Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Terlalu Mual


__ADS_3

Kinar tidak tau jam berapa dia terbangun, tapi begitu ia terbangun Irsyad sudah tidak berada di kamar nya, ia berusaha mencari keberadaan sosok lelaki yang telah membuat nya berbaring di ranjang rumah sakit


"Apakah dia benar benar telah pergi? Jika dia pergi itu akan lebih baik bagi ku, Luka yang kau ciptakan begitu dalam mas, sulit bagi ku untuk menerima mu kembali. Aku sangat berharap ketika anak ku lahir nanti ia tidak menurun sifat mu, cukup diri ku yang sesakit ini karena mu"Kinar memegang perut nya yang terasa begitu mual, di angkat nya botol infus dan ia berlari ke dalam kamar mandi ruangan nya, tidak ada yang keluar dari mulut nya, tapi perut nya terasa di putar putar


Ia masih muntah di wastafel, lagi lagi tidak ada yang di muntah kan nya, ia menatap wajah nya melalui cermin, lingkaran hitam di bawah mata nya begitu jelas dan bibir nya tanpa polesan lipstik kelihatan begitu pucat, ini lah wajah yang selalu di sakiti oleh suami nya, Kinar menekan pelipis nya yang terasa begitu sakit. Ia memiliki impian sebelum diri nya menikah dengan Irsyad, suami nya yang begitu mencintai nya, menyayangi nya, anak anak yang lucu. Tetapi sayang itu hanya ada dalam angan nya, semua tidak sesuai yang ia harapkan. Ia merasa diri nya sudah seperti mumi hidup, ia memegang perut nya yang begitu terasa mual, bahkan ketika dia mengidam tidak separah ini rasa mual nya, lalu kenapa di semester kedua diri nya mengalami yang nama nya mual.


"Hoek"Kinar berusaha mengeluarkan makanan yang berada di dalam perut nya, namun justru membuat badan nya terasa begitu lemas


"Hoek"tetap tidak ada yang keluar, tangan nya memegang wastafel untuk menahan tubuh nya, bahkan keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuh nya


"Jangan menyusahkan ibu nak, cukup ayah mu yang menyakiti ibu, sekarang bukan hati ibu saja yang rapuh nak, tetapi pisik ibu lebih rapuh nak"kata Kinar dengan menatap perut nya melalui cermin, ia tetap berusaha menahan tubuh nya agar tidak jatuh, ia berusaha menyandarkan tubuh nya pada dinding, penglihatan nya mulai berkunang-kunang, dengan pelan pelan ia menurunkan badan nya dengan duduk di lantai, botol infus di biarkan jatuh begitu saja, ia mensejajarkan kedua kaki nya


"Apa aku akan tiada?"tanya nya pada diri sendiri"Tidak aku akan baik baik saja"jawab nya dengan memegang perut nya"Aku akan tiada setelah anak ku lahir"ia berusaha untuk bangkit namun ia merasa sudah tidak mampu untuk berdiri


"Kinar,,,!!!"suara Irsyad


"Kinar,,,,!!!"suara Nina


"Aku di sini"jawab Kinar pelan, suara langkah seseorang mendekati pintu kamar mandi


Dengan langkah terburu buru Irsyad membuka handle pintu dan betapa terkejut nya dia begitu juga dengan Nina, ketika melihat Kinar sedang duduk di lantai dengan posisi memegang perut nya dan wajah nya begitu pucat, Kinar mengulurkan tangan nya ke arah Nina, namun sebelum Nina memegang tangan Kinar, Irsyad lebih dulu mengambil botol infus yang tergeletak dan membopong tubuh istri nya dan di baringkan nya di ranjang, Irsyad mengusap wajah istri nya dengan lembut, dia teringat bagaimana dulu dia menyakiti Kinar, bahkan berulang kali Kinar di sakiti nya namun ia tetap mencintai nya


"Panggilkan dokter,, cepat panggil dokter!!!"jerit Irsyad, Kinar berusaha menelan Slavina nya, ia merasakan tenggorokan nya terasa kering dan sakit


"Apa yang terjadi pada mu Kinar?"tanya Irsyad pelan yang masih mengusap wajah pucat Kinar"Apa kah kau terjatuh?"


"Hoek"kinar mual kembali dan kini posisi nya miring menghadap Irsyad"Hoek"sungguh ia tidak tau apa yang terjadi pada diri nya, rasa mual membuat nya menjadi lemas, dengan cepat tangan mungil nya menggenggam erat pergelangan tangan Irsyad"hoek"Irsyad bisa merasakan tangan mungil istri nya begitu dingin dan terasa gemetar, ada rasa takut di hati Irsyad melihat kondisi Kinar yang begitu memperhatikan, di rengkuh nya tubuh mungil Kinar ke dalam pelukan nya, sembari mengusap punggung nya, ia berharap pelukan nya dapat mengurangi rasa mual pada istri nya

__ADS_1


"Maafkan aku Kinar,,, maafkan aku"bisik Irsyad lirih, ia merasakan Kinar melonggarkan pelukan nya"Aku terlalu banyak menyakiti mu Kinar, bahkan aku tidak pantas menerima maaf dari mu, dan sekarang anak ku juga membuat mu sakit"Irsyad buru buru menghapus air mata nya


