Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Tidak Sabar


__ADS_3

Sri menatap putri nya, ia masih memikirkan tentang perkataan putri nya kepada Kinar sahabat nya


"Kenapa mama menatap ku?"


"Ah tidak"


"Apa yang sedang mama pikirkan?"


"Perkataan mu, nak"


"Ada apa dengan perkataan ku, ma"


"Apakah kau tau nak kalau perkataan mu tadi sangat menyinggung sahabat mu?"


"Apa yang aku katakan benar ada nya, ma"


"Kegagalan pernikahan mu tidak ada hubungan nya dengan Kinar, lalu kenapa kau marah pada nya?"Nina menatap ibu nya"Mama rasa Kinar belum pernah bertemu dengan tommy sebelum nya tapi kenapa kau membandingkan suami nya dengan suami mu. Ingat Nina jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan suami mu"


"Mama tidak pernah tau dulu ketika Kinar di khianati suami nya"


"Apakah ketika Kinar di khianati suami nya, dia pernah menyalahkan mu?"Sri tersenyum"Dia berbagi cerita pada mu karena dia menganggap mu adalah sahabat terbaik nya, lalu kenapa kau menyakiti nya? Ingat Nina, dia telah menolong mu dengan membawa mu ke rumah sakit bahkan Kinar juga harus di rawat karena mu"


"Ini tidak sebanding dengan pengorbanan ku untuk nya ma"


"Lho kok jadi hitung hitungan begitu?"Nina hanya diam dengan menatap ibu nya"Bukan kah kalian berteman dari sekolah dasar?"Nina menatap Sri dengan tatapan tidak suka"Ingat Nak, apakah selama Kinar di khianati oleh suami nya dia pernah menyalahkan mu?"


"Kenapa mama jadi membela nya?"


"Mama tidak membela nya, mama hanya tidak suka kau menyalahkan nya karena Tommy membohongi mu"jawab Sri dengan tegas"Ingat Nina, Kinar tidak terlibat dalam hal ini"Sri menghela nafas nya, ia masih tidak dapat mempercayai nya kalau putri nya menyalah kan sahabat nya"Istirahat lah, mama ingin keluar sebentar"


"Mama mau kemana? Mau menemui Kinar?"


"Tidak, mama sedang merasa haus"Sri meninggalkan putri nya yang terbaring lemah, ia tidak habis pikir bagaimana mungkin putri nya telah berubah menjadi arogan. Sri melangkah kan kaki nya menuju ruangan dimana Kinar di rawat namun sayang ruangan nya telah kosong, ketika Sri bertanya dengan suster jawaban dari suster kalau Kinar sudah pulang.


"Aku sangat yakin kalau saat ini Kinar pasti sakit hati atas perkataan Nina"


Kinar menatap suami nya yang membantu nya naik ke ranjang


"Mas"


"Hm"jawab Irsyad tanpa melihat ke arah istri nya


"Aku sudah tidak apa apa mas, kau bisa kembali ke proyek. Lagian di sini juga ada mama yang akan merawat ku"Irsyad melihat ke arah suami nya


"Kau tidak percaya kalau aku bisa merawat mu dengan baik?"


"Bukan begitu maksud ku, mas. Aku hanya takut proyek mu akan terkendala hanya karena ku"


"Saat ini yang paling penting adalah kau dan calon anak ku"jawab Irsyad tegas


"Kau takut aku akan melakukan hal seperti ini lagi?"


"Menurut mu?"Kinar tersenyum

__ADS_1


"Kenapa kau tersenyum?"


"Sampai saat ini aku masih tidak percaya dengan perubahan sikap suami robot ku"


"Apa kau bilang, ha apa?"Irsyad menggelitik perut bundar istri nya dan menciumi wajah nya


"Mas, mas ah geli tau"Irsyad tidak perduli hingga membuat Kinar menggeliat"Mas"pekik Kinar


"Kau menyukai nya bukan?"mereka tertawa terbahak bahak


"Apa yang kalian lakukan?"tanya nek Popon, Astrea hanya tersenyum dengan menutup mulut nya melihat tingkah putri dan menantu nya, sedang kan Irsyad dan Kinar terkejut melihat kedatangan nenek dan mama nya, dengan terburu buru Irsyad berdiri sedangkan Kinar merapikan baju dan rambut nya yang berantakan"Apakah kau tidak bisa menahan nya, ha!!?"bentak nek Popon dengan memukul lengan Irsyad"Kau tau kan istri mu baru saja di rawat di rumah sakit? Bagaimana jika istri mu melahirkan? Sulit untuk di bayangkan"


"Justru itu yang aku harapkan nek"


"Kau ingin anak mu lahir secara prematur, ha!? Dasar bodoh"tanya nek Popon dengan memukul lengan Irsyad kembali


"Ha"


"Ha, he, kau lagi Kinar, apakah kau juga sudah tidak sabar?"


