Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Merasa Bersalah


__ADS_3

Pelan pelan Kinar memasukan nasi dalam mulut nya


"Kak Kinar besok ada acara?"


"Hm"Kinar terkejut dengan pertanyaan Kinan, karena pikiran nya masih mengarah pada perubahan sikap Irsyad


"Kakak besok ada acara?"


"Tidak,ntidak ada"


"Aku besok akan menjemput Dewo, jadi aku minta tolong jaga kan Diwa kak"


"Kamu beneran kan hanya menjemput Dewo?"


"Kakak ragu?"


"Tidak, kakak sedikit pun tidak ragu sama sekali, kakak hanya tidak ingin kamu salah mengambil keputusan Kinan, kakak tidak tega melihat Diwa yang masih sangat membutuhkan kamu"Kinan tersenyum,d an kinar tidak tau apa yang sedang di rencanakan adik nya itu, Irsyad menatap wajah Kinar yang khawatir, hanya dentingan sendok yang terdengar .


"Kak Kinar menginap malam ini ya?"Kinar hanya diam


"Iya,mas Irsyad dan kakak kamu akan menginap malam ini"Kinar hanya tersenyum kecil, untuk menjawab pertanyaan adik nya saja dia serasa tidak punya hak.


Mereka sedang duduk di ruang tv, Diwa sudah tidur begitu nyenyak sedang Kinar membersihkan meja makan, mungkin sebelum menikah Kinar tidak terbiasa membersihkan meja makan atau hal lain nya, tapi setelah menikah semua nya berubah, karena Irsyad tidak memperkerjakan asisten rumah tangga, semua nya Kinar yang melakukan nya tanpa bantuan siapa pun

__ADS_1


"Biar bibi saja non"Kinar hanya tersenyum


"Aku sudah terbiasa melakukan semua nya bi"


"Tapi non Kinar kan sedang hamil"Kinar hanya tersenyum dan mencuci piring kembali


sungguh Irsyad merasa bersalah selama ini, dia sudah terlalu kasar, benar kata mami nya, ia menganggap Kinar seperti pembantu ,rasa penyesalan menggerogoti hati nya, di perhatikan nya Kinar yang mencuci piring yang terkadang menyeka dahi nya menggunakan lengan nya


"Seburuk itu kah aku memperlakukan nya"batin Irsyad"Dia tidak pernah mengeluh, bahkan tidur di depan ruang TV selama tujuh bulan pun dia tidak pernah mengeluh"tanpa di sadari sudut mata nya berair"Seburuk itukah yang aku lakukan pada nya"Maafkan aku Kinar, sungguh aku benar benar merasa bersalah"dengan langkah cepat Irsyad mendekati Kinar dan mengambil piring dan spon yang berada di tangan kinar"biar aku yang melakukan nya"Kinar begitu terkejut


"Aku sudah terbiasa melakukan nya"jawab Kinar pelan dan menarik spon yang berada di tangan Irsyad"Jangan pura pura baik"kata Kinar tanpa menatap Irsyad


"Apa kau marah?"


"Marah?"Kinar tertawa pelan"Aku tidak memiliki hak itu"lagi lagi Irsyad merasa tambah bersalah, Kinar menarik nafas nya yang begitu berat"Lebih baik kita berpisah"kata Kinar pelan tanpa menatap Irsyad


"Tidak, aku hanya tidak tau akan di bawa kemana hubungan kita ini?"


"Jika aku tidak ingin berpisah dari mu?"


"Sudah aku duga"jawab Kinar dengan tersenyum


"Jika kau sudah tau jawaban nya, lalu kenapa kamu masih meminta agar kita berpisah?"Kinar menatap wajah Irsyad begitu dalam

__ADS_1


"Sebelum kamu menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan, aku sudah tau jawaban nya mas"Irsyad tersenyum bangga ternyata istri yang tidak dia cintai sudah memahami semua tentang diri nya


"Aku bangga pada mu"dengan mengecup pipi Kinar sehingga membuat jantung Kinar berhenti beberapa detik, bi siti tersenyum melihat ke arah mereka, Irsyad pergi ke kamar Kinar untuk membaringkan tubuh nya yang terasa letih.Sementara Kinan tersenyum menyaksikan semua itu, dia tidak menyangka meski kakak nya menikah tanpa dasar cinta bisa sebahagia ini.


