Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Penasaran


__ADS_3

Irfan dengan penuh kasih sayang merawat istri nya yang masih belum sadarkan diri, ia membawa istri nya untuk di rawat di rumah dengan dokter pribadi. Ia tidak perlu memberitahu siapa pun tentang kondisi istri nya, karena ia yakin Arifin dan istri nya pasti tidak akan sudi melihat nya apa lagi Kinar. Biarlah ia sendiri yang merawat istri nya tanpa membebankan pada orang lain


"Mi"Panggil Irfan dengan mengusap wajah istri nya dengan penuh kasih sayang"Bangun lah mi, papi begitu merindukan mami"Irfan tidak pernah membayangkan sedikit pun jika hari tua nya harus hidup sendiri tanpa istri di samping nya"Papi tidak akan sanggup menghabiskan hari tua sendiri mi"Irfan kelihatan begitu lemah, bahkan sorot mata nya seperti tidak memiliki kehidupan lagi"Bangunlah mi, setelah kamu bangun kita akan pergi jauh dari sini, kamu tidak perlu lagi mengingat tentang calon cucu kita, biarkan Kinar dan kedua orang tua nya yang mengurus nya"


Wajah yang penuh cinta, yang merelakan seumur hidup nya untuk hidup bersama pria lain yang hanya dengan kata cinta, bahkan ia bersedia merawat pria dan anak anak nya.


"Kamu tau mi, seandainya bulan bisa ngomong, ia akan berbisik di telingaku dan berkata bahwa ia iri dengan mu karena kamu lebih bersinar dari nya"Irfan tersenyum sambil mengusap air mata nya, hidup ini terlalu rumit.


Sudah dua hari ini Arifin tidak melihat Abang ipar nya, bahkan semua pekerjaan nya di handle dengan asisten pribadi nya


"Apa yang terjadi dengan mas Irfan? Kenapa dua hari ini ia tidak ada kabar, apa yang telah terjadi? Bahkan pegawainya pun tidak tau tentang keberadaan nya"Arifin memegang pena dan memukulnya pelan pelan di meja"Pasti telah terjadi sesuatu?"Ia berjalan menuju ruangan Irfan dan membuka pintu nya, kosong seperti bertahun tahun tidak di jamah oleh tangan manusia, ia menatap foto Tatit sang kakak yang terletak dibatas meja di bungkus dengan bingkai, kelihatan begitu mesra dengan berpelukan dengan suami nya


"Sebenar nya aku merindukan mu mbak, tetapi aku belum bisa memaafkan apa yang telah kamu lakukan kepada putri ku"ucap nya sambil menutup pintu ruangan Irfan kembali


"Pak Arifin, ada yang bisa saya bantu?"


"Pak Irfan kemana ya Jes, sudah beberapa hari ini saya tidak melihat nya?"Jesika kelihatan bingung antara memberitahu nya atau tidak"Kenapa kamu begitu bingung Jes?"


"Sebenar nya beberapa hari ini pak Irfan tidak datang ke kantor karena....?"


"Karena apa Jes?"

__ADS_1


"Istri beliau kecelakaan pak"


"Ha"Arifin benar benar terkejut, kenapa ia tidak di kabari jika kakak nya mengalami kecelakaan"Apa kamu tau dimana saat ini mereka?"


"Pak Irfan hanya mengatakan kepada saya pak, kalau istri nya mengalami kecelakaan bus setelah menjenguk menantu nya di Jogja pak"Arifin lebih terkejut, ternyata Tatit mengalami kecelakaan bus yang di tumpangi nya sekembali dari Jogja


"Apakah kau tau gimana keadaan istri nya?"


"Masih saat ini belum sadarkan diri pak"ada rasa bersalah di hati nya, ketika hari masih pagi ia berkunjung kerumah nya untuk meminta maaf, tetapi justru diri nya menolak dan mengusir nya


"Terus kamu tau dimana istri beliau di rawat?"Jesika menggelengkan kepala nya"Terima kasih atas info nya Jes?"


