Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Iba


__ADS_3

Setelah Miska membawa ketiga keponakan nya, Hanna langsung pergi menuju ke rumah sakit. Untuk menghemat ongkos ia naik angkot, pada hal uang yang di berikan oleh Miska untuk cek kandungan lebih dari kata cukup. Bahkan kalau naik taksi hanya lima puluh ribu, namun Hanna lebih memilih naik angkot. Ia harus berhemat untuk hari berikut nya, di tambah ia juga harus menabung untuk melahirkan bayi nya. Tidak membutuhkan waktu lama Hanna sudah sampai ke rumah sakit dan langsung mendaftar.


Hanna duduk di kursi tunggu, ia melihat di sebelah nya dan hati nya merasa iri. Sungguh betapa ingin nya ia di antar suami nya ketika cek kandungan namun hal itu tidak pernah di lakukan Tommy sebagai seorang suami. Andai saja ia dulu memiliki sedikit saja tega untuk mengugurkan kandungan nya mungkin nasib nya tidak akan malang seperti ini, ternyata ia merasa iba pada diri nya sendiri.


Dari kejauhan Andre melihat Hanna dengan rasa belas kasihan ketika Hanna melihat di sekelilingnya di antar oleh suami nya. Berlahan Andre berjalan ke arah Hanna yang sedang duduk dengan memainkan jari tangan nya, wajah nya yang sendu menahan kesedihan membuat hati Andre semakin kasihan.


"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau hari ini kau cek kandungan?"tanya Andre membaut Hanna terkejut dengan menatap ke arah nya"Kau tidak menganggap ku sebagai ayah dari bayi mu?"orang orang yang duduk di sekitar nya melihat ke arah nya dengan tersenyum


"Mas Andre!"panggil Hanna langsung berdiri dengan terkejut"Kamu tau dari mana aku ada di sini?"tanya nya lagi dengan melihat ibu ibu yang berada di depan nya


"Duduk lah"kata Andre dengan memegang tangan Hanna


"Seharusnya mbak bahagia, karena suami nya tau tanpa di kasih tau. Jarang lho suami seperti suami mbak ini"goda salah satu ibu, Hanna dan Andre hanya menanggapi nya dengan tersenyum. Mereka tidak tau kalau Hanna dan Andre bukan lah sepasang suami istri. Mereka berdua, bukan mereka berdua tepat nya Andre, Andre hanya ingin merajut kembali sepenggal kisah yang lalu menjadi nyata. Meski ia tau saat ini Hanna status nya istri orang lain, dan calon ibu dari bayi orang lain.


"Kau bisa menganggap ku saat ini sebagai suami samaran"bisik Andre di telinga Hanna, dan wajah nya berubah menjadi warna merah"Aku tidak tega melihat mu sendirian pergi ke dokter"ucap nya kembali


"Tapi mas,,"


"Jangan meragukan ku"


"Aku tidak meragukan mu, aku takut ketika ada orang lain yang mengetahui nya, dan kabar ini sampai ke telinga orang tua mas Tommy. Aku tidak ingin mereka mengatakan kalau calon bayi ku ini hasil dari perselingkuhan"


"Jika itu pemikiran mereka, itu akan lebih mudah membuat mu berpisah dengan bajingan itu!"ucap Andre dengan geram


"Jangan katakan itu mas"

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak terima?"


"Aku hanya tidak ingin calon anak ku mendengar nya mas"wajah Hanna berubah muram


"Calon anak mu sudah tau tanpa ku beritahu, bukan kah ia sudah melihat sendiri kalau ayah nya masuk penjara?"ah bagaimana mungkin calon bayi nya dapat melihat ayah nya masuk penjara, calon bayi nya hanya dapat merasakan tanpa melihat. Hanna menatap Andre.


Haruskah Hanna merasa bahagia saat ini, karena ia di temani orang yang pernah membuat hari hari nya bahagia? Atau ia merasa sedih karena harus di temani dengan mantan kekasih nya yang ia ketahui kalau mantan kekasih nya adalah kakak dari istri suami nya? Jika ia menikah nanti bagaimana ia harus menjelaskan pada anak nya? Haruskah ia berbohong demi kebahagian nya? Atau ia harus jujur tetapi menyakiti semua nya termasuk istri dari suami nya? Pasti istri dari suaminya tidak akan pernah menerima nya, apalagi keluarga dari istri suami nya. Semua nya terlalu rumit.


