Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Kembali ke Jogja


__ADS_3

Setelah resign dari perusahaan dimana dia bekerja di Jakarta kini Nina kembali ke Jogja karena papa dan abang nya memiliki beberapa perusahaan yang bisa menempatkan di posisi yang lumayan bagus, bahkan semua orang akan segan pada nya dan tidak merendahkan nya seperti irsyad


"Akhir nya kamu kembali sayang"peluk mama nya Nina yang bernama Munah


"Iya ma,,ternyata kota Jakarta tidak cocok untuk ku ma" Nina anak kedua dari dari dua bersaudara dan Abang nya sudah menikah dan memiliki dua orang anak


"Bagus,,,itulah yang mama harapkan"


"Kok mama bicara nya begitu sih?"


"Dengar ya sayang,,,kamu itu anak perempuan mama satu satu nya dan mama tidak Ingin kamu kerja di luar daerah. Kamu bisa minta kerja di bagian apa saja yang kamu mau dengan mas mu"


"Tapi aku ingin berusaha sendiri ma"


"Terus apa yang kamu dapat? Mobil juga masih yang dulu yang ada badan kamu tu yang tidak terawat"


"Mama,,,,"Nina memekik


"Udah buruan mandi"Nina melangkah menuju kamar nya yang sudah berapa tahun terakhir ini tidak pernah di jamah nya


Irsyad sibuk mengurus berkas yang akan di bawa nya ke Jogja, karena harus bertemu dengan klien untuk merencanakan membuka cabang perusahaan baru. Ini perjalanan yang akan memakan waktu cukup lama karena bukan saja bertemu klien tapi Irsyad akan melihat langsung lokasi nya


"Ca kalau ada yang mencari saya bilang saya keluar kota"


"Bapak jadi pergi ke Jogja?"


"Iya, dan ingat jangan melakukan apapun tanpa sepengetahuan saya. Dan jika benar kamu juga terlibat dengan pergi nya istri saya kamu harus bertanggung jawab"mendengar hal itu Ica langsung merinding, bagaimana Irsyad mengetahui semua nya. Irsyad memandang Ica penuh curiga"kamu mengerti?"


"Iy,,,Iyya pak"

__ADS_1


"Kenapa kamu gugup?"


"Ah ti,,tidak pak"Irsyad tadi nya tidak percaya dengan kata kata Nina kalau Ica sekretaris nya bekerja sama dengan Susan untuk membuat Kinar sakit hati, tapi begitu melihat gelagat Ica sekarang Irsyad mulai yakin dengan semua perkataan Nina


Irsyad membawa mobil nya menuju Jogja dia tidak perlu harus menaik pesawat karena bagi nya ke Jogja adalah tempat yang paling indah di bandingkan kota lain, di usap nya janggut nya yang mulai tumbuh bulu bulu halus


"Kenapa sekarang aku benar benar merindukan mu Kinar"kata Irsyad pada diri nya sendiri"apakah benar apa yang di katakan Nina kalau kau telah menggugurkan calon bayi ku?"pikiran Irsyad mulai gusar"kau boleh membenciku Kinar tapi aku mohon biarkan calon bayi ku tumbuh di rahim mu sampai waktu nya lahir"bodoh nya irsyad"Kinar,,,aku begitu bodoh kenapa aku tidak pernah meminta dan memohon pada mu agar kau dan anakku tidak pernah meninggalkan ku"air mata Irsyad mulai jatuh di wajah sombong dan arogan nya. Irsyad memukul mukul setiur mobil nya menandakan kalau dia benar benar menyesal"percuma aku menyesal Kinar percuma karena kau telah menggugurkan calon anak ku Kinar"Irsyad benar benar menangis"aku yang salah Kinar aku yang salah,,anak ku tidak tau apa apa Kinar jangan kau mengorbankan nya atas kesalahan ku"kata kata itu seharusnya Irsyad ucapkan dulu,,dulu sekali sebelum Kinar pergi dari nya dengan membawa kekecewaan"terlambat semua nya terlambaatttttttt!!!!!jerit Irsyad dengan mengusap wajah nya dengan kasar"aku terlalu bodoh yang tidak bisa melihat kelembutan mu Kinar,aku yakin kalau aku akan menemukan mu


