Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Jangan Menyerah


__ADS_3

Nek Popon menatap cucu nya yang masih betah duduk diam di kursi baru nya, sejenak nek Popon menarik nafas nya lalu berdiri dengan mengusap punggung Kinar dengan lembut, merasa ada yang menyentuh punggung nya Kinar menatap ke arah tangan yang berada di punggung nya


"Apakah kau menyukai tempat ini?"


"tentu nek"jawab Kinar dengan tersenyum


"Jangan membohongi perasaan mu sendiri nduk" Kinar menarik nafas nya tiba tiba terasa sesak


"Aku sedang berusaha nek, jadi tolong dukung aku nek"


"Apa pun keputusan mu nenek akan selalu mendukung mu karena kau yang tau masalah rumah tangga mu"kata nek Popon dengan mengusap kepala Kinar"Jangan pernah menyerah apa lagi putus asa"Kinar mengangkat kepala nya dan menatap nenek nya yang tersenyum"seberat apapun masalah ruma tangga mu, nenek yakin pasti ada jalan keluar nya"


"Sesakit apa pun perasaan ku saat ini, aku yakin nek ini lah jalan yang terbaik"


"Nenek lebih suka kalau kamu lebih bersikap optimis karena setelah hujan pasti ada pelangi"


"Tapi tidak selalu setelah hujan ada pelangi nek"


"Ah,,itu hanya pribahasa nduk"


"Ya aku tau itu nek"


"Tunggu di sini sebentar ya"


"Nenek mau kemana?" tanya Kinar dengan mengikuti nenek nya


"Nenek sudah mengatakan tunggu di sini kenapa kamu keras kepala sekali"


"Ah nenek"


Nek Popon memanggil salah satu karyawan dan meminta tolong agar seluruh pegawai berkumpul di ruangan nya, tidak membutuhkan waktu lama semua sudah berada di ruangan nek Popon


"Kenapa kalian semua menunduk?"

__ADS_1


"Apa kami membuat kesalahan Bu sehingga Bu rianti memanggil kami keruangan ibu?"tanya salah satu karyawan


"Menurut kalian?"mereka saling pandang, sementara Kinar hanya duduk dengan mengusap perut nya


"Kami tidak tau Bu apa kesalahan yang telah kami perbuat"


"Tenang kalian semua jangan panik"


"Apa ibu akan memecat kami semua?"


"Lalau ada kesalahan yang kami lakukan Bu tolong beri tau kami supaya kami memperbaiki nya Bu, tapi tolong Bu kami sangat membutuhkan pekerjaan ini Bu"


"Uang ingin memecat kalian itu siapa?"


"Kalau kami tidak membuat kesalahan kenapa ibu memanggil kemari Bu?"


"Kinar kemari sayang"Kinar berdiri dan berjalan mendekati nenek nya "ini Kinar yang akan mengelola semua di cafe ini dan saya mempercayakan kan sepenuh nya pada nya"ada pandangan yang tidak suka di wajah Ayu, mereka bernafas lega terkecuali Ayu


"Kalian semua bisa memanggil nya dengan mbak Kinar"


"Kalau kamu membutuhkan sesuatu telpon nenek saja ya sayang?"Kinar menganggukkan kepala, kini dia memiliki tanggung jawab yang besar akan maju dan mundur nya cafe ini tapi setidak nya dengan ada nya kegiatan baru nya itu akan membuat Kinar tidak selalu memikirkan ayah calon bayi nya


"Kalian semua boleh keluar"


"Terima kasih bu, dan kami permisi Bu dan mari mbak kinar"mereka keluar dengan tersenyum lega


"eh kalian penasaran tidak siapa sebenarnya mbak Kinar itu ya?dan kenapa Bu Rianti mempercayakan cafe ini pada nya"


"Itu lah yang membuat aku penasaran, aku suka lihat mbak Kinar cantik, anggun dan kelihatan tidak sombong"


"Jangan terlalu memujinya karena kita juga baru mengenal nya"sahut Ayu


"Pandangan pertama itu tidak pernah salah"

__ADS_1


"Karena kamu tertarik pada nya kan Ki?"


