Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Tidak Percaya


__ADS_3

Di kumpulkan semua keberanian nya untuk menemui sang mertua, apapun yang akan terjadi dia tidak perduli. Ia sudah berjanji pada istri nya akan menghancurkan tembok pemisah, ia tidak ingin jika istri nya mengatakan kalau diri nya hanya berbohong. Dengan langkah penuh percaya diri ia langsung menuju kantor Arifin


Tok,, tok,, tok


Ia mengetuk pintu beberapa kali


"Masuk"suara yang begitu ia kenal, itu suara khas milik Arifin. Ia memperbaiki dasi nya dan menarik nafas nya, handle pintu ia putar, Arifin masih sibuk dengan berkas yang berada di atas meja


"Pa"panggil Irsyad membuat Arifin langsung berdiri dengan wajah penuh kemarahan


"Oh"ia manggut manggut"Ternyata nyali mu besar juga, sudah ku katakan jangan pernah menampakkan wajah mu di depan ku"


"Pa"Irsyad langsung bersimpuh memohon kepada mertua nya"Izin kan Kinar hidup bersama ku lagi pa"Terlihat Arifin mengendorkan dasi nya"Aku berjanji pa, aku janji tidak akan membuat nya terluka lagi pa"


"Dengan apa kau bisa membuktikan semua itu!!?"


"Cinta ku pa"


"Cinta?"Arifin tersenyum mengejek"Kenapa baru sekarang kau mengatakan cinta? Selama ini kemana rasa itu, ha!?"


"Ku akui kalau aku memang salah pa dan aku baru menyadari nya sekarang"


"Cinta mu pada putri ku seperti musiman, kau pikir putri ku itu barang? Dan kau bisa berbuat sesuka hati mu. Ingat sampai kapan pun aku tidak mengizinkan nya"


"Pa, tolong izinkan pa"


"Sampai kapan pun aku tidak pernah mengizinkan mu, bahkan sampai air mata darah keluar dari mata mu pun aku tidak akan pernah mengizinkan nya"


"Pa, jangan egois dong pa. Papa tidak ingin melihat Kinar bahagia?"


"Apa? Kau mengatakan aku egois? Selama ini Kinar cukup bahagia tinggal bersama nenek nya, tetapi setelah kau hadir kembali dan mengungkapan perasaan mu, putri ku menjadi seperti ini"Arifin mengusap wajah nya dengan gusar"Ku mohon pergilah dan jangan pernah mendekati putri ku"


"Bagaimana aku bisa pergi pa, aku mencintai nya"


"Itu bukan cinta Irsyad, kau hanya menginginkan anak mu?"


"Tidak pa, tidak"

__ADS_1


"Pergi lah sebelum kesabaran ku hilang"


"Tidak, aku tidak akan pergi"


"Aku bilang pergi!!"


"Aku tidak akan pergi!"Arifin mendekati Irsyad


"Kau ingin aku berbuat agar kau tidak bisa melihat Kinar kembali?"Arifin menepuk pipi menantu nya


"Jika itu mau papa baik, baik"Irsyad keluar Sementara Arifin tertawa penuh kemenangan


"Anak muda sekarang, baru di gertak begitu saja nyali nya langsung ciut, begitu mau berkorban mengatas namakan cinta"Arifin tersenyum mengejek sambil menggelengkan kepala nya.


Irsyad langsung menuju parkiran, ia tau arah mana yang harus ia tuju. Dia sudah datang dengan itikad baik dan memohon pada mertua nya untuk kembali pada Kinar tetapi yang ia dapat selalu penolakan. Sedikit pun ia tidak sakit atas perlakuan dan ucapan Arifin hanya saja saat ini ia benar benar tidak tega melihat istri nya. Selama masa kehamilan nya Kinar tidak pernah meminta apapun pada nya, ia hanya meminta kepada Nina sahabatnya, seharusnya sebagai seorang suami momen bahagia adalah ketika istri mengidam dan ingin di buatkan atau di belikan sesuatu. Irsyad memarkirkan mobil tepat di rumah mewah dan langsung masuk tanpa permisi


"Den Irsyad"


"Dimana Kinar, bi?"


"Ada den di atas lagi nunggui nyonya besar"


"Ma"panggil nya pelan, membuat mata Astrea menuju ke arah nya. Kinar begitu terkejut dengan mengusap perut nya


"Irsyad"ia langsung berlutut di depan kaki Astrea


"Tolong maafkan aku ma, sekali lagi maafkan aku ma"Irsyad mencium tangan Astrea sembari bersimpuh"Ternyata tembok pemisah antara aku dengan Kinar terlalu kokoh ma, sehingga aku tidak mampu menembus nya"Astrea paham apa yang di katakan oleh menantu nya"Harus bagaimana lagi aku ma"Astrea mengusap kepala Irsyad dengan lembut membuat air mata Kinar tidak dapat di bendung lagi


"Apakah kau benar benar mencintai Kinar dan berjanji tidak akan menyakiti nya kembali?"