Ponsel Nina berdering panggilan masuk dari Irsyad


"Ada apa lagi sih manusia robot ini menelpon ku?"kata Nina sebelum mengangkat ponsel nya


"Ya"


"Nin tolong bantu saya mencari Kinar istri saya Nin"suara Irsyad begitu pelan hampir tidak terdengar oleh Nina


"Saya sungguh sangat menyesal Nin"


"Menyesal? semua nya sudah terlambat pak"


"Ya saya memang terlambat Nin"


"Biarkan Kinar bahagia pak"


"Saya hanya ingin meminta maaf pada nya Min"


"Biarkan Kinar bahagia pak!!!"bentak Nina"apa tidak cukup bapak menyakiti nya?"


"Ya saya tau itu"

__ADS_1


"Kalau bapak sudah tau lalu untuk apa lagi?"


"Kenapa Kinar menggugurkan calon bayi saya Nin?"ah Nina terkejut mendengar ucapan Irsyad jadi dia percaya dengan kata kata nya kalau Kinar telah menggugurkan calon bayi nya pada hal Nina waktu itu bicara asal saja tapi kenapa Irsyad begitu mempercayai nya? Nina menyungging kan senyum


"Kenapa pak Irsyad harus menangisi nya? bukan kah bapak tidak menginginkan anak itu?"


"Dulu saya memang tidak menginginkan anak itu Nin, tapi keadaan itu berubah"


"Setelah Kinar membuat anak bapak tiada?"


"Bantu saya Nin"terdengar suara Irsyad begitu putus asa. Bagaimana jika semua itu benar jika Kinar membunuh calon bayi nya apa yang akan di lakukan Irsyad?


"Ah itu bukan urusan ku dan aku yakin Kinar tidak akan melakukan hal itu tapi,,,"batin Nina, kenapa justru ada keraguan di hati Nina. Selama ini dia begitu yakin dengan Kinar tapi tidak untuk kali ini bisa saja karena sakit hati dan kecewa kinar menggugurkan bayi nya


"Nin,,,"


"Maaf pak, untuk yang satu ini saya tidak bisa membantu pak Irsyad. Maaf pak saya ada urusan yang sangat penting"Nina mematikan ponsel nya


"Nin,,Ninaaaa!!!" panggil Irsyad dengan membanting ponsel nya. Terkadang kita lupa bahwa seseorang yang selalu kita sakiti dia lah pada akhir nya yang sangat mereka rindukan kehadiran nya


Nina masih termenung dengan memandang ponsel nya, sudah satu bulan Kinar tidak pernah menghubungi nya. Apa itu arti nya Kinar telah melakukan semua nya? Jika itu benar harus kah Nina menyalahkan Nina dalam hal ini? Tidak, Nina tidak akan pernah menyalah kan nya karena Kinar sudah cukup menderita selama ini mungkin bagi nya inilah jalan terbaik untuk nya agar dia bisa melupakan Irsyad suami nya.


Dengan kasar Irsyad menarik rambut nya dan menangis, mungkin jika Kinar melihat suaminya menangisi nya ia akan terharu.


Saat hati mulai lelah, adakalanya bibir tak sanggup berkata. Semua rasa bercampur di dalam. Tetapi hanya air mata sedih yang menggambarkan betapa luka nya hati ini. Rumah tangga yang di impikan kadang hanya sebatas khayalan. Romantis menjadi sedih. Kebahagiaan berubah menjadi kesengsaraan. Pengertian yang di harapkan oleh seorang istri hanya sebatas keinginan terpendam. Doa telah di panjatkan tanpa henti. Air mata pun menetes tanpa di sadari.


Maka untuk mu wahai para suami, mengertilah tentang hati seorang istri. Hati yang satu satu nya mudah pecah. Jagalah dia baik baik sebagaimana engkau menjaga kaca agar tidak retak.


Wahai untuk mu para istri,,,, sabar kan hati dalam penantian panjang. Rumah tangga indah tidak di bangun dengan berpangku tangan

__ADS_1


__ADS_2