
Hari sudah mulai gelap dan kinar masih menatap ponsel nya yang beberapa hari ini di non aktifkan,sebenar nya dia ingin mengaktifkan nya tapi Kinar masih tidak mood apa lagi akan banyak pertanyaan dari Nina sahabat nya tapi Kinar tidak bisa selalu menghindari nina begitu ponsel nya di nyalakan pesan dari WhatsApp begitu banyak bahkan pesan dari 222 panggilan masuk juga begitu banyak. belum lagi sempat membaca WhatsApp nya panggilan masuk dari Nina
"kinarrr!!!!jerit Nina begitu panggilan terhubung"kemana aja kamu Kin,kenapa ponsel mu tidak aktif dan kenapa kamu pergi dari rumah?"pertanyaan bertubi tubi dari Nina membuat nya bingung dari mana dia harus menjawab nya"kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?"
"maafkan aku nin"
"kenapa kamu harus minta maaf pada ku kinar,kamu tidak bersalah justru aku yang seharusnya meminta maaf pada mu karena aku telah memarahi mu tapi jujur kinar aku benar benar sangat khawatir?"
"mulai sekarang kamu tidak perlu lagi mengkhawatirkan ku dan sekarang kamu harus memikirkan diri kamu sendiri"
"kamu marah pada ku?"
"tidak"jawab Kinar pelan
"lalu kenapa kamu menjauh dari ku?"
"aku tidak menjauhi mu nin aku hanya sedang berusaha hidup tanpa bantuan mu karena selama ini aku sudah terlalu bergantung pada mu"
"tapi aku tidak merasa keberatan Kin,,,"
"tapi kamu punya kehidupan yang harus kamu pikirkan nin"
"please Kin jangan mengatakan hal itu?"ada rasa kecewa yang di rasakan Nina
"aku mengatakan yang sebenar nya nin,kamu harus memikirkan perasaan Tomi yang selama ini sudah terabaikan karena diri ku"
"jangan mengatakan hal itu kin,kamu sudah mengatakan hal itu berulang ulang kali,dan aku selalu mengatakan kalau Tomi tidak keberatan"
"apa kamu pernah bertanya pada Tomi bagaimana perasaan nya ketika dia mengajak jalan tapi kamu lebih memikirkan ku?"tanya Kinar"tidak,,kamu tidak pernah bertanya pada nya nin,Tomi itu lelaki baik calon suami yang baik maka jangan sampai kamu lepaskan hanya karena diri ku nin"Kinar menangis"kamu harus memperjuangkan cinta mu masa depan mu,jika kamu selalu mengkhawatirkan ku maka Tomi akan melepaskan mu,aku tidak ingin hal ini terjadi nin sudah cukup selama ini kamu selalu ada buat aku"
"tidak Kin,,"
"jangan keras kepala Nina,,,dengarkan kata kata ku"kata Kinar pelan"lagian aku sekarang sudah di tempat yang aman dan tenang dimana aku akan memulai nya dari awal"
"aku tidak yakin"
"jangan terlalu memaksa kan diri nin!!!"kali ini Kinar tidak bisa menahan amarah nya"jangan membuat ku merasa tidak enak terhadap diri mu nin,kamu sudah terlalu banyak menolong ku dan sekarang aku sudah lebih baik,,,jadi sekarang kamu harus memikirkan diri mu sendiri nin apa kamu tidak ingin menikmati masa tua bersama Tomi?"tanya Kinar pelan karena tiba tiba kinar merasa perut nya terasa mual dan
"hoek"Kinar menutup mulut nya berlari menuju kamar mandi"Hoek"Kinar berusaha memuntahkan semua isi di dalam perut nya"Hoek"
"non Kinar"panggil Narsih"non"panggil nya Kembali tapi tidak ada jawaban dari dari dalam,Narsih langsung masuk dan memijit tengkuk Kinar
"hoek,,Hoek"Kinar merasa tubuh nya terasa begitu lemas,selama hamil dia tidak pernah merasakan seperi ini tapi kenapa sekarang seperti ini,Kinar kumur kumur setelah itu di bantu Narsih keluar dari kamar mandi dan membawa nya ke kamar
__ADS_1
"non Kinar istirahat ya biar bibi ambilkan air hangat"Kinar menurut dengan membaringkan tubuh nya yang tiba tiba terasa lemas"ini di minum non"Kinar duduk dan meminum nya pelan pelan
"apa sudah enakan non?"
