Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Merasa Lebih Baik


__ADS_3

Udara Jogja lebih segar di bandingkan kota Jakarta karena kota Jogja masih begitu asri dan sejuk karena masih banyak penghijauan di bandingkan kota Jakarta,nek Popon berjalan menemui Kinar di blangkon di belakang nya Narsih dengan membawa napan berisi secangkir teh dan segelas susu,Kinar masih merentangkan tangan menghirup udara yang begitu terasa segar


"kinar"


"ya nek"jawab Kinar menurunkan tangan nya


"di minum dulu susu nya selagi hangat"


"iya nek"Kinar berjalan di kursi santai yang memang di sediakan untuk santai,Narsih meletakan susu dan secangkir teh di atas meja


"terima kasih bi"


"sama sama non"Narsih pergi kembali ke dapur karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan nya,Kinar mengambil segelas susu nya dan meminum nya pelan pelan


"apa kamu sudah menelpon ibu mu?"


"belum nek"


"sampai kapan?"


"aku masih butuh waktu nek"


"lebih cepat lebih baik nak"Kinar menatap nenek nya


"aku takut mama akan menyuruh ku pulang ke Jakarta nek"


"itu tidak akan terjadi Kinar"


"tapi nek,,,,"


"percaya sama nenek"


"nanti akan aku hubungi nek"


"sekarang"kata nek Popon dengan menyerahkan ponsel nya"telpon sekarang"sebuah perintah yang tidak bisa Kinar tolak karena kinar memang anak dan cucu penurut,dengan ragu Kinar menerima nya"ayo telpon apa lagi yang kamu pikirkan?"


"aku akan menghubungi mama dengan ponsel ku nek"


"pakai ponsel nenek saja"akhir nya kinar pun menurut dan menelpon Astri


"Halo Bu"suara Astri,sudah pasti Astri akan memanggil nya ibu karena ponsel yang di pakai Kinar adalah ponsel nek Popon berarti itu mertua Astri


"ini aku ma kinar"kata kinar pelan dan sedikit ragu

__ADS_1


"kinarrrrr!!!!!jerit Astri membuat Kinan terkejut


"ada apa ma?"


"kakak kamu nelpon Kinan"


"kak Kinar?"Astri menganggukkan kepala dan air mata Astri tidak dapat di bendung lagi


"apa kabar nak?"


"aku baik ma,apa mama baik baik saja?"


"tentu tidak baik nak,,kenapa kamu pergi tidak pamit sama mama nak?"suara Astri begitu sangat bahagia meski air mata nya tidak dapat di bendung


"maafkan aku ma"jawab Kinar dengan memainkan perut nya yang bulat,nek Popon tersenyum melihat cucu nya setidak nya membuat diri nya tidak merasa bersalah karena menutupi keberadaan kinar terhadap menantu nya


"kamu tidak salah nak,,mama yang salah"


"maafkan aku yang sudah merepotkan mama"


"kamu tidak pernah merepotkan mama"Kinar menghapus air mata nya,nek Popon berdiri mendekati Kinar dengan mengusap kepala kinar dengan lembut setelah itu nek Popon pun masuk ke dalam rumah karena nek Popon ingin memberikan ruang untuk cucu nya berbicara dengan menantu nya,Kinar menarik nafas begitu berat"apa kamu baik baik saja nak?"


"aku baik ma"


"aku ingin menenangkan diri ku ma,dan mungkin aku akan tinggal di sini ma"


"kamu masih punya orang tua Kinar"


"tapi aku tidak ingin selalu merepotkan mama"


"kamu tidak pernah merepotkan mama nak"Kinar menghapus air mata nya kembali"mama akan ke Jogja sekarang"


"jangan ma,aku baik baik saja dan mama tidak perlu mengkhawatir kan ku karena nenek begitu menyayangi ku ma"


"baik lah kalau itu mau kamu"


"aku punya permintaan ma?"


"apa nak?"


