
Kinar menuju kursi di luar bersama Nina. Mertua nya, suami nya bahkan mama nya mencerca dengan kata kata kasar sehingga membuat dada nya begitu terasa sangat sesak. Ingin rasa nya Kinar benar benar mengakhiri semua nya, tetapi ia ingat masih ada makhluk lain yang kini tumbuh di rahim nya. Buru buru ia menyeka air mata nya tapi sayang Nina sudah melihat terlebih dahulu air mata nya yang jatuh
"Duduk lah" begitu banyak yang berubah pada diri sahabat nya
"Apa kamu baik baik saja Kin?"
"eh,,, kamu berkali kali menanyakan hal itu, apa aku terlihat sedang sakit?"
"Bukan begitu maksud aku Kin, aku hanya bingung saja"
"Kenapa harus bingung?"Kinar menatap Nina yang memang terlihat sangat bingung
"Ki"panggil Kinar dengan melambaikan tangan nya
"Ya mbak"
"Kamu ingin minum sesuatu?"
"Chocolat Es dingin"
"Satu ya Ki, saya mau jus mangga dingin tanpa susu coklat, kamu mau makan apa?"
"Tidak aku hanya pesan minum saja"Kiki meninggalkan mereka, cafe terlihat sangat ramai karena ini waktu nya jam istirahat. Ada beberapa orang yang nongkrong memang ingin makan siang dan sebagian lagi ngedate dengan pasangan nya
"Kenapa kamu pergi tanpa memberitahu ku?"
"Aku sudah pernah mengatakan nya pada mu, jadi tolong Nin jangan membahas itu lagi"wajah Kinar begitu teduh
"Tapi,,,"
"Berhentilah membicarakan hal itu Nin, cerita itu sudah berakhir dan tidak ada episode selanjut nya"
"Irsyad kemaren menelpon ku"
"Sudah aku duga"
"Kamu tau?"
"Tidak tapi aku tau, dan kamu mempercayai nya?"
"Jujur tadi nya aku mempercayai nya Nin, tapi setelah melihat diri mu aku tidak percaya"Kinar tersenyum dengan menatap Nina
"Ternyata kamu sudah tidak memiliki rasa percaya pada ku"
"Bukan begitu Kin, maksud aku tidak seperti itu"
"Kenapa kamu harus takut Nin? Kita hanya teman, hanya sahabat jadi kamu punya hak untuk tidak percaya pada ku"Nina hanya diam"Sudah berapa lama kita berteman?"tanya Kinar dan Nina hanya diam menatap Kinar tanpa berkedip"Seandainya kita tidak bertemu lagi apa kamu akan membenci ku karena kamu sudah mempercayai semua ucapan nya?"
"Tadi nya aku tidak percaya Kin tapi kata kata pak Irsyad begitu meyakinkan ku, bahkan dia sampai menangis"Kinar mengambil jus nya dan memainkan sendok yang berada di dalam nya"Kamu tau apa yang dia katakan pada ku?"
"Tidak,,maaf aku tidak tertarik sama sekali"
"Dia benar benar menyesal Kin dan dia ingin kembali pada mu"Kinar tersenyum kecut menahan kepedihan hati nya
"Kamu percaya dengan nya?"Nina terdiam"Ini bukan pertama kali nya dia membuat hati ku hancur Nin"
"Ya aku paham itu"
"Lantas kenapa kenapa kamu menyuruh ku untuk kembali pada nya setelah apa yang ia lakukan pada ku"
Flash Back
Panggilan masuk dari Irsyad di ponsel Nina
__ADS_1
"Ternyata ucapan mu benar Nin, Kinar telah membuat calon bayi saya tiada, dia begitu kejam Nin, kejam. Dia monster berbulu domba kelihatan nya saja dia lembut tapi dia tidak memiliki hati sama sekali. Apa salah bayi saya Nin? Dia tidak tau apa apa dia tidak bersalah, tapi kenapa dia harus melampiaskan pada calon bayi saya?"suara Irsyad begitu terdengar gemetar dan menangis"Saya menyesal telah menerima diri nya sebagai istri saya Nin"
"Maksud bapak apa?"
"Dia telah membuat calon bayi saya tiada?"
"Siapa yang memberitahu pak Irsyad?"
