
Hampir satu jam mereka menunggu dan nama Kinar Malik Ibrahim di panggil, dengan sigap Irsyad menuntun tangan istri nya menuju ruangan dokter kandungan.
"Apa kabar mbak Kinar?"
"Baik dokter"Niar menatap Irsyad yang tidak begitu asing bagi nya
"Irsyad?"
"Niar"mereka saling menyebutkan nama satu sama lain nya, Kinar hanya diam. Ia sangat tau kalau suami nya memiliki sifat playboy, jadi wajar saja dimana pun Kinar bertemu dengan wanita yang mengenal suami nya sudah pasti itu adalah mantan kekasih suami nya.
"Kamu sudah menikah?"Niar merasa sangat tidak beruntung, semua memang kesalahan nya. Seandainya saja dulu ia mau menerima ajakan Irsyad untuk kembali ke Indonesia dan menikah dengan nya pasti saat ini ia akan sangat bahagia. Niar terlalu terobsesi untuk mencapai cita cita nya untuk menjadi seorang dokter kandungan namun ia harus rela kehilangan orang yang sangat ia cintai, ia tidak tau kalau hari ini Niar akan bertemu dengan mantan nya
"Sudah dan ini istri ku"Irsyad memperkenalkan Kinar dengan memegang tangan tangan nya dengan mesra. Ternyata dunia ini terlalu sempit"Kau sendiri bagaimana?"
"Sampai saat ini aku masih jomblo Ir"Irsyad tersenyum dengan menatap Kinar yang hanya diam
"Silahkan mbak Kinar"Kinar berjalan menuju tempat tidur untuk di periksa dan ia berusaha melepaskan tangan suami nya
Niar menyingkap kan baju Kinar dengan rasa bagaimana gitu, saat ini ia harus memeriksa pasien yang notabene nya adalah istri dari mantan nya. Irsyad berdiri di samping Kinar dengan memegang tangan nya dan sesekali mencium kening nya, ia ingin menunjukan kepada semua mantan kekasih nya kalau ia sudah merasa bahagia bersama istri nya. Tetapi tidak dengan Kinar, ia merasa saat ini diri nya benar benar bodoh, bagaimana tidak? Haruskah setiap kali ia berjalan kemana pun selalu bertemu dengan mantan kekasih suami nya? Ya meski mereka hanya mantan tetapi hati nya merasa terbakar cemburu
Perut Kinar terasa dingin ketika Niar memberi nya gel dan sebuah alat yang bergerak gerak di atas perut nya, sementara mata Irsyad begitu serius menuju monitor yang terlihat calon anak nya yang begitu aktif bergerak kesana kemari
"Calon anak mu begitu sehat Syad bahkan begitu aktif"ucapnya dengan menatap ke arah Kinar
"Aku ingin tau jenis kelamin anak ku, bisakah kau memberitahu ku, Niar?"tanya Irsyad membuat Kinar lebih cemburu. Kenapa sekarang ia merasa cemburu? Bukan kah Irsyad hanya menanyakan perihal jenis kelamin anak nya?
"Tunggu sebentar"Tangan Niar begitu lihai memainkan alat yang berada di atas perut nya"Kamu bisa lihat Irsyad?"
"Yang mana?"
"Ini"Niar menunjukan sesuatu di monitor"Calon anak mu perempuan"
__ADS_1
"Yes!!"Irsyad begitu bersemangat ketika ia tau kalau calon anak nya berjenis kelamin perempuan"Oh ya, kenapa perut istri ku suka keram Niar?"
"Itu biasa di alami wanita hamil, yang penting tidak stres apa lagi tegang"seorang suster membersihkan perut Kinar dengan tissue"Dan ini resep nya, tekanan darah istri mu begitu rendah"
"Terima kasih dokter" ucap Kinar dengan mengambil resep yang di berikan oleh Niar dan langsung keluar
"Sayang tunggu"panggil Irsyad dengan mengejar istri nya"Mana resep nya, biar aku yang mengambil nya?"
"Aku saja yang mengambilnya"
"Kinar"panggil nya lembut, namun Kinar tidak menghiraukan nya"Sayang kamu kenapa?"Kinar menatap suami nya begitu tajam, ia berusaha menetralisir kemarahan nya dengan menarik nafas, lalu ia berjalan kembali"Sayang"begitu sampai di depan apotik, Kinar langsung memberikan resep nya dan membayar nya
"Biar aku yang membayar nya"namun Kinar menolak nya, setelah itu ia pergi menuju parkiran
"Kamu langsung ke kantor saja, aku akan naik taksi"
"Kamu sebenar nya kenapa sayang?"