"Aku?"Kinar menunjuk diri nya sendiri"Tidak nek, tidak"Nek Popon langsung keluar di ikuti oleh Astrea. Irsyad mengacak rambut nya yang tidak gatal sambil tersenyum melihat ke arah istri nya


"Aku rasa nenek tidak pernah muda"


"Ha, ingat mas masa depan kita adalah masa lalu nenek, jadi sebelum kita melakukan seperti ini nenek sudah merasakan terlebih dahulu, durhaka Lo"


"Tapi nenek sangat tidak pengertian sayang"


"Bukan nenek yang tidak pengertian, tapi kamu nya saja yang terlalu bernafsu"


"Berhenti mas, jika nenek dan mama ku melihat nya kembali yang ada kita akan kena depak dari sini"


"Itu akan lebih baik sayang, karena jika kita di depak dari sini kita akan bebas melakukan kapan pun di rumah kita"


"Parno banget sih otak mu, mas?"


"Kau tidak akan tau?"


"Apa yang tidak aku ketauhi?"


"Setalah kau melahirkan anak ku, itu akan membuat ku tersiksa"


"Lho kok tersiksa? Bukan kah kau mengharapkan anak kita segera lahir"


"Iya, tapi apakah kau tau setelah kau melahirkan, aku akan berpuasa sampai tiga bulan"


"Tiga bulan? Puasa apaan itu mas? Kok aku baru dengar ya"


"Hadeh,,,"Irsyad menepuk jidat nya"Kau ingin setelah kau melahirkan langsung aku sentuh?"


"Ha, mana bisa begitu"


"Ya itu yang aku maksud sayang"

__ADS_1


"Oh"Kinar menganggukkan kepala


"Lebih baik aku kembali ke proyek, jika tidak aku akan menelan mu bulat bulat"


"Kau pikir aku cilok"Irsyad tersenyum


"Jika malam ini aku tidak kembali tidurlah dengan mama"


"Kau tidak pulang?"


"Aku ingin secepat mungkin menyelesaikan proyek ini sebelum kau lahiran, karena aku ingin selalu berada di samping mu ketika kau melahirkan anak ku"Kinar merasa terharu, benar apa yang di katakan suami nya ketika ia melahirkan nanti Irsyad berada di samping nya agar ia tau betapa sulit nya melewati masa masa sulit melahirkan.


"Kau tidak marah kan?"


"Kau janji tidak akan melakukan hal yang membuat ku jadi membenci mu?"


"Kau cemburu?"Irsyad mencubit hidung bangir istri nya


"Kau taukan semenjak aku hamil bentuk tubuh ku banyak berubah, bisa saja kau sudah tidak selera lagi dengan ku"Irsyad tertawa terbahak bahak


"Kau tau, aku lebih suka dengan bentuk tubuh mu yang sekarang, membuat ku lebih bernafsu"


"Dasar otak mesum"


"Tapi kau menyukai nya kan? Aku yakin kau juga jadi kecanduan?"


"Apaan sih"Kinar memukul lengan suami nya


"Istirahat lah, jangan melakukan apapun. Jika perut mu terasa keram hubungi aku secepat nya"Irsyad mengusap perut istri nya dengan lembut


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, di sini ada mama, kau harus fokus dengan proyek mu"


"Kau istri ku dan sedang mengandung anak ku, bagaimana aku tidak mengkhawatirkan mu"


"Pergilah, setelah selesai segera lah pulang. Aku dan calon anak mu selalu menanti mu"Irsyad mencium perut istri nya setelah itu ia mencium wajah istri nya berkali kali


"Aku pergi dulu, jaga diri baik baik"irsyad dengan berat hati meninggalkan istri nya, sebelum ia kembali ke proyek Irsyad menemui mama mertua nya.


"Ma"


"Eh, kamu, Ada apa?"


"Aku titip Kinar ya ma"


"Kau akan pergi kemana?"


"Aku mau kembali ke proyek ma"


"Kau kan tau istri mu sedang tidak baik baik saja, lalu kenapa kau malah meninggalkan nya"kata nek Popon dengan melihat ke arah cucu nya


"Aku ingin secepat nya menyelesaikan proyek ku, nek. Jadi ketika Kinar melahirkan aku bisa menemani nya nek"


"Pergi lah, mama akan menjaga nya"

__ADS_1


"Terima kasih ma, kalau begitu aku pergi dulu ma"Irsyad mencium punggung tangan mertua dan nenek nya.


"Hati-hati nak"meski hubungan Astrea dan suami nya saat ini renggang ia tidak merasa marah karena ia mengambil keputusan yang tepat untuk putri sulung nya saat ini.


__ADS_2