
Begitu sampai di tempat proyek, Irsyad langsung memberikan arahan apa yang harus di lakukan terlebih dahulu, ia begitu bersemangat seperti ada yang memberi nya kekuatan dan energi baru, dan tenaga nya seperti baterai yang baru kena cas terisi full. Malam sudah larut tetapi mereka masih sibuk bekerja, Irsyad begitu semangat karena ia benar benar ingin ketika istri nya melahirkan ia berada di samping Kinar.
"Pak, sudah malam apakah tidak lebih baik kita lanjutkan besok kembali pak?"
"Tidak Mir, saya ingin proyek ini segera selesai agar saya bisa istirahat tanpa memikirkan pekerjaan, karena saya harus fokus menemani istri saya lahiran"
"Istri pak Irsyad hamil?"
"Ya, tinggal menunggu waktu nya saja"
"Anak ke berapa kalau saya boleh tau pak?"tanya Amir dengan tersenyum
"Anak pertama Mir, ini anak pertama saya"jawab Irsyad dengan tersenyum bahagia
"Pasti bapak sangat menantikan nya?"
"Pasti Mir"
"Kalau begitu saya lanjut kembali pak"Irsyad hanya menganggukkan kepala, baru beberapa jam ia meninggalkan istri nya tapi rasa rindu sudah mendera nya.
"Aku seperti ABG yang sedang kasmaran, Kinar, Kinar, Sosok mu membuat ku menjadi bucin, pada hal aku tau di usia ku yang sudah tidak muda lagi tetapi justru sekarang aku merasakan yang nama nya bucin"Irsyad berkata pada diri nya sendiri sambil tersenyum"Aku berharap kita selalu bersama sampai kita menua"irsyad menepuk jidat nya"Kenapa sekarang aku jatuh cinta seperti untuk pertama kali nya, pada hal ini bukan pertama kali nya aku merasakan yang nama nya jatuh cinta, tapi aku belum pernah merasakan hal seperti ini dengan mantan mantan ku, ha kinaaaarrrr"jerit irsyad"Aku ingin selalu dekat dengan mu, ha aku seperti sedang puber pertama kali nya"ia mengusap dada nya yang bergetar. Tiba tiba ponsel nya berdering, Irsyad buru buru melihat nya ternyata panggilan masuk di WhatsApp dengan mode VC
"Kinar, apakah terjadi sesuatu pada nya?"dengan buru buru Irsyad menggeser tombol warna hijau
"Kau baik baik saja? Apakah kau sudah merasakan sakit pada perut mu?"pertanyaan bertubi tubi keluar dari mulut Irsyad"Kenapa kau tidur sendiri? Dimana mama? Bukan kah aku sudah mengatakan kalau kau tidur harus ditemani oleh mama"Kinar tersenyum dengan mengusap perut buncit nya
"Terlalu banyak pertanyaan mu, mas"Kinar mengusap wajah nya yang sedikit berkeringat"Mama lagi menemani nenek"
"Kok jadi nenek yang di temani, seharusnya diri mu"
"Nenek lagi kena flu, mas"
"Kau sakit?"
"Tidak"
"Jika tidak sakit kenapa wajah mu berkeringat?"
"Aku hanya sedikit gerah mas"
"Apakah perut mu terasa keram lagi?"
"Tidak"
"Jangan membuat ku khawatir"
"Tidak mas"jawab Kinar kembali dengan nyengir sembari mengusap perut nya
"Kau sedang tidak baik baik sayang, wajah mu tidak dapat membohongi ku"
"Tidak mas, anak mu terlalu aktif sehingga membuat ku merasa sedikit tidak nyaman"
__ADS_1
"Apakah anak ku menyakiti mu?"
"Tidak"Kinar mengusap kening nya yang basah oleh keringat
"Kau sudah makan?"Kinar menganggukkan kepala nya
"Sudah malam mas tapi kenapa kau masih bekerja? Istirahat lah jika tidak ingin kau sakit"
"Aku harus bekerja sampai larut malam, jika tidak aku terus memikirkan mu"
"Jangan menggoda ku"
"Aku sedang tidak menggoda mu, aku mengatakan yang sebenar nya"Irsyad tersenyum"Kau tau kalau saat ini aku sangat merindukanmu?"
"Jangan terlalu merindukan ku, mas. Karena jika itu terjadi batu bata pun akan kau lihat itu seperti diri ku"
"Pandangan ku masih normal, aku masih bisa membedakan batu bata dan diri mu"
"Kau sudah makan?"Kinar masih mengusap perut nya yang bergerak tanpa henti
"Belum"
"Makan lah, aku tidak ingin kau jatuh sakit"
"Kau mengkhawatirkan ku?"
"Bukan aku saja yang mengkhawatirkan mu, mas. Tetapi calon anak mu juga"irsyad tersenyum"Calon anak mu merindukan mu terus mas"
"Ha"jawab irsyad dengan ekspresi wajah terkejut"Merindukan ku, maksud ku calon anak ku sangat merindukan ku?"ia tertawa terbahak bahak"Katakan saja kalau yang merindukan ku itu adalah ibu dari calon anak ku"goda Irsyad dengan memainkan mata nya membuat Kinar tersipu malu
"Mata ku begitu hebat sampai membuat wajah mu panas, kau pikir mata ku ini kompor?"
"Mata mu melebihi panas nya kompor mas"lagi lagi irsyad tertawa terbahak bahak
"Andai aku tau sejak dari dulu menikahi mu adalah hal yang paling terindah aku rasakan dalam hidup ini, aku tidak akan pernah menyakiti mu sedikit pun"wajah Irsyad berubah menjadi muram"Ku harap kau tidak menyesal menikah dengan ku?"
"Kau tidak perlu mengatakan hal itu, karena aku tidak pernah menyesal sedikit pun menikah dengan mu"Kinar merebahkan tubuh nya dengan menggigit bibir bawah nya, karena ia merasakan sakit di bagian pinggang nya
"Kau merasakan sakit?"
"Pinggang ku sedikit pegal mas"
"Panggil mama, sayang"
"Kau tidak perlu khawatir"
"Bagaimana aku tidak khawatir, aku takut terjadi sesuatu pada mu"
"Dokter mengatakan jika hamil sudah tua dan dekat hari lahiran nya akan merasakan pegal di pinggang, ngilu atau keram di bawah perut mas dan harus bolak balik ke kamar mandi karena buang air kecil"
"Kau harus hati hati jika ke kamar mandi"Kinar mengangguk kan kepala nya"Tidur lah sudah malam"
__ADS_1
"Kalau begitu aku tutup dulu ponsel nya mas?"tanpa menunggu jawaban dari suami nya, Kinar langsung mematikan ponsel nya
"Ternyata putri ku sedang jatuh cinta"
"Mama, sejak kapan mama di kamar ku?"tanya Kinar dengan terkejut, ia tidak menyangka mama nya akan mendengarkan semua isi pembicaraan nya dengan suami nya.
"Sejak kau tidak melihat mama"
"Mama"panggil Kinar dengan mode manja
"Mama merasa bahagia sekali nak"ucap Astrea dengan menutup tubuh putri nya dengan selimut"Kalau pada akhir nya kau akan bahagia dengan pria pilihan kami"Ada butiran bening jatuh dari mata Astrea
"Mama tidak perlu menangis, karena kini aku dan mas Irsyad telah bahagia ma"Kinar membelai perut nya"Jika suatu saat aku tidak bahagia lagi karena tidak berjodoh dengan nya, itu bukan berarti kesalahan mama dan papa, tetapi Tuhan tidak menginginkan aku untuk bahagia ma, arti nya takdir ku seperti itu"Kinar mengusap tangan Astrea"Untuk saat ini biarkan lah aku menikmati masa masa bahagia ini ma, aku hanya takut sebelum aku menikmati nya, rasa bahagia ini hilang ma" Astrea memeluk tubuh mungil putri sulung nya
"Mama selalu mendoakan kebahagiaan mu, nak. Mama ingin melihat mu selalu bahagia tanpa terluka lagi"
"Terima kasih ma, terima kasih"ucap Kinar dengan tersenyum
"Kenapa Irsyad tidak pulang?"tanya Astrea dengan melepas kan pelukan nya
"Mas Irsyad harus segera menyelesaikan proyek nya ma"Kinar berusaha duduk dengan di bantu Astrea
"Kau ingin kemana?"
"Ingin ke kamar mandi ma"Astrea membantu putri nya ke kamar mandi dengan cara memapah nya
"Ah"Kinar merintih dengan memegang bawah perut nya
"Ada apa? Perut mu sakit?"
"Keram ma"Astrea menatap putri nya
"Jika sudah bulan nya akan terasa sering sakit nak, karena kepala bayi nya sudah berada di bawah"Kinar mengangguk kan kepala nya, ia selesai buang air kecil dan kini sudah duduk di pinggir ranjang
"Tidurlah ma kalau mama sudah mengantuk"
"Bagaimana mama bisa tidur dengan kondisi mu seperti ini"Astrea sungguh merasa tidak tega melihat Kinar, ia melihat ke arah putri nya hanya perut Kinar saja yang kelihatan besar
"Bukan kah mama barusan mengatakan jika hamil sudah bulanan nya akan seperti ini?"Astrea tersenyum, ia lupa kalau putri nya adalah wanita kuat dan tidak pernah mengeluh sedikit pun tentang masalah hidup nya"Besok mama akan kembali ke Jakarta"dengan berat Astrea mengatakan dengan putri nya
"Aku tau, mama pasti sedang memikirkan papa, lagian mama kenapa sudah kemari, aku kan belum lahiran?"
"Mama kemari hanya untuk mengantar kan nenek mu"
"Apakah mama sewaktu dulu hamil aku seperti ini ma?"Astrea menatap putri nya
"Waktu kau di perut mama, kau tidak pernah menyusahkan mama apalagi menyakiti mama"
"Jangan katakan ma kalau calon anak ku seperti ayah nya?"
"Tidak, calon anak mu ini"Astrea mengusap perut Kinar dengan lembut"Ia hanya ingin mencari perhatian ayah nya agar ibu dan dia mendapat perhatian ayah nya"Kinar tersenyum
__ADS_1
"Ada ya ma seperti itu? Aku tidak menyangka"
"Ada, seperti calon anak mu ini yang begitu manja"Kinar tersenyum manja dengan mengusap lengan Astrea