Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Menangis


__ADS_3

Nek Popon begitu sangat khawatir dengan kondisi cucu nya yang kelihatan sangat pucat,ini semua karena Astri dan tatit coba saja mereka mendengar kata kata nek Popon pasti tidak akan begini


"bagaimana dengan kondisi cucu saya dokter?"tanya nek Popon begitu dokter keluar dari ruangan IGD


"cucu ibu sangat kelelahan jadi dia harus banyak istirahat"kata dokter"dan jangan biarkan dia terlalu stres"


"tentu dok"


"kalau begitu saya tinggal Bu"nek popon menatap ruang IGD dengan hati yang begitu sakit karena dia bisa merasakan penderitaan yang di rasakan cucu nya itu,tidak berapa lama Kinar keluar dengan di bantu dengan seorang suster memakai kursi roda


"apa sudah mendingan?"tanya nek Popon dengan mengusap lembut rambut Kinar


"sudah nek"jawab Kinar dengan mengusap wajah nya begitu pelan dan nek Popon menatap nya


"lebih baik kamu di rawat inap satu malam disini saja agar kamu tidak lemah seperti ini"


"dengan istirahat yang cukup semua nya akan baik baik saja nek"


"kamu yakin?"Kinar hanya menganggukkan kepala dengan pelan,suster mengantar kan Kinar sampai mobil setelah itu pulang dan sebelum pulang nek Popon menebus obat kinar di apotik


ketika sudah masuk mobil Kinar menyandarkan kepala nya di kursi belakang dengan memijit kepala nya


"kamu jangan menyusahkan ibu mu to nak?"kata nek popon dengan membelai perut kinar dengan lembut"selama ini ibu mu sudah begitu menderita jadi jangan menyusahkan ibu lagi ya"secara psikis jiwa Kinar memang terganggu karena beban mental yang begitu berat dia tanggung


"anak ku tidak menyusahkan ku nek"kata Kinar dengan memegang tangan nek Popon yang berada di atas perut kinar"ibu nya saja yang terlalu lemah"lanjut Kinar dengan tersenyum"aku hanya butuh waktu untuk terbiasa dengan hal ini"

__ADS_1


"nenek selalu ada buat kamu nak"kata nek Popon"jika kamu membutuh kan apa pun kamu jangan sungkan untuk mengatakan pada nenek Kinar"


Dengan senyum masam Kinar memeluk tangan nenek nya dengan erat,kelihatan nya saja Kinar begitu mampu namun kenyataan nya beban ini terlalu berat bagi nya,selama ini Kinar selalu berbohong pada semua orang jika diri nya selalu mengatakan kalau dia begitu kuat bahkan sangat kuat,semua itu bohong dan tidak benar,bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah menikah dan dalam kondisi hamil suami nya selingkuh di depan mata nya, dan wanita mana yang tidak akan sakit?wanita mana yang akan kuat,wanita mana yang tidak akan kecewa?bohong kalau kalian semua mengatakan aku baik baik saja.ketika seorang suami pulang kerja kita mencium aroma parfum yang bukan milik kita aja kita akan curiga dan dengan diam diam mencari tau lalu ini,tapi Kinar bukan kita,,Kinar wanita hebat,,istri hebat karena dia hanya ada dalam sebuah cerita bukan fakta.


"apa kamu ingin sesuatu?"Kinar menatap nek Popon begitu sendu,ada yang sakit kembali menjalar ulu hati nya,bagaimana tidak seharusnya Irsyad yang menanyakan hal itu karena irsyad lah suami nya"kenapa kamu diam?"


"ah tidak nek,aku sedang memikirkan makanan apa yang sedang aku inginkan?"


"kamu ingin makan gudek?"


"tidak,aku kepingin makan yang pedas pedas nek"


"seblak,kalau begitu berhenti didepan kita akan makan seblak di sana"kinar tersenyum dengan memegang tangan nenek nya


"terima kasih nek"ucap Kinar


"semua nya,nenek sudah mau menerima ku disini,sudah perduli terhadap ku"


"kamu itu anak dari anak laki laki satu satu nya nenek Kinar,dan jangan pernah mengatakan hal itu lagi karena nenek tidak suka mendengar nya"Kinar hanya tersenyum bahagia


Begitu sampai di rumah Kinar di bantu nek Popon untuk masuk ke dalam rumah dan begitu terkejut nya melihat Astri sedang duduk di sofa,Astri langsung mencium punggung tangan mertua nya,setelah itu memeluk erat tubuh putri nya yang begitu kurus


"maafkan mama Kinar,,maaf kan mama"Astri menangis hati nya juga begitu sakit melihat kondisi tubuh kinar yang begitu kurus,lingkaran hitam mengeliling mata nya dan wajah tirus nya itu menanda kan kalau kinar sedang tidak baik baik saja


"tidak ada yang perlu di maafkan ma"

__ADS_1


"semua ini gara gara mama nak"Kinar tersenyum dengan mengusap air mata Astri


"tidak ada yang perlu di sesali ma"astri mengajak Kinar duduk,tidak henti henti nya Astri menatap wajah putri nya


"Narsih"


"iya Bu"


"ambilkan air hangat untuk kinar"


"baik Bu"


"kamu semakin kurus?"


"aku lagi ngidam ma,selera makan ku juga suka naik turun kadang banyak kadang sedikit"Astri tau kalau kinar sedang berbohong pada nya


"ini air hangat nya Bu"Narsih meletakan air hangat nya dimeja


"ini vitamin mu Kinar kamu harus meminum nya?"Kinar nurut ada tiga butir obat yang harus di minum nya dalam sekali"bawa Kinar ke kamar agar dia bisa istirahat"kata nek Popon dengan menatap wajah Astri dengan rasa penuh kecewa.


Kinar masuk ke dalam kamar di bantu dengan Astri,Kinar membaringkan tubuh nya di ranjang yang kelihatan begitu lemah


"untuk apa jauh jauh mama kemari?"


"mama merindukan mu"jawab Astri dengan mengusap tangan kinar dengan lembut"apa yang harus mama lakukan agar mama merasa tidak bersalah nak"Astri menangis dengan mencium tangan kinar"katakan nak"

__ADS_1


"tidak ada ma,,tidak ada,,aku sudah ikhlas menerima ini semua ma"Astri tau ada rasa kecewa di mata Kinar yang tidak bisa di tutupi"aku akan memulai semua nya di sini ma?"Astri menatap wajah anak nya begitu dalam"aku akan melupakan semua nya di sini ma,jika aku kembali ke Jakarta luka di hati ku tidak akan bisa kering ma"kali ini Kinar tidak mampu menahan air mata nya"jujur ma aku sangat sakit ma,,sakit,rasa ini benar benar sakit,,apa aku mampu melewati nya ma"Kinar menangis dengan menggenggam erat tangan nya"aku sudah berusaha melupakan nya ma tapi semakin aku melupakan nya semakin sakit yang aku rasa ma,tolong bantu aku ma,bantu aku melupakan semua ini,bantu aku untuk melewati masa masa sulit ini ma"kata kinar dengan memegang tangan Astri dengan sekali rengkuh Astri mendekap tubuh mungil Kinar dengan erat dan seperti tidak ingin melepaskan nya


"maafkan kesalahan mama sayang,,sungguh mama benar benar minta maaf nak"Astri meletakan dagu nya di atas kepala kinar dan dengan sekali kali mencium kepala Kinar,tangan nya mengusap tubuh kinar yang begitu kurus,penyesalan yang di rasakan Astri begitu dalam


__ADS_2