
Astrea berlari keluar dari ruangan ICU sambil menangis, sebagai seorang ibu saat ini hati nya benar benar hancur, bahkan dunia rasa nya seperti runtuh. Ia memeluk erat tubuh suami nya, sehingga membuat Arifin terkejut, karena istri nya memeluk nya tanpa memberi kode dan dalam keadaan menangis.
"Apa yang terjadi ma?"Arifin mulai di hinggapi rasa takut"Kenapa mama menangis?"
"Kinar pa, putri kita"dada Arifin terasa sesak, apakah putri nya saat ini telah tiada? Ia mengusap wajah nya yang di penuhi keringat
"Maksud mama putri kita telah tiada begitu?"Astrea memukul dada suaminya"Auw sakit tau ma"
"Papa kalau bicara jangan sembarangan"
"Lalu apa?"
"Keadaan Kinar semakin menurun pa"Astrea memeluk suaminya kembali dengan menangis"Seperti nya harapan sangat kecil, untuk Kinar bisa bertahan pa"
"Mama jangan bicara seperti itu ma, kita harus optimis!"ucap Arifin dengan mengguncang kedua bagi istri nya
"Tapi mama takut pa"Nina yang selama ini tidak pernah menangis melihat keadaan sahabat nya, kini ia menangis dengan tersedu sedu"Mama takut Kinar tidak mampu bertahan"Arifin mengepal kan kedua tangan nya
"Papa keluar sebentar, mama tunggu di sini ya?"
"Papa mau kemana?"
"Papa hanya ingin keluar sebenar ma"
"Tapi mau kemana pa?"
"Ada yang harus papa urus"
"Papa jangan membuat masalah ya pa?"
"Papa tidak akan membuat masalah ma, papa justru ingin menyelesaikan masalah"ucap Arifin dengan meninggalkan istri nya
__ADS_1
"Pa"panggil Astrea pelan, namun Arifin tidak menghiraukan panggilan nya, Nina mendekati Astrea dan membawa nya duduk di kursi depan ruang ICU,
"Tante sabar ya, saat ini yang di butuhkan Kinar do'a dari kita Tan, agar ia bisa melewati semua ini"Astrea menatap Nina dengan mata sendu, ia tau kalau Astrea habis menangis. Mata nya yang sembab tidak dapat di bohongi
"Aku yakin Tante, dan aku masih begitu yakin kalau Kinar mampu melewati ini semua"
"Tapi sampai kapan Nin?"Nina menatap wajah ibu sahabat nya
"Kita tunggu saja tante"rasa nya mata nya sudah begitu lelah untuk mengeluarkan air mata menangisi putri nya, namun ini lah yang bisa ia lakukan untuk saat ini.
Dengan mengendarai mobil nya Arifin tidak dapat lagi menahan amarah nya, ingin rasanya ia mencelakai semua orang yang berada di depan nya, namun ia berpikir kembali, untuk apa ia melampiaskan kemarahannya kepada orang orang yang tidak tau apa apa, seharusnya yang menerima kemarahan nya adalah Irsyad, dia orang yang harus bertanggung jawab dengan semua ini. Arifin memarkirkan mobil nya di depan Polres Jakarta, ia ingin melaporkan atas tindakan Kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) yang di lakukan Irsyad terhadap Putri nya. Namun langkah nya terhenti ketika ia melihat bajin**an Irsyad sedang duduk berhadapan dengan seorang polisi
"Apa yang ia lakukan di sini?"ia mendekati Irsyad yang sedang duduk
"Baguslah kau sudah berada di sini, itu artinya polisi tidak perlu mencari mu kemana mana"Irsyad hanya duduk tertunduk lesu
"Ada yang bisa kami bantu pak?"
"Ya"
"Tangkap keparat ini pak, masukkan dia kedalam sel sampai ia mati membusuk"ucap Arifin dengan mencengkram leher menantu nya
"Sabar pak, ini kantor polisi"
"Justru ini kantor polisi pak, saya bisa menghajar nya seperti yang ia lakukan terhadap putri saya pak"
"Maksud bapak"
"Ia menantu saya pak, dia lah yang menyebabkan kondisi putri saya saat ini berada di ruang ICU karena koma"pak polisi yang bernama Brata menatap kearah Irsyad secara intens
"Benar begitu pak?"tanya Brata, Irsyad hanya menganggukkan kepala nya"Apa alasan nya bapak membuat putri pak,,,?"