"Apa yang terjadi?"tanya seseorang, dengan pelan irsyad melepaskan pelukan nya dan membaringkan tubuh istri nya yang kelihatan begitu lemah


"Saya tidak tau dokter, kalau saya tau saya tidak akan memanggil dokter!!"bentak Irsyad membuat dokter perempuan cantik dan berpenampilan elegan menatap nya dengan terkejut, Irsyad masih menggenggam tangan kinar"Cepat periksalah"kata Irsyad"Cepat lakukan"perintah irsyad


Dokter Gea memeriksa kondisi Kinar dengan menempelkan alat yang selalu tergantung di leher nya, setelah itu di tekan nya pergelangan tangan Kinar menggunakan tangan nya untuk merasakan detak kan nadi nya


"Apa ibu sering merasakan seperti ini sebelum nya?"Irsyad tidak dapat menjawab pertanyaan Gea, karena sejujur nya ia tidak pernah tau, tidak pernah tau atau tidak pernah ingin tau


"Pernah dokter, tapi tidak separah ini"jawaban Nina membuat Gea terkejut, bagaimana mungkin suami nya tidak tau tentang kondisi istri nya


"Ini nama nya morning sickness, ini biasa nya ini di alami oleh wanita hamil ketika di semester pertama"Irsyad menatap Gea"Saya akan memberikan obat untuk menghilangkan rasa mual, kalau begitu saya tinggal dulu"pamit Gea dengan menatap Irsyad


Tangan Irsyad begitu lembut membelai tangan kinar ada rasa kasihan pada istri mungil nya, ia baru menyadari betapa menderita nya seorang wanita ketika hamil, bahkan rasa itu tidak membuat kinar mengeluh, di cium nya tangan istri nya membuat Nina merasa iri


"Jangan pergi Nin"pinta Kinar, membuat Nina terheran


"Aku hanya ke kafe Kin, kenapa kamu begitu mengkhawatirkan ku"


"Mendekat lah Nin"wajah Nina terlihat begitu bingung, namun ia mendekati sahabat nya yang tengah berbaring tak berdaya, di rengkuh nya tangan Nina, Irsyad bergeser dan berdiri di samping Nina"Berjanji lah pada ku Nin"Nina kelihatan semakin bingung"Berjanji lah kalau kamu akan merawat anak ku seperti anak mu sendiri"bagaikan petir di siang bolong mendengar ucapan Kinar


"Kamu akan baik baik saja Kin"


"Jangan membuat ku takut Kin"ucap Irsyad merengkuh tangan Kinar yang berada di dalam genggaman tangan Nina


"Berjanji lah Nin"

__ADS_1


"Aku tidak ingin berjanji pada mu, tapi kamu yang harus berjanji pada ku, kamu akan mampu melewati semua ini Kin"air mata Nina jatuh begitu saja"Aku sudah pernah mengatakan pada mu, kalau kamu akan merawat anak ini sampai ia tumbuh dewasa"Ucap Nina sembari mengusap perut Kinar


"Seperti nya aku tidak akan mampu Nin"suara Kinar semakin melemah


"Tidak Kinar, kau harus bertahan demi anak kita, anak kita Kin"Wajah yang begitu arogan, angkuh dan egois, kini sedang merasa ketakutan akan kondisi istri nya


"Percaya pada ku Kin, kamu akan baik baik saja"


"Jika aku tidak baik baik saja, mau kah kamu menepati janji mu?"terasa sulit Nina untuk menjawab nya"Jawablah Nin, jika nanti aku tiada, aku akan merasa tenang meninggalkan nya"


"Aku mohon jangan katakan apapun"suara Irsyad begitu sendu"Setelah kau menjadi istri ku, aku belum pernah membuat mu bahagia"penyesalan itu datang nya memang terlambat, kalau datang nya duluan itu nama nya pendaftaran.


"Rasa nya sungguh aku sudah tidak sanggup lagi mas"suara Kinar semakin pelan, di peluk nya tubuh Kinar yang mulai melemah


"Kin bertahan lah Kinar, kita akan melewati semua nya bersama, merawat anak kita hingga ia tumbuh menjadi dewasa"


"Mengapa baru sekarang kamu mengucapkan nya?"


"Maaf kan aku yang terlambat menyadari nya"


"Harus kah aku merasa bahagia dengan ucapan mu itu mas, atau aku harus merasa sedih?"


Mata Kinar mulai susah untuk di buka, pelan pelan ia menutup mata nya


"Kinar,,,,!!!"jerit Irsyad, Nina hanya diam terpaku


"Panggil dokter, tolong panggilan kan dokter Nina"geli rasa nya mendengar Irsyad meminta tolong, kata kata yang tidak pernah ia ucapkan sebelum nya kepada siapa pun. Mata Kinar benar benar terpejam, Irsyad memeluk nya sambil menangis tersedu sedu

__ADS_1


#Halo bunda bunda yang cantik dan akak akak yang comel, Jangan lupa komentar nya ya, supaya saya bisa memperbaiki karya saya, terima kasih🙏🙏🙏🙏


__ADS_2