Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Sensitif


__ADS_3

"Kita dari sini naik mobil saja ya, setelah di sana kita sewa motor"


"Gak seru dong Nin, aku ingin menikmati kota Jogja dengan naik motor"


"Kau kan tau, aku tidak begitu mahir dalam mengendarai sepeda motor di jalan raya"


"Pada hal aku kepingin sekali Nin"


"Kalau begitu telpon saja suami mu, terus suruh datang kemari untuk mengantar kan mu"


"Aku mau nya sama kamu, Nin"


"Kalau mau nya sama aku maka nurut dengan kata kata ku"ya ampun sejak kapan Kinar menjadi kekanak Kanakan, bahkan ia begitu nurut apa yang di katakan Nina terhadap nya


"Baiklah"Mau tidak mau maka ia harus mau, dari pada jalan dengan suaminya yang ada mood nya semakin menurun, karena pasti akan bertemu kembali dengan mantan kekasih nya yang lain, sungguh itu akan membuat diri nya semakin terasa bodoh.


"Mau sekarang atau nanti pergi nya?"Nina menatap ke arah Kinar yang masih melamun "Hei"Nina menyentuh lengan Kinar"Di tanya malah melamun, sekarang atau nanti pergi nya?"


"Sekarang dong Nin"Kinar langsung menarik tangan sahabatnya


"Hei, tunggu dulu"


"Kenapa Nin?"Tanya Kinar dengan mode bingung


"Kafe lagi ramai, tidak masalah kita tinggalkan?"Kinar berpikir sejenak


"Kalau begitu aku pergi sendirian"


"Pergi sendirian? Gila Lo, gak, gak, aku gak setuju. Nanti kalau ada apa apa aku yang repot"


"Seperti nya sekarang kau sudah mulai bosan aku repot kan terus Nin? Maaf, aku selalu merepotkan mu, mulai besok aku janji tidak akan membuat mu repot lagi"


"Bukan begitu Kin, aku hanya tidak mau terjadi sesuatu dengan mu, nanti siapa yang nolongin jika terjadi sesuatu sama kamu?"Terlalu klise alasan Nina"Ingat Kin, aku tidak mau di salahkan sama suami robot mu yang sekarang overprotektif banget sama kamu dan calon anak nya yang saat ini berada di perut kamu"Nina bingung melihat sikap Kinar yang berubah rubah, inikah yang di namakan wanita hamil hormon nya naik turun


"Kalau begitu kita cancel saja Nin"Ucap Kinar pelan


"Kok di cancel?"

__ADS_1


"Besok aku akan pergi sendiri"


"Kau marah pada ku?"


"Tidak, kenapa aku harus marah pada mu? Bukan kah yang kau katakan semua nya benar?"Nina merasa bersalah, tidak seharusnya ia berkata begitu. Kinar melepaskan tas yang tergantung di punggung nya dan meletakkan di atas meja nya


"Kin"Panggil Nina pelan dengan menarik tangan Kinar"Jalan yuk?"Ajak nya membuat Kinar melihat Nina begitu tajam


"Aku lagi gak mood"jawab nya singkat dan berjalan keluar


"Kin"Panggil nya kembali


"Aku ingin mengecek pengunjung hari ini, kau tidak perlu memasukkan ke dalam hati tentang perkataan ku tadi"


"Tapi Kin,,,"Kinar tersenyum, bagaimana pun Nina merasa kalau ucapan nya tadi pasti menyinggung hati sahabat nya, tidak ada niat di hati nya membuat sahabat nya terluka atas perkataan nya tadi. Kata kata yang keluar dari mulut nya hanya bentuk kekhawatiran nya tapi kenapa justru Kinar salah dalam mengartikan nya?