Kinar mematikan kran air di tempat pencucian piring, setelah itu dia berjalan mendekati Kinan


"Sudah tidur?"tanya nya dengan mencium kening Diwa yang tertidur pulas di dalam gendongan ibu nya, di usap rambut nya yang lembut dengan tersenyum


"Kak Kinar kenapa?"


"Kakak sudah tidak sabar"Jawab nya dengan membelai perut nya, Kinan tersenyum


"Sudah malam tidur yuk?"


"Kakak ingin tidur bersama ku?"tanya Kinan"tu mas Irsyad sudah masuk di dalam kamar, menunggu jamuan dari kakak"


"Apaan sih kamu"jawab Kinar dengan mencubit pipi adik nya yang cuby


"Tidurlah dan istirahat lah kak, kelihatan kakak sudah lelah"mata sayu Kinar tidak bisa di bohongi, karena waktu sudah menunjukan angka 10 malam. Kinar melangkah ke kamar nya dan dia melihat Irsyad sudah tidur di ranjang nya, sungguh Kinar merindukan ranjang nya, karena selama ini dia tidur di sofa,ndi baringkan tubuh nya yang terasa penat, ia merasa begitu nyaman, dalam hitungan detik Kinar langsung tertidur begitu pulas, di pandangi wajah istri nya yang begitu lembut, sedikit pun istri nya tidak pernah marah atas perlakuan nya selama ini, dengan lembut di belai nya perut istri nya yang membuncit, kini d rahim nya telah tumbuh benih nya yang selama ini tidak di ketahui, belaian nya mendapat respon dari bayi nya dengan menendang tangan nya


"Ini papa sayang"di kecup nya perut kinar "Kamu baik baik kan? Sungguh papa minta maaf ya"Irsyad berulang kali mencium dan mengusap perut istri nya dengan lembut membuat Kinar terbangun dan menatap Irsyad


"Maafkan aku"kata nya begitu pelan, kinar tidak merespon"Apa kau mau memaafkan ku?Kinar tetap tidak menjawab nya, karena tidak ada jawaban dari istri nya, Irsyad ******* bibir istri nya dan selanjut nya menyatukan tubuh kedua nya, namun kali ini Irsyad melakukan nya begitu lembut karena dia tidak ingin menyakiti calon anak nya yang berada di dalam perut istri nya. Irsyad membaringkan tubuh nya yang kelelahan dan menutup tubuh istri nya, di pandangi wajah istri nya yang sudah tertidur. Kinar membelakangi Irsyad sehingga Irsyad memeluk nya dari belakang dan mengusap usap perut istri nya dan sesekali di kecup punggung istri nya yang telanjang.

__ADS_1


Pagi pagi Kinar bangun tapi tidak menemukan Irsyad, sudah dia duga pasti Irsyad ada urusan sehingga meninggalkan nya, Kinar berjalan ke kamar mandi dan mengguyur tubuh nya, tidak membutuhkan waktu lama, begitu selesai Kinar memakai baju dan memoles sedikit wajah nya dengan make up, ah kebiasaan selalu meninggalkan tato di leher nya, sudah pasti Kinan akan mengolok bahkan mengejek nya begitu melihat leher nya penuh dengan tanda merah.


dengan langkah pelan Kinar menuruni anak tangga ternyata Kinan sudah bangun dan sedang menyusui anak nya di depan ruang tv, di pandangi kakak nya dengan rambut basah tergerai dan tato di leher nya tidak berbentuk, hanya berwarna merah dan kehitaman. Kinan tersenyum, Kinar tidak perlu bertanya kenapa Kinan tersenyum pasti karena tato di leher nya .


__ADS_2