
"Kau ingin kita berpisah? Baik tunggu saja, aku akan melakukan apa yang kau pinta"
"Terima kasih"jawab Kinar dengan menghapus air mata nya, Irsyad menatap nya setelah itu pergi meninggalkan kinar
"Untuk apa aku tinggal di rumah ini"ucap Kinar dengan keluar dari kamar dan menuju gerbang
"Mau kemana non?"
"Ada urusan mang"Kinar keluar dan menyetop taksi
"Kamu dimana nin?"pesan terkirim
"Di kantor, ada apa?"
"Aku ingin bertemu dengan kamu"
"Oke"Kinar mengirim alamat dimana mereka akan bertemu
Tidak berapa lama Irsyad kembali ke rumah orang tua nya dan langsung masuk ke kamar tamu, tapi dia tidak menemukan Kinar
"Ni,,,!!!!
"Iya den"sahut bi Sumi dengan berlari
"Dimana Kinar?*
"Ada di kamar den"
"Tidak ada bi"
"Tadi ada di kamar den"
"Kalau ada kenapa saya manggil bi Sumi!!?"bentak Irsyad membuat bi Sumi terkejut
"Yadi ada den"
"Bi Sumi mengatakan tadi, kemana saja bi Sumi sampai tidak tau kemana istri saya perg!!?"nada bicara nya begitu tinggi, dengan langkah terburu buru Irsyad menuju pintu gerbang
"Apa mang Diman tau dimana Kinar?"
"Tadi keluar naik taksi den"
"Apa dia mengatakan sesuatu?"
"Kata nya ada urusan den"Irsyad menarik nafas begitu kasar, di tekan ponsel nya dan menghubungi Kinar terhubung tapi tidak diangkat
"Dasar wanita kerjaan nya hanya l selalu menyusahkan"Irsyad masuk kembali dan menunggu Kinar kembali
"Kamu kenapa?"tanya Nina begitu bertemu dengan Kinar
"Entahlah Nin, aku sudah tidak sanggup lagi menjalani pernikahan ini, seperti nya aku akan berpisah dengan nya"
"Dengan suami robot mu?"Kinar menganggukkan kepala"Apa sudah kamu pikirkan?"lagi lagi Kinar menganggukkan kepala
"Sudah Tidak ada lagi yang bisa aku pertahan kan nin"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan mami mertua mu?"
"Akan aku pikirkan nanti"
"Ah Kinar, aku jadi sedih"Nina menangis
"Kenapa kamu menangis?"
"Mengingat pernikahan kamu yang baru seumur ubi jalar, tapi kalian akan berpisah"
"Aku akan kembali ke rumah orang tua ku Nin"
"Jika itu keputusan mu, aku tidak bisa berbuat apa apa"
"Dia tidak pernah mencintaiku nin"kali ini Kinar yang menangis"Aku sudah berusaha Nin, tapi hati ku tidak bisa di bohongi"
"Kalau kamu cemburu dengan Susan?"Kinar hanya menangis
"Entah lah Nin, jujur hati ini menaruh harapan besar pada nya, tapi seperti nya memang dia tidak pernah mencintai ku, dia hanya mencintai Susan Nin, Susan"
"Kalau kau mencintai nya, kenapa tidak berusah kamu perjuangan kan?"
"Aku sudah berjuang Nin, tapi kenyataan nya dia tidak pernah memberi ku kesempatan"
"Membuka hati nya untuk mu? Kinar dengarkan aku, jika kau memang mencintai nya kau harus bisa merebut hati nya dari wanita murahan itu"
"Yidak semudah itu Nin"jawab Kinar dengan menggelengkan kepala"Mas Irsyad begitu mencintai wanita nya"Kinar masih menangis
"Jika kau berpisah dari nya, itu arti nya kau kalah Kin, justru kau memberikan ruang untuk mereka bersatu"
"Ini bukan perang Nin"
"Tapi kenyataan nya aku kalah Nin, aku sudah kalah dan aku menyerah"
"Semudah itu kau mengatakan menyerah?"Kinar menatap Nina"Perang belum di mulai dan kau sudah mengatakan menyerah?"
