
Irsyad menggandeng tangan Kinar ketika memasuki rumah sakit, dan tangan kiri Kinar bergelayut mesra di lengan Irsyad. Sungguh pemandangan yang luar biasa, meski sesekali tangan kiri Kinar berada di atas perut nya dan berganti ke pinggang nya
"Kau lelah"
"Tidak"meski wajah nya tidak dapat di bohongi namun Kinar tetap tersenyum, dan tanpa sengaja mereka berdua bertemu dengan Shella membuat Kinar buru buru melepas kan pegangan tangan nya, namun tangan nya ditahan oleh Irsyad
"Kau tidak perlu melepas kan tangan mu"bisik nya tepat di telinga istri nya.
Mata Shella terbuka lebar mana kala ia melihat Irsyad begitu mesra menggenggam tangan Kinar, sehingga membuat Shella penasaran ada hubungan apa sebenar nya Irsyad dan Kinar? Jika hanya sepupu tidak mungkin mereka seakrab dan semesra itu
"Hai"sapa Shella dengan melihat ke arah tangan Irsyad
"Hai"sapa Kinar
"Kemana suami kamu Kin? Kenapa sampai harus Irsyad sepupu kamu yang mengantar mu kontrol?"
"Oh ya Shel, bukan kah aku pernah mengatakan pada mu kalau aku sudah menikah?"
"Ya, dan jangan katakan kalau istri kamu adalah Kinar sepupu kamu sendiri?"tanya Shella dengan menatap Kinar penuh cemburu
"Betul sekali, istri ku memang Kinar"
"Bagaimana mungkin kau menikah dengan sepupu sendiri Ir?"
"Kenapa? Apakah ada yang salah? Selain Kinar sepupu ku, dia juga cantik dan baik sehingga aku tidak menyesal menikah dengan nya"Kinar hanya diam dengan menundukkan kepala, ia merasa malu. Tapi tunggu kenapa ia harus malu? Bukan kah mereka menikah secara sah? Bukan karena selingkuh
"Kenapa kamu berbohong pada ku Kinar!?"
"Turun kan nada bicara mu dokter Shella!? aku tidak suka ada orang lain berbicara keras kepada istri ku!"ucap Irsyad tegas dengan menatap ke arah shella dengan tajam"Kau tidak punya hak marah pada istri ku! Kinar tidak berbohong pada mu, istri ku hanya ingin menjaga perasaan mu sebagai mantan ku"jawab Irsyad dengan mengusap tangan Kinar dengan lembut
"Tapi kenapa dia harus bohong?"
"Apa masalah nya dengan mu? Kita memang memiliki hubungan, tapi itu dulu. Bukan kah kita sama sama sudah menikah? Lalu kenapa kau marah pada istri ku?"Kinar hanya diam"Kau tidak perlu memikirkan tentang ucapan nya sayang?"bisik Irsyad dengan mencium pipi istri nya
__ADS_1
"Kamu tidak bisa melakukan semua itu pada ku?"
"Dengar baik baik dokter Shella, kau yang telah meninggalkan ku demi pria lain, lalu apa aku juga salah melanjutkan hidup ku bersama dengan wanita yang aku cintai yang saat ini status nya istri dan calon ibu bagi anak ku?"Shella menatap Kinar begitu nanar, apa lagi ketika ia melihat tanda merah di leher Kinar dan rambut nya tergerai sedikit basah yang di biarkan begitu saja, semua itu semakin membuat Shella terbakar cemburu
"Jauh kan mata mu dari istri ku Shella, karena aku tidak suka ada orang lain yang menatap istri ku seperti itu, karena istri ku bukan penjahat apa lagi pembunuh!!"Shella menjadi ciut mendengar nada suara Irsyad yang begitu tinggi demi membela istri nya"Apakah kau ingin mata mu yang indah itu aku buat keluar dari kelopak nya?"
"Mas"panggil Kinar pelan dengan mengusap lengan suami nya"Jangan buat ribut, ini rumah sakit"
"Kita akan menemui dokter kandungan, setelah itu minta rekomendasi untuk pindah rumah sakit"
"Tapi rumah sakit ini bagus mas"
"Meski pun rumah sakit ini sangat bagus, untuk apa kita kemari kalau ternyata kau merasa tidak nyaman"kata Irsyad dengan melihat Shella
"Aku nyaman mas"Shella menatap Irsyad dan Kinar secara bergantian, ia masih tidak percaya kalau Irsyad telah berubah pada diri nya hanya demi Kinar. Bukan kah dulu ia memohon pada Shella untuk selalu menjaga cintanya lalu sekarang. Racun apa yang di berikan Kinar untuk Irsyad? Sehingga membuat pria yang punya sifat cuek dan arogan itu bisa berubah sederatis itu.
