
Arifin masih tidak percaya apa yang barusan ia lihat, bagaimana mungkin menantu nya tega mengkhianati pernikahan nya, bahkan mengkhianati putri nya. Harus kah putri nya menjadi janda dengan keadaan hamil? Arifin tidak dapat membayangkan nya. Jika saja ia tau sebelum Kinar hamil, mungkin Arifin akan memisahkan putri nya dengan suami brengsek nya, tetapi sekarang bagaimana mungkin.
Irsyad menatap ke arah kedua orang yang selama ini ia hormati, tapi justru perbuatan nya merubah rasa itu, susan hanya tersenyum. Jelas senyuman nya menyimpan kebanggaan karena sekarang bukan istri nya Irsyad saja yang mengetahui perselingkuhan nya, tetapi papi dan mertua nya juga sudah mengetahui nya. Senyum kemenangan menghiasi bibir nya, sekarang ia tidak perlu lagi sembunyi sembunyi untuk bertemu dengan Irsyad
Flash On
Ingatan itu masih teringat jelas di kepala Irfan, ia tidak pernah mengajarkan kepada tiga putra nya untuk bersikap tidak sopan, bahkan ia selalu mendidik anak nya untuk menjadi anak yang bertanggung jawab dalam hal apapun, lalu dimana didikan yang selama ini ia ajarkan. Irsyad berjalan meninggalkan media orang tua nya
"Mau kemana kamu?"
"Aku ingin memastikan keadaan Kinar mi"
"Memastikan apa? Bukan kah kau sudah tau keadaan nya, lalu untuk apa kau ingin memastikan nya lagi"Irsyad memandang ke arah mami nya
"Kali ini saja pi, setelah Kinar sadar aku akan pergi jauh dari hidup nya pi"
"Keadaan nya semakin runyam jika kau berada di sini"Irfan semakin emosi melihat tingkah putra sulung nya"Apakah kau sudah tidak paham lagi dengan bahasa manusia, sehingga kau tetap melakukan apa yang tidak di inginkan keluarga istri mu?"Irsyad menghentikan langkah nya
"Aku tidak perduli pi, aku tidak perduli dengan semua itu, meski papa Arifin menganggap ku binatang aku tidak perduli pi!"
"Dimana akal sehat mu Irsyad!? Sekarang bukan saja kau tidak waras, tapi urat malu mu pun juga sudah putus, bahkan kau sudah tidak memiliki harga diri"ucap Irfan
"Semua nya sudah hancur pi, jadi untuk apa lagi aku menjaga semua nya?"
__ADS_1
"Irsyad,, Irsyad,, semua itu akibat ulah sendiri, sekarang lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan, papi tidak perduli"Irsyad tidak memperdulikan ucapan Irfan papi nya, ia berjalan menuju ruang ICU dengan memegang sudut bibir nya yang terluka
Di depan ruang ICU, Arifin dan istri nya masih setia menunggu putri nya, begitu juga dengan Nina yang ikutan menunggu dengan setia, Irsyad hanya mampu melihat semua nya dari kejauhan
Tiba tiba seorang suster dan Gea berlari masuk kedalam ruang ICU, melihat hal itu membuat jantung Irsyad tiba tiba terasa sakit.
"Tidak, jangan ambil nyawa istri dan calon anak ku Tuhan, ku mohon"Irsyad bersimpuh di lantai"Tolong cabut ucapan ku ya Allah, aku benar benar belum siap harus kehilangan mereka berdua, apa lagi karena perbuatan ku"di pandangi nya kedua orang tua istri nya, mereka terlihat sangat gelisah, terutama Astria sang ibu dari istri nya.
"Apa yang telah terjadi dengan putri kita pa?"
"Bersabarlah ma, kita tunggu sampai dokter keluar"seorang suster keluar dengan terburu buru dari ruang ICU
"Sus, suster apa yang terjadi dengan putri saya sus?"