"Kenapa sih mas, kamu jadi suami tidak peka"
"Dunia ini begitu sempit sampai kemana pun aku pergi selalu bertemu dengan mantan mantan mu"Irsyad tersenyum dengan memegang tangan istri nya
"Kamu cemburu?"
"Cemburu?"Kinar tersenyum sinis"Sedikit pun aku tidak merasa cemburu, aku hanya merasa terlalu bodoh di depan semua mantan mu"Kinar berusaha membohongi diri nya dengan menghapus air mata nya, sehingga membuat Irsyad merasa bersalah"Jangan mengikuti ku, karena aku tidak mau di parkiran nanti akan bertemu dengan mantan mu lagi"
"Sayang tunggu"
"Stop mas, stop"Kali ini Kinar menangis, ia tidak tau kenapa ia harus menangis? Bukan kah ia hanya bertemu dengan mantan kekasih suami nya? Kenapa dulu ketika Irsyad masih bersama Susan, ia tidak pernah menangis seperti ini? Apakah ini yang di namakan hormon nya naik karena faktor kehamilan nya? Sehingga membuat nya mudah marah dan emosi dan lebih nya cemburu? Kenapa tadi ia tidak menanyakan pada dokter Niar, tidak,, tidak yang ada justru Niar akan tau. Itu akan membuat nya justru malu, tetapi dari pada bertanya tanya pada diri nya sendiri namun tidak menemukan jawaban nya
"Maafkan aku sayang, maafkan aku"Ucap Irsyad dengan menatap Kinar yang masih menangis"Mereka itu hanya mantan ku, masa lalu ku, dan kau adalah masa depan ku"
__ADS_1
"Apakah di Jogja ini semua wanita rata rata mantan mu semua?"
"Tidak sayang, tidak"jawab Irsyad dengan menggelengkan kepala nya
"Ini alasan mu kenapa kau begitu menginginkan anak perempuan? Aku justru takut memiliki anak perempuan mas, aku takut"Kinar mengusap wajah nya menggunakan kedua tangan nya"Aku takut kalau putri ku akan memiliki nasib seperti ibu nya"
"Tidak Kinar, tidak. Aku akan menjaga kalian berdua"Irsyad memeluk tubuh istri nya dengan mesra"Tolong jangan katakan hal itu, Aku begitu mencintaimu"Kinar berusaha melepaskan pelukan suami nya"Percayalah pada ku Kinar, aku ingin memulai nya dari awal tanpa ada nya orang lain di hubungan kita ini"
"Hati ku tidak akan sanggup melihat tatapan mata semua mantan mu mas, mereka menatap mu penuh dengan cinta, dan aku merasa kalau Niar juga masih menyimpan cinta yang begitu besar untuk mu"
"Mereka yang menatapku tidak dengan ku"
"Bagaimana jika kau tertarik kembali dengan salah satu mantan mu?"
"Itu tidak akan terjadi, aku berjanji"
"Aku mulai ragu"
"Kinar"panggil nya dengan mengikuti langkah istri nya"Percayalah aku tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan mereka, bahkan aku sudah tidak menyimpan nomor ponsel mereka, kau bisa mengecek ponsel ku"kata Irsyad dengan memberikan ponsel nya
"Tidak perlu, aku bukan istri yang suka mengecek ponsel suami"
"Agar kau mempercayai nya"
"Kinar"panggil nya lembut dengan menarik tangan istri nya"Harus bagaimana lagi aku menjelaskan pada mu agar kau mempercayai ku?"Kinar menatap ke arah suami nya sehingga membuat nya menjadi bingung"Percaya sama aku, Kinar"Bujuk Irsyad"Sekarang aku antar kau ke kafe ya?" bujuk nya lagi, ia tidak menjawab hanya mengikuti suami nya yang memeluk punggung nya"Ingat kata Niar, kau tidak boleh stres"
"Bagaimana aku tidak stres kalau suami ku ternyata playboy cap gayung"
"Kok gitu ngomong nya?"Tanya Irsyad dengan mencium pipi istri nya
"Memang kenyataan nya kalau kamu itu playboy cap gayung, cap terasi"julukan Kinar membuat Irsyad tersenyum
__ADS_1
"Kau boleh mengatakan apapun itu, asal jangan marah"sungguh irsyad seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta sehingga semua ucapan dari istri nya tidak membuat nya marah sedikit pun
"Selain mereka berdua siapa lagi mantan kekasih kamu?"Irsyad kelihatan bingung dengan pertanyaan istri nya, ia harus menjawab apa? Jika ia sendiri sudah lupa siapa saja yang pernah menjadi kekasih nya. Dan ia tidak akan mungkin menyebutkan nama mantan nya di depan istri nya karena itu akan membuat istri nya semakin murka