Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Malu


__ADS_3

Nina memeluk tubuh Hanna begitu erat sembari mengusap air mata nya, sakit yang ia derita tidak sebanding dengan sakit yang di rasakan oleh Hanna, selama ini ia merasa paling terakhir sampai ia menyakiti perasaan sahabat nya. Nina mengusap punggung Hanna, ia berusaha untuk menguatkan hati istri mantan suami nya


"Maafkan aku yang telah merenggut kebahagiaan mu"ucap Nina lirih, Hanna hanya mampu menggeleng kan kepala nya"Sekali lagi maafkan aku, mbak"Nina melepaskan pelukan yang mampu membuat baterai energi Hanna terisi dengan penuh.


"Jika kau tidak merebut kebahagian ku, mungkin ada wanita lain yang akan merebut kebahagian ku"ucap Hanna"Jujur, aku merasa iri melihat istri di perlakukan seperti ratu oleh suami nya"ucap Hanna kembali dengan mengusap air mata nya"Dibahagiakan lahir dan batin, di hargai, di mulia kan dan di puji dengan baik. Tapi kenapa aku tidak seberuntung itu?"Nina hanya diam dengan menatap Hanna penuh iba bahkan iba nya pakai pangkat dan kuadrat"Begitu yakin kah Tuhan menganggap pundak ku terlalu kuat? It's oke,, mungkin aku tidak seberuntung wanita lain. Tapi wanita lain belum tentu sekuat aku"ucap Hanna berusaha menguatkan diri nya sendiri, Nina jadi teringat dengan Kinar sahabat nya yang begitu kuat melalui semua nya. Dan akhir nya ia memetik hasil nya yaitu kebahagiaan.


"Kau tenang lah, aku akan membalas nya untuk mu. Pria seperti nya tidak layak untuk bahagia! Aku permisi"ucap Nina dengan mengambil uang di dalam tas nya"Jaga lah kandungan mu dengan baik, jangan pernah membenci nya meski kau sangat membenci ayah nya, anak mu tidak bersalah"ucapan dari sang madu membuat Hanna tersenyum, biasa nya ia selalu melihat drama Korea cerita tentang perselingkuhan yang membuat istri tua sakit hati dan ingin membalas dendam kepada sang madu, tapi ini beda. Nina menyerahkan beberapa uang seratus ribuan


"Ambil lah"kata Nina dengan menyerahkan uang ke tangan Hanna


"Ini untuk apa mbak?"


"Ambil lah"


"Tapi mbak"


"Sungguh hati ku begitu terenyuh mendengar putra mu yang sudah bosan makan mie terus, maaf bukan aku menyepelekan mu"Hanna tersenyum melihat madu nya yang begitu baik"Kau juga jangan terlalu sering makan mie karena itu tidak baik untuk kandungan mu"Perhatian dari sang madu mampu membuat Hanna tersenyum, ia masih tidak menyangka jika madu nya begitu perduli dengan nya. Ini bukan cerita drakor apa lagi film India.


Hati Hanna sakit, begitu menyedihkan dan miris kah kehidupan nya sampai semua orang yang melihat nya merasa iba? Ia tidak ingin seperti ini, hidup yang penuh belas kasihan orang lain. Ia tidak ingin di posisi ini, karena ia tidak ingin semua orang menganggap nya lemah, ia ingin terlihat kuat. Tapi kenyataannya semua orang tau kalau diri nya begitu lemah, bahkan ia hanya mampu memberi makan anak anak nya hanya dengan mie instan. Bahkan seharusnya orang lain tidak tau harus menjadi tau


Malu kah ia ketika menerima uang dari madu nya hanya untuk makan, hanya untuk makan pembaca!? Benarkah kehidupan nya di katakan tidak layak pembaca? Sungguh sangat, sangat menyedihkan madu nya mengetahui tentang kehidupan nya pembaca.


Sebelum Nina pergi, ia memeluk tubuh Hanna kembali, setelah itu ia masuk dan pergi meninggalkan rumah Hanna.


"Lho kemana ibu kalian?"tanya Miska ketika melihat ketiga keponakan nya datang ke rumah nya dengan membawa roti, ia yakin pasti mereka belum makan


"Ibu sedang ada tamu Tante"Jawab Dika si sulung


"Kau mengenal nya?"ketiga nya menggelengkan kepala"Apakah tamu ibu mu seorang pria"

__ADS_1


"Tidak Tante, Tamu ibu seorang wanita cantik dan membawa mobil Tante"Miska penasaran namun ia menahan nya"Ibu menyuruh kami kemari Tante"


"Anak baik"Miska mengusap dagu Dian si bungsu"Apakah kalian sudah makan?"ketiga nya hanya diam saling menatap satu sama lain"Kenapa diam, apakah ibu kalian melarang kalian untuk berbicara"


"Tidak Tante"


"Lalu kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan Tante?"Miska menatap ketiga nya saling bergantian"Tante yakin pasti kalian belum makan apapun, untuk membeli roti ini siapa yang memberi nya pada kalian?"


