "


"Pulang?"


"Ya pulang, untuk apa lagi kita berada di sini, kalau kenyataan nya kehadiran kita tidak di terima mi"


"Setidaknya kita menunggu Kinar sadar pi, sekarang mami takut dengan keadaan nya p"


"Setelah apa yang telah mami dan Irsyad lakukan"Irfan memegang dagu Irsyad dengan kasar"Apakah kau Sekarang merasa puas telah membuat malu papi di depan adik ipar papi, hah!? Jika kau bukan darah daging ku, sudah jelas kau sudah tidak berada di sini lagi"dengan kasar Irfan mendorong dagu Irsyad, sehingga membuat tubuh nya terpental kebelakang"dan kau juga mi, sejak kapan kau memiliki sifat frontal, ha!?"


"Mami,,,"


"Mami apa!? Mami begitu menyayangi cucu mami, begitu maksud mami? Haaaa!"Irfan menjerit sekuat nya dengan memegang kepala nya"Papi tidak tau lagi apa yang harus papi lakukan terutama untuk kamu Irsyad, sekarang pergi lah dan jangan pernah menampakan wajah mu di depan Kinar"


"Tapi Pi,,"


"Tidak ada tapi tapian, papi begitu malu memiliki seorang anak seperti mu, sekali lagi pergi lah dan jangan pernah kembali sebelum kau merubah sifat buruk mu itu, papi tidak ingin ketika bayi Kinar lahir, dia lebih menderita karena sikap mu itu"


"Pi,, aku sudah bilang, aku tidak akan pergi"


"Oh, kau membantah ucapan papi mu ini, ha!?"


"Tidak pi, izin kan aku menunggu Kinar sampai sadar pi, setelah itu aku janji, aku akan pergi jauh dari hadapan nya pi, jangan kan diri ku pi, bayangan ku pun tak akan mampu ia sentuh"helaan nafas nya begitu keras, Tatit tau itu akan sangat sulit bagi Irsyad, apa lagi calon anak dari putra nya akan segera lahir


"Jika kau masih menampakan diri mu di wajah papa nya Kinar, apa kah kau tau apa yang akan terjadi?"

__ADS_1


"Ya aku tau Pi, dan aku sudah siap menerima segala kemungkinan nya"


"Sekarang kau sudah merasa hebat, bahkan sedikitpun tidak terlihat rasa takut di wajah mu"Arifin tersenyum mengejek"Apakah kau masih berani menampakan diri mu didepan nya setelah apa yang telah kau lakukan pada putri nya?"


"Kinar istri ku pa"


"Istri, sejak kapan kau menganggap nya istri Irsyad?"Irsyad hanya diam, sekarang sekuat apapun ia membela diri tidak ada yang akan membela nya, jadi percuma ia memberikan penjelasan yang pada akhir nya ia akan tetap di salah kan.


Flash Back


Pertemuan penting membuat Arifin dan Irfan keluar dari kantor, mereka mengadakan pertemuan nya di sebuah kafe terkenal di kota Jakarta,


"Mudah mudahan kerja sama kita dengan PT. XL di sepakati ya mas"


"Ya, itu harapan ku, sehingga kerja keras kita tidak akan sia sia"


Pengunjung tidak begitu ramai, karena memang waktu nya jam kantor, semua kafe dan resto akan ramai ketika jam makan siang, Arifin dan Irfan duduk di sudut kafe, sehingga orang tidak dapat melihat nya secara jelas. Betapa terkejut nya mereka berdua begitu masuk kedalam cafe melihat sosok Irsyad dengan seorang wanita, Irsyad sedang memegang tangan seorang wanita dengan mesra


"Jadi ini yang kau lakukan ketika masih jam kerja?"


