
Irsyad mengikuti langkah istri nya dari belakang dan tidak ada suara di antara mereka, Nina tau kalau suami dari sahabat nya pasti merasa cemburu melihat istri nya begitu kelihatan bahagia ngobrol dengan teman masa SMA nya
"Sayang"Panggil Irsyad, namun Kinar tidak menghiraukan nya"Sayang"Kinar berhenti dan memutar balikan badan nya, ia menarik nafas lalu membuang nya dengan kasar
"Apa penjelasan ku masih kurang mas, kalau aku dan Dimas tidak memiliki hubungan apapun"kata Kinar dengan mata memerah ketika sudah berada di dalam ruangan nya"Tolong mas, tolong jangan membuat ku Ilfil tehadap mu"ucap Kinar"Aku tidak pernah sebegitu nya cemburu terhadap mu yang jelas jelas memiliki hubungan dengan Susan, lalu kenapa kau cemburu kepada Dimas sementara aku tidak memiliki hubungan apapun terhadap nya aku dan Dimas hanya sebatas teman"Irsyad terdiam dengan menatap wajah istri nya yang sedang menahan amarah, ia memijit pelipis nya yang terasa berdenyut"Sekarang terserah kamu saja mas, mau percaya atau tidak itu juga hak kamu"Kinar membanting pantat nya di kursi dengan kasar, sehingga ia merasa nyeri di perut nya namun Kinar berusaha menahan nya dengan mengusap perut nya naik turun. Irsyad hanya melihat tanpa bereaksi sedikit pun. Ternyata bisa hidup bersama suami itu tidak sebahagia yang ia bayangkan, dulu ia berpikir akan bahagia jika kembali pada suami nya tetapi jika ia di cemburui seperti ini ia merasa tidak nyaman.
"Maafkan aku, entah kenapa aku bisa sebegitu cemburu terhadap mu"Kinar memangku kening nya dengan menggunakan kedua tangan nya"Dan aku tidak suka melihat nya. Berjanji lah kalau kau tidak akan pernah menemui Dimas lagi?"Irsyad mendekati istri nya dan mengusap punggung istri nya dengan lembut,
"Aku tidak selingkuh dengan Dimas, mas. Harus berapa kali aku mengatakan pada mu? Harus kah aku melarang nya jika ia datang kemari memang ingin makan bukan untuk menemui ku!?"
"Maafkan aku, tapi aku benar benar tidak suka dengan nya"Kinar tidak bereaksi, ia masih di posisi nya"Kinar"Panggil nya"Apakah kau masih marah pada ku?"Kinar menghapus air mata nya dan menatap ke arah Irsyad
"Kalau aku hanya berbicara dengan lawan jenis ku saja kau sudah merasa cemburu, aku rasa hubungan kita tidak akan pernah baik baik saja mas"ucap Kinar pelan dengan menghapus air mata nya
"Maafkan aku Kinar, maafkan aku"Irsyad merengkuh kepala istri nya dan di bawa nya kedalam pelukan nya
"Jika begini lebih baik kita hidup seperti dulu mas, karena kita tidak akan ada saling sakit hati"
"Tidak kinar, tidak. Aku minta maaf"Irsyad mencium kepala istri nya"Jangan bicara seperti itu"Kinar menarik kepala nya dari pelukan Irsyad
"Tapi aku justru merasa tidak nyaman jika kau bersikap seperti ini"Irsyad menatap istri nya dengan mata sendu
Arifin melihat Tatit yang sudah sadar yang kini sedang makan di suapi oleh istri nya
"Kau sudah sadar mbak?"Tatit hanya menganggukkan kepala dengan tersenyum
"Jika kalian ingin berbicara, bicaralah di luar"
__ADS_1
"Tapi mbak,,"
"Aku sudah baikan, pergilah"
"Dimana Kinar, ma?"
"Sudah Kembali ke Jogja"Arifin melihat ke arah istri nya penuh curiga
"Apa telah terjadi sesuatu?"
