Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Jangan Menyerah


__ADS_3

Setelah Astri pulang dari Jogja dia masih begitu khawatir dengan keadaan Kinar putri nya, bagaimana mungkin Kinar mampu menjalani semua ini tanpa suami dengan kondisi hamil, seharus nya saat saat seperti ini seorang istri akan manja kepada suami nya tapi tidak untuk Kinar, lalu bagaimana kalau tiba tiba Kinar mengalami kontraksi karena ingin melahirkan sementara nek Popon tidak berada di rumah?mudah mudahan calon cucu nya tidak seperti bapak nya yang selalu menyusahkan ibu nya. Pikiran Astri terbang jauh memikirkan anak sulung nya


"mama jangan mengkhawatirkan kak Kinar terus, kak Kinar pasti bisa menjaga diri nya dan calon anak nya?"kata Kinar dengan mengusap punggung Astri yang terdiam tengah melamun


"mama masih begitu khawatir nan"


"nenek pasti menjaga nya dengan baik ma"


"itu pasti,,tapi ketika mama melihat kondisi nya yang seperti itu membuat mama tidak sampai hati nan"Kinan menatap Astri yang masih selalu menangis mengingat Kinar


"apa aku harus ke Jogja untuk menjaga nya ma?"


"tidak nak,,,tidak,,,kakak kamu membutuhkan waktu untuk melupakan segala nya, dan kamu juga lagi ada masalah lebih baik kamu selesai kan masalah kamu dengan dewa"


"haruskah aku berpisah dengan mas dewa ma?"batin Kinan"bukan aku takut untuk berpisah dengan mas dewa ma tapi bagaimana kelanjutan hidup ke dua anak ku jika aku berpisah dengan nya?"Kinan masih terdiam dengan memainkan jari nya"haruskah aku merelakan segala nya yang telah kami bangun selama hampir lima tahun ini?"


"keputusan ada di tangan kamu nak, jika hati mu mengatakan iya maka lakukan lah tapi jika hati mu menolak untuk melakukan nya maka jangan pernah kamu melakukan nya"Astri memegang tangan Kinan dengan lembut"bukan mama tidak ingin kamu berada di sini tapi dia masih status suami kamu, mama tidak ingin keluarga nya menyalahkan mama karena keberadaan kamu di sini"


Setelah berkata seperti itu Astri meninggalkan Kinan sendirian, Astri melangkah kan kaki nya menuju balkon belakang dia merasakan pikiran nya begitu penat jika memikirkan semua nya itu.


Tidak terasa sudah satu bulan Kinar meninggalkan Irsyad dan lebih memilih tinggal di Jogja bersama nenek nya karena ini akan lebih baik untuk nya dan juga calon bayi nya, kini usia kehamilan nya sudah lima bulan bahkan sudah masuk bulan ke enam


"kamu sudah siap untuk bekerja di kafe milik nenek sayang?"

__ADS_1


"sudah nek, aku tidak akan bisa terus menerus menangisi nasib ku nek"


"ya itu lebih baik sayang"


"terkadang aku menyerah pada takdir ku nek"


"jangan pernah menyerah apa pun yang terjadi dan jangan pernah menyesali nasib Kinar, masa depan kamu masih panjang bahkan kamu juga harus membesarkan bayi kamu yang belum lahir"Kinar menatap nek popon"ingat Kinar jangan pernah kamu berputus asa karena kegagalan kamu berumah tangga"Kinar memegang tangan nek Popon dengan tersenyum


"aku sedang berusaha nek"


"nenek yakin kalau kamu itu pasti kuat menjalani semua ini"


"mudah mudahan aku kuat menjalani semua ini nek"ada butiran bening mengalir dari telaga mata Kinar yang teduh, terkadang kinar suka bertanya pada diri nya sendiri sakit mana suami di ambil oleh Allah atau diambil pelakor?tapi semua itu hanya ada di hati kinar, coba para pembaca setia ku milih yang mana?atau tidak akan memilih kedua nya karena kedua nya sama sama sakit?


"ya"jawab Kinar pelan dengan berdiri


"Narsih"


"iya bu"


"jangan lupa di kunci semua pintu nya ya Narsih, karena saya dan Kinar mau berangkat ke cafe"


"mbak Kinar ikut kerja dengan ibu?"

__ADS_1


"iya Narsih, jika kelamaan Kinar di rumah maka dia akan semakin meratapi nasib nya"


"baik Bu, semangat ya mbak Kinar"


"pasti bi"Kinar dan popon masuk ke dalam mobi dan pergi menuju cafe di mana dia nenek mempercayakan pada nya


"jika kamu ada masalah hubungi nenek ya nak"


"iya nek"


"nenek percaya kamu bisa menjalankan cafe yang nenek percayakan sepenuh nya sama kamu"Kinar menarik nafas yang terasa begitu berat, ini tanggung jawab baru Kinar mau tidak mau Kinar harus menerima nya karena kinar akan merasa bosan jika dia harus tinggal di rumah terus


Dengan langkah anggun Kinar berjalan di samping nek popon, penampilan nya begitu sederhana tapi terkesan elegan siapa pun yang melihat nya akan kagum dan terpesona meski perut nya besar tidak mengurangi kecantikan nya dengan mengenakan baju daster batik selutut rambut tergerai sepunggung, leher nya yang jenjang dan putih menambahkan ke anggunan nya.


Dengan penuh percaya diri Kinar memasuki ruangan nya, ya dia harus memulai segala nya disini karena ini lah tempat yang terbaik untuk melupakan Irsyad, Kinar tau tidak akan semudah itu melupakan Irsyad karena benih Irsyad sudah tumbuh di rahim nya


"Aku membenci mu bukan karena aku tidak mencintai mu tapi karena siapa aku saat bersama mu mas" batin Kinar"Aku hanya ingin tau bagaimana keadaan dan perasaan mu ketika aku tidak lagi di sisi mu, apakah kah kamu menganggap ku begitu berharga atau hanya sebuah sampah"Kinar mengusap perut nya"Perpisahan dan jarak ini mungkin jalan yang terbaik buat kita terutama aku karena dengan begini aku tidak lagi merasa tersakiti dengan semua sikap mu mas"


Jarak dan waktu tidak menjadi penghalang bagi seseorang yang sedang memperjuangkan cinta. Apakah jarak benar benar penting? kamu mencintai aktor favorit mu, menggilai penyanyi kesukaan mu, dan menunggu dengan sabar karya karya mereka. Lantas, kenapa kamu tidak bisa melakukan untuk seseorang yang pernah hadir di hati mu, seseorang yang pernah mengisi hati mu, seseorang yang pernah membuat mu bahagia? Kinar lupa kalau kehadiran nya justru merusak kebahagian suami nya. Sadar Kinar jangan terlalu berharap terlalu tinggi karena pada akhir nya kamu akan jatuh kembali.


Kesadaran Kinar kini telah pulih kembali selama ini ia amnesia sehingga ia tidak tau menempatkan cinta nya pada orang yang salah, memang selalu terlambat menyadari kesalahan tapi setidaknya Kinar telah sadar.


Kini kursi dinasti Kinar telah berubah dan beda tapi kenyamanan telah ia dapat, suasana baru menjernihkan akal sehat nya, suasana baru menyadarkan diri nya, diusap nya perut bundar nya

__ADS_1


"maafkan ibu nak, ini lah tempat kita sekarang ibu harap kamu betah ya nak dan tidak rewel, bertahan lah di perut ibu karena suatu saat kamu akan paham untuk apa ibu berada di sini dan jauh dari ayah mu?"


__ADS_2