Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Tentang Takdir


__ADS_3

Kini Kinan sudah bahagia setelah kembali ke pada Dewa, perselingkuhan yang di lakukan nya dapat dimaafkan begitu saja oleh Kinan setelah Dewa meminta maaf pada nya dan janji tidak akan mengulangi nya kembali, dan jika itu terjadi kembali seluruh harta milik dewa setelah menikah akan di ambil alih oleh Kinan, dan hak asuh anak jatuh ke Kinan dan Dewa tidak di izin kan untuk melihat kedua anak nya. Sedikit pun tidak ada kesedihan terukir di wajah nya, benarkah Dewa sudah benar benar berubah?


Andai saja hal yang di lakukan Kinan bisa Kinar lakukan, mungkin tidak akan begitu rumit jalan cerita rumah tangga nya. Dewa bukan Irsyad, mereka berdua memiliki watak dan kepribadian yang berbeda, meski dari usia Irsyad lebih dewasa tetapi di bandingkan Dewa tetapi justru Dewa lah yang lebih dewasa dalam berpikir, usia tidak bisa menjamin seseorang untuk bersikap dewasa contoh misal nya Irsyad


"Mas"


"Ya"


"Kita kerumah mama ku yuk, kata mama kak Kinar datang dari Jogja, aku ingin melihat keadaan nya"


"Melihat keadaannya atau ingin melepas rindu?"goda suami nya


"Dia kakak ku mas, jadi wajar dong kalau aku ingin melepas rindu dengan nya"


"Iya, iya, ya sudah buruan"sekarang semua nya berubah, semenjak istri nya mengetahui perselingkuhan nya, kini Dewa sudah tidak bisa melawan istri nya, apa lagi Kinan memiliki persyaratan yang membuat Dewa merasa berat, yaitu apa bila Dewa dan Kinan berpisah, Dewa tidak di perbolehkan menemui kedua putra nya


Sekarang Dewi Fortuna Memang benar benar berpihak pada Kinan. Sesampai nya di rumah Astrea, Kinan mencari keberadaan kakak nya namun ia tidak menemukan nya


"Ma"


"Ya"


"Dimana Kak Kinar?"


"Kamu datang kesini hanya ingin menemui kakak mu saja?"


"Aku benar benar merindukan nya ma"jawab Kinan dengan mode manja


"Kakak mu sedang menjaga mertua nya"


"Lho, memang nya Tante Tatit sakit apa ma?"


"Yang jelas saat ini kondisi Tante mu sedang tidak sadarkan diri"


"Koma maksud nama?"


"Ya begitu lah"jawab Astrea dengan menaikan kedua bahu nya


"Di rawat dimana ma?"


"Di rumah Tante kamu"


"Di rumah? Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja?"


"Itu kemauan om Irfan"


"Ya ampun, mas Dewa"panggil Kinan

__ADS_1


"Kamu ini, datangi jangan teriak teriak begitu kalau manggil suami"


"Ada apa sayang?"


"Tolong jaga anak anak ya, aku mau ke rumah Tante Tatit kata mama lagi sakit"


"Kamu tidak menginap kan?"


"Gak, aku hanya ingin menemui Kak Kinar"


"Kenapa suami mu tidak kamu ajak saja Kinan?"


"Repot ma, anak anak pasti tidak bisa anteng. Sementara Tante Tatit lagi sakit"


"Kamu mau naik apa sayang?"


"Taksi"


"Hati hati ya"Kinan mengangguk kan kepala


"Ma, aku pergi dulu ya?"


"Iya, hati hati"


Rasanya perjalanan yang ia tempuh dari rumah Astrea ke rumah Tatit begitu lama, pada hal biasa nya hanya membutuhkan waktu setengah jam. Apakah ini yang di namakan rindu waktu sebentar saja rasa nya begitu lama. Akhir nya sampai juga di rumah Tatit, Kinan kelihatan bingung, bagaimana tidak rumah nya begitu sunyi seperti tidak ada penghuni nya.


"Bi Sumi"


"Non Kinan"


"Kak Kinar ada bi?"