"Kinar yang mengatakan langsung pada saya Nin, dan apakah kau tau dia mengatakan nya terdengar begitu tenang sedikitpun dia tidak merasa bersalah, sungguh saya ingin mencekik leher nya sampai dia tiada Nin"
"Itu tidak mungkin pak? Kinar tidak mungkin melakukan nya"
"Tidak mungkin?"Irsyad tertawa di balik ponsel nya"Kau begitu mempercayai sahabat mu itu sampai kau tidak tau kalau dia itu ternyata sangat kejam"
"Bagaimana mungkin Kinar tega melakukan nya, dia begitu menyayangi anak dalam rahim nya dan tidak mungkin kinar membunuh nya?"
"Kau tidak percaya dengan ucapan saya? Saya pikir ketika dia pergi dengan mengatakan dia akan membuat calon anak saya tiada itu hanya bercanda tapi kenyataan nya semua itu benar Nin. Saya akan benar benar membuat dia tiada karena dia tidak pantas hidup di dunia ini, dia seorang ibu yang sangat kejam"
"Kenapa bapak mengatakan hal seperti itu? Pak Irsyad pernah berpikir satu kali saja apa yang telah bapak lakukan pada Kinar sehingga membuat Kinar nekat melakukan semua nya? Dan tidak Seharusnya pak Irsyad bicara seperti itu kepada Kinar"
"Iya tapi itu dulu" suara irsyad terdengar sangat marah"Saya benar benar jijik melihat nya Nin, saya jijik, jangan kan melihat orang nya melihat bayangan saja saya sudah ingin muntah"
"Cari tau dulu kebenaran nya pak?"
"Tidak perlu, karena dia juga mengatakan hal yang sama kepada orang tua saya, bukan kah itu arti nya dia memang melakukan nya jadi untuk apa saya mencari kebenaran nya? Yang ada kebenaran nya adalah dia wanita yang sangat jahat dan kejam"Irsyad menghapus air mata nya"Tunggu apa yang akan saya l lakukan pada nya?" tit ponsel nya terputus
"Benar kah Kinar melakukan nya? Tidak itu tidak benar, tapi kenapa pak Irsyad begitu sedih sampai menangis dan terdengar sangat marah, dan mami nya pak Irsyad juga mengatakan hal yang sama apa itu artinya kinar memberitahu nya? Kinar kenapa kamu jadi kejam seperti ini? Kamu wanita yang baik tapi kamu,,,,"Nina begitu ragu dengan ucapan Irsyad tapi kalau kinar tidak melakukan nya tidak mungkin Irsyad begitu sangat marah.
Flash On Back
Kinar tidak bergeming sedikit pun dengan cerita Nina, dia masih begitu l tenang dengan menatap Nina
"Kamu mempercayai semua ucapan nya?"
"Maaf kan aku Kinar aku begitu bodoh mempercayai kata kata nya begitu saja"
"Maksud kamu apa?"
"Aku tidak tertarik dengan cerita itu"Kinar menyeruput jus nya
"Kenapa kamu mengatakan semua itu pada Irsyad dan juga mami nya dan kenapa kamu berbohong?"
"Bukan mami nya saja tapi juga dengan keluarga ku"Nina sangat terkejut
"Apa alasan nya sehingga kamu membuat cerita bohong seperti itu?"wajah Nina merah padam menahan amarah"Aku kenapa kamu mengarang cerita itu agar semua membenci mu?"
"Tepat sekali, ternyata kamu pintar Nina"
"Tapi untuk apa?"
"Agar mereka semua tidak lagi mengkhawatir kan keadaan ku"jawab Kinar dengan membelai perut nya"Aku tidak ingin mereka selalu mengkhawatirkan ku dan calon anak ku karena dengan begini mereka tidak perlu bertanya bagaimana keadaan ku, bagaimana keadaan calon anak ku, bagiamana kinar bisa menghadapi ini semua dengan kondisi seperti ini, dan yang pasti mereka bisa makan dengan tenang, tidur dengan nyeyak tanpa harus memikirkan tentang ku"kata Kinar dengan menyandarkan tubuh nya di kursi"Aku tidak seburuk itu Nin, meski aku sangat membenci nya bukan berarti aku membenci anak nya, aku tidak mungkin melampiaskan semua nya pada bayi nya, anak ini tidak berdosa, anak ini tidak tau apa apa. Jadi kenapa aku harus membuat nya tiada?"Kinar membelai perut nya
"Tapi Kamu salah jika berpikir seperti itu!!"bentak Nina"telpon mertua mu dan katakan jika semua itu tidak benar"
"Karena kamu tidak di posisi ku dan aku tidak perlu menjelaskan apa pun"
"Kamu salah Kin, aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan"
"Lalu kenapa kamu begitu mudah mempercayai kata kata nya?"Nina terdiam"syukur kita bertemu jika tidak pasti kamu akan membenci ku dan aku sangat yakin"
"Bagaimana jika Irsyad membuat mu tiada tanpa dia ketahui jika calon anak nya masih ada di rahim kamu?"