"sudah bi,,terima kasih bi"
"sama sama non"Kinar membaringkan tubuh nya kembali,Kinar baru ingat kalau ponsel nya masih terhubung dengan Nina
"Kinar!!!panggil nina karena ketika Kinar masuk ke dalam kamar mandi ponsel nya lupa di bawa dan di tinggalkan begitu saja masih dalam keadaan terhubung
"hm"Jawab Kinar pelan
"kamu baik baik saja?"
"ya"
"jika baik baik saja tidak mungkin kamu muntah muntah Kin?"
"aku lagi hamil nin jadi wajar ketika aku mengalami mual,pusing dan lemas,jadi kamu jangan berlebihan khawatir nya nin"
"aku cemas melihat keadaan mu Kinar,seharusnya masa masa seperti ini suami robot mu berada di samping mu tapi apa,,,,?"
"jangan membahas itu lagi,,aku ingin istirahat"
"kepala ku pusing aku ingin istirahat"kata Kinar dan langsung mematikan ponsel nya tanpa mengucapkan salam.Kinar menarik nafas begitu dalam dan memijit kepala nya yang terasa begitu pusing
Nek Popon baru pulang dari cafe kelihatan sekali kalau diri nya begitu lelah
"dimana Kinar?"
"ada di kamar Bu,lagi tidak enak badan"
"tidak enak badan?" tanya nek Popon
"iya Bu,,,non kinar muntah muntah dan kelihatan pucat Bu"mendengar cucu nya sakit nek Popon langsung masuk ke dalam kamar,di lihat nya cucu kesayangan nya tidur miring dengan tangan nya memegang perut,rasa iba menjalar di hati nek popon dengan lembut nek Popon membelai rambut Kinar
"nenek sudah pulang?"tanya Kinar dengan berusaha untuk duduk
"kita ke dokter?"
"aku hanya merasa mual dan pusing nek"
"tapi wajah mu begitu pucat"
__ADS_1
"nenek pasti lelah dan nenek juga belum mandi dan makan"
"nenek sudah makan di luar,kita ke dokter sekarang ya nurut kata nenek"
"nenek tidak perlu khawatir aku hanya merasakan pusing lagian ini sudah malam nek"kata Kinar dengan memegang tangan nek Popon
"bersiap lah setelah ini kita ke dokter"kata nek Popon dengan meninggalkan Kinar yang tidak bisa menolak kata nenek nya
"Narsih,,,"
"iya Bu"
"katakan pada mang sukir suruh siap siap"
"memang nya mau kemana Bu?"
"ke dokter"Narsih berjalan menemui mang sukir
"mang"
"ada apa mbok"
"kata ibu suruh siap siap"
"memang nya ibu mau kemana mbok"
"kerumah sakit mengantarkan non Kinar"
"non kinar sakit ya mbok?"
"jangan banyak nanya"kata narsih dengan meninggalkan Sukir yang masih penasaran,nek Popon masuk ke dalam kamar kinar dan melihat Kinar sedang memijit kening nya yang terasa pusing
"kamu sudah siap?"
"sudah nek"jawab Kinar dengan berusaha berdiri tapi kepala nya terasa begitu oyong sehingga hampir membuat nya jatuh Nasib baik Kinar memegang pinggiran ranjang kalau tidak,,,melihat hal itu nek Popon berlari dan menahan tubuh kinar agar tidak terjatuh kelantai.
"Narsih,,,"
"iya Bu"
"tolong bantu saya membawa kinar ke mobil"
"baik Bu"Kinar di bantu dengan nek Popon dan narsih masuk ke dalam mobil melihat hal itu sukir buru buru membuka pintu mobil,begitu nek popon dan Kinar masuk ke dalam mobil Sukir langsung tancap gas menuju sebuah rumah sakit swasta dimana nek Popon selalu kontrol ketika dia merasa tidak enak badan
__ADS_1