"Ibu Hanna"nama nya di panggil oleh perawat


"Nama mu di panggil"Hanna berdiri di ikuti oleh Andre di belakang nya, Hanna langsung menuju ruangan dimana dokter kandungan berada


"Apa kabar mbak Hanna?"dokter yang ramah


"Sudah dua bulan mbak Hanna tidak pernah cek kandungan"Andre terkejut mendengar ucapan dokter Mila


"Suami saya pindah tugas dokter, jadi saya kontrol kandungan nya di rumah sakit lain"dokter Mila manggut manggut


"Berbaring lah"ini pertama nya Andre masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dan itu pun bukan istri nya. Pria mapan dan tampan seperti Andre bukan tidak laku atau tidak mampu mencari seorang istri, ia hanya belum bisa menghapus cinta nya pada Hanna, pada hal ia tau kalau Hanna sudah menikah tetapi cinta nya justru semakin besar terhadap nya, apalagi setelah ia mengetahui pria yang menikahi mantan kekasih nya adalah pria brengsek bahkan tidak pantas di sebut sebagai manusia


"Apa mbak Hanna minum vitamin nya tidak teratur?"Hanna terdiam, sementara Andre hanya mendengar kan di balik tirai"Bayi mbak Hanna tidak sehat, dan gerakan nya juga kurang"dada Hanna bergetar. Jujur tadi nya Hanna ingin menggugurkan bayi nya, namun semakin bertambah usia kehamilan nya ia justru sangat menyayangi bayi nya meski kita tau kalau Hanna sangat membenci suami nya.


"Lalu apa yang harus saya lakukan dokter"


"Mbak Hanna harus di rawat inap"mendengar ucapan dokter Mila dada nya semakin bergetar bercampur rasa takut. Bagaimana ia akan di rawat inap sedangkan ia bisa cek ke dokter saja uang pemberian kakak ipar nya karena kasihan melihat diri nya, lalu bagaimana dengan pembayaran rawat inap nya

__ADS_1


"Kalau berobat jalan bagaimana dokter?"tanya Hanna dengan turun dari ranjang


"Mbak Hanna takut kalau di rawat inap?"andai saja dokter Mila tau kalau ia di rawat inap bukan takut tapi karena kondisi keuangan nya yang tidak memungkin kan, bagaimana ia menjelaskan kepada dokter Mila


"Lakukan lah yang terbaik buat istri saya, dok"ucap Andre dengan memegang tangan Hanna"Kau tidak perlu takut, aku akan menemani mu"dokter Mila tersenyum mendengar ucapkan Andre. Hanna menatap Andre dengan wajah sedih, sungguh siapapun yang menatap nya akan merasa iba apalagi jika mendengar kisah hidup nya mungkin iba nya jika di rumuskan matematika akan menjadi pangkat dan kuadrat.


"Tapi mas"ucap Hanna sambil menggelengkan kepala


"Kau tidak perlu takut, bukan kah aku sudah mengatakan kalau aku akan menemani dan menjaga mu"


Jika ia di rawat inap, bagaimana ia menjelaskan pada kakak nya? Haruskah ia berbohong pada kakak nya yang sudah begitu menyayangi nya? Jika ia mengatakan yang sebenarnya pada kakak nya pasti Miska akan memberi nya bantuan lagi. Sudah cukup selama ini ia bergantung pada kakak nya. Lalu bagaimana dengan ketiga anak nya? Ya Allah begitu sulit kah kehidupan ku sampai aku harus selalu meminta belas kasihan orang, sampai kapan ya Allah? Kepala Hanna semakin pusing dan ia pun langsung jatuh pingsan, dengan cepat Andre menangkap nya.


"Apa yang terjadi dokter!!"jerit Andre, dengan cepat ia membaringkan tubuh Hanna. Dokter Mila memeriksa jantung Hanna dan tekanan darah nya


"Tekanan darah nya tinggi pak, dan jantung nya nya juga tidak normal, suster pasang infus dan suntikan obat"


Selama pacaran dengan Hanna, ia tidak pernah melihat kondisi Hanna seperti ini. Apakah ia masih mencintai Hanna atau hanya kasihan? Ketika ia melihat suster memasang jarum infus di tangan hanna, justru ia yang merasakan sakit di tangan nya. Ia mengusap tangan nya berkali kali untuk menghilangkan rasa sakit.


Andai saja ia dapat menukar nya, ingin rasa nya ia menggantikan posisi Hanna. Tapi bagaimana mungkin ia dapat melakukan nya. Suster membawa nya ke ruangan rawat inap, karena masih banyak pasien yang mengantri


"Tolong di jaga istrinya ya pak, nanti setelah saya selesai akan langsung ke sana"


"Baik dok"Andre memegang tangan Hanna yang pucat dan terasa dingin, ingin rasa nya ia membunuh Tommy karena telah menyakiti dua orang yang paling ia sayangi, yang pertama Nina dan yang kedua Hanna. Mungkin jika Hanna bahagia ia tidak akan mengusik kehidupan nya, tetapi dengan begini justru ia ingin secepat nya merebut Hanna dari pria bajingan seperti Tommy.


Untuk saat ini Andre hanya ingin fokus dengan kesehatan Hanna, tentang Tommy nanti akan ia pikirkan. Ia akan memberi pelajaran yang setimpal dengan pria tidak tau diri itu, ia akan membuat Tommy lupa bagaimana cara nya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2