
"Mas"Panggil Kinar manja
"Hmm"jawab Irsyad dengan membelai wajah istri nya yang ayu
"Kok hm?"
"Iya sayang"
"Kapan kau ada waktu?"
"Kapan pun aku selalu ada waktu untuk mu"tatapan mesra Irsyad membuat Kinar menjadi tersipu malu"Katakan, katakan apa yang kau ingin kan?"tanya Irsyad dengan tersenyum
"Aku ingin kita menginap di rumah nenek"
"Ini keinginan calon anak ku atau keinginan ibu calon anak ku?"tangan Irsyad membelai perut istri nya
"Ini keinginan ku dan calon anak mu"
"Kalau begitu aku tidak bisa menolak keinginan kalian berdua"
"Itu berarti kau mau?"
"Tentu saja, tentu saja aku mau. Apapun yang kau ingin kan pasti akan aku penuhi"
"Jika nenek tidak menyukai mu bahkan membenci mu apakah kau akan sakit hati?"
"Apapun yang nenek lakukan pada ku nanti sedikit pun aku tidak akan sakit hati"
"Benarkah?"Irsyad menganggukkan kepala nya, haruskah Kinar tidak mempercayai suami nya ketika ia benar benar melihat perubahan sikap suami nya? Dan Kinar tidak salah memberikan kesempatan sekali lagi pada suami nya. Dengan manja Kinar memeluk tubuh suami nya dengan penuh haru
"Sekarang kita ke rumah nenek?"
"Ganti baju mu?"
"Untuk apa aku bawa ganti baju, bahkan ketika malam aku tidak memakai baju pun aku tidak akan merasa kedinginan sedikit pun, karena kau adalah selimut ku"wajah Kinar tersipu malu"Kau tau saat ini aku ingin selalu bersama mu"Kata Irsyad dengan menangkup wajah istri nya dengan kedua tangan nya yang kekar
"Jangan menggoda ku terus"
"Kau tidak menyukai nya?"
"Bukan aku tidak menyukai nya, tetapi setiap kali kau menggoda ku wajah ku seperti tomat terbakar"
"Aku menyukai wajah mu yang kemerahan karena tersipu malu"
"Jangan menggoda ku terus, kau tau kita bukan anak remaja lagi"
"Anggap saja saat ini kita sedang menikmati masa pacaran"
"Tapi sayang ada orang ketiga"Irsyad terkejut mendengar perkataan Kinar
"Kau belum bisa memaafkan ku sehingga kau mengatakan ada orang ketiga?"
"Jangan salah paham dulu suami ku, yang ku maksud orang ketiga adalah ini"Kinar mengusap perut nya yang besar
__ADS_1
"Kau menganggap calon anak ku orang ketiga?"
"Belum lahir saja aku sudah tersaingi apa lagi setelah lahir sudah pasti aku akan tersaingi"
"Bahkan ketika calon bayi ku lahir kau tetap prioritas ku"Irsyad mengusap perut Kinar"Kau tidak akan tersaingi oleh anak ku ketika dia lahir nanti"
"Bahkan kau selalu mengatakan ini adalah calon anak mu, kau tidak pernah mengatakan kalau anak kita"kata Kinar dengan mengusap perut nya
"Sayang, kau merasa cemburu? Kau kan tau aku lah ayah nya"
"Tapi aku ibunya, bahkan saat ini calon anak mu masih berada di dalam perut ku saja kau selalu mengatakan dia adalah anak mu"
"Baiklah, sekarang kita kerumah nenek"
"Sekarang?"
"Tentu saja, bukan kah jika kita kesana sekarang nenek akan merasa senang?"Kinar tersenyum"Begitu banyak cucu nenek bahkan termasuk aku, tetapi hanya kau yang paling di sayang"
"Itu hanya perasaan mu saja mas"
"Justru itu karena perasaan ku jadi aku mengetahui nya"
"Kau merasa iri kepada istri mu ini?"
"Tentu saja, karena bukan kau saja cucu nya. Bahkan aku lah cucu perdana nya, tapi nenek tidak menyayangi ku seperti menyayangi mu"
"Karena kau cucu yang tidak pernah membuat nenek bahagia, bahkan kau cucu yang telah menyakiti cucu kesayangan nenek"irsyad menatap istri nya, ia tidak menyalahkan nenek nya karena ia tau ia lah yang telah bersalah di sini"Jika kau ingin mendapatkan hak yang sama seperti istri mu ini oleh nenek hanya satu syarat nya"
"Apa itu?"
"Semudah itu?"
"Kau terlalu meremehkan segala sesuatu yang kau anggap mudah tapi belum tentu bisa kau lakukan"
"Akan aku buktikan, sekarang kita kerumah nenek"Irsyad membantu istri nya dan menggandeng tangan nya keluar dari ruangan Kinar"Sebelum kerumah nenek apakah kau ingin makan sesuatu?"
