Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Tidak Percaya


__ADS_3

Sebuah Rumah yang tidak begitu mewah, bentuk nya minimalis namun terlihat indah. Rumah yang selalu di impikan Kinar kini menjadi kenyataan. Ia tidak butuh rumah mewah yang ia ingin kan dimana pun ia tinggal yang terpenting bersama suami nya dan ini menjadi kenyataan. Irsyad membukakan pintu mobil untuk Kinar dan membantu nya turun dengan memegang tangan nya, sungguh Kinar tidak dapat mengungkapkannya dengan kata kata, ia berdiri dengan melihat sekitar nya kelihatan asri karena ada taman bunga nya


"Kau menyukai nya?"tanya Irsyad dengan merangkul pundak istri nya


"Ya, aku menyukai nya mas"jawab nya dengan menatap ke arah Irsyad sambil tersenyum, ciuman mesra mendarat di kening nya


"Maaf rumah ini sangat kecil, jika aku membuat rumah baru pasti itu sangat membutuhkan waktu lama"


"Ini juga sudah cukup mas, dan kamu tidak perlu meminta maaf karena aku menyukai tempat tinggal kita yang baru"Irsyad terharu, ia tau kalau istri kecil nya selalu menerima apapun itu, termasuk perselingkuhan nya. Jika teringat hal itu membuat Irsyad merasa bersalah


"Kalau begitu silahkan masuk Nyonya"kata Irsyad dengan menundukkan kepala nya


"Kamu bisa saja mas"Irsyad membukakan pintu dan mempersilahkan istri nya masuk, rumah yang sangat mungil, ada ruang tamu dan ruang TV. Irsyad membuka pintu kamar


"Ini kamar kita"Kinar terharu karena selain tempat tidur di sebelah nya ada box bayi


"Kamu sudah mempersiapkan box untuk calon bayi kita mas?"


"Aku sudah mempersiapkan semua nya meski aku belum tau jenis kelamin calon anak kita, ku harap kau menyukai warna nya?"


"Jika kamu belum tau jenis kelamin calon anak kita kenapa kamu membeli box nya warna pink mas? Seharusnya warna putih atau biru itu warna netral"


"Aku berharap calon anak ku perempuan"Kinar terdiam mendengar keinginan Irsyad ingin memiliki anak perempuan


"Jika yang lahir nanti anak laki laki apa kamu tidak menerima nya?"Kinar mengusap perut nya, ia takut apa jadi nya jika yang lahir anak laki laki bukan perempuan

__ADS_1


"Bukan, bukan begitu maksud ku"Irsyad kelihatan bingung sambil menatap wajah istri nya"Sebenar nya jika yang lahir nanti perempuan atau laki laki bagi ku sama"ia mengusap perut istri nya yang bundar"Hanya saja aku takut jika yang lahir laki laki akan meniru semua sifat ku, tetapi jika perempuan aku ingin ia sepenuh nya mirip dengan mu, baik wajah nya maupun sifat nya"Kinar memegang tangan Irsyad yang berada di atas perut nya"Apakah kau sudah tau jenis kelamin calon anak kita?"Kinar menggeleng kan kepala nya"Besok kita ke dokter ya, aku ingin tau jenis kelamin calon anak ku"Kinar hanya menganggukkan kepala"Sekarang mandilah sudah hampir malam, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita"


"Aku tidak membawa baju ganti"


"Aku sudah mempersiapkan beberapa baju ganti untuk mu, kau coba lah. Ku harap pas dan kau juga menyukai nya"Kinar menatap suami nya, ia berharap jika ini mimpi ia tidak akan bangun dari tidur nya, jika semua nya nyata semoga akan selama nya seperti ini.


Ia masuk kedalam kamar, sebelum mandi ia memeriksa lemari pakaian, ada beberapa baju model dress dan daster. Sejak kapan Irsyad tau ukuran baju nya bukan kah selama ini ia tidak pernah membelikan baju untuk nya? Lalu dari mana ia tau ukuran baju ku? Ini patut untuk di curigai. Kinar mengambil baju daster warna hitam dengan motif bulan sabit. Sebelum ia kenakan ia mandi terlebih dahulu. Di dalam kamar ketika ia menyisir rambut nya ia mencium aroma masakan yang membuat nya menjadi lapar seketika. Eh tunggu dulu... Ternyata baju daster yang ia kenakan sangat pas di tubuh nya, meski ia merasa seperti badut karena hanya perut nya yang kelihatan membesar.


