Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Gelisah


__ADS_3

Di perjalanan menuju Jogja, hati Astri masih tetap tidak tenang, pikiran nya selalu tertuju pada Kinar


"Apa yang terjadi pada anak ku?"tanya Astri pelan"Apa sesuatu telah terjadi pada nya?"Astri menelpon rumah nek Popon tapi tidak ada yang mengangkat nya"Pasti telah terjadi sesuatu"Astri merasakan dada nya semakin begitu nyeri


"Pak bisa lebih cepat?"


"Baik Bu"Astri menatap keluar melalui jendela mobil nya


Flash back


Astri menahan air mata nya, ketika diri nya meninggalkan Kinar bersama ibu dari suami nya, ini adalah hal terberat untuk nya, bagaimana mungkin seorang ibu tega meninggalkan anak nya yang baru berusia lima tahun bersama nenek nya, bukan suatu hal yang di sengaja tapi Arifin ingin memulai semua nya di Jakarta, Astri menatap Kinar dengan menggendong Kinan


"Mama jangan tinggalkan aku"Kinar menangis dengan memegang kaki Astri


"Mama harus pergi nak, jika papa kamu sudah berhasil kami akan menjemput kamu sayang"Arifin hanya terdiam dengan menatap Kinar


"Aku mau ikut ma, aku tidak mau di sini"Kinar menangis terisak, hati nurani nya sebagai seorang ibu tidak tega, tapi Arifin tidak ingin mengajak Kinar, karena mereka ke Jakarta harus memulai segala nya dari nol


"Kamu harus di sini nak"Astri menurun kan Kinan dan memeluk Kinar"mama tidak akan lama di Jakarta"


"Mama pasti bohong"Kinar gadis kecil yang pintar


"Tidak sayang, mama tidak bohong, mama janji"Astri berusaha melepaskan pelukan nya tapi Kinar menahan nya


"Mama akan melupakan ku"nek Popon mendekati Kinar yang masih menangis


"Mama tidak akan pernah melupakan mu, mama janji sayang"


"Kenapa mama dan papa hanya membawa Kinan?"


"Kinar"panggil nek Popon dengan membelai rambut Kinar yang hitam dan panjang"Mama mu tidak akan pernah melupakan mu, karena kamu juga anak mama sama papa"


"Tapi kenapa hanya Kinan yang di bawa nek?Kenapa aku harus di tinggal?"nek Popon jongkok dan memegang kedua bahu kinar yang mungil


"Untuk saat ini adik kamu yang di bawa, setelah papa berhasil kamu akan di bawa juga"


"Papa tidak adil!!!"jerit Kinar, Arifin mendekati putri nya yang mungil dan menggendong nya


"Dengar nak"Arifin menghapus air mata gadis kecil nya"Papa janji akan menjemput kamu"Kinar menatap wajah Arifin


"Papa tidak bohong?"Arifin menggeleng kan kepala nya, dan mendekap Kinar di punggung nya sambil mengusap kepala nya dengan lembut


"Kamu tidak percaya sama papa?"


"Percaya pa"Astri menatap putri kecil nya"nah kalau begitu janji tidak boleh menangis?"Kinar menganggukkan kepala nya


"Kalau begitu boleh papa pergi?"tanya Arifin dengan menurun kan Kinar"Bu saya titip Kinar ya Bu"kata Arifin


"Jika sudah memutuskan pindah ke Jakarta, sering seringlah menelpon Kinar atau sesekali menjenguk nya"


"Pasti Bu, kalau begitu kami pergi dulu Bu"Arifin memeluk ibu nya dan mencium punggung tangan nek Popon, Kinar menatap dengan saling bergantian


"Baik baik ya sayang, dan ingat jangan nakal dengan nenek, yang nurut sama nenek ya"Kinar hanya diam dengan menghapus air mata nya, ketika mama dan papa nya masuk ke dalam mobil Kinar semakin menangis, berlahan mobil meninggalkan rumah nek popon, Kinar berusaha mengejarnya namun nek Popon menahan nya

__ADS_1


"Maaaaa!!!!!!"jerit


Astri menahan air mata nya ketika diri nya meninggalkan Kinar bersama ibu dari suami nya, ini adalah hal terberat bagi nya, bagaimana mungkin seorang ibu tega meninggalkan anak nya yang baru berusia lima tahun


"Kamu tidak perlu khawatir"suara Arifin membuat Astri menatap nya begitu dalam


"Aku tidak tega mas, bagaimana mungkin kita meninggalkan nya?"


"Ibu ku akan menjaga nya"Astri hanya menggelengkan kepala dengan menatap Arifin


"Semudah itu kamu mengatakan nya mas, aku ibu nya, aku yang mengandung nya dan aku juga yang melahirkan nya!!!"Arifin diam dengan menatap istri nya


"Aku tau itu, kita tidak meninggalkan selama nya dengan ibu ku, ketika kita berhasil kita akan menjemput nya"


"Berapa lama? Aku takut setelah kita berhasil Kinar justru tidak ingin tinggal bersama kita mas, karena dia sudah merasa nyaman tinggal bersama ibu mu"Arifin lagi lagi terdiam


"Kamu tau kan mas, di usia nya yang baru satu tahun setengah, Kinan lahir. Belum lagi aku puas menyayangi nya"Astri membelai rambut Kinan yang tidur di pangkuan nya"Dan kini kita meninggalkan nya"


"Percayalah pada ku, kita akan membawa nya ketika kita berhasil, aku janji"Astri menatap Arifin"Kamu tidak percaya pada ku?"Astri tetap diam tanpa komentar


Ketika sudah menetap di Jakarta, Arifin begitu sibuk, begitu juga dengan Astri, mereka merintis usaha nya bersama, sampai mereka melupakan Kinar, satu bulan tidak ada kabar, Kinar selalu menatap telpon rumah nenek nya, ia selalu berharap setiap ada telpon masuk itu adalah telpon dari mama nya


"Mama sama papa bohong nek, mereka sudah melupakan ku"kata Kinar dengan menangis


"Tidak sayang,,, mama dan papa kamu pasti lagi sibuk"


"Sampai kapan nek?"


