Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Mulai Dari Awal


__ADS_3

Kinar harus bangkit dan memulai semua nya dari awal sebab menangisi dan meratapi semua nya akan membuat diri nya semakin terpuruk apa lagi jika mengingat perselingkuhan suami nya bahkan mereka tidak segan melakukan nya di depan kinar dan di tambah irsyad tidak pernah mencintai nya itu akan membuat nya semakin sakit,mungkin seperti ini lah takdir perjodohan nya,kisah dari seseorang yang hidup di jaman Nabi Muhammad SAW,dia bertanya"Ya Allah kami menikah karena mencintai nya dan dia juga adalah jodoh ku lalu ketika kami sudah menikah kenapa kami berpisah"lalu Allah menjawab"Takdir"


"ya mungkin memang takdir ku berjodoh dengan nya hanya sampai di sini"kata Kinar pada diri nya sendiri"karena akulah yang salah hadir di tengah tengah mereka,pada hal aku tau mas Irsyad tidak mencintai ku tapi aku masih begitu berharap pada nya"Kinar mengusap wajah nya yang terasa begitu panas"berhenti menyalahkan diri sendiri kinar,menyalahkan diri sendiri terus menerus akan membuat diri mu menyesal karena semua sudah tiada guna kamu sesali"Kinar bicara pada diri nya sendiri dan bangkit dari duduk nya


Di telusuri jalan yang mengingat kan dia masa sekolah dasar dulu,ketika Astri pindah di Jakarta dia menitipkan Kinar pada nek Popon ibu mertua nya,karena kata sang suami kita semua memulai nya dari awal jadi kita harus meninggalkan Kinar pada ibu,karena Kinar dan Kinan hanya beda satu tahun itu akan sangat merepotkan,ketika Astri benar benar meninggalkan Kinar di Jogja dan saat itu Kinar tidak henti henti nya menangis karena selama ini Kinar tidak pernah berpisah dari Astri,setelah orang tua nya menetap di Jakarta hanya sesekali menjenguk Kinar karena mereka selalu mengatakan pada nek Popon kalau saat ini mereka benar benar sibuk,bagi Kinar saat itu sudah mulai terbiasa hidup dengan nenek nya,setelah menamatkan sekolah dasar Kinar tetap tinggal dengan nenek nya, kota Jogja sudah membuat nya terasa begitu nyaman, bahkan sampai dia tamat sekolah tingkat pertama dimana dia mengenal Nina.


"Kinarrrrrr!!!seseorang menjerit memanggil nya,kinar mencari suara itu tapi Kinar tidak mengingat nya sama sekali"kamu tidak ingat dengan ku"seorang laki laki dengan penampilan berantakan,mungkin dia habis membajak sawah batin Kinar,dengan berat Kinar menggelengkan kepala


"aku Radit teman Sekolah Dasar kamu"Kinar berusaha mengingat nya tapi dia tetap tidak ingat kenapa sekarang daya ingat Kinar begitu rendah"aku Radit teman sekelas kamu yang memiliki berat tubuh melebihi kapasitas"radit berusaha mengingatkan kinar


"ya aku ingat,radit yang punya hobi makan kan?"tanya Kinar dengan tersenyum"tapi sekarang tubuh kamu tidak sebesar dulu,eh kamu apa kabar?"Kinar mengulur kan tangan untuk menjabat tangan Radit tapi Radit menolak nya


"maaf kinar tangan ku kotor"kata radit dengan menunjukan tangan nya yang kotor karena lumpur hitam


"tidak apa apa dit"Kinar menarik tangan nya kembali


"kamu sudah menikah Kin?"tanya Radit dengan melihat ke arah perut kinar


"sudah dit aku sudah menikah,lalu bagaimana dengan kamu sendiri?"tanya Kinar,dari dulu teman nya begitu menyukai kinar karena Kinar anak nya tidak sombong dan begitu ramah.


"sudah Kin malah anak ku sudah tiga"jawab Radit dengan menunjukan jari nya tiga


"wah hebat kamu sudah punya anak tiga"Kinar menepuk pundak Radit,semua orang tau kalau nek Popon itu memang sudah hidup senang dari masih gadis maka nya mereka begitu segan dengan nek Popon,orang tua Kinar ke Jakarta pada waktu itu juga modal dari nek Popon.


"suami kamu tidak ikut?"