"jangan mengatakan pada siapapun kalau aku berada di Jogja ma"


"tentu sayang,,,tentu,,mama tidak akan mengatakan pada siapapun"

__ADS_1


"mama janji?"tanya Kinar


"mama janji sayang,,,mama janji"jawab Astri dengan tersenyum bahagia karena setelah ini diri nya tidak akan merasa khawatir dan bingung meski Astri sangat merindukan anak nya itu pada hal baru dua hari Kinar pergi.


"terima kasih ma"kata Kinar"jaga kesehatan mama"


"iya nak"


"aku tutup telpon nya ma,Assalamualaikum"ucap Kinar sebelum mematikan telpon nya,kini Kinar bisa bernafas dengan lega


Astri menatap ponsel nya dengan tersenyum bahagia meski air mata nya tidak dapat berhenti,kini dia tidak merasa sakit kepala lagi karena memikirkan kinar sebab Kinar sudah berada di tempat yang tepat untuk memulai semua nya,setelah mendapat telpon dari kinar rasa lapar mulai di rasakan nya.


Astri turun kebawah untuk menuju dapur dia melihat kinan masih menyusui anak nya Diwa dengan tersenyum Astri mendekati Kinan dan mencium kening Diwa


"apa kamu sudah makan?"


"belum ma"


"kita makan bersama biar Diwa sama bibi dulu"kinan sangat menyukai karakter mama nya karena Astri tidak pernah membedakan antara Kinar dan Kinan,dengan tersenyum kinan menganggukkan kepala dan mengikuti Astri untuk sarapan.


Sementara Kinar menghabis kan susu nya dalam sekali tegukan kini diri nya merasa lebih baik meski jika mengingat perlakuan suami nya masih ada yang sakit tapi itu tidak membuat nya patah semangat,dia tidak perlu mengingat suami nya meski itu tidak benar bagaimana pun kinar tetap mengingat suami nya karena sekarang yang tumbuh di rahim nya adalah benih suami nya.


"maafkan ibu nak ini lah yang terbaik buat kita,kota Jakarta terlalu banyak kenangan pahit antara ibu dan ayah mu karena sampai kapan pun ibu akan selalu mengingat tentang semua itu" kata Kinar dengan mengusap perut nya dengan lembut"baik baik di sini ya nak,,ibu akan selalu menjaga dan menyayangi mu meski apapun yang terjadi,kamu percayakan sama ibu nak"Kinar seperti bicara pada bayi yang sudah lahir"mulai besok kita akan bekerja tempat buyut atau moyang itu sebutan untuk kamu nak kalau ibu memanggil nya nenek nak"kinar tersenyum sendiri


nek Popon mendekati Kinar yang sedang berbicara pada bayi yang berada di perut nya


"apa sekarang kamu sudah lega?"


"sudah nek"jawab kinar dengan tersenyum


"jangan mengajari benci kepada calon bayi mu yang belum lahir kepada ayah nya nak"kata nek popon,sebenar nya nek Popon memiliki nama yang indah yaitu Kianti tapi karena julukan nya semua orang memanggil nya nek popon


"iya nek dan aku tidak pernah mengajari nya untuk membenci ayah nya karena bagaimana pun mas Irsyad adalah ayah nya nek meski ibu nya sangat membenci nya nek"nek Popon tersenyum


"nenek harap kamu bisa menjadi ibu yang bijak nak"Kinar tersenyum


"mudah mudahan nek"


"apa nenek bisa mengambil ponsel nenek"Kinar langsung memberikan ponsel pada nenek nya"ada lagi yang ingin kamu hubungi?"


"tidak untuk saat ini nek"jawab Kinar"terima kasih nek sudah menerima ku di sini"


"jangan bicara seperti itu kamu adalah cucu dari anak laki laki nenek satu satu nya"benar bek popon hanya memiliki dua anak yaitu tatit dan ayah nya.

__ADS_1


__ADS_2