"Wangi sekali masakan kamu mas, sehingga membuat perut ku menjadi lapar"kata kinar dengan mendekati suami nya


"Masakan ku masih kalah dengan aroma tubuh mu"goda Irsyad dengan mencium pipi istri nya sambil mengusap perut nya


"Aku baru tau kalau suami ku ternyata pandai menggombal"Irsyad hanya tersenyum


"Apakah aku sedang bermimpi?"tanya Kinar ketika ia sudah duduk


"Kau tidak bermimpi honey"alamakjang, mendengar panggilan Irsyad untuk diri nya membuat wajah nya berubah menjadi merona merah"Aku akan memperlakukan mu seperti ini setiap hari, ini bentuk permintaan maaf ku pada mu setelah apa yang aku lakukan selama terhadap mu ini, aku janji akan membuat mu bahagia sampai kau lupa bagaimana cara nya bersedih"kata Irsyad memegang tangan Kinar. Sungguh Kinar merasa terharu sampai ia menitik kan air mata"Kenapa menangis? Apa ada kata kata ku yang salah?"Irsyad langsung berdiri mendekati istri nya dengan memegang pundak nya


"Tidak mas, aku hanya merasa terharu"di bawa nya kepala Kinar yang sedang duduk kedalam pelukan nya


"Sekarang makan lah setelah itu kita istirahat"Irsyad mengambil kan nasi dan lauk ke dalam piring istri nya


"Maaf saat ini aku hanya mampu memasakan mu sambal telur dan sayur bayam"


"Tidak masalah, aku menyukai apapun itu yang penting masakan kamu mas"meski pun sudah tersakiti namun Kinar masih bisa membuat nya bahagia, hanya ada denting suara sendok. Irsyad tersenyum bahagia melihat nasi dan lauk di dalam piring Kinar habis semua dan tidak tersisa sedikit pun

__ADS_1


"Kau lapar atau memang masakan ku yang terlalu enak?"


"Kedua nya mas"Irsyad tersenyum, Kinar mengangkat piring untuk di bawa ke tempat cucian piring


"Eh kau kemana? Biar aku yang melakukan nya"


"Pasti kamu lelah mas karena sudah menyetir mobil, dan setelah sampai kamu pun harus menyiapkan semua nya untuk ku"


"Kau jauh lebih lelah karena selama ini sudah membawa calon anak ku kemana mana"kata Irsyad dengan mengusap perut istri nya


"Karena calon anak mu masih di dalam rahim ku mas, bagaimana mungkin aku dapat meninggalkan nya"


"Kalau begitu tunggu di ruang tv, aku akan mandi"Kinar mengikuti perkataan suami nya, sedang kan Irsyad sebelum mandi ia mencuci piring, ia merebahkan tubuh nya di karpet depan TV, tubuh nya sangat pegal semua tapi lebih pegal pinggang nya dan ia pun tertidur pulas. Ketika Irsyad selesai mandi dan menemui nya, ia pun sudah tidak sadar


"Pasti kamu sangat lelah?"ia menatap wajah istri nya yang begitu tenang, ia mengangkat tubuh Kinar dan di bawa nya ke kamar


"Mas, aku bisa jalan sendiri"Kinar begitu terkejut ketika ia berada di gendongan suami nya"Turun kan aku mas"


"Badan mu terlalu ringan jadi jangan khawatir, itu sangat mudah pagi ku untuk melakukan nya"Kinar tersipu malu dengan melingkar kan kedua tangan nya di leher suami nya dengan manja.


"Mas, apakah ini awal untuk kebahagian kita atau kau hanya membuat ku bahagia sesaat lalu kau akan menyakiti ku kembali?"


"Semua perlakuan ku pada mu tidak ada niat untuk menyakiti mu kembali, karena sekarang aku benar benar mencintai mu"


Kinar masih tidak dapat mempercayai nya, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Sementara dulu ia begitu mengemis akan cinta suami nya dan sekarang justru suami nya yang begitu bucin terhadap dirinya. Dengan lembut Irsyad membaringkan tubuh istri nya di ranjang dan mencium bibir nya dan axe selanjut nya. Para pembaca tau lah apa yang terjadi tanpa harus di jelaskan tanpa mendetail.

__ADS_1


__ADS_2