"Sama sama pak"Arifin mengambil ponsel nya dan berusaha menghubungi nomor Tatit tapi tidak aktif, berulangkali ia mencoba menghubungi nya tapi tetap masih tidak aktif, ia mencoba menghubungi ponsel Irfan, tersambung tetapi tidak di angkat.


"Ma, ma, mama!!"suara Arifin memenuhi seluruh antero rumah nya, dengan tergesa gesa sang istri berlari mendekati nya


"Ada apa sih pa, kok teriak teriak?"tanya Astrea dengan merapikan rambut nya yang berantakan.


"Mbak Tatit ma"Astrea justru terkejut melihat suami nya menangis sambil menyebut kakak perempuan nya


"Mbak Tatit, kenapa dengan mbak Tatit, pa?"

__ADS_1


"Mbak Tatit mengalami kecelakaan ma dan sekarang tidak sadarkan diri ma"


"Papa tau dari mana?"


"Sekretaris nya mas Irfan, sudah beberapa hari ini mas Irfan tidak masuk kantor, aku penasaran dan ku tanya sekretaris nya kalau istri pak Irfan mengalami kecelakaan sepulang dari Jogja, itu artinya ia menemui Kinar dan ingin meminta maaf ma, tetapi kenapa Kinar tidak mengatakan apapun pada kita ma"


"Mungkin Kinar juga tidak tau tentang keadaan nya pa, terus dimana mbak Tatit di rawat pa?"


"Aku juga tidak tau ma, ponsel nya di hubungi tidak aktif, begitu juga ponsel mas Irfan, di telpon terhubung tetapi tidak di angkat. Apa mas Irfan marah dengan sikap kita ma?"Arifin menatap istri nya"Apakah ibu juga tidak tau tentang kejadian ini?"


"Kita cari dulu kebenaran nya pa, barang kali saja mbak Tatit tidak kecelakaan, tetapi mas Irfan ingin agar kita semua khawatir"ucap Astrea"Jika memang benar mbak Tatit mengalami kecelakaan tidak mungkin kita tidak di kabari, apalagi ibu kamu, tidak mungkin mas Irfan menutupi semua nya dari ibu kamu"


"Bisa jadi ma, mungkin mas Irfan mulai menjauh dari kita?"


"Bisa mungkin pa, sekarang papa cari dulu kebenaran nya"


"Jika mbak Tatit benar benar mengalami kecelakaan dan sekarang telah tiada bagaimana ma?"Ya ampun Arifin, kamu laki laki seorang suami dan juga ayah, kenapa bisa begitu cengeng? Arifin tidak bersalah, meski pun ia seroang suami dan ayah, tetapi jangan pernah lupakan kalau dia juga seorang adik yang begitu menyayangi kakak perempuan nya"Aku takut ma, aku takut jika mbak Tatit benar benar telah tiada. Andai saja ia aku maafkan pasti ini tidak akan terjadi, dan pasti ini terjadi karen ibu juga memarahi nya ma"


"Tidak mungkin ibu bersikap seperti itu pa?"


"Dia ibu ku, aku tau betul siapa ibu ku, ma"Astrea terdiam"Aku akan mencari kebenaran nya dulu setelah itu, aku akan menemui nya dan meminta maaf pada nya atas sikap ku"Ucap Arifin"Aku tidak ingin hubungan persaudaraan kami putus ma, apa lagi sampai mbak Tatit tiada"

__ADS_1


"Mbak Tatit tidak mungkin akan tiada sebelum ia melihat cucu nya lahir pa"


"Semua nya tidak mungkin tidak ma, semua nya bisa terjadi kapan dan dimana pun"Ucap Arifin"Mungkin mbak Tatit putus asa melihat sikap kita, terutama sikap ku sebagai adik nya ma" yang di katakan Arifin semua nya benar, sedikit pun tidak ada yang salah, hanya saja Astrea berusaha menenangkan suami nya, karena beberapa hari kemaren Kinar menghubungi nya, sepulang dari jogja nomor ponsel Tatit tidak dapat di hubungi.


__ADS_2