
"Masssss, mas Irsyaaadddd!!"Kinar menjerit sekuat nya, Irsyad seketika menghentikan langkah nya"Kau akan pergi meninggalkan ku? Bukan kah kau mengatakan kalau kau begitu mencintai ku? Lalu kenapa kau meninggalkan ku?"Irsyad menghapus air mata nya, rasa nya luka yang di ciptakan Arifin tidak seberapa di banding kan luka ketika melihat istri nya menangis"Ku mohon kembali lah mas"Kinar begitu memohon"Setidak nya kita obati dulu luka mu"
"Berhenti lah menangis Kinar, hati ku begitu sakit melihat mu berurai air mata hanya demi pria seperti ku"
"Mas"rasa nya begitu sulit untuk melanjutkan langkah nya, tetapi Irsyad harus melakukan nya, bertahan begitu sulit dan pergi rasa nya begitu sakit.
"Hanya satu permintaan ku saat ini pada mu Kinar, jaga lah bayi kita sampai ia lahir. Aku janji ketika ia lahir aku akan kembali"
"Masssssss!!"jerit Kinar dengan bersimpuh, melihat putri nya seperti itu hati Arifin tidak tega namun ia masih teringat dengan perlakuan menantu nya terhadap Kinar, putri nya. Ia menangis tersedu sedu, matahari yang begitu terik tidak ia rasa, hati nya benar benar sudah hancur. Kenapa ketika cinta itu sudah ada justru Arifin tidak merestui nya.
"Aku sedang membisiki hati ku saat ini Kinar. Tenang lah, hujan tidak selama nya deras, matahari tidak selama nya terik, dan langit tidak selama nya biru. Sebab di dunia ini tidak ada yang abadi, semua nya akan berlalu seiring berjalannya waktu"ucap Irsyad dengan mengusap air mata nya
Boleh kamu berjuang, tapi jangan berlebihan. Boleh bertahan tapi tahu waktu dan batasan. Boleh mencintai tapi jangan sepenuhnya. Karena sekuat apapun kamu berusaha, jika bukan kamu yang dia mau, semua akan berakhir dengan sia sia.
Irsyad menundukkan kepala nya, rasa nya ia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menegakkan kepala nya karena ia yakin akan begitu banyak rintangan yang akan ia hadapi untuk dapat kembali kepada istri nya. Manusia tidak akan mengerti, jika belum merasakan hal yang sama.
Ia masih bersimpuh sambil menangis, rasa nya ia sudah tidak mampu lagi untuk berdiri. Rasa bahagia hanya sesaat yang ia rasakan setelah itu ia pergi dan berganti menjadi luka. Untuk hal yang membuat mu pahit, lupakan meski itu akan terasa sulit. Dan untuk setiap hal yang membuat air mata mu tumpah, ikhlaskan. Itulah hidup. Banyak ujian yang datang untuk di hadapi, lalu pergi setelah kamu kuat. Sudah berapa banyak air mata yang keluar dari mata mu hanya selalu untuk pria seperti nya, Lepaskan maka semua nya akan menjadi lebih baik.
__ADS_1
Berlahan lahan Kinar berdiri dengan di bantu Arifin. Ternyata kebahagiaan itu bukan saat semua keinginan terpenuhi, melainkan di saat kita menerima keadaan dengan lapang hati.
"Terimakasih ujian, aku akan menjadi lebih kuat ketika kau selalu datang menghampiri ku"batin Kinar"Papa!!!"ia langsung memeluk tubuh Arifin, ia ingin mengatakan kalau diri nya begitu mencintai suaminya dan ingin hidup bersama nya dan menghabiskan seumur hidup dengan nya.
"Awal nya akan sulit tapi dengan berjalan nya waktu kamu akan terbiasa nak"
"Pa"
"Papa hanya tidak ingin dia menyakiti mu kembali"
"Seandainya saja saat ini tidak ada benih nya di rahim ku, mungkin akan sangat mudah bagi ku untuk melupakan nya pa"Kinar melepaskan pelukan nya dan memegang perut nya"Tapi calon anak ini lah yang menjadi pengikat di antara aku dan mas Irsyad"Arifin terdiam dengan menatap perut putri nya"Apakah papa juga menginginkan calon anak ku tiada agar itu akan mudah bagi ku dan mas Irsyad untuk berpisah? Jawab pa, jawab?"Kinar menangis kembali sampai kedua bahu nya bergoyang dan turun naik
"Kenapa sekarang justru papa menyalahkan ku, pernikahan ini bukan kemauan ku tetapi papa dan mama lah yang memaksa ku"ucap Kinar dengan suara tangisan yang menyayat"Apa papa sudah lupa kalau dulu aku menolak pernikahan ini? dan apa papa juga sudah lupa dengan kata kata papa waktu itu? Bukan kah mas Irsyad pria yang mapan dan tampan dan juga kriteria yang papa ingin kan? Papa masih ingat dengan kata kata itu?"Arifin menundukkan kepala nya, ya ia masih ingat betul dengan kata kata itu, dan sekarang ia tidak dapat menyalahkan cinta yang tumbuh di antara kedua nya. Cinta itu bukan seperti tanaman, yang harus di tanam dan di rawat maka ia akan tumbuh dengan sempurna.
"Papa telah salah memilihkan pendamping hidup mu nak, papa telah salah"Arifin mengusap kening nya"Andai saja dulu papa mendengar kan kata kata mu pasti semua nya tidak akan begini dengan kehidupan mu setelah menikah"
"Sekarang tidak perlu menyesali pa, karena itu tidak ada guna nya. Sekarang yang harus papa lakukan adalah merelakan ku hidup bersama nya"
__ADS_1
"Papa tidak akan mengizinkan nya, tidak Kinar"
"Pa"
"Papa bilang tidak maka tidak"
"Pa, aku sudah dewasa dan aku bisa menentukan hubungan pernikahan ku ini bisa di terus kan atau tidak"
"Kalau papa sudah mengatakan tidak maka tidak Kinar, tidak!!!"bentak Arifin membuat Kinar terkejut sampai kedua bahu nya naik, ia memandang wajah Arifin dengan sendu.
"Papa menginginkan aku dan mas Irsyad berpisah?"mata Arifin memandang wajah Kinar begitu tajam"Bagaimana lagi aku harus menjelaskan pada papa, kalau aku ingin hidup bersama mas Irsyad selama nya pa"
"Papa benar benar egois, papa tidak pernah memikirkan ku dan calon bayi ku"Ucap Kinar dengan derai air mata
"Kinar,, tunggu dulu nak"Kinar berdiri dengan membelakangi Arifin
"Selama ini aku selalu menuruti apa yang papa minta, dan sekarang aku meminta satu saja pa, satu. izin kan aku hidup bersama mas Irsyad, pa"tidak ada jawaban"Sekuat apapun aku kembali dengan mas Irsyad jika papa tidak mengizinkan semua nya percuma. Papa memang mengharapkan ku menjadi seorang janda, terima kasih pa, terima kasih"Kinar pergi dari hadapan Arifin,
__ADS_1
Terkadang lebih baik diam, dari pada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tidak bisa mengerti. Wanita di lahir kan memang di takdirkan untuk kuat, walau sebenarnya hati nya begitu rapuh.
Ia berjalan menuju kamar Tatit, sekarang ia merasa sudah tidak lagi memiliki tempat untuk berbagi cerita.