"Kamu kenapa sih yu dari awal sampai akhir aku lihat kamu tidak menyukai nya"


"Itu perasaan kamu"


"Perasaan ku tidak seperti itu"mereka menarik nafas melihat sikap Ayu


"Nenek harap dengan kamu bekerja di cafe ini kamu bisa pelan pelan melupakan Irsyad"Kinar hanya diam"jangan pernah menyerah tunjukan pada nya kalau kamu bisa berhasil tanpa dia di samping mu"


"Bagaimana aku bisa melupakan nya nek sementara benih nya sekarang berada di rahim ku"


"Membutuhkan waktu untuk melupakan semua nya jadi belajarlah dari sekarang untuk melupakan nya atau kamu ingin kembali pada nya?"pertanyaan nenek nya membuat Kinar terkejut


"Aku tidak tau nek"


"Jika suatu saat dia kembali pada mu dan meminta maaf dengan mengatakan dia akan memperbaiki semua nya dan memulai nya dari awal apa kamu akan memberikan kesempatan itu pada nya?"


"kenapa nenek menanyakan hal itu?"nek Popon tersenyum


"Mata dan sikap mu mengatakan kalau kamu begitu mencintai nya dan berharap kesempatan itu akan datang?"nek Popon mengusap punggung cucu nya"rasa itu tidak pernah salah nak, namun jangan karena rasa itu kamu akan menyesal kembali nanti nya, ingat sudah berapa kali dia menyakiti mu, maaf bukan nenek tidak suka kamu kembali pada nya tapi sebelum ia benar benar kembali kamu harus memberi nya pelajaran agar dia tidak lagi melakukan kesalahan yang sama kembali"


apa yang di katakan nenek nya benar dan Kinar tidak bisa mengelak nya dan mengatakan tidak, karena hati nya memang tidak bisa di bohongi, mungkin kinar hanya mampu dibibir saja kalau diri nya begitu membenci Irsyad dan ingin berpisah dari nya namun kenyataan itu sungguh sangat sulit bagi nya, Kinar yang salah kenapa dia harus jatuh cinta pada robot yang tidak memiliki hati sedikit pun, kenapa Kinar yang terlebih dulu jatuh cinta pada Irsyad, mungkin karena Kinar waktu menikah tidak memiliki kekasih sehingga hati nya begitu muda untuk jatuh cinta tidak seperti Irsyad ketika menikah dia memiliki kekasih sehingga sulit bagi Irsyad untuk jatuh cinta pada Kinar. Wahai hati yang terbuat dari segumpal darah kenapa kamu di ciptakan untuk merasakan hal yang sakit dan kenapa tempat mu harus di dada yang membuat semua orang akan terasa sesak ketika merasakan sakit kenapa kamu tidak di tempatkan di lutut?pertanyaan bodoh.


"belajar lah pelan pelan untuk melupakan ayah calon bayi mu, meski kalian berdua sama sama cucu nenek tapi nenek tidak rela jika dia menyakiti mu terus menerus"


"Aku akan berusaha nek"


"Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil?"Kinar hanya diam dengan menatap perut nya yang bundar.


Setelah kepergian Nek Popon Kinar duduk dengan memangku wajah dengan tangan kanan nya


"Ternyata pernikahan tidak seindah yang di katakan teman teman ku, tapi mungkin saja takdir ku yang tidak beruntung bukti nya semua teman ku merasa bahagia bisa hidup bersama dengan orang yang mereka cintai"Kinar mengusap wajah nya"Aku lupa siapa ayah dari benih yang tumbuh di rahim ku ini"

__ADS_1


Takdir ku berbeda dengan mereka, tapi benar kata nek Popon barang kali saja ada pelangi setelah hujan.


__ADS_2