Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Kasih Sayang Seorang Ibu


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan angka 04.00 sore, apakah Dewa benar benar akan datang untuk menjemput kedua putra nya, atau hanya sebuah ancaman saja? Jujur Kinan merasa takut jika suami nya benar benar akan mengambil kedua putra nya, sebesar apapun rasa lelah nya mengurus kedua putra nya, ia tidak rela jika ada yang mengambil dari nya, meski pun itu ayah kandung anak nya.


"Akhir nya kau datang juga, syukurlah"ucap Kinan, pada hal ia merasa takut"Kedua putra mu berada di kamar, pakaian nya sudah aku siapkan di dalam tas"Dewa hanya diam dengan menatap istri nya"Kenapa kamu diam, bukan kah kamu sendiri yang mengatakan ingin merawat mereka?"


"Aku kesini memang ingin menjemput kedua putra ku"Rasa takut menghampiri nya, ada rasa tidak rela"Tetapi kau juga harus ikut bersama ku, jika tidak,,"


"Jika tidak apa?"potong Kinan"Ingin minta berpisah dari ku!? Kau bisa melakukan nya sekarang juga!"emosi menguasai hati Kinan, sekarang justru ia merasa sedikit pun tidak takut


"Tidak Kinan, aku tidak mau berpisah dari mu"Kinan tersenyum


"Jangan bersikap seperti anak kecil Dewa, dan kalau bicara jangan suka plin plan"Dewa memeluk tubuh istri nya, aroma tubuh nya membuat syahwat nya naik, selama ini ia memang selingkuh"Lepaskan pelukan mu, karena sekarang aku mulai mencium gelagat mu"ucap Kinan dengan kasar melepaskan pelukan dari tubuh kekar suami nya


"Aku hanya rindu pelukan hangat mu honey"Kinan tersenyum


"Selama ini bukan kah kau tidak pernah merindukan ku?"


"Iya aku salah, meski pun aku selingkuh aku tidak pernah membawa mereka sampai keranjang"


"Tapi bibir mu sudah sampai ke bibir mereka bukan?"Dewa langsung terdiam"Sampai kau mandi bunga tujuh rupa dan air tujuh sumur, aku tidak akan mau kau sentuh"


"Kinan please, aku minta maaf"


"Percuma, semua sudah terjadi"jujur sebenar nya hati Kinan mulai luluh, tetapi ia hanya mencoba untuk bertahan pada prinsip nya,


"Aku mohon Kin"ada senyum puas di hati suami nya, tetapi ia berpikir kembali jika saja ia tidak merubah penampilan nya, pasti Dewa tidak akan pernah kembali pada nya"Izin kan aku menginap di sini ya?"mohon Dewa dengan lembut


"Tapi kamu harus janji pada ku"

__ADS_1


"Apa itu?"senyum manis menghiasi bibir Dewa


"Jangan coba coba menyentuh ku"


"Iya aku janji"Desa langsung berlari ke kamar untuk melihat kedua putra nya yang sangat ia rindukan, selama ini ia hanya terpesona dengan wanita yang penampilan nya lebih menarik di bandingkan istri nya


Suasana di depan ruang ICU lagi hening, hanya suara tangisan Astria yang terdengar, ketika Gea mengatakan kalau keadaan putri sulung nya menurun. Ia menangis di pelukan Nina yang setia menanti kabar sahabat nya


"Do'akan yang terbaik buat Kinar tan"


"Tante begitu takut Nin, tante takut jika terjadi sesuatu terhadap Kinar dan calon bayi nya"Arifin melihat kearah istri nya yang berada di pelukan sahabat putri nya


"Kinar wanita hebat dan kuat tante, aku yakin dia mampu melewati semua ini"


"Tadi nya tante punya harapan seperti itu, tapi ketika dokter Gea mengatakan kondisi Kinar menurun, tante jadi takut Nin"Astria melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata yang membasahi pipi nya, sebenar nya Nina juga merasakan rasa takut, tetapi ia tidak ingin menunjukkan pada Astrea karena ia yakin akan membuat Astrea semakin takut


"Ibu"Astrea langsung memeluk tubuh ibu mertua nya"Aku takut bu, aku benar benar sungguh takut"


"Apa kata dokter?"


