
Hari ini rasa bosan Kinar terobati ketika diri nya sudah masuk kantor,pada hal pagi masih begitu buta tapi Kinar sudah datang ke kantor.
"pagi Bu"sapa Titin
"pagi juga tin"
"gimana kabar nya Bu?"
"Alhamdulillah sudah sehat tin"
"ibu mau saya pesan kan sarapan?"
"tidak,,,terima kasih tin"
"kalau begitu saya tinggal ya Bu"
"silahkan"Kinar masuk ke ruangan nya dan duduk dengan menyandarkan kepala di kursi dinasti nya. ponsel nya berdering panggilan masuk dari Irsyad
"ngapain dia nelpon?"dengan malas Kinar mengangkat nya
"kenapa kamu tidak menyiapkan sarapan untuk ku!!??Kinar begitu terkejut ketika Irsyad menanyakan tentang sarapan melalui ponsel
"sarapan?"
"iya sarapan ku?"
"ya Tuhan,,,,sebenar nya kamu itu amnesia atau geger otak sih mas?"tanya Kinar
"aku sedang tidak amnesia atau geger otak dan aku masih baik baik saja"
"kalau kamu baik baik saja kenapa kamu menanyakan sarapan?"
"memang nya kenapa?"suara nya terdengar begitu dingin
"kamu lupa apa yang kamu katakan malam tadi,bukan kah kamu sendiri yang mengatakan pada ku kalau aku tidak perlu menyiapkan semua nya untuk mu,lalu kenapa sekarang kamu menghubungi ku dan menanyakan sarapan?"Irsyad menepuk jidat nya"jika ingin sarapan maka sarapan di luar saja karena mulai hari ini aku tidak akan pernah menyiapkan semua nya untuk mu"Kinar mematikan ponsel nya
"dasar manusia aneh,menelpon ku hanya menanyakan sarapan,,,"kata Kinar pada diri nya sendiri"ketika aku sakit dia tidak pernah bertanya tentang keadaan ku,apa dia benar benar lupa dengan kata kata nya malam tadi,dan apa dia juga lupa ketika aku membuang Kopi dan makan malam di hadapan nya?"
Kantor sudah ramai karena sudah masuk jam kerja,Ica keruangan nya dan mengatakan kalau Irsyad ingin bertemu,Kinar berdiri dengan merapikan baju nya karena perut nya sudah mulai membesar,di pandangi perut nya
"bayi robot ku sudah mulai membesar"batin Kinar,
dengan langkah pelan Kinar menuju ruangan irsyad sebelum mengetuk pintu Kinar menarik nafas
tok,,,tok,,tok
"masuk"Kinar memutar handle pintu dan melihat Irsyad sibuk dengan berkas yang menumpuk di meja kerja nya"duduk"kata irsyad tanpa memandang ke arah kinar
__ADS_1
"kenapa kamu ke kantor pagi sekali?"tanya Irsyad dengan menatap Kinar
"kamu memanggil ku ke ruangan kamu hanya ingin membahas tentang ini?"
"iya,,kenapa?"
"kamu lucu mas,kamu bisa whatsapp aku kalau hanya ingin membahas hal itu"kata Kinar dengan tersenyum
"kau pikir ini bercanda?"
"kamu menganggap nya terlalu serius"
"dan sarapan pagi ku kenapa tidak ada?"
"aku tadi sudah menjawab nya"
"aku mengajak mu untuk tinggal bersama ku bukan untuk enak enakan"
"maksud kamu apa?"
"tidak ada yang gratis"
"aku tidak menyangka"
"kamu terkejut?"senyum sinis menghiasi bibir nya
"kamu tidak tau apa yang aku inginkan?"
"tidak"
"baik aku akan mengatakan nya"kata Irsyad dengan berdiri di hadapan Kinar"jangan pergi ke kantor sebelum aku bangun"
"aku bukan asisten mu"
"justru kamu istri ku maka kamu harus tau tanggung jawab mu"
"lalu tanggung jawab mu sebagai suami mana?"