"tidak,,dia sedang sibuk dengan bisnis nya dit"


"beruntung banget kamu memiliki suami orang sukses Kin"kata radit sedikit minder

__ADS_1


"ah"Kinar hanya tersenyum,dari luar nya saja aku begitu sangat beruntung tapi kenyataanya tidak seberuntung Radit


"mampir yu kin ke rumah ku"


"rumah kamu mana?"


"tu di depan"Radit menunjuk sebuah rumah berdinding papan yang sudah mulai usang dan atap rumah yang sudah mulai berkarat karena sudah terlalu lama


"tidak apa apa nih aku main kerumah kamu dit?"


"suatu kehormatan bagi ku jika kamu mau main kerumah ku"Radit melirik ke arah kinar,wajah Kinar dari sekolah dasar sampai sekarang tidak pernah berubah tetap cantik bahkan lebih cantik,kulit putih,hidung mancung,tinggi semampai dan memiliki leher yang jenjang,begitu sempurna. Kinar melihat sekitaran rumah dengan begitu teliti


"kamu sudah pulang mas?"Kinar melihat wajah istri Radit dan rasa nya tidak begitu asing


"sudah dek"Jawab Radit tapi istri nya tetap memandang Kinar dengan seksama


"kamu Kinar?"tanya nya,Kinar menganggukkan kepala dengan tersenyum"kamu tidak ingat dengan ku?"Kinar mengerutkan keningnya untuk mengingat nya tapi sayang otak nya begitu lemah saat ini"aku tari lebih tepat nya Bestari teman sebangku mu waktu sekolah Dasar"


"kabar baik,masuk yu"ajak tari dengan menarik tangan Kinar dengan lembut"duduklah,,,kamu mau minum apa?"


"tidak usah repot repot"tari melihat ke arah perut kinar yang mulai menonjol


"kamu hamil?"Kinar menganggukkan kepala"berarti kamu sudah menikah dong?"


"kalau aku belum menikah bagaimana bisa perut ku membuncit"tari juga melihat cincin kawin di jari manis Kinar,mereka berdua tertawa


"anak kamu sudah berapa tar?"


"sudah tiga Kin,ini malah kebobolan lagi"

__ADS_1


"ha"Kinar begitu terkejut ketika melihat anak tari yang masih kecil kecil bahkan sekarang tari hamil lagi"gila kamu ya masih sanggup produksi meski anak anak mu masih begitu kecil?"


"mau gimana lagi"


"kamu tidak berusaha untuk mencegah nya?"


"justru aku mencegah nya tapi malah hamil"Kinar tersenyum sambil mengusap kening nya"ini hamil anak ke berapa?"tanya tari dengan mengusap perut kinar


"pertama"jawab Kinar dengan menunjukkan telunjuk nya


"hebat kamu ya"


"kok hebat?"


"anak teman kamu semua anak nya sudah pada besar lah kamu,,,,"Kinar hanya tersenyum,mungkin kalau kinar tidak di jodohkan sampai saat ini dia belum hamil bahkan belum menikah


"kamu bisa saja"


"suami kamu tidak ikut?"


"suami ku lagi sibuk mengurus perusahaan nya"


"kapan kamu kembali ke Jakarta?"


"aku akan menetap di sini"


"lalu suami kamu di Jakarta,kamu tidak takut suami kamu punya wanita idaman lain?"Kinar hanya tersenyum kecut mendengar kata Tari,tidak berpisah saja dia selingkuh apa lagi berpisah,coba para pembaca yang setia sebenar nya kinar yang pelakor atau Susan?karena Kinar hadir di tengah tengah hubungan Irsyad dan susan dan sampai saat ini Kinar selalu merasa bersalah pada diri nya sendiri.


"kenapa mesti takut?"jawab Kinar dengan tersenyum"maaf Tari hari sudah siang aku pamit pulang ya?"kata Kinar dengan berdiri"kapan kapan kamu main ke rumah nenek ku ya tar dan bawa semua anak anak mu"kata Kinar,Tari menganggukkan kepala sambil tersenyum,ternyata sahabat nya ini tidak pernah berubah,Kinar tetap Kinar yang dulu

__ADS_1


"biar di antar mas Radit ya"


"tidak,,tidak,,terima kasih tar,jalan lebih sehat karena di Jakarta aku tidak pernah jalan seperti ini"aku pamit ya"kata Kinar dengan meninggalkan rumah Tari,Kinar tidak menyangka jika Radit sudah memiliki anak tiga dan bahkan hampir empat,kinar tersenyum dengan geleng geleng kepala.


__ADS_2