__ADS_1
"Arifin"
"Membuat putri pak Arifin sampai tidak sadarkan diri dan koma"
"Dia adalah menantu bajin**an yang tidak punya terima kasih, seharusnya ia bersyukur dapat menikah dengan putri saya yang baik dan tidak pernah menuntut apapun kepada nya"
"Sabar pak"
"Bagaimana saya bisa sabar pak, kalau saat ini kondisi putri saya sedang kritis!?"ucap Arifin dengan nada tinggi"Pak Brata karena tidak di posisi saya, mungkin pak Brata akan melakukan hal yang sama jika putri bapak saat ini berada di ICU karena perbuatan suami nya, yang tidak dapat saya terima saat ini kondisi putri saya dalam keadaan hamil pak"ucap nya sambil menangis"Bapak tidak perlu menginterogasi keparat ini pak, masuk kan dia kedalam penjara sekarang juga"
"Sabar pak, apa tidak bisa damai secara kekeluargaan pak"
"Damai?"Arifin tersenyum tipis sambil mengusap air mata nya"Saya tidak ingin damai, karena saat ini hati saya pun sedang tidak berdamai dengan nya"
"Apa pak Arifin sudah memikirkan nya?"
"Saya tidak perlu memikirkan nya kembali untuk memasukan nya kedalam jeruji. Hati saya benar benar hancur ketika saya melihat kondisi putri saya tidak berdaya di ruangan ICU pak"lagi lagi Arifin menangis, sungguh ini bukan air mata buaya, apalagi air mata yang meminta belas kasih, tapi ini adalah air mata seorang ayah yang sedang menangisi keadaan putri nya"Ia harus menerima balasan dari perbuatan nya, dan jika putri saya sadar, saya akan kemari" ucap Arifin sambil berlalu, Irsyad hanya mampu memandang nya, selama ini ia tidak pernah bermimpi akan di benci oleh orang tua dari istri nya, sekarang ia harus menerima apa yang ia perbuat terhadap istri nya.
"Sersan Kamil"
"Siap pak"
"Masukkan dia ke dalam sel"
"Siap"Irsyad di tuntun oleh Kamil masuk kedalam sel
"Jika hal ini membuat mu bisa memaafkan ku, maka akan aku lakukan Kinar, bahkan mati sekalipun jika bisa membuat mu sadar dari koma akan aku lakukan"Irsyad di masukkan di sel yang tidak ada penghuni nya, ia menunduk menangkup kan wajah nya di kedua lutut nya dengan kedua tangan nya di letakan di wajah nya"Terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah aku lakukan terhadap mu, bahkan sampai saat ini aku tidak pernah meminta maaf atas perbuatan yang aku lakukan pada mu Kinar"
"Ya Tuhan beri aku kesempatan untuk meminta maaf kepada istri dan kedua mertua ku ya Allah, dosa ku sungguh tidak terhitung lagi"ternyata pria robot dan serigala bisa juga menangisi kesalahan nya. Nina mana, Nina. Jika ia melihat suami sahabat nya menangis tersedu sedu ia lah orang yang pertama kali yang akan tertawa terbahak bahak. Karena ini adalah hal yang paling langkah di muka bumi ini.
Di dalam mobil Arifin belum merasa puas jika ia belum melihat menantu biad**b nya hanya masuk ke dalam penjara tanpa ada penyiksaan terlebih dahulu. Masuk dalam penjara belum cukup bagi Irsyad, seharusnya sebelum masuk penjara, Arifin menghajar nya terlebih dahulu agar hati nya merasa puas.
__ADS_1
Ayah adalah sosok yang berharga bagi anak anak nya. Bahkan anak pertama nya kerap menyebut ayah nya sebagai cinta pertama nya. Meskipun terlihat tegas dan terkesan garang karena jarang menunjukan perasaan terhadap anak nya, sesungguh nya kasih sayang ayah terhadap nya tak kalah besar dari seorang ibu. Maka ia akan melakukan apapun ketika anak nya terluka. Cinta ayah itu terkadang tak akan terlihat, karena ia memang tak pandai untuk menunjukkan nya.
Ayah lelaki pertama yang menyayangi mu, yang merelakan hidup nya untuk menjagamu, yang menghabiskan waktu nya demi kebahagiaan mu, yang selalu tampak tegar menguatkan mu.