"Kenyataan nya aku tetap akan kalah"
"Kau harus mencoba nya lagi Kin"
"Aku tidak akan mencoba nya lagi Nin, karena aku takut kalau pada akhir nya aku akan kalah. Jadi lebih baik aku mundur teratur"
"Setidak nya kamu sudah mencoba nya lagi Kin"
"Aku tidak akan mencoba nya Nin, karena sekeras apa pun aku berusaha, di hati nya tidak pernah ada aku, jika memang dia mencintai ku dia pasti mengejar ku tapi kenyataan nya,,,,,"Nina memeluk sahabat nya"Jangan kan mengejar ku, mengaggap ku ada pun tidak pernah Nin,,, tidak pernah"Nina mengusap punggung sahabat nya yang menangis tersedu sedu"Aku akan pulang ke rumah orang tua ku, dan mengatakan yang sebenar nya"
"Baiklah kalau itu sudah keputusan mu"kata Nina dengan melepaskan pelukan nya
"Terima kasih atas waktu nya Nin, sekarang aku sudah lega"Nina mengantarkan Kinar masuk kedalam taksi
"Kalau kamu butuh sesuatu, hubungi aku saja"Kinar menganggukkan kepala, taksi melaju meninggalkan Nina.
D dalam taksi Kinar merasa bingung, dari mana dia akan mengatakan pada mama dan papa nya tentang keputusan nya untuk berpisah, begitu taksi berhenti di kediaman orang tua nya ia langsung turun
Kinan lagi duduk santai menyusui anak nya, Dewo sedang bermain
__ADS_1
"Kak Kinar"panggil Kinan dan langsung memeluk kakak nya"Kak Kinar kenapa?"
"Mama dimana Kin?"tanya Kinar dengan mencubit pipi gemoy diwo yang sedang asik menyusu
"Ada lagi di dapur kak"
"Kamu tunggu di sini ya?"Kinar menuju dapur di lihat nya Astri yang begitu sibuk menyiapkan makan malam
"Ma"
"Kinar, dengan siapa kamu ke sini?"Astri melihat mata anak nya yang sembab
"Kamu kenapa nak?"
"Papa dimana ma?"
"Papa kamu lagi keluar kota"
Kinar menarik tangan Astri menuju meja pantry, dan menggenggam kedua tangan Astri
"Maaf kan aku ma, sungguh maafkan aku"kata Kinar lirih
"Ada apa sayang? Apa yang terjadi?"
"Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan inibma"kali ini Kinar menangis"Aku tidak bisa ma, aku tidak bahagia"ada rona rasa bersalah di wajah Astri, ketika mendengar kalau anak nya tidak pernah bahagia dengan pernikahan nya
"Mama yang seharusnya minta maaf sayang,,,"kata Astri dengan mengusap punggung tangan kinar
"Mama tidak bersalah"
"Mama terlalu berambisi untuk menjodohkan kamu dengan keponakan papa, andai saja dulu mama tidak ngotot dan mendengarkan kata kata kamu, pasti tidak akan begini jadi nya"kali ini Kinar menangis menutup wajah dengan kedua tangan nya, melihat hal itu Astri langsung berdiri dan mendekap kepala Kinar di dalam pelukan nya
"Mama pasti kecewa?"
"Tidak nak,, tidak, mama tidak kecewa, justru mama yang telah mengecewakan kamu"Kinar menggelengkan kepala mendongak melihat wajah Astri"Kamu tau Kinar? Kamu dari dulu tidak pernah berubah, kamu selalu menuruti kata kata mama dan papa, untuk pendamping hidup pun kamu menerima perjodohan yang mama dan papa pilihkan, pada hal kamu berhak bahagia nak"Kinar langsung berdiri dan memeluk Astri
"Aku sudah berusaha untuk bertahan ma, tapi,,,,"
"Sudah sayang,,, sudah"Astri melepaskan pelukan Kinar dan mengusap air mata putri nya"Tidak baik wanita hamil menangis kata orang tua dulu, nanti anak nya kalau sudah lahir cengeng"Astri tidak tega melihat wajah anak nya yang penurut sembab"Kenapa kamu tidak mengatakan dari dulu, kalau kamu tidak bahagia hidup bersama nya?"
"Aku takut mama kecewa, dan aku sedang berusaha untuk mempertahan kan pernikahan ku ma, yapi aku tidak bisa ma"Kinar menggelengkan kepala
"Tidak nak"Astri menatap perut kinar yang mulai membuncit"Apa mami mertua kamu tau?"Kinar menganggukkan kepala
"Kedua orang tua mas Irsyad lagi keluar kota ma, ke Bandung"
"Mama lihat kamu begitu lelah, lihat mata kamu begitu cekung, apa kamu kurang tidur?"
"Justru aku hobi tidur ma"bohong Kinar
"Istirahatlah,, mama masak dulu"Kinar menganggukkan kepala dan berjalan menuju kamar nya
"Kak!!"panggil Kinar
"Hm,,"
__ADS_1
"Kak Kinar mau kemana?"Kinar menatap adik nya dan kedua anak nya secara bergantian
"Haruskah kedua anak mama menyandang status janda?"