"Aku sudah tidak perduli apapun yang akan dia lalukan pada ku"
__ADS_1
"Kenapa kamu bicara seperti itu Kinar!!?"semua pengunjung menatap kearah mereka berdua
"Apa kah calon anak mu juga harus tiada?"Nina menatap perut kinar yang sudah membesar
"Tidak,,,aku akan tetap memperjuangkan nya untuk lahir di dunia ini"Nina hanya menggeleng kan kepala melihat sikap Kinar
"Baiklah kalau itu mau mu"kata Nina dengan menarik nafas dengan berat"Kalau begitu aku akan bekerja di sini"mendengar kata Nina senyum manis tersungging di bibir nya yang merah tanpa polesan lipstik
"Untuk apa?"
"Aku akan menjaga mu"
"Kamu bukan pengawal ku apalagi suami ku, kamu tidak perlu melakukan semua nya itu"
"Aku akan tetap bekerja di sini sebagai karyawan mu"
"Aku tidak akan mampu menggaji mu dengan tinggi"
"Aku tidak perduli dengan itu"
"Jika kamu bekerja di sini apa kata keluarga kamu? Mereka akan mentertawakan mu dan menyalahkan ku"
"Itu tidak akan terjadi"
"Kamu akan menerima gaji satu bulan hanya 1,5jt, itu tidak akan cukup untuk membeli parfum mu lalu bagaimana dengan kebutuhan mu yang lain?"
"Aku tetap tidak perduli"
"Kamu bukan anak kecil lagi Nin kamu harus berfikir rasional"
"Aku takut jika Irsyad membuat mu tiada lalu bagaimana dengan bayi mu?"
"Kamu bisa menjadi ibu pengganti untuk anak ku"
"Jangan gila kamu Kinar"
"Aku tidak gila, jika hal itu terjadi mau kah kamu jadi ibu pengganti untuk anak ku?"kata Kinar membuat Nina semakin takut
"Aku tidak akan mau"
"Jika itu permintaan terakhir ku apa kamu juga tidak akan mau?"
"Sudah aku katakan itu tidak akan terjadi"
"Jika itu terjadi?"
"Aku akan membuat Irsyad juga tiada sehingga sampai tujuh kehidupan dia akan tetap menyesal karena telah membuat anak mu kehilangan ibu nya!!"persahabatan yang mereka jalin begitu lama dari mereka berdua masih berumur 13 tahun, Nina tidak bisa melihat sahabat nya terluka karena berkat Kinar dia bisa seperti ini dulu Kinar yang selalu ada untuk nya, Kinar yang selalu ada ketika Nina putus asa jadi sekarang Nina ingin membalas semua nya
"Jangan memaksa sesuatu yang nanti nya akan membuat diri mu menyesali semua tindakan mu. Apa kamu ingin menghabiskan masa lajang mu di balik jeruji besi?"
"Jika itu harus kenapa tidak"
"Aku akan mengutuk diri ku, bahkan jika aku tiada roh ku tidak akan bisa tenang di alam sana"
"Kin please jangan bicara seperti itu"Nina menitikkan air mata, sahabat nya kini terlihat benar benar gila dan putus asa"Percayalah pada ku Kin,,, kamu akan melahirkan anak mu dan kamu bisa merawat nya hingga tumbuh dewasa, dan kalian akan hidup bahagia"Kinar hanya tersenyum"Aku mohon Kin jangan membuat ku takut, percayalah aku akan selalu ada untuk mu"
"Apa kamu tidak ingin menikah dan memiliki keluarga sendiri?"tanya Kinar"Kamu jangan terus memikirkan ku, kamu berhak untuk menikah tanpa harus mengkhawatirkan keadaan ku"
"Aku akan menikah jika kamu sudah bahagia"
"Eh,,kamu bukan Malaikat"
"Tapi aku akan menjadi seperti Malaikat untuk mu"mendengar itu Kinar tertawa dengan memegang perut nya
__ADS_1
"Memang ada ya?"
"Ada dan ini hanya buat kamu"Nina dan Kinar tertawa terbahak bahak dan mereka tidak memperdulikan tatapan para pengunjung. Ini lah yang Nina harapkan untuk bisa melihat senyum bahagia di wajah Kinar, karena Nina tau kalau Kinar sudah lupa bagaimana cara tertawa bahagia dan untuk hari ini Nina telah berhasil mengingatkan Kinar bagaiman tertawa bahagia.