
Kinan menyerahkan Diwa kepada kakak nya, ada rasa takut dalam diri kinar, kalau Kinan tidak akan pernah datang untuk menjemput bayi nya.
"Aku titip Diwa ya kak"kata nya dengan mengecup kening anak nya
"Kamu pasti akan kembalikan Kinan?"
"Aku pasti kembali kak, aku hanya menjemput Diwa"Kinar diam, dengan melangkah tanpa melihat kebelakang Kinan pergi, kini tinggal Kinar yang menggendong Diwa, di ciumi nya pipi diwa dengan lembut
"Jangan nakal sama Tante ya sayang"kata Kinarama kamu hanya ingin menjemput kakak kamu, kita doakan semoga cepat selesai jadi kamu bisa kembali sama mama kamu"
"Bi,, bi Siti"
"Iya non"
"Tolong ambilkan perlengkapan Diwa ya"
"Lho non kinar mau kemana?"
"Saya mau pulang bi, Diwa saya bawa ke rumah, jangan bilang apapun sama mama dan papa ya bi"
"Iya non"Kinar menunggu bi siti yang mengambil perlengkapan Diwa, begitu bi Siti sampai di bawah dengan membawa perlengkapan, Kinar keluar dengan membawa Diwa
"Mang panggilkan taksi"
"Baik Non"Kinar masih berdiri di teras dengan menggendong Diwa yang menangis
"Kamu haus"tanya Kinar dengan membelai rambut Diwa"Tapi kamu habis minum susu sama mama, kenapa masih menangis? Apa kamu masih merasa haus"Kinar tidak henti henti nya mencium Diwa sampai dia tertidur di gendongan Kinar"Kamu mengantuk, tante tidak tau kalau kamu ingin tidur"
"Non taksi nya sudah datang"bi siti mengantarkan Anak majikan nya sampai ke dalam taksi
"Hati hati ya non"Kinar hanya menganggukkan kepala, taksi pergi meninggalkan bi siti
"Kenapa aku jadi ragu begini ya, kenapa aku menjadi tidak yakin kalau kinan akan datang menjemput Diwa?"keraguan di hati kinar mulai mengusik nya"Apa yang akan aku katakan pada nya, kalau Diwa di titipkan pada ku lalu ibu nya tidak menjemput nya? Tidak, aku yakin kalau Kinan tidak akan kembali"
"Berdoa ya sayang semoga semua nya baik baik saja"taksi sampai di apartemen, Kinar ragu untuk turun, apa yang harus dia lakukan?Apa yang akan aku katakan pada nya? Dengan langkah sedikit ragu Kinar turun dari taksi dengan menggendong Diwa, dan membawa perlengkapan nya, tapi diri nya sangat beruntung sebelum sampai di atas Tatit sudah datang
"Kinar"panggil Tatit dengan memandang Kinar dengan heran"Kamu udah lahiran?"dengan memandang perut Kinar"Tidak, perut kamu masih sedikit besar, lalu anak siapa ini?"tanya nya ketika sudah mendekat
"Anak Kinan mam"
"Tidak,, tidak"Tatit langsung mengambil Diwa dalam gendongan nya"Bagaimana mungkin kamu menggendong nya dengan perut seperti ini"
__ADS_1
"Aku tidak apa apa mam"
"Kamu tidak, tapi bagaimana dengan calon cucu mam"Kinar menyibak rambut nya yang berantakan hingga menutupi wajah nya
"Sekarang Kinan dimana!!?"nada suara Tatit sedikit marah
"Lagi ada urusan mam"
"Dan sekarang anak ini akan menjadi tanggung jawab kamu?"
"Hanya hari ini mam"jawab Kinar pelan
"Kinar, kamu tau kan kalau kamu sedang hamil?"Kinar menganggukkan kepala"Mam tidak mau kalau bayi ini akan menjadikan cucu mam,,,,"
"Nama nya Diwa mam"potong Kinar
"Kinar,,, Kinar,, kamu itu terlalu baik menjadi orang"Kinar hanya tersenyum"malah senyum"Tatit menggendong Diwa, sementara Kinar membawa perlengkapan Diwa sampai apartemen"Apa suami kamu tau?
"Tidak mam"
"Kamu belum izin dengan suami kamu?"Kinar menggelengkan kepala"Kalau suami kamu tidak mengizinkan bagaimana?"
