Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Begitu Khawatir


__ADS_3

Setelah Tomi pulang Nina pun masuk ke dalam rumah,dia mencari Kinar tapi tidak di temukan dan Nina mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,Nina masuk ke dalam kamar dan mengganti baju nya,sudah hampir sepuluh menit Kinar di dalam kamar mandi tapi Kinar juga belum keluar,Nina berjalan ke kamar mandi dan melihat pintu kamar mandi sudah terbuka lalu dimana Kinar


ternyata kinar sedang duduk di sofa ruang tamu,meskipun Nina hanya mengontrak tapi fasilitas nya begitu lengkap karena Nina sebenar nya lahir dari keluarga berada tapi Nina tidak ingin bekerja di perusahaan orang tua nya atau pun kakak sulung nya


"sudah malam tidurlah"kata Nina,Kinar tetap diam tanpa menjawab"Kin,,,,"panggil Nina,Kinar menarik nafas begitu dalam menandakan begitu berat beban yang sedang di tanggung nya saat ini


"kamu duluan nanti aku menyusul"Jawab Kinar tanpa memandang nina


"tapi ini sudah malam"kata Nina dengan melihat jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukan hampir setengah satu dini hari,Kinar tidak menjawab sehingga Nina meninggalkan nya di ruang tamu


Waktu sudah menunjukan pukul satu dini tapi Kinar masih belum bisa tidur,dia masih duduk dengan membelai perut nya,di baringkan tubuh nya di sofa terasa begitu enak sehingga membuat kinar tertidur


Nina terbangun dan tidak menemukan Kinar di kamar,dengan langkah pelan Nina menuju ke ruang tamu dan mendapatkan Kinar tertidur di sofa dengan berbantalkan tangan kanan dan tangan kiri nya berada di atas perut nya,Nina begitu merasa sangat iba ingin dia membangunkan nya tapi Nina takut akan mengganggu tidur Kinar,Nina berjalan ke kamar dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh kurus Kinar dan Nina ikut tidur di sofa


"maafkan aku Kin"kata Nina pelan"aku tadi benar benar khawatir dengan kamu"muka Kinar begitu tirus pada hal sebelum nya Kinar memiliki wajah yang sangat imut beban hidup membuat wajah dan penampilan nya benar benar berubah,Kinar menggeliat merasakan seluruh tulang nya terasa sangat sakit dan Nina tetap memperhatikan gerak Kinar sahabat nya itu


Kinar merasa kaki nya gatal karena gigitan nyamuk sehingga membuat nya terbangun dan dia terkejut ketika melihat Nina juga tidur di sofa,apa yang sedang Nina lakukan lah bukankah tadi malam dia tidur di kamar lalu kenapa sekarang dia juga berada di sofa,Kinar berjalan menuju kamar mandi mencuci wajah nya setelah itu dia membuat sarapan


Sarapan sudah tersedia di meja makan,Kinar tidak ingin mengganggu tidur nina ternyata Nina tidur begitu nyenyak sehingga Nina tidak merasa terganggu dengan kegiatan Kinar


Untuk menghilang kan rasa jenuh menunggu Nina bangun Kinar duduk di kursi depan dengan menikmati udara pagi yang begitu segar,Nina terbangun tapi lagi lagi dia tidak menemukan Kinar,dia langsung bangkit dan menuju kamar dan kamar mandi tapi tidak menemukan Kinar,dia tersenyum melihat sarapan pagi sudah tersedia di meja belakang,Nina mencari Kinar kembali dan menemukan Kinar sedang duduk di kursi teras


"apa yang kamu lakukan?"


"duduk"


"aku pikir kamu,,,,"


"aku tidak akan pernah melakukan hal yang dapat merugikan diri ku dan juga calon bayi ku"jawab Kinar pelan


"kamu masih marah pada ku?"