"Papi, papa"panggil Irsyad terkejut dengan melepas pegangan tangan nya


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"tanya Arifin dengan melihat ke arah Susan


"Pacaran?"tanya Irfan


"Apa kah kau tidak berpikir, ketika kau sedang bersama wanita lain?"Arifin tidak menyangka jika menantu nya selingkuh di belakang putri nya, bagaimana mungkin Irsyad selingkuh, ketika putri nya dalam keadaan hamil"Papa tidak menyangka Ir, kau tega menyakiti putri ku yang sedang mengandung anak mu"Susan sedikit pun tidak merasa bersalah, ia dengan santai memainkan kuku nya"Dan kau, apakah kau tidak tau kalau Irsyad itu sudah menikah? Bahkan istri nya saat ini dalam keadaan hamil!!?"Arifin menekan volume suara nya

__ADS_1


"Ya, saya tau om"siapa pun yang melihat nya akan merasa emosi


"Jika kau sudah tau kalau Irsyad sudah menikah, lalu kenapa kau masih mau jalan dengan nya!!?"Susan hanya tersenyum, sungguh jika Susan seorang pria pasti sudah di gampar nya


"Tanya dengan Irsyad om, kenapa dia masih mau jalan sama saya?"Irsyad menatap ke arah Susan"Sebelum Irsyad menikah dengan Kinar, saya masih kekasih nya, bahkan kami sudah pacaran selama empat tahun"


"Bodoh nya aku yang tidak mengetahui hal ini"Arifin mengusap wajah nya, ia membayangkan putri nya yang sedang hamil, ada rasa bersalah di hati nya, kali ini ia benar benar merasa bersalah


"Betulkah itu Irsyad?"Tanya Irfan, Irsyad menganggukkan kepala nya"Jika kau mencintai pacar mu, kenapa kau mau menikah dengan Kinar!?"Suara Irfan meninggi


"Terpaksa pi"sedikit pun Irsyad tidak merasa bersalah


"Jika kau terpaksa menikah dengan Kinar, lalu kenapa kau membuat nya hamil, ha!!?"Irfan menarik kerah baju Irsyad"Kinar mengambil keputusan yang benar untuk meninggalkan mu, bahkan papi mendukung semua keputusan nya"


"Maksud papi?"Irfan mengusap wajah nya dengan menahan amarah


"Kau itu tuli atau apa, ha!?"


"Papi tidak berhak ikut campur urusan pribadi ku, terutama tentang pernikahan ku"


"Papi mu memang tidak berhak ikut campur dengan urusan pernikahan mu Irsyad, tetapi papa berhak ikut campur, karena Kinar adalah putri ku!!"Irsyad terdiam dengan melihat ke arah mertua nya"Sungguh aku sangat menyesal telah menikah kan putri ku dengan pria seperti mu, kau tidak mengerti dengan perasaan seorang ayah Irsyad, kau tidak akan mengerti"Arifin menepuk pundak Irsyad begitu kuat"Bagi seorang ayah, anak perempuan adalah cinta pertama bagi nya, kau tidak akan paham dengan itu Irsyad, kau tidak akan paham itu, mulai sekarang aku meminta pada mu untuk menjauh dari putri ku, pergi lah, aku tidak ingin melihat putri ku lebih menderita lagi"Sebelum meninggalkan meja Irsyad, Irfan menampar wajah Irsyad


"Papi rasa, tamparan ini belum cukup untuk mu"Susan terdiam


Dengar Irsyad, bukan karena keluarga mu tidak masalah dengan perbuatan mu, sebenar nya mereka sangat malu, lebih lebih orang tua mu, hanya saja mereka takut kamu depresi karena mereka sadar kamu pria tidak waras, yang justru bangga selingkuh di belakang istri


Tidak ada perselingkuhan yang sempurna, sekuat apa pun kamu menyembunyikan perselingkuhan mu, maka suatu hari akan terbongkar walau itu tanpa bantuan kami, karena tidak pernah ada dosa yang benar benar sempurna.

__ADS_1


__ADS_2