"Aku akan menitipkan Diwa sama mama"
"Belum tau mam"akhir nya mereka berdua sampai di apartemen, pintu terbuka Kinar dan Tatit terkejut karena Irsyad sedang mengepel lantai
"sejak kapan suami kamu jadi rajin seperti ini kinar?"
"Aku juga tidak tau mam"Tatit tersenyum melihat irsyad yang mengepel dengan mendengarkan musik di ponsel nya
"apa boleh masuk?tanya Tante tatit
"Tidak tunggu di luar, lantai nya masih basah, itu akan sangat berbahaya untuk mu dan bayi ku "jawab Irsyad tanpa melihat kalau yang meminta izin untuk masuk adalah mami nya
"Kita menunggu di mana Kinar?"
"Di sini aja mam"ajak Kinar dengan duduk di lantai
"Yang bener aja kamu"kata Tatit dengan menarik tangan Kinar
"Kenapa mam?"
__ADS_1
"Jangan duduk di lantai, mam tidak mau kamu masuk angin"
"Jangan khawatir mam, menantu mam ini sangat kuat, apa lagi anak ini, lebih kuat dari ibu nya "jawab Kinar dengan membelai perut nya
"Tidak,,, tidak"Tatit menarik tangan Kinar kembali"Mam tau, meski suami mu tidak perduli, tapi mam sangat perduli Kinar"betul sekali kata Tatit, Kinar berdiri dengan di bantu oleh Tatit dan berjalan menuju apartemen anak lelaki nya
"Aku sudah melarang mu untuk masuk, apa kau tidak mendengarnya, Apa kamu tidak tau, lantai nya masih licin!!?"kata Irsyad dengan nada tinggi
"Oh jadi begini cara mu memperlakukan istri mu Irsyad?"
"Mami, mami datang?"
"Mami tidak menyangka Irsyad, apa kah ketika Kinar sedang bersih bersih rumah dia juga tidak mengizinkan mu masuk?"Irsyad menatap Kinar"Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun,biar Kinar ikut mami sekarang"
"Maksud mami apa?"
"Irsyad kamu menikah dengan Kinar itu sudah tujuh bulan, tapi kamu tidak pernah berbagi tempat tidur dan lemari"
"Mami tau dari mana? Apa Kinar yang memberitahu mami?"tanya Irsyad dengan tatapan semakin dingin seperti ingin menelan Kinar bulat bulat
"Kinar tidak pernah mengatakan apa pun Irsyad?
"Mami bohong"
"Kenapa mami harus bohong, tidak kah kamu menyadari di mana letak baju Kinar? Dimana letak peralatan make up nya? Semua nya di ruang tv Irsyad, di ruang tv"Tatit tersenyum melihat Irsyad kebingungan"Kamu tidak Ingin berbagi apapun pada istri mu, tapi kamu mau berbagi tubuh mu dengan nya, bahkan sampai Kinar hamil pun kamu tidak perduli pada nya,,sebenar nya kepala kamu itu terbuat dari apa Irsyad?"Tatit menyerahkan Diwa pada Kinar"Kalau seperti ini justru mami khawatir dengan calon cucu mami"Tatit mendekati Irsyad"Lebih baik Kinar ikut dengan mami"
"Tapi mi,,,"panggil Irsyad ketika Kinar di bawa keluar dari apartemen"Mami, tunggu mi, mami gak bisa gitu dong Kinar itu istri ku mi"
"Istri?t"anya Tatit dan menoleh ke arah Irsyad"Istri hanya di selembar kertas"
"Mi,,,Kinar itu hak ku"
"Hak apa? Hak membuat dia hamil? Tatit tetap berjalan dengan menarik tangan Kinar
"Mi,,,,!!!!!!"teriak Irsyad dan menarik tangan Kinar,dan
"Plak"tamparan keras Tatit mengenai pipi Irsyad
"Dengar Irsyad, selama ini mami sudah cukup diam, tapi tidak untuk sekarang, tidak Irsyad,,,,Kinar akan melahirkan cucu mami, dan mami tidak ingin terjadi sesuatu dengan Kinar dan juga calon cucu mami"kedua tangan Tatit mengepal
"Maksud mami apa?"
__ADS_1
"Pikirkan sendiri"Kinar hanya diam, ketika Tatit menarik tangan nya dan di bawa ke parkiran, apa yang akan di lakukan Tatit pada nya