__ADS_1


"tidak"


"lalu kenapa nada bicara kamu begitu dingin terhadap ku"


"itu perasaan kamu saja"


"tidak,,,Kinar yang aku kenal tidak seperti ini"


"hari ini aku akan pulang ke rumah orang tua ku,terima kasih atas bantuan mu selama ini"kata Kinar dengan memainkan cincin pernikahan nya yang masih di sematkan di jari manis nya


"setelah kamu kembali ke rumah orang tua mu kamu akan kemana?"


"aku akan mengikuti kata hati ku"


"apa kamu akan kembali ke pada suami kamu?"


"jika hal itu aku akan memikirkan nya seribu kali"


"bagus"jawab Nina dengan tersenyum"aku akan mengantar mu pulang kerumah orang tua mu"


"kenapa kamu menolak selama ini kamu selalu menghubungi ku jika butuh sesuatu?"


"aku akan berhenti merepotkan mu"


"maksud kamu apa Kin aku tidak paham?"


"sekarang utamakan Tomi"


"selama ini dia happy happy aja melihat kedekatan ku dengan mu"Kinar menatap Nina


"sarapan lah aku sudah menyiapkan semua nya untuk mu"

__ADS_1


"kamu tidak sarapan?"


"maaf aku tadi sarapan tanpa menunggu mu karena perut ku terasa lapar"bohong Kinar dengan mengusap perut nya"kamu sarapan aku akan mandi setelah itu aku akan pulang"


"kamu benar benar menolak ku?"


"untuk mengantar kan ku?"Kinar tersenyum"aku sudah mengatakan aku akan pulang sendiri"jawab Kinar menuju kamar mandi,tidak membutuh kan waktu lama kinar selesai mandi dan langsung pamit pada Kinar untuk pulang


Nina berusaha menahan Kinar untuk pulang atau mengantarkan nya untuk pulang tapi kinar menolak nya,Kinar langsung masuk ke dalam taksi tujuan nya adalah Jogja tempat nenek nya tinggal


"maafkan aku nin aku tidak ingin selalu merepotkan mu,aku sudah terlalu banyak memberi mu beban,mulai sekarang aku akan hidup sendiri tanpa siapa pun termasuk suami ku"kata Kinar pelan"stasiun Gambir ya pak"


"baik mbak"di dalam taksi Kinar hanya mampu diam,pernikahan membuat nya berubah dalam segala hal,bukan Kinar tidak ingin kembali ke rumah orang tua nya tapi kinar tidak ingin menambah beban mama nya dengan kegagalan pernikahan nya


Akhir nya kinar sampai juga ke Jogja dimana nenek nya tinggal


"nek"


"Kinar"nenek Kinar berusia hampir 75 tahun tapi daya ingat nya begitu tinggi,nek Popon panggilan nya sudah tua tapi begitu gesit bahkan tidak memiliki rasa lelah"kamu sama siapa kemari?"


"sendiri nek"


"kamu hamil?"tanya nek Popon dengan mengusap perut kinar


"iya nek"


"suami kamu tidak ikut?"


"tidak nek"


"kalian bertengkar?"Kinar menatap nek popon apapun yang sedang terjadi kinar akan mengatakan semua nya"pasti kamu lelah istirahat lah dulu"Kinar menurut apa kata nek Popon,

__ADS_1


Di baringkan tubuh nya di ranjang kamar nek Popon dengan memijit lengan nya yang terasa begitu pegal,nek Popon masuk dengan membawa segelas teh hangat


"minum lah agar tidak masuk angin"kinar mengambil nya dan langsung meminum nya"pelan pelan nanti tersedak"nek popon adalah ibu dari papa nya Kinar dan tatit,meski usia nya sudah begitu senja nek popon masih sanggup mengelola beberapa kafe yang di miliki nya,seharus nya di usia senja seperti ini nek Popon tidak lagi bekerja tapi nek popon selalu mengatakan jika tidak bekerja badan nya akan terasa sakit semua.


__ADS_2