"Aku berjanji ma, aku berjanji"Astrea menarik kedua bahu Irsyad untuk berdiri


"Jika kau bisa menepati janji mu itu, pergilah dan bawa Kinar jauh"


"Tapi ma,,"


"Mama merestui kalian berdua, sampai kapan pun kau tidak akan mendapatkan restu dari papa nya Kinar. Kau tidak perlu memikirkan papa, nanti mama yang akan bicara"

__ADS_1


"Terima kasih ma"Irsyad memeluk tubuh Astrea


"Pergilah, mami mu biar mama yang menjaga nya"Kinan memeluk tubuh kakak nya, ia tidak menyangka sebegitu rumit nya cerita rumah tangga kakak nya


"Kak Kinar jaga kesehatan ya, sering sering lah menelpon"Kinar menganggukkan kepala, setelah itu Irsyad membantu Kinar untuk turun dari ranjang dan mengambilkan sendal istri nya dan memakaikan nya


"Ma"Kinar memeluk tubuh Astrea


"Pergilah mama merestui kalian berdua"


"Terima kasih ma"kini Irsyad berjalan dan mendekati mami nya


"Mi, maafkan aku"hanya kata itu yang dapat ia ucapkan dan memeluk mami nya. Setelah itu Irsyad menggandeng tangan istri nya, bukan niat nya untuk melarikan istri nya tetapi ini lah yang bisa ia lakukan, jika saat nya tiba ia akan menemui Arifin. Ia membuka kan pintu untuk istri nya, sebenar nya ia tidak tega melihat kondisi istri nya yang harus pergi dengan keadaan seperti ini, dengan terpaksa ia melakukan ini semua


"Maafkan aku harus membawa mu dalam keadaan seperti ini"kata Irsyad dengan menggenggam tangan Kinar"Percayalah pada ku, bukan aku tidak mampu meminta restu papa tapi itu terasa sangat sulit bagi ku"ia mencium tangan istri nya, saat ini ia di perlakukan bak seperti ratu"Kau tidak perlu khawatir, jika papa menemukan kita maka aku yang akan menghadapi nya"Kinar hanya tersenyum, ia masih tidak menyangka diri nya akan di bawa kabur oleh suami nya sendiri, ia menghapus air mata nya


"Maafkan aku Kinar, aku terpaksa membawa mu dalam keadaan seperti ini"Kinar tersenyum dengan mengusap tangan Irsyad yang berada di dalam genggaman nya"Aku sudah menyiapkan rumah untuk kita dan calon anak kita yang akan kita tempati"


"Dimana mas?"


"Di Jogja"jawab nya dengan menatap istri nya sambil tersenyum


"Lalu bagaimana dengan kafe nenek mas?"


"Aku tidak melarang untuk bekerja, yang penting kamu bisa menjaga kesehatan mu"


"Jika papa menemukan kita"


"Itu semua tergantung pada mu, apakah kau akan ikut dengan papa atau ingin bertahan bersama ku, dan aku tidak bisa memaksa mu, jika kamu memang ingin mengikuti semua kata kata papa, aku juga tidak bisa melarang mu"sungguh Irsyad telah banyak berubah, Kinar hanya menganggukkan kepala nya.


Ini lah yang Kinar harapkan bisa hidup bersama dengan suami nya, tetapi tidak dengan keadaan seperti ini. Bagaimana jika Arifin menemukan mereka dan mengajak nya pulang dengan di paksa? Mampu kah dia melawan papa nya? Selama ini ia tidak pernah menentang semua perkataan papa nya, lalu sekarang harus kah ia menjadi anak pembangkang setelah keinginan nya untuk hidup bersama suami nya? Ini sangat sulit bagi nya, tetapi bukan kah seorang perempuan setelah menikah, suami adalah pengganti dari ayah nya? Tapi tidak dengan melawan ayah nya.


"Apakah kau lelah?"


"Tidak"jawab Kinar dengan memegang pinggang nya yang terasa sakit, Irsyad memarkirkan mobil nya dan menurunkan bangku agar Kinar menjadi rebahan, setelah itu Irsyad melakukan mobil nya kembali


"Apakah kau sudah merasa nyaman?"Tanya Irsyad dengan mengusap usap perut istri nya

__ADS_1


"Sudah"jawab Kinar dengan memejamkan mata nya dan tangan kiri nya ia letakkan di atas perut nya dan tangan kiri nah ia letakkan di atas kening nya, sebenar nya ia merasa ngantuk tapi ia malu untuk mengatakan pada Irsyad, karena dua hari ini ia menjaga mertua nya sehingga jam tidur nya berkurang


__ADS_2