Irsyad menatap istri nya yang menunduk dengan menatap perut nya yang kelihatan bergerak kesana kemari, sehingga Irsyad mengikuti arah mata istri nya
"Ya ampun sayang"ucap Irsyad dengan mengusap perut Kinar berkali kali, tangan Kinar yang berada di genggaman tangan Irsyad ia genggam semakin erat, karena perut nya terasa begitu sakit, terasa menekan di bawah dan ingin keluar"Kau merasa sakit?"irsyad menatap Kinar yang memejam kan mata nya dengan meringis, Kinar hanya diam. Shella menatap Kinar dengan ikutan meringis"Apa kau ingin aku menggendong mu?"tanya Irsyad yang ingin membopong tubuh Kinar, namun ia menahan tangan Irsyad
"Apa kah kau yakin"bisik irsyad dari belakang, Kinar hanya menganggukkan kepala nya
Kinar berulang kali menarik nafas dan mengeluarkan nya pelan pelan, Irsyad berjalan di samping istri nya dan melihat ke arah nya, Kinar masih meringis dengan memegang bawah perut nya, dengan cepat Irsyad membopong tubuh istri nya dan langsung di bawa ke ruangan dimana dokter kandungan sedang memeriksa pasien
"Pak silahkan tunggu di luar"kata seorang suster
"Kau menyuruh ku untuk menunggu? Apakah kau tidak dapat melihat saat ini kondisi istri ku?"
"Mas, kita tunggu di luar saja, kita menunggu antrian"
"Bagaimana kau menyuruh ku untuk menunggu di luar?"Kinar memegang leher suami nya
"Turun kan aku mas, dan kita tunggu di luar"Irsyad mengikuti kata kata istri nya untuk menunggu di luar, dan ketika mereka keluar melihat Shella berdiri mematung di depan pintu
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ingin tau kondisi Kinar"
"Jangan sok perhatian"
"Mas"panggil Kinar dengan menggelengkan kepala nya
"Kau tunggu di sana?"kata irsyad dengan menunjuk ke arah kursi tunggu"Aku akan mendaftar terlebih dahulu"
Ia berjalan dengan kesusahan menuju kursi tunggu dengan memegang perut nya yang masih terasa sakit
"Kamu kenapa sayang?"tanya Kinar dengan mengusap perut nya ketika sudah duduk, ia merasa perut nya semakin sakit dan ini tidak seperti biasa nya
"Apa perut mu masih terasa sakit?"tanya Irsyad ketika melihat istri nya tengah memejamkan mata sambil menggigit bibir nya
"Ah tidak"bohong nya, tetapi pegangan tangan nya pada paha suami nya tidak dapat di bohongi, Irsyad hanya dapat menatap istri nya dengan nyegir kuda. Tangan Irsyad mengusap perut Kinar dengan lembut membuat ia merasa sedikit nyaman dengan usapan tangan suami nya
"Tolong jangan sakiti ibu mu nak"ucap Irsyad membuat para ibu ibu yang juga ikut mengantri tersenyum senyum"Jika kamu marah tolong jangan dengan ibu mu"nafas Kinar mulai teratur dan tersenyum melihat ke arah suami nya
Dengan lembut Irsyad menarik tangan kinar dan mencium nya, Shella yang melihat hal itu merasa tidak suka dan cemburu.Meskipun ia pacaran dengan Irsyad selama empat tahun, ia tidak pernah di perlakukan seistimewa seperti Kinar
"Setelah ini aku akan mengantar mu pulang"
"Tidak mas, aku akan ke kafe setelah ini"
"Bagaimana jika perut mu keram?"
"Nina kan ada mas"
"Kenapa ya ketika kau menyebut nama Nina, hati ku menjadi terbakar cemburu?"Kinar tertawa terbahak bahak dengan menepuk nepuk paha suami nya"Turunkan suara tawa mu"
"Kenapa? Bagaimana mungkin kamu,,"belum selesai bicara Irsyad menutup mulut Kinar
__ADS_1
"Kau ingin membuat suami mu kehilangan muka?"tanya Irsyad pelan dengan menatap wajah istri nya lucu, namun Kinar masih tertawa terbahak bahak sehingga membuat perut buncit nya turun naik"Sudah, lihat perut mu?"namun Kinar tetap tertawa.
Ternyata selama ini suami nya menyimpan cemburu pada Nina, apakah karena Nina yang selalu menemani hari hari nya?