"Kenapa kalian melupakan Kinar?"batin nek Popon dengan mengejar kinar yang menangis, dengan lembut nek Popon memeluk Kinar


"Malu ah masak cantik cantik nangis"


"Aku kangen mama dan kinan nek"nek Popon diam dengan mengusap lembut rambut cucu nya


Ketika Kinar pulang sekolah dia selalu bersama asisten rumah tangga, karena nek popon juga lagi sibuk dengan usaha nya, ini lah hari hari yang di lalui Kinar


"Mbak Kinar mau makan?"tanya Narsih yang baru berusia 19 tahun, dia harus menghabiskan masa remaja nya menjadi asisten rumah tangga, bukan dia tidak ingin seperti teman nya, kuliah, nongkrong, menghabiskan waktu dengan teman, tapi keadaan orang tua nya yang memaksa untuk bekerja


"Mbak Kinar mau makan?"


"Tidak, aku tidak lapar"


"Mbak Kinar harus makan biar cepat besar, terus jadi apa ya,,,"


"Aku tidak lapar!!"jerit Kinar dengan berlari ke kamar, Narsih hanya diam dengan menarik nafas


Waktu sudah menunjukan angka 13.00 wib, nek Popon pulang semenjak ada kinar nek Popon selau pulang lebih awal


"Di mana Kinar?"


"Ada di kamar nya Bu"


"Apa dia sudah makan?"

__ADS_1


"Belum Bu, saya sudah memaksa nya tapi mbak Kinar tetap tidak mau"


"Kalau begitu, tolong kamu siapkan makan untuk nya ya, nanti biar saya yang menyuapi nya"


"Baik Bu"nek Popon berjalan ke kamar Kinar, di lihat nya ia tertidur begitu pulas, perasaan iba menghampiri nek Popon


Suara telpon berdering ketika nek Popon menyuapi Kinar, kini si kecil Kinar sudah mulai terbiasa tanpa kedua orang tua nya, dan ia adalah anak yang pintar yang selalu menurut setiap kata nenek nya


"Maaf Bu ada telpon dari bu Astri"Kinar berhenti mengunyah makanan nya yang di mulut, ketika nek Popon menatap nya


"Mama kamu nelpon, kamu ingin bicara?"tanya nek Popon tapi Kinar tidak menjawab, dia mengunyah makanan yang sempat terhenti dan melanjutkan nya, ia mengambil piring yang berada di tangan nek Popon


"Katakan sebentar ya"


"Baik Bu"Narsih meninggalkan majikan nya dan menuju meja telpon


"Kamu bilang sama nenek, kalau kamu rindu dengan mama, lalu kenapa kamu diam ketika mama kamu menelpon?"nek Popon seperti berbicara pada gadis remaja


"Tidak aku sudah tidak rindu"Kinar memasukan sendok berisi nasi ke dalam mulut nya kembali


"Sungguh,,,,?"tanya nek Popon, Kinar hanya menganggukkan kepala"Baiklah kalau begitu nenek berbicara dulu sama mama kamu ya?"


"Katakan pada mama nek untuk tidak menelpon lagi"sejak kapan Kinar tumbuh menjadi dewasa ketika usia nya baru lima tahun


"Assalamualaikum"suara nek Popon


"Wa'alaikum salam Bu, apa kabar Bu?"


"Alhamdulillah sehat, bagaimana dengan kalian?"


"baik Bu, dimana kinar Bu?"suara Astri terdengar gemetar


"Maaf Astri, tapi Kinar saa ini tidak ingin berbicara pada kalian"


"Kenapa Bu?"


"Sudah hampir dua bulan kamu tidak pernah menelpon nya"Astri terdiam"Lupa kah kalian pada nya. Ingat Astri, kamu berjanji akan sering menelpon nya lalu sekarang"


"Tapi Bu"


"Ibu tidak menyalahkan mu, tapi Kinar itu masih terlalu kecil, tau kah kamu Astri, hampir dua bulan ini dia susah makan, dia selalu menangis dan menanyakan tentang kamu, kenapa tidak pernah menelpon nya?"terdengar suara Astri menarik nafas begitu dalam


"Apa dia baik baik saja Bu?"


"Kamu menanyakan keadaan nya? Ibu rasa kamu lebih tau"


"Bukan kami melupakan nya Bu"


"Ibu paham Astri,tapi Kinar,,,"nek Popon tersenyum kecut"Jangan salah kan dia ketika dia tidak ingin berbicara pada mu"


"Aku mengerti Bu"Astri menahan nafas nya yang terasa begitu berat"Dimana Kinar sekarang Bu?"


"Dia lagi makan, dan ibu melihat sekarang dia sudah mulai terbiasa tanpa mu"ada rasa kecewa di hati Astri ketika ibu mertua nya mengatakan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2