
Badan nya terasa begitu lemas, pikiran nya begitu gelisah, ia berusaha untuk menghilangkan rasa gelisah yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya. Kedua tangan nya di masukan di dalam saku dengan menatap keluar melalui kaca jendela kamar hotel
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku begitu gelisah, aku tidak pernah merasakan hal ini sebelum nya, bahkan dengan susan sekali pun lalu ini rasa apa?"Irsyad berbicara pada diri nya sendiri"Apa sesuatu telah terjadi pada Kinar? Tidak, untuk apa aku perduli pada nya? Bahkan jika dia tiada aku tidak akan pernah menangisi nya apa lagi menyesali nya"Irsyad berjalan mendekati nakas dan mengambil air minum dengan sekali nafas langsung habis"Kenapa jantung ku semakin berdetak ketika menyebut nama Kinar. Tidak aku tidak perduli apapun terjadi pada nya"Irsyad berusaha menepis rasa itu, tapi ketika dia berusaha menepis rasa itu dada nya semakin terasa begitu sakit"Apakah aku terkena penyakit jantung? Ya aku akan terkena penyakit jantung jika aku terus saja menyebut nama nya, aku belum ingin tiada sebelum aku membuat diri nya tiada terlebih dahulu. Aku ingin dia merasakan bagaimana sakit nya jika seseorang membuat diri nya tiada dengan secara paksa"Irsyad memegang dada nya dan sesekali memukuli nya dengan pelan"Jangan ambil nyawa ku dulu ya Allah sebelum aku membuat wanita jahat itu tiada"kata Irsyad dengan menangis"Salah kah doa yang aku pinta pada mu Ya Allah?"tanya Irsyad dengan mengangkat kepala nya dengan memandang langit langit kamar hotel"Aku tau ini tidak benar, tidak ada seorang suami meminta doa seperti ini, dan tidak ada seorang suami membuat istri nya tiada, tapi hamba begitu menaruh kebencian pada nya ya Allah"Irsyad duduk bersimpuh dengan menangis"Aku menjadi gila karena nya, akal sehat ku hilang, kini yang tersisa hanya tinggal kebencian pada nya"meski hati dan pikiran nya bertentangan tidak membuat Irsyad sedikit pun mengubah nya
Setidak nya berpikirlah yang sehat Irsyad. Bagaimana pun kinar istri mu, dia pernah mengurus mu, dia pernah tinggal bersama mu, dia pernah berbagi tubuh dengan mu. Tidak adakah sedikit saja rasa cinta di hati mu sehingga mengubah kebencian menjadi cinta? Tapi sayang Irsyad adalah lelaki arogan, rasa ego nya sudah menutupi hati nya. Karena sejati nya lelaki selalu mengutamakan ego nya dari pada hati nya, itu kodrat seorang lelaki, dan wanita harus selalu mengalah dalam situasi dan kondisi apa pun karena wanita di larang memakai Ego nya, seorang wanita lebih mengutamakan hati dan perasaan itu lah kodrat wanita.
Tapi apakah Irsyad lupa atau tidak pernah berpikir sama sekali, kalau wanita itu harus di sayang dan di manja, ternyata Irsyad melupakan semuanya, kalau Kinar terbuat dari tulang rusuknya. Mungkin Irsyad akan memahami semua itu jika dia seorang ustadz, bagaimana hukum nya jika seorang suami tidak pernah menafkahi seorang istri, mungkin secara batin Kinar terpenuhi jika tidak bagaimana mungkin perut nya akan sebesar itu? Tapi secara materi, tidak, Irsyad tidak pernah memberi nya materi.