"Tidak"
"Lalu kenapa Kinar begitu cepat kembali ke Jogja?"Astrea menarik nafas nya, ia akan mengatakan semua nya tapi tidak sekarang, Tatit baru saja sadar dari koma nya
"Nanti aku jelas kan setelah mbak Tatit selesai makan"
"Pergilah As, aku sudah kenyang"
"Pergilah"Astrea menurut dan meletakan piring nya dan keluar di ikuti oleh suami nya
"Kemana Kinar?" Arifin bertanya kembali
"Sudah mama katakan kalau Kinar kembali ke Jogja, jika papa tidak percaya dengan jawaban mama, papa bisa menghubungi Kinar"
"Jika mama berbohong,,"
"Kenapa jika mama berbohong? Papa akan menalak mama?"Arifin menatap istri nya yang saat ini telah berani menantang nya, sejak kapan Astrea nya memiliki keberanian ini? Bukan kah selama ini Astrea adalah tipe istri yang penurut"Irsyad membawa Kinar bersama nya"ucap Astrea membuat Arifin terkejut
__ADS_1
"Apa? Irsyad membawa putri kita? Kenapa mama mengizinkan nya!?"Arifin begitu marah"Siapa yang memberi mama hak untuk mengizinkan Irsyad membawa putri kita?"
"Papa lupa kalau Kinar itu putri ku? Papa jangan lupa kalau aku yang telah mengandung dan melahirkan Kinar"
"Oh bagus, sekarang mama sudah berani melawan papa?"
"Mama tidak melawan papa, tapi mama ingin melihat Kinar bahagia"
"Tapi tidak dengan hidup bersama bajingan itu ma"
"Bajingan itu selain dia keponakan papa tapi dia juga menantu kita, papa melupakan itu?"Arifin terdiam"Sekarang jangan pernah mengusik kehidupan Kinar, biarkan ia memilih jalan nya kita sebagai orang tua cukup mendoakan kebahagian putri kita"Arifin melihat istri nya penuh dengan kemarahan"Apa kah papa tidak ingin melihat Kinar hidup bahagia? Atau papa akan menjemput Kinar secara paksa?"Arifin masih diam"Saat ini jika papa ingin melakukan semua itu, lakukan lah, lakukan lah sesuka hati papa"ucap Astrea dengan meninggalkan suami nya yang masih terdiam
"Papa akan menjemput Kinar!"Astrea menghentikan langkah nya setelah itu ia melanjutkan langkah nya
"Ini bukan sifat istri ku, kenapa sekarang ia benar benar berubah, siapa yang telah mempengaruhi nya? Aku akan menjemput Kinar dari pria brengsek itu, berani sekali ia membawa kabur putri ku"
Astrea membanting tubuh nya di sofa kamar Tatit, ia benar benar tidak habis pikir. Kenapa suami nya tidak mengizinkan putri nya hidup bersama suami nya? Sekarang ia paham ternyata kerasa kepala Irsyad nurun dari Arifin. Karena Arifin, Tatit dan Irsyad sama sama keras kepala, bukan kah mereka satu garis keturunan?
"Ini lah yang aku takut kan As jika suami mu mengetahui nya"Tatit mengusap wajah nya yang pucat"Apakah Arifin akan menjemput Kinar?"
"Iya mbak, sekarang aku tidak perduli apa yang ingin mas Arifin lakukan"
"Jika ia menjemput paksa Kinar maka akan terjadi perperangan antara Arifin dan Irsyad, As"
"Bukan kah selama ini sudah terjadi? Sampai kapan pun mas Arifin tidak akan pernah mengizinkan Kinar kembali pada Irsyad"
"Hubungan ku dengan Arifin semakin memburuk As, dan aku rasa sangat sulit untuk memperbaiki nya"
__ADS_1
"Semua itu pasti ada waktu nya mbak, tidak sekarang tapi aku yakin suatu saat pasti akan ada"
"Jika tidak ada? Apakah kau terima anak mu menyandang status janda?"Astrea terdiam dengan menatap wajah Tatit, di hati Astrea ia merasa tidak rela jika Kinar harus menyandang status janda tapi jika itu takdir nya maka ia harus terima kenyataan itu