"Please Kin, kamu adalah wanita paling kuat yang pernah aku lihat"ia menghapus air mata nya yang jatuh begitu saja"Sungguh Kin, aku belum siap atas janji mu, bagaimana mungkin aku bisa merawat anak mu Kin"batin nya"Bertahan lah Kin, bukan demi kami apalagi suami mu, tetapi demi anak mu Kin, anak yang masih di dalam rahim mu, calon bayi mu masih butuh tempat untuk bertahan hidup"sungguh kesedihan nya tidak dapat di ungkap kan dengan kata kata"Kinar, tidak ingin kah kamu melihat suami mu mengemis cinta pada mu? Bukan kah kamu ingin tau gimana reaksi nya ketika kamu menolak nya? Please Kin, bertahan lah"sudah entah berapa ungkapan keluar dari dalam hati Nina
Dokter Gea keluar dari ruang ICU dengan wajah yang begitu lelah
"Bagaimana dengan keadaan putri saya dokter?"tanya Astria dengan air mata bercucuran, Gea menatap Astria dan Arifin secara bergantian, sedangkan Irsyad melihat dari kejauhan"Tolong jawab dok?"
"Kondisi putri ibu saat ini menurun, Saya sedang berusaha Bu, berdoa lah semoga putri ibu kembali sehat seperti sedia kala"Astrea hanya menganggukkan kepala, Gea kembali masuk ke dalam ruangan dimana Kinar berada.
"Jika putri ku tiada, aku akan membuat perhitungan kepada Irsyad, lelaki brengsek yang status nya sebagai suami dari putri ku itu ma, dia harus membayar apa yang telah dia lakukan kepada putri ku"Arifin mengepal kan tangan nya"Bagaimana mungkin dia tega melakukan kekerasan terhadap istri nya yang sedang mengandung ma"selama ini Arifin tidak pernah menunjukan sisi lemah nya sebagai seorang ayah, tetapi kali ini Astrea dapat melihat nya sebagai sosok seorang ayah yang perhatian"Kau ingat Irsyad, aku akan membalas semua perbuatan mu terhadap putri ku"Irsyad mendengar perkataan ayah mertua nya, ia hanya terdiam dan ia sudah siap menerima apapun yang akan mertua nya lakukan, karena ini memang kesalahannya
__ADS_1
Dengan langkah lesu ia berjalan menuju kedua mertua nya, ia benar benar sudah siap apapun konsekuensi yang akan ia terima, ia tidak akan menghindari nya, karena ini memang kesalahan nya
"Masih berani kau menunjukan wajah brengsek mu itu Irsyad!!?"bogem mentah mendarat di wajah nya yang lesu"Pergi lah sebelum aku menghabisi mu!"
"Sabar pa"
"Bagaimana mungkin papa bisa sabar ma, setelah apa yang ia lakukan pada putri kita"
"Iya mama paham pa, tapi ini rumah sakit pa"Astrea mengusap pundak suami nya"Jangan menghabiskan energi papa hanya untuk pria yang tidak berguna seperti nya pa, karena hanya buang buang waktu"
"Papa begitu membenci nya ma"Irsyad hanya diam, pukulan yang mengenai wajah nya meninggalkan rasa perih dan sakit
"Pergi lah nak"bujuk Astrea"Apakah selain Kinar tiada kau juga ingin membuat papa mertua mu juga tiada?"
"Tidak ma, tidak, tolong maafkan aku ma"Irsyad sujud di kaki Astrea
"Mama sudah memaafkan mu, sekarang pergi lah, mama mohon Irsyad, kehadiran mu hanya merusak segala nya"
Selain Tahun 1945, kemerdekaan yang bermakna dan berkesan adalah, ketika melihat anak hidup bahagia bersama pasangan nya, Tetapi
Bulan dan bintang menjadi saksi atas
masalah hidup ini, maka jangan di perpanjang dengan menambah luka baru
__ADS_1