"Tidak, aku rindu masakan bi Narsih"
"Baiklah"sebelum pergi Kinar pamit kepada Nina kalau ia akan pulang duluan, setelah itu baru Irsyad membawa nya ke parkiran.
"Ketika di rumah nenek jangan pernah menggoda ku"kata Kinar ketika mobil sudah jalan meninggalkan kafe Panjenengen
"Untuk apa aku menggoda mu?"Kinar menatap suami nya"Aku hanya akan mencumbu mu"
"Plak"pukulan keras tepat mengenai paha Irsyad
"Ternyata pukulan mu begitu kuat"kata Irsyad dengan mengusap paha nya yang terasa sakit
"Apakah kau sudah lupa kalau istri mu ini begitu kuat mas?"
"Bagiamana aku lupa hal itu, bahkan kau sanggup satu malam melayani ku di atas ranjang"
"Mas!!"jerit Kinar
__ADS_1
"Ada apa?"tanya Irsyad terkejut dengan menatap Kinar penuh khawatir"Apa perut mu sakit?"
"Jika kau mengulangi perkataan mu yang barusan kau akan tidur terpisah oleh ku"
"Jangan membuat ku takut Kinar, jeritan mu membuat ku khawatir"
"Kau sungguh sangat khawatir?"
"Kau pikir aku bercanda"nada suara irsyad berubah
"Kau marah pada ku?"tidak ada jawaban, Kinar menatap suami nya setelah itu membuang pandangan nya keluar kesamping"Putar balik mobil nya"Irsyad melihat ke arah istri nya yang masih membuang pandangan nya kesamping melihat ke arah luar"Aku bilang putar balik mobil nya!"
"Kita tidak jadi kerumah nenek?"
"Untuk apa kerumah nenek kalau kau marah pada ku"
"Aku tidak marah sayang, aku begitu khawatir"Kinar masih tidak perduli"Aku minta maaf, aku benar benar khawatir"kata Irsyad dengan memegang tangan istri nya.
Mobil masuk ke area rumah nek popon dan bi Narsih yang menyambut nya karena ia sedang menyiram bunga di taman depan
"Mbak Kinar"panggil nya sambil berlari ketika ia melihat Kinar lah yang berada di dalam mobil bersama irsyad, dengan buru buru irsyad membuka pintu untuk istri nya dan membantu Kinar keluar dari mobil dengan cara memegang tangan nya
"Apa kabar bi Narsih?"tanya Kinar dengan memeluk sang asisten nenek nya
"Baik mbak, baik. Mbak Kinar dan mas Irsyad kemari kenapa tidak mengabari saya?"
"Kejutan bi"jawab Kinar dengan melihat suami nya yang masih memegang tangan nya"Apa nenek di rumah?"Bi Narsih menatap Irsyad dengan tersenyum
"Ibu di dalam mbak sedang istirahat, ibu bilang badan nya sedikit meriang"
"Apa sudah di bawa ke dokter?"
"Ibu tidak mau"mereka masuk kedalam, bi Narsih menuju ke dapur namun Irsyad dan Kinar masuk ke dalam kamar di mana nek Popon sedang istirahat, begitu masuk Kinar melihat nenek nya yang sedang tidur di balik selimut
"Nek"panggil Kinar pelan dengan mengusap tangan keriput nek popon yang begitu panas
"Kau datang?"nek Popon begitu terkejut melihat kedua cucu nya datang, dengan cepat Irsyad mencium punggung tangan nek Popon
"Nenek demam, sayang"
"Tangan nenek begitu panas, aku dan Kinar akan mengantar nenek ke dokter"
"Ini hanya demam biasa"
"Jika di biarkan akan bahaya nek"Kinar terharu melihat suami nya yang begitu perhatian kepada nenek nya, mungkin ini salah satu cara untuk menebus kesalahannya"Sekarang kita ke rumah sakit ya nek"dengan cepat Irsyad membopong tubuh nenek nya yang kurus menuju mobil
"Bi Narsih "
"Iya mbak"bi Narsih berlari kecil"Ada apa mbak?"
"Aku dan mas Irsyad akan membawa nenek kerumah sakit"
"Apa yang terjadi dengan ibu?"
__ADS_1
"Nenek demam tinggi"
"Baik mbak, hati hati mbak"Kinar mengangguk kan kepala sambil berlalu dari hadapan Narsih, ia berjalan sedikit kesusahan menuju mobil. Nek Popon sudah berada di dalam mobil dan irsyad berjalan menuju istri nya yang berjalan dengan memegang bawah perut nya, begitu dekat ia langsung menggandeng tangan istri nya, melihat hal itu nek Popon tersenyum bahagia, ia merasa jika Kinar tidak salah memberikan kesempatan kedua pada suami nya. Di buka kan nya pintu mobil untuk Kinar, ia duduk di belakang bersama nenek nya.