"Aku mau keluar"


"Eh, tunggu dulu kau mau kemana?"spontan Nina menarik tangan Kinar


"Ke depan, kau tidak perlu khawatir pada ku"


"It's oke Nina, aku tidak apa apa, aku hanya ingin ke depan mau mengecek sekalian aku ingin minum"


"Aku ikut"tanpa menunggu, Kinar langsung keluar, baru berapa menit Nina tidak di ajak bicara ia sudah merindukan ocehan dan tawa nya Kinar


Kinar berjalan mendekati Wahyu, ia ingin meminta segelas jus buah naga untuk membasahi kerongkongan nya yang tiba tiba terasa kering


"Mbak Kinar ingin sesuatu?"


"Tolong buatkan jus buah naga mas, dan es nya sedikit saja ya?"


"Siap Bosque"


"Jangan begitu mas, karena jika telinga ku sudah naik maka akan sulit untuk turun"canda Kinar


"Mbak Kinar jangan khawatir karena kalau sulit untuk turun akan saya bawakan tangga mbak, biar gampang untuk turun nya"Wahyu menanggapi candaan Kinar

__ADS_1


"Mas Wahyu bisa saja"andai saja semua atasan seperti Kinar maka para karyawan tidak akan merasa takut


"Mbak Kinar tunggu saja di ruangan mbak Kinar nanti saya akan mengantarnya"entah sejak kapan Riski berdiri di belakang nya


"Terima kasih Ki, saya tunggu di meja luar ya"


"Oke mbak"Kinar berjalan di meja luar di ikuti dengan Nina


"Jangan mengikuti ku terus Nin, karena kau bukan pengawal ku"ucap Kinar setelah ia duduk dengan memegang perut nya yang terasa sedikit keram sehingga membuat nya tidak nyaman


"Kau masih marah pada ku?"


"Sudah ku katakan pada mu Nin kalau sedikit pun aku tidak marah pada mu"


"Tapi sikap mu menunjukkan kalau kau sedang marah pada ku"Nina menatap Kinar yang sedang mengusap perut nya


"Sikap mu tidak dapat membohongi ku. Apakah perut mu terasa sakit?"


"Tidak Nina, tidak"jawab nya dengan mengusap keringat yang membasahi wajah nya yang tirus


"Kenapa kau tetap berbohong pada ku, ingat Kinar kita berteman bukan setahun dua tahun, sudah pasti aku paham betul tentang mu"Kinar menarik nafas nya, rasa nya memang sulit jika harus membohongi nya karena sejak pertama ia tau tentang kehamilan nya Nina selalu bersama


"Hanya sedikit keram"


"Apakah rasa keram itu di akibatkan kita tidak jadi pergi?"


"Tidak"


"Kalau rasa sakit itu muncul karena kita tidak jadi pergi, maka setelah makan siang kita ke tempat yang kau ingin kan ya?"


"Mas Irsyad akan makan siang di sini jadi aku tidak akan pergi kemana pun"


"Baiklah, jika suami mu akan makan siang hari ini berarti besok kita akan ke sana"Kinar hanya diam"Kalau begitu aku ke dalam dulu ya"Kinar hanya menganggukkan kepala


"Ini jus nya mbak"


"Terima kasih Ki"Riski hanya menganggukkan kepala lalu pergi. Di seruput nya jus naga pesanan nya, rasa nya begitu segar sehingga kerongkongan nya tidak terasa kering lagi.

__ADS_1


Kinar mengusap perut nya dengan melihat beberapa pelanggan yang datang dan juga pergi.


"Kenapa akhir akhir ini aku begitu mudah marah dan ngambek, pada hal yang di katakan Nina benar ada nya tetapi kenapa aku merasa tidak terima. Daya imun dan mood ku menurun karena hanya bertemu dengan mantan kekasih mas Irsyad? Hadeh kalau seperti ini terus menerus aku bisa terkena penyakit infeksi hati. Aku harus bisa menetralisir hati ku kalau tidak penyakit itu bisa menggerogoti ku, karena aku yakin infeksi hati pengobatan nya akan sulit"Kinar berbicara pada diri nya sendiri dan sesekali menyeruput jus nya


__ADS_2