"Ibu Tante"jawab ketiga nya dengan serentak


"Kalau begitu pasti kalian bertiga belum makan apapun?"ketiga nya menganggukkan kepala"Masuk yuk, Tante akan mengambilkan kalian makan"Diki berusaha untuk menolak tapi Miska memaksa nya"Kau tidak perlu takut karena ibu mu tidak akan marah"


Dalam sekejap mereka sudah duduk berada di kursi meja makan, dan tau kah kalian jika mereka makan nya begitu lahap?


"Mbak"panggil Hanna ketika dia melihat ketiga putra nya makan begitu lahap, Miska menutup mulut nya menggunakan jari telunjuk dengan menggeleng kan kepala nya. Sedangkan ketiga nya melihat ke arah diri nya lalu menundukkan kepala


"Putra mu mengatakan kalau kau kedatangan seorang tamu perempuan?"Hanna menatap kakak nya sambil mengangguk kan kepala"Siapa?"


"Istri baru mas Tommy, mbak"


"Ha, madu mu?"tanya Miska terkejut


"Jangan menyebut nya madu mbak, menurut ku sebutan itu terlalu buruk, sementara ia terlalu baik dengan ku"


Miska merasa heran, bukan kah istri kedua di sebut madu oleh istri pertama? Lalu kenapa Hanna tidak rela jika miska menyebut Nina sebagai madu nya?


"Untuk apa ia menemui mu, apakah ia menampar mu, memarahi mu seperti di cerita drama Korea?"


"Tidak"jawab Hanna pelan membuat hati Miska tenang"Ternyata dia sangat baik mbak, dia meminta maaf kepada ku karena dia merasa telah merenggut kebahagiaan ku"

__ADS_1


"Dia seorang pelakor yang sangat baik"


"Jangan menyebut nya seperti itu mbak, dia sama seperti ku, korban penipuan"Istri pertama membela madu nya"Dia juga memberikan ku uang mbak"Hanna menunjukan uang seratus ribuan yang begitu tebal


"Benar kata mu, istri kedua suami mu memang begitu baik?"


"Aku merasa malu mbak"


"Kenapa kau harus malu?"


"Istri kedua suami ku memberi ku uang, karena dia tidak tega ketika ia mendengar salah satu putra ku mengatakan kalau ia bosan makan mie instan terus, mbak"


"Putra mu tidak salah, ia mengatakan yang sebenarnya"


"Aku merasa saat ini hidup ku bergantung pada orang lain mbak, lebih lebih pada mu"


"Aku sudah mengatakan pada mu, Hanna. Jangan pernah kau mengatakan itu pada ku"Miska merengkuh tubuh Hanna kedalam pelukan nya"Memang tidak mudah menjadikan semua kisah menjadi indah"ucap Miska dengan mengusap rambut adik nya penuh kasih sayang"Ada banyak resah yang harus kau ubah menjadi sabar, ada banyak lelah yang tidak boleh dengan kata menyerah"Miska melepaskan pelukan nya lalu menangkup kedua pipi tirus Hanna dengan menggunakan kedua tangan nya"Tetap yakin lah di setiap resah dan lelah mu, karena akan ada doa yang di ijabah oleh Allah"Hanna menitik kan air mata nya


"Aku hanya meminta pada Tuhan agar matikan rasa ku terhadap nya mbak, agar aku tidak sakit hati kembali, agar aku tidak menangis lagi, agar aku lebih kuat lagi"ucap Hanna dengan memegang tangan Miska yang berada di antara kedua pipi nya"Agar aku kuat menjaga anak ku, karena anak ku lebih membutuh kan sosok seorang ibu"Miska memeluk tubuh adik nya lagi, ia lupa jika saat ini adik nya telah tumbuh menjadi sosok perempuan yang dewasa


"Jika ada yang bertanya pada ku apa yang aku ingin kan saat ini? Aku hanya ingin menjadi wanita dan ibu yang kuat, yang sabar tanpa batas dan ikhlas yang tulus, menguatkan diri sendiri dan mengganti air mata dengan senyuman"


"Kau tau?"Hanna menatap Miska"Kau sekarang sudah menjadi istri dan ibu yang hebat, kau tidak pernah menyadari nya. Kau menganggap diri mu lemah karena air mata selalu jatuh di pipi mu"


"Aku yakin semua nya akan baik baik saja seiring berjalan nya waktu, mbak. Meski saat ini tidak ada lagi sosok suami yang akan menggandeng tangan ku untuk melawati semua ini, termasuk menerima apa yang tidak aku ingin kan sama sekali"Miska tersenyum dengan mengusap air mata adik nya"Mungkin tangis ku selalu berderai tapi sungguh aku tidak pernah menyesali takdir ku, mbak. Mungkin keluh ku selalu terdengar bahkan sampai kau bosan mendengarkan nya"Miska menggelengkan kepala nya


"Aku tidak akan pernah bosan mendengar keluh kesah mu, Hanna"


"Aku tau kalau semua ini atas kendali-Nya"Miska memeluk kembali tubuh adik nya dan ia yang selalu menguatkan adik nya, tapi justru air mata nya jatuh begitu saja tanpa bisa ia tahan.

__ADS_1


__ADS_2