"Keadaan Kinar saat ini menurun Bu"


"Dimana Tatit?"


"Mas Arifin mengusir nya Bu"


"Tatit dan putra nya tidak jauh beda, bagaimana mungkin mereka bisa menyakiti Kinar? Jika terjadi sesuatu pada cucu dan cicit ibu, ibu tidak akan pernah memaafkan nya nek Popon memeluk menantu perempuan nya"Ibu yakin semua nya akan baik baik saja"Astrea menenggelamkan wajah nya di pundak ibu mertua nya, Arifin hanya menatap dengan wajah sendu.

__ADS_1


Seorang ibu akan terus menyayangi anak nya, walaupun anak nya tumbuh dewasa dan menua, tetapi seorang anak yang sudah dewasa dan berkeluarga belum tentu sanggup untuk merawat ibu nya yang sudah menua dan tak berdaya. Benar pepatah mengatakan, kasih sayang ibu sepanjang jalan kasih sayang anak sepanjang gala.


Astrea


Tidak ada sutera yang begitu lembut selain seperti belaian seorang ibu


Tidak ada tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu


Tidak ada bunga yang lebih cantik selain senyuman mu


Tak ada jalan yang begitu berbunga bunga seperti yang di cetak oleh langkah kaki mu,


Kau alasan kenapa Kinar ada. Seorang ibu lah yang mengajarkan sayang dan cinta tanpa takaran.


Arifin mendekati ibu nya dan memeluk nya dengan lembut, seorang ibu yang telah melahirkan nya, kini sudah sudah renta di makan usia, namun sedikit pun ia tidak pernah mengeluh kepada anak lelaki nya.


"Andai saja kau dulu mendengar kan nasehat ibu nak, pasti Kinar akan baik baik saja, kenapa, kenapa kau tidak pernah mendengarkan ucapan ibu mu ini Arifin?"air mata jatuh di wajah nya yang sudah keriput


"Maafkan aku ibu"


"Haruskah ibu menyesali atas sikap egois kalian sebagai orang tua? Irsyad bukan saja menantu mu, tetapi ia juga keponakan mu"Nek Popon memeluk tubuh putra nya dengan erat sembari menangis"Andai saja kau memberi kesempatan kepada putri mu untuk mencari pendamping hidup nya sendiri, mungkin tidak akan serumit ini, kau bukan membuat nya bahagia Arifin, tetapi kau justru telah menciptakan neraka bagi putri mu"Arifin menangis tersedu sedu, Astrea yang telah menjadi istri nya tidak pernah melihat suaminya menangis seperti saat ini"Bagaimana mungkin putri mu akan bertahan hidup, jika ia hidup harus menanggung penderitaan untuk seumur hidup nya"


"Ibu"panggil Arifin semakin erat memeluk wanita yang telah melahirkan nya


"Sekarang kau menyesal?"ia hanya menganggukkan kepala"Jika Kinar sudah sadar apapun keputusan yang akan dia ambil, ibu minta tolong pada mu nak, jangan ikut campur"


"Iya Bu, aku janji. Apapun keputusan yang akan putri ku ambil, aku tidak akan ikut campur Bu, aku akan selalu mendukung setiap keputusan nya"Kinar tumbuh besar dengan baik meski ia di besarkan oleh nenek nya, Arifin kini benar benar dihantui rasa bersalah

__ADS_1


"Kita sebagai orang tua tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga anak, tetapi kamu juga harus tau bagaimana kehidupan rumah tangga anak mu dengan suami nya"Arifin menatap wajah ibu nya dengan menitikan air mata. Semoga setelah ini ada air mata kebahagiaan untuk Kinar


__ADS_2