"jangan mengajari ku"
"seharus nya kamu tau sebelum kamu memberitahu tentang hak dan kewajiban seorang istri,apa kamu pernah memberi kan hak kepada ku apa kamu sudah memberikan tanggung jawab kamu sebagai suami ku,jangan mengatakan kamu sudah memberikan kewajiban kepada ku sebagai suami ku hanya dengan tidur dengan ku karena itu kewajiban seorang suami dan istri"kata Kinar dengan membelai perut nya yang bergerak"apa kamu sudah memberikan hak kepada ku dan jangan lagi kamu mengatakan kamu sudah memberikan hak kamu sebagai suami dengan mengizinkan ku tinggal di apartemen mu dan memberikan hak untuk berbagi ranjang dan lemari untuk ku karena itu tugas seorang suami memberikan tempat tinggal yang layak untuk istri nya"Irsyad diam dengan menatap Kinar"aku bisa mendapatkan tempat tinggal dengan mengontrak dengan pasilitas ranjang dan lemari tanpa harus meminta izin terlebih dahulu"kata Kinar dengan keluar dari ruangan Irsyad tapi sebelum keluar"ingat mas aku istri mu bukan budak mu"kata Kinar dengan menutup pintu ruangan Irsyad
Hati kinar begitu sakit sangat sakit ayah dari bayi robot nya mengaggap diri nya seperti pembantu
"ibu berharap sifat dan kelakuan kamu kelak tidak menurun ayah mu nak"bisik Kinar pelan
tok,,tok,,tok
__ADS_1
"masuk"kata Kinar dengan menghapus air mata nya
"maaf Bu"
"ada apa ca?"
"hari ini ada jadwal Bu Kinar dengan klien"
"pukul berapa?"
"jam 04.00 sore Bu"
"dimana?"Ica menyebutkan alamat nya"terima kasih ca"
"ini Bu berkas nya,Bu Kinar baca dulu jika ada yang salah ibu bisa menyerahkan pada saya untuk saya perbaiki"
"hm"jawab Kinar,Ica permisi keluar
Kinar mulai membaca nya dan mengoreksi barangkali saja ada kata kata yang kurang pas atau bacaan yang kurang,sebenar nya hati nya sedang tidak mood mengingat kata kata Irsyad,tapi Kinar harus profesional.
Jam istirahat semua karyawan menuju ke kantin tapi tidak dengan Kinar dia lebih memilih menuju pentry dan meminum segelas air putih untuk membasahi kerongkongan nya yang terasa begitu kering,di lihat nya Titin yang sedang makan begitu lahap,Kinar tidak ingin kehadiran nya menganggu Titin yang sedang makan,di pandangi nya Titin yang sedang asik makan,seperti itukah makan wanita yang sedang menyusui pasti Titin begitu lapar sampai dia makan begitu lahap nya.
"Bu kinar"kata Titin sambil berdiri
"lanjutkan saja makan nya tin,saya cuma mau ambil minum"kata Kinar dengan menunjukan segelas air dan pergi menuju ruangan nya kembali sebelum masuk keruangan nya Kinar melihat Nina sedang berjalan ke arah nya
"kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah ngantor?"
"aku tidak ingin selalu merepotkan mu"kata Kinar dengan memegang pergelangan sahabat nya
"jangan bicara seperti itu kin,,,aku sahabat mu dari dulu"Kinar hanya tersenyum dengan memegang atas perut nya
"tapi aku tidak ingin selalu merepotkan mu"
"siapa yang mengatakan nya?"
"tidak ada,,aku yang merasa"
"sekarang kamu sensitif banget"
"entahlah nin aku juga tidak tau"sebelum Kinar dan Nina masuk ke dalam ruangan tapi sebelum masuk kedalam ruangan mereka berdua melihat Susan berjalan menuju ruangan Irsyad dengan buru buru Kinar menarik tangan Nina
"ada apa?"
"tidak ada nin"
"tapi kamu seperti pencuri,kamu tau Kinar ini kantor suami kamu kenapa kamu seperti pencuri?"
__ADS_1
"itu hanya perasaan kamu saja"jawab Kinar dengan duduk di sofa di ikuti dengan Nina,mereka saling pandang tapi justru Nina memandang Kinar dengan tatapan iba.