Semua sudah terjadi tidak perlu lagi menyesali, tapi yang paling di sesali ada seorang suami macam Irsyad, kisah ini hanya ada di dalam cerita sinetron dan di sebuah novel. Irsyad mengangkat tubuh nya dan duduk di ranjang, bayangan Kinar hadir di pikiran nya sehingga membuat Irsyad mengacak rambut nya dan menarik nya dengan kasar
"Aku sudah mengatakan jangan kan diri mu bayangan mu saja aku sudah jijik melihat nya. Lalu kenapa bayangan nya sekarang hadir di dalam pikiran ku? Jangan membuat ku semakin membenci mu wanita jahanam, aku benar benar ingin melenyapkan mu sampai kau tiada!!!!!!"jerit Irsyad sambil menangis"Aku bisa melupakan mu jika aku menikah dengan Susan, karena Susan selalu bersedia menikah dengan ku meski dia menjadi istri kedua ku, ini satu satu nya jalan untuk melupakan mu. Tapi sebelum aku menikah dengan nya aku akan membuat diri mu menderita"Irsyad seperti orang gila yang selalu berbicara pada diri nya sendiri
Sementara Astri sedang duduk dengan memegang dada nya yang terasa berdetak begitu kencang dan rasa nya begitu nyeri
"Sejak kapan aku kena serangan jantung?Selama ini aku baik baik saja dan tidak memiliki keluhan apapun"batin Astri dengan mengusap wajah nya yang di banjiri keringat"Kinannnnn!!!!!"jerit Astri"Kinnaaannnn!!!"panggil nya sekali lagi, Kinan berlari ke kamar Astri dengan menggendong Diwa yang masih nyusu
"Ada apa ma?"tanya Kinan dengan menatap wajah Astri yang di penuhi keringat
"Jantung mama nan,,, jantung mama sakit sekali Nan"kata Astri dengan memegang dada nya
"Ha"Kinan terkejut karena selama ini mama nya tidak memiliki riwayat sakit jantung, lalu kenapa tiba tiba dada nya nyeri? Ini kah yang dinamakan serangan jantung? Tiba tiba Kinan begitu khawatir"Kita ke rumah sakit ya ma"kata Kinan dengan mendekati mama nya"Bi,,,bi,,,!!!"bi Siti lari terburu buru menaiki tangga
"Ada apa mbak?"
__ADS_1
"tolong bibi jaga Diwa dan dewa ya"
"Emang nya ada apa mbak?"Kinan menyerahkan Diwa, tapi bi Siti begitu heran melihat kondisi Astri yang pucat dan wajah nya di penuhi keringat
"Saya mau ke rumah sakit bi"
"Ibu sakit apa mbak?"
"Saya tidak tau, maka nya mau saya bawa ke rumah sakit"jawab Kinan dengan memegang tangan Astri"kita ke rumah sakit ya ma"
"Apa mama akan tiada kinan?"
"mama jangan mengatakan apapun"Kinan menghapus air mata nya"Mama akan baik baik saja"
"Mama kenapa?"
"Mama kepikiran kakak mu Kinan"kata Astri dengan menangis
"Jangan pernah memikirkan nya ma!!"kata Kinan dengan marah
"Kamu jangan marah pada kakak mu Kinan, mama yakin Kinar punya alasan kenapa dia melakukan nya, ini bukan salah kakak mu sepenuh nya tapi ini salah mama juga"Astri tidak bisa membayang kan bagaimana keadaan Kinar sekarang, sakit di dada nya datang ketika Astri tiba tiba teringat dengan Kinar"Apa telah terjadi sesuatu dengan kakak mu Kinar?"Kinan diam dengan menatap wajah Astri"telpon kakak mu Kinan, mama tiba tiba khawatir dengan kakak mu?"
"Ma"
__ADS_1
"Telpon!!!!*bentak Astri"Cepat telpon!!!"Kinan mengambil ponsel Astri dan menghubungi ponsel Kinar, tapi nomor nya tidak aktif
"Tidak aktif ma"
"Pasti telah terjadi sesuatu dengan nya"
"Mama jangan berfikiran buruk ma, barang kali saja baterai ponsel kak Kinar habis"
"Tidak kinan, mama yakin telah terjadi sesuatu terhadap kakak mu"insting seorang ibu tidak bisa di bohongi
"Lalu apa yang akan mama lakukan?"
"Mama akan ke Jogja"
"Ma"
"Mama akan ke Jogja"Astri begitu kekeh dengan keputusan nya"Kamu jaga rumah, nanti kalau papa nanya bilang mama ke Jogja"Kinan hanya diam memandang wajah astri tanpa bisa berbicara apapun, Astri menuruni anak tangga dan keluar
"Pak tolong antar kan saya ke Jogja"
"Sekarang Bu?"
"Tahun depan!!"bentak nya, Astri tidak pernah bersikap seperti ini, tapi pagi ini Astri begitu berubah, tanpa mengganti baju Astri langsung masuk ke dalam mobil, dengan pelan pelan mobil meninggalkan halaman rumah nya
__ADS_1