"Ada Non di atas"


"Terima kasih bi"ucap Kinan sambil berlalu dari hadapan bi Sumi


"Kak Kinar"Panggil Kinan yang tidak percaya melihat kondisi kakak nya yang sedang menangis di atas ranjang, dan Tatit masih di posisi nya


"Kinan"mereka berpelukan melepas rindu


"Apa yang terjadi kak? Kenapa kondisi Tante Tatit begitu memprihatinkan?"Ternyata Kinan beranggapan kalau diri nya menangis karena Tatit


"Papi tidak menjelaskan kronologi kejadian nya nan"


"Kakak jangan sedih ya, pasti mertua kak Kinar bisa melewati masa masa kritis ini"


"Amin"

__ADS_1


"Wajah kak Kinar pucat sekali, Kakak tidak ada istirahat?"Kinar menundukkan kepala sambil menangis


"Bagaimana dengan mu, apakah Dewa sudah menemui mu?"


"Sudah kak, malah dia meminta maaf pada ku dan tidak ingin mengulangi nya kembali"


"Ternyata Takdir kita berbeda Nan"


"Kakak"panggil Kinan dengan manja dan memeluk nya


"Di saat mas Irsyad mengatakan tentang perasaan nya dan ingin memulai nya dari awal, tapi papa tidak mengizinkan nya Nan"


"Apa alasan papa menolak mas Irsyad, kak"


"Aku tidak menyalahkan papa, nan. Dan alasan penolakan papa itu benar, papa hanya tidak ingin aku di sakiti kembali"Tiba tiba Kinar menangis tersedu sedu dengan memegang perut nya, ia duduk di ranjang sebelah mertua nya yang sedang berbaring"Tapi haruskah aku menyandang janda dalam kondisi hamil begini Nan?"dengan lembut Kinan merengkuh tubuh kakak nya, ia tau wanita hamil itu sensitif dan yang pasti ia juga ingin di manja dan disayang oleh suami nya, lebih lebih jika ia mengidam sesuatu di tengah malam, siapa yang akan memenuhi nya. Kinan sungguh prihatin melihat rumah tangga kakak nya, pasti kakak nya sangat tersiksa dengan kehamilan nya"Ternyata doa ku di kabulkan Allah Nan, seandainya diantara kita berdua menjadi janda lebih baik aku yang menjadi janda"Kinar menangis kembali


"Kakak jangan stres stres kasihan bayi kak Kinar"ucap kinan dengan mengusap perut kakak nya"Nanti biar aku yang akan bicara sama papa"


"Jangan, tidak perlu Kinan, kakak yang akan menyelesaikan nya sendiri"


"Jika papa bersikeras menolak nya kak?"


"Berarti takdir ku"jawab Kinar dengan sendu"Takdir ku menjadi janda"


"Kak Kinar jangan menyerah begitu saja dong, apa lagi mas Irsyad sudah mengakui tentang perasaan nya dan ingin memulai nya dari awal"


"Bagaimana aku tidak menyerah Nan, yang aku lawan bukan orang lain tapi papa ku sendiri. Papa kita!!"ia menghapus air mata nya"Mungkin jika orang lain aku akan terus melangkah tanpa menyerah. Kau tau kan papa itu orang nya gimana? Sekuat apapun kita melawan kita tetap di posisi yang kalah. Tepat nya mengalah"


"Kalau begitu kak Kinar harus lebih semangat lagi menghadapi papa"


"Kalau seandainya yang di katakan papa tentang mas Irsyad benar bagaimana Nan?"


"Maksud Kak Kinar?"


"Semua pengakuan dan keinginan nya ternyata palsu?"


"Kakak yakin tidak dengan semua nya?"


"Tadi nya aku yakin, tetapi setelah papa bicara seperti itu keyakinan ku tentang nya hilang nan"


"Kak Kinar masih ragu?"Kinar tidak bisa menjawab nya"Kak, beri kesempatan kepada mas Irsyad satu kali saja, barang kali saja dia benar benar ingin berubah. Apa lagi dengan melihat perut kakak yang sudah membesar pasti jiwa kebapakan nya meronta ronta"Kinan mengusap perut besar Kinar dengan tersenyum"Mudah mudahan jika kamu lahir nanti kamu bisa menjadi orang yang menyatukan ayah dan ibu mu ya nak"


"Amin"


"Di dunia ini semua nya bisa terjadi kak, jika memang mas Irsyad jodoh kak Kinar pasti kak Kinar bisa kembali bersama, tetapi jika memang kak Kinar tidak bisa bersama berarti itu takdir kak"


Dari hujan ia belajar bahasa air bagaimana berkali kali jatuh tanpa sedikit pun mengeluh